Anda di halaman 1dari 18

Penatalaksanaan Epistaksis

Anterior Disebabkan oleh


Trauma

NUR SULAILI BORHAN


102013511
Rumusan Masalah

 Anak usia 5 tahun datang dengan keluhan


keluar darah dari hidung. Mempunyai
kebiasaan korek hidung.
Anamnesi
s
Penceg Pemeriks
Mind Map ahan aan fisik

Pemeriks
Komplik aan
asi penunja
ng

RM
Penatal
WD dan
aksanaa
DD
n

Manifest
Etiologi
asi klinis
Patofisiol
ogi
Anamnesis

 Identitas  Anak 5 tahun


 Keluhan utama  Keluar darah dari
 Riwayat penyakit hidung
sekarang  Kebiasaan korek
 Riwayat penyakit hidung
dahulu
 Mimisan sering
 Riwayat penyakit berulang
keluarga
 Riwayat pengobatan
 Riwayat sosial
Pemeriksaan Fisik

 Keadaan umum
 Kesadaran
 TTV
 Inspeksi
 Palpasi
 Rhinoskopi anterior
 Rhinoskopi posterior
Pemeriksaan Penunjang
 Pemeriksaan darah tepi lengkap.
 Fungsi hemostatis
 EKG
 Tes fungsi hati dan ginjal
 Pemeriksaan foto hidung, sinus paranasal, dan
nasofaring.
 CT scan dan MRI dapat diindikasikan untuk
menentukan adanya rinosinusitis, benda asing dan
neoplasma.
Working Diagnosis

Epistaksis anterior ec trauma


Diagnosis
Anatomi dan Fisiologi
Etiologi
 Trauma lokal  Keadaan lingkungan
 membuang ingus yang sangat dingin
dengan keras, korek  Tinggal di daerah yang
hidung, benda asing tinggi atau perubahan
,fraktur hidung atau tekanan atmosfir yang
trauma maksilofasia tiba tiba
 Tumor  Pemakaian semprot
 Idiopatik , 85% kasus hidung steroid jangka
epistaksis, biasanya lama
ringan dan berulang  Penggunaan
pada anak dan remaja. obat(antikoagulant,
salisilat)
Patofisiologi

 Bagