Anda di halaman 1dari 62

MEMAHAMI AKREDITASI RS

VERSI 2012
PENGANTAR
DASAR HUKUM AKREDITASI
UU RS PASAL 40
• 1) Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan
Rumah Sakit wajib dilakukan akreditasi secara
berkala menimal 3 (tiga) tahun sekali
• 2) Akreditasi Rumah Sakit sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) dilakukan oleh suatu lembaga
independen baik dari dalam maupun dari luar
negeri berdasarkan standar akreditasi yang
berlaku.
• 3) Lembaga independen sebagaimana dimaksud
pada ayat (2) ditetapkan oleh Menteri.
1. Lembaga independen sebagaiu pelaksana
akreditasi di indonesia adalah : KARS
(komisi akreditasi rumah sakit) dasar
hukum
a. Permenkes R.I. Nomor
417/menkes/PER/II/2011 tentang komisi
akreditasi RS
b. Kepmenkes R.I no 418/MENKES/ SK/II/2011
tentang susunan keanggotaan komisi
akreditasi rumah sakit (KARS) masa bakti
tahun 2011-2014
UU RS : TUJUAN

Pasal 3
a. mempermudah akses masyarakat untuk
mendapatkan Yan Kes
b. memberikan perlindungan terhadap keselamatan
pasien, masy, lingkungan RS dan SDM di RS
c. meningkatkan mutu dan mempertahankan standar
pelayanan RS
d. memberikan kepastian hukum kepada pasien, masy,
dan SDM RS
UU RS Pasal 13
• (3) Setiap tenaga kesehatan yang bekerja di Rumah Sakit
harus bekerja sesuai dengan
• Standar profesi
• Standar pelayanan rumah sakit
• Standar prosedur operasional yang berlaku
• Etika profesi
• Menghormati hak pasien dan
• Mengutamakan keselamatan pasien

Kewajiban Bekerja Sesuai Standar, Menghormati Hak


Pasien Dan Mengutamakan Keselamatan Pasien
UU 44/2009 :Pasal 40
Untuk Peningkatan MUTU pelayanan RS
UU No. 44/2009 tentang RS “WAJIB” diakreditasi min.3th/ 1X
D
:
Ayat 3  RS WAJIB mengikuti akreditasi nasional
A
Permenkes RI No. 012/2012
akreditasi
S
Tentang Akreditasi RS A
Merupakan peraturan REVISI Permenkes R
147/2010 dan Revisi Permenkes 340/2010
Permenkes No 56 / 2014 Tentang
Klasifikasi dan Perizinan RS H
Lembaga Independen Pelaksana Akreditasi RS di
U
Indonesia terdiri atas :
SK Menkes No. 428/2012 Tentang • Komisi Akreditasi RS (KARS) K
Penetapan Lembaga Independen • Joint Commissions International (JCI) yang
Pelaksana Akreditasi di Indonesia merupakan lembaga pelaksana akreditasi yang U
berasal dari luar negeri
M
Keputusan Dirjen BUK
No.HK.02.04/I/2790/11 STANDAR AKREDITASI RS NASIONAL
• Standar yang dipakai spesifik
untuk pelayanan kesehatan
• Pengembangan standar
dilakukan oleh pakar
kesehatan/perumahsakitan
ISQua (International
• Pengembangan standar Society for Quality in
dilakukan dalam dunia Healthcare)
perumahsakitan “Evaluasi Mutu
• Asesmen elemen-elemen Eksternal Untuk
akreditasi terlengkap: struktur- Rumah Sakit terbaik
proses-hasil/outcome  lebih adalah AKREDITASI”
diarahkan pada output
/outcome
• Surveior: pakar/praktisi
kesehatan/rumah sakit
SUMBER ACUAN AKREDITASI RS
VERSI 2012
1. International Principles for Healthcare
Standards, A Framework of requirement for
standards, 3rd Edition December 2007,
International Society for Quality in Health
Care / ISQua
2. Joint Commission International Accreditation
Standards for Hospitals 4 rd Edition, 2011
3. Instrumen Akreditasi Rumah Sakit, edisi 2007,
Komisi Akreditasi Rumah Sakit / KARS
4. Standar-standar spesifik lainnya.

9
BEDA STANDAR AKREDITASI VERSI 2007 DAN STANDAR
AKREDITASI VERSI 2012

Versi 2012
Versi 2007
• Berfokus Pada Pasien
• Kuat Pada Proses ,
• Berfokus pada provider
Output Dan Outcome
• Kuat pada input dan
• Kuat Pada
dokumen
Implementasi 
• Lemah implementasi 
Melibatkan Seluruh
kurang melibatkan
Petugas
petugas
• Kesinambungan
Pelayanan
PERUBAHAN PARADIGMA RUMAH SAKIT
PADA STANDAR AKREDITASI VERSI 2012
1. Tujuan utama Peningkatan mutu bukan semata-mata sertifikat
kelulusan
2. Standar Akreditasi harus dinamis dan memenuhi krieria –
kriteria internasional
3. Peran direktur  SANGAT SENTRAL
4. Pelayanan berfokus pada pasien
5. Keselamatan Pasien menjadi STANDAR UTAMA
6. Kesinambungan pelayanan harus dilakukan, baik saat merujuk
keluar maupun serah terima pasien di dalam RS ( antar unit,
antar sift, antar petugas)
7. Proses akreditasi metode telusur untk mencari bukti-bukti thd
implementasi & pengembangan standar mutu dan keselamatan
pasien
8. Perbaikan terus menerus
PERUBAHAN PENDEKATAN AKREDITASI RS

Document and
Document
Implementation
Oriented
Oriented
TataKelola Rumah Sakit

PASIEN UU 44/2009 ttg


RS, Peraturan
Per UU an
Quality & Safety lainnya

 Std Yan
Sistem Pelayanan  Regulasi :

PCC
• Kebijakan
Fokus Pasien Klinis • Pedoman,
APK, HPK, Asuhan Pasien / Patient Care • Panduan
AP, PP, • SPO
PAB, MPO • Program
PPK  Indikator :
Sistem • Ind. Area
 Standar Manajemen Klinis
Manajemen • Ind Klinis
PMKP, PPI, • Ind SKP
TKP, MFK, • Ind Upaya
KPS, MKI Manajemen
 Sasaran KP
 Sasaran  Dokumen
MDG’s Implementasi
TataKelola Rumah Sakit dlm perspektif Std Akred 2012
Good
Patient
PASIEN
Care
Tata Kelola
Asuhan Pasien
Quality & Safety
yang Baik

Good
Sistem Pelayanan • Good Clinical
Clinical Klinis Governance
Governance Asuhan Pasien / Patient Care • Good Hospital
Tata Kelola Klinis Governance &
yang Baik

Sistem
Good
Hospital Manajemen Ps 36 UU 44/2009
Governance
Tata Kelola RS
yang Baik
• Good Patient Care

Std Akreditasi RS 2012


Pelayanan
Manajemen
Fokus Pasien
Risiko RS
(Patient Centered
 Risiko Klinis
Care)

“Safety is a
fundamental principle
Etik
of patient care and a
critical component of
• Mutu Quality Management.”
4 Fondasi Kebutuhan
• Patient
PPA Asuhan pasien Pasien
Safety (World Alliance for Patient
• Asuhan Medis
Safety, Forward Programme,
• Asuhan Keperawatan
EBM WHO, 2004)
• Asuhan Gizi
• Asuhan Farmasi VBM • Evidence Based Medicine
• Value Based Medicine

(Nico A Lumenta & Adib A Yahya, 2012)


STANDAR AKREDITASI RS
KARS VERSI 2012
MENGGUNAKAN STANDAR JCI EDISI 4
(Section I:
I. KELOMPOK STANDAR Patient-Centered
Standards)
PELAYANAN BERFOKUS PADA
PASIEN (8 Chapter)

(7 Bab)
(Section II: Health
Care Organization
STANDAR II. KELOMPOK STANDAR Management
AKREDITASI MANAJEMEN RS standards)

RS (6 Bab)
(6 Chapter)

Versi 2012 (International


III. SASARAN KESELAMATAN Patient Safety
PASIEN Goals (IPSG))
(Chapter 1
Section I)

IV. SASARAN PROGRAM


MDG’S J.C.I
Edisi 4. Thn
2011
STANDAR AKREDITASI RS VERSI 2012

I. Kelompok Standar Pelayanan Berfokus pada Pasien


Bab 1. Akses ke Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)
Bab 2. Hak Pasien dan Keluarga (HPK)
Bab 3. Asesmen Pasien (AP)
Bab 4. Pelayanan Pasien (PP)
Bab 5. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
Bab 6. Manajemen dan Penggunaan Obat (MPO)
Bab 7. Pendidikan Pasien dan Keluarga (PPK)
II. Kelompok Standar Manajemen Rumah Sakit
Bab 1. Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP)
Bab 2. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
Bab 3. Tata Kelola, Kepemimpinan, dan Pengarahan (TKP)
Bab 4. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
Bab 5. Kualifikasi dan Pendidikan Staf (KPS)
Bab 6. Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI) 18
STANDAR AKREDITASI RS VERSI 2012

III. Sasaran Keselamatan Pasien Rumah Sakit


Sasaran I : Ketepatan identifikasi pasien
Sasaran II : Peningkatan komunikasi yang efektif
Sasaran III : Peningkatan keamanan obat yang perlu
diwaspadai (high-alert)
Sasaran lV : Kepastian tepat-lokasi, tepat-prosedur, tepat-
pasien operasi
Sasaran V : Pengurangan risiko infeksi terkait pelayanan
kesehatan
Sasaran VI : Pengurangan risiko pasien jatuh
IV. Sasaran Milenium Development Goals
Sasaran I : Penurunan Angka Kematian Bayi dan
Peningkatan Kesehatan Ibu
Sasaran II : Penurunan Angka Kesakitan HIV/AIDS
Sasaran III : Penurunan Angka Kesakitan TB
19
Standar Akreditasi v 2012

Elemen
Standar
Penilaian
Kelompok I 161 436
Kelompok II 153 569
Kelompok III 6 24
Kelompok IV 3 19
Total : 323 1237
SISTEMATIKA STANDAR AKREDITASI

Kelompok
Bab 1. ....
Bab 2. ....
Bab 3. ....

Bab
• Gambaran Umum
• Standar 1 ...
• Standar 2....
• .....
Standar APK 1
• Pernyataan standar .....
• Maksud & Tujuan
• Elemen Penilaian 1
• Elemen Penilaian 2
• ......
Model Penilaian
 Proses akreditasi : mencari bukti –bukti terhadap
penerapan dan pengembangan standar mutu
pelayanan dan keselamatan pasien  Metode Telusur

 IMPLEMENTASI STANDAR BARU  DIBUTUHKAN


PERUBAHAN PERILAKU PELAYANAN BARU YANG SESUAI
DENGAN STANDAR BARU

 PERUBAHAN PERILAKU DAPAT DILAKSANAKAN DENGAN


LEBIH CEPAT KALAU DILAKSANAKAN DENGAN SUKA CITA DAN
GEMBIRA
PENILAIAN
• ELEMEN PENILAIAN = SKOR = O/5/10
• STANDAR = NILAI DALAM PERSEN
• BAB = NILAI DALAM PERSEN
• GROUP =NILAI DALAM PERSEN
Pembagian GROUP
•Group Mayor: Nilai >80%
•Group Minor: Nilai >20%
Hasil Penilaian Survei
Akreditasi Baru

100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
PRATAMA
DASAR MADYA UTAMA PARIPURNA
URUTAN BAB DALAM PENETAPAN KELULUSAN
1. Sasaran keselamatan pasien rumah sakit (SKP)
2. Hak pasien dan keluarga (HPK)
3. Pendidikan pasien dan keluarga (PPK)
4. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP)
5. Millenium Development Goal’s (MDG’s)
6. Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)
7. Asesmen Pasien (AP)
8. Pelayanan Pasien (PP)
9. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
10. Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
11. Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
12. Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)
13. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
14. Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan ( TKP)
15. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
Dasar
1. Sasaran keselamatan pasien rumah sakit
2. Hak pasien dan keluarga (HPK)
3. Pendidikan pasien dan keluarga (PPK) Mayor
4. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP)

5. Millenium Development Goal’s (MDG’s)


6. Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)
7.
8.
Asesmen Pasien (AP)
Pelayanan Pasien (PP)
Minor
9. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
10. Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
11. Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
12. Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)
13. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
14. Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan ( TKP)
15. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
Madya
1. Sasaran keselamatan pasien rumah sakit
2. Hak pasien dan keluarga (HPK)
3. Pendidikan pasien dan keluarga (PPK)
Mayor
4. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP)
5. Millenium Development Goal’s (MDG’s)
6. Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)
7. Asesmen Pasien (AP)
8. Pelayanan Pasien (PP)

9. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)


10. Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
11. Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
12. Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS) Minor
13. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
14. Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan ( TKP)
15. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan
UTAMA
1. Sasaran keselamatan pasien rumah sakit (SKP)
2. Hak pasien dan keluarga (HPK)
3. Pendidikan pasien dan keluarga (PPK)
4. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP)
Mayor
5. Millenium Development Goal’s (MDG’s)
6. Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)
7. Asesmen Pasien (AP)
8. Pelayanan Pasien (PP)
9. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
10. Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
11. Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
12. Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)
13. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
14. Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan ( TKP)
15. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
Minor
Paripurna
1. Sasaran keselamatan pasien rumah sakit (SKP)
2. Hak pasien dan keluarga (HPK)
3. Pendidikan pasien dan keluarga (PPK)
4. Peningkatan mutu dan keselamatan pasien (PMKP)
5. Millenium Development Goal’s (MDG’s)
6. Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan (APK)
7. Asesmen Pasien (AP)
8. Pelayanan Pasien (PP)
9. Pelayanan Anestesi dan Bedah (PAB)
Mayor
10. Manajemen Penggunaan Obat (MPO)
11. Manajemen Komunikasi dan Informasi (MKI)
12. Kualifikasi dan Pendidikan Staff (KPS)
13. Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI)
14. Tata Kelola, Kepemimpinan dan Pengarahan ( TKP)
15. Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK)
Akreditasi Sebagai Tujuan

TERAKREDITRASI TERAKREDITRASI

Saat
Penilaian

3 6
TAHUN
Akreditasi Sebagai Upaya Peningkatan Mutu
Berkesinambungan
AKREDITASI

AKREDITASI

TAHUN 1 2 3 4 5 6
Akreditasi Sebagai Upaya Peningkatan Mutu
Berkesinambungan
SURVEILANS
AKREDITASI

SURVEILANS

SURVEILANS

AKREDITASI
SURVEILANS

PPS/SIP

AKREDITASI 1 2 3 4 5 6
TAHUN
Survey ulang
• Ketentuan survei ulang berlaku untuk nilai
kurang dari 80 % tetapi masih diatas 60 %
• Rumah sakit diberi waktu untuk melakukan
perbaikan, dan survei ulang akan dilakukan
paling cepat 3 (tiga) bulan dan paling lambat 6
(enam) bulan.
PERENCANAAN PERBAIKAN STRATEGIS (PPS)/
STRATEGIC IMPROVEMENT PLAN (SIP)

ADALAH RENCANA TINDAKAN YANG WAJIB DIBUAT


TERTULIS SETELAH RS MENDAPAT SERTIFIKAT AKREDITASI
SEBAGAI BUKTI UPAYA PENINGKATAN MUTU
BERKESINAMBUNGAN BERUPA RESPON TERHADAP HASIL
REKOMENDASI SURVEIOR
1. Merupakan strategi/pendekatan yang akan diambil untuk memenuhi setiap
persyaratan yang belum terpenuhi

2. Menjelaskan tindakan spesifik yang akan dilakukan RS untuk mencapai hasil


sesuai Standar / elemen penilaian yang yang belum terpenuhi

3. Menjelaskan metoda yang dipakai untuk perbaikan/ pemenuhan standar dan


elemen penilaian guna perbaikan mutu berkesinambungan

4. Mengidentifikasi indikator pencapaian (berupa data) untuk mengevaluasi


efektivitas dari rencana perbaikan itu dan akan dicek setiap tahun oleh
surveior pendamping
Patuh terhadap
PERAN DIREKTUR peraturan &
perundangan
RS

PIMPINAN RS
Menetapkan
regulasi di RS

Sistem monev
terhadap Menjamin
regulasi yg kepatuhan staf
ditetapkan pimp terhadap regulasi
yg ditetapkan oleh
pimpinan
Rangkuman Bab Tata Kelola Kepemimpinan dan Pengarahan
1 ASESMEN
PASIEN
(Periksa Pasien)
 IAR

Nakes
Profesional ASUHAN
Pemberi PASIEN
Asuhan

2 PEMBERIAN-
PELAYANAN /
IMPLEMENTASI-
RENCANA
MONITORING

Komisi Akreditasi Rumah Sakit


FUNGSI STANDAR
MENGATUR PROSEDUR PADA SETIAP TITIK ASUHAN
PASIEN DI RS
Pengumpulan
data klinis
Asesmen • Dokter
awal • Perawat Analisis data
--> Dx

Rencana
Pelayanan fokus pasien: MULTI PROFESI - ASUHAN asuhan
HPK
41
Pengumpulan Analisis data
data klinis --> Dx
• Hak Pasien
• General
Lab, Rad consent Transfer Rujuk
Rencana • Informasi
Triage Asesmen asuhan Registrasi asuhan
SPO Yandok
Askep

Pelayanan fokus pasien: MULTI PROFESI - ASUHAN – EDUKASI

Asesmen Risiko Implementasi Identifikasi Stabilisasi


nyeri jatuh asuhan
Risiko
Skrining
malnutrisi

HPK PPK SKP MKI PPI


Pengumpulan Analisis data
data klinis --> Dx
• Hak Pasien
• General
Lab, Rad consent Transfer Rujuk
Rencana • Informasi
Triage Asesmen asuhan Registrasi asuhan
SPO Yandok
Askep

Pelayanan fokus pasien: MULTI PROFESI - ASUHAN – EDUKASI

Asesmen Risiko Implementasi Identifikasi Stabilisasi


nyeri jatuh asuhan
Risiko
Skrining
malnutrisi
Skrining pelayanan

HPK PPK SKP MKI PPI


Diagnosis

Rekonsiliasi Obat

Rencana asuhan

Implementasi asuhan

44
45
Standar Elemen Penilaian
APK 1.1.1 Evidence base triage process
AP 1.3.1 Asesmen pasien gawat darurat
AP 1.2 Diagnosis awal (EP 4)
AP 1.3 Kebutuhan pelayanan medis dan keperawatan
PP 1 Pelayanan dan asuhan yang seragam (SPO Yandok dan Askep)
PP 2.1 Rencana pelayanan individual berdasar asesmen awal
APK 1 Skrining penerimaan pasien sesuai misi dan sumber daya RS
APK 1.1.2 Skrining pelayanan sesuai kebutuhan pasien
APK 1.1 Pendaftaran pasien
SKP 1 Identifikasi pasien
HPK 5 6.3 Informasi hak pasien dan “general consent”
APK 1.2 Penjelasan saat admisi
APK 1.1.1 Stabilisasi sebelum transfer
APK 4 Transfer atau rujuk
⦁ Triage
⦁ Asesmen dokter dan perawat
⦁ Progress notes
⦁ Nursing notes
⦁ Formulir transfer

47
48
Pengumpulan Analisis data -
data klinis -> Dx awal
 Darurat
 Operatif Implementasi Ringkasan
asuhan pulang
Lab, Rad  Dx preoperasi
Asesmen Rencana
Asesmen Rencana pulang
awal asuhan ulang
 Dokter Seragam
 Perawat Integrasi

Pelayanan fokus pasien: MULTI PROFESI - ASUHAN – EDUKASI


Asesmen
Asuhan
•Riwayat kesehatan Asesmen Risiko Implementasi Rencana Terminal
•Pemeriksaan fisik nyeri jatuh asuhan asuhan
•Psikologis Risiko
malnutrisi Risiko tinggi Verifikasi
•Sosial ekonomi Notasi

HPK PPK SKP MKI PPI


Pengumpulan Analisis data -
data klinis -> Dx awal
 Darurat
 Operatif Implementasi Ringkasan
asuhan pulang
Lab, Rad  Dx preoperasi
Asesmen Rencana
Asesmen Rencana pulang
awal asuhan ulang
Seragam
Integrasi

Pelayanan fokus pasien: MULTI PROFESI - ASUHAN – EDUKASI


Asesmen
Asuhan
•Riwayat kesehatan Asesmen Risiko Implementasi Rencana Terminal
•Pemeriksaan fisik nyeri jatuh asuhan asuhan
•Psikologis Risiko
malnutrisi Risiko tinggi Verifikasi
•Sosial ekonomi Notasi

HPK PPK SKP MKI PPI


Asesmen awal Asesmen ulang

51
Standar Elemen Penilaian
AP 1 Asesmen pasien
AP 1.2 Diagnosis awal
AP 1.3 Kebutuhan pelayanan medis dan keperawatan
PP 1 Pelayanan/asuhan yang seragam (SPO Yandok dan Askep)
PP 2.1 Rencana pelayanan individual berdasar asesmen awal
PP 3 Pelayanan risiko tinggi
AP 2 Asesmen ulang
PP 2.1 Rencana pelayanan pasien, verifikasi dan pemberian notasi
PP 4 5 6 Pemberian nutrisi dan manajemen nyeri
AP 4.1 PP 2.4 Pemberian informasi kepada pasien dan keluarga
HPK 2.1.1
PP 3 AP 1.11 Rencana pulang
APK 3 3.5
APK 3.2 3.2.1 Ringkasan pulang
⦁ Asesmen awal dokter untuk
setiap disiplin klinis
⦁ Asesmen khusus
⦁ Asesmen awal perawat
⦁ Asesmen kebutuhan edukasi
⦁ Progress notes
⦁ Nursing notes

53
Asesmen awal Asesmen ulang

ICU

54
55
Pengumpulan Analisis
data klinis data --> Dx
 Darurat Site marking
Lab, Rad  Operatif Asesmen
 Dx preoperasi pra bedah
Asesmen Rencana
awal asuhan & anestesi Sign
in
Sign
out
Seragam SPO Yandok Pasca
Integrasi Askep bedah

Pelayanan fokus pasien: MULTI PROFESI - ASUHAN – EDUKASI


S

Asesmen Risiko Implementasi Time Pemulihan


nyeri jatuh
Rencana out
Risiko asuhan Transfer
malnutrisi
Informed
consent

HPK PPK SKP MKI PPI


Pengumpulan Analisis
data klinis data --> Dx
 Darurat
Site marking
Lab, Rad  Operatif Asesmen pra
Asesmen Rencana  Dx praoperasi bedah
& anestesi Sign Sign
awal asuhan in out
Seragam SPO Yandok Pasca
Integrasi Askep bedah

Pelayanan fokus pasien: MULTI


S PROFESI - ASUHAN – EDUKASI

Time out
Asesmen Risiko Implementasi Pemulihan
nyeri jatuh Rencana Anestesi
Risiko asuhan Transfer
malnutrisi
Informed
consent Bedah

HPK PPK SKP MKI PPI


Asesmen awal Informed consent

58
Standar Elemen Penilaian
AP 1 Asesmen pasien
AP 1.2 Diagnosis awal
AP 1.3 Kebutuhan pelayanan medis dan keperawatan
PP 1 Pelayanan/asuhan yang seragam (SPO Yandok dan Askep)
PP 2.1 Rencana pelayanan individual berdasar asesmen awal
PPK 2 Informasi tindakan kedokteran (informed consent)
HPK 6 Informasi tindakan kedokteran (informed consent)
PAB 7.1 Edukasi risiko, manfaat, komplikasi yang potensial serta alternatif
yang berhubungan dengan prosedur bedah yang direncanakan
AP 1.5.1 Asesmen medis sebelum tindakan anestesi atau bedah
PAB 4 Asesmen pra anestesi
PAB 7 Asesmen pra bedah  diagnosis pra bedah
SKP 4 Tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien
PAB 6 Pemindahan pasca anestesi (ruang pemulihan)
Standar Elemen Penilaian
AP 1.5.1 Asesmen medis sebelum tindakan anestesi atau bedah
PAB 7 Asesmen dan rencana tindakan bedah, serta penetapan dx
pra operasi
SKP 4 Tepat lokasi, tepat prosedur, tepat pasien
PAB 4 Asesmen pra anestesi dan pra induksi
PAB 5 Rencana pelayanan anestesi
PAB 7.1 Edukasi risiko, manfaat, komplikasi yang potensial serta alternatif
yang berhubungan dengan prosedur bedah yang direncanakan
PAB 5.2 5.3 Teknik anestesi serta monitoring selama anestesi dan bedah
7.3
PAB 6 Pemindahan pasca anestesi (ruang pemulihan)
PAB 7.4 Pelayanan pasca bedah
PAB 7.2 Laporan operasi
⦁ Asesmen bedah
⦁ Asesmen pra anestesi
⦁ Informed consent
⦁ Asesmen pra induksi
⦁ Induksi
⦁ Monitoring status fisiologis
⦁ Pemulihan
⦁ Laporan operasi dan anestesi
⦁ Rencana asuhan pasca operasi
(dokter dan perawat)

61
SEKIAN
TERIMA KASIH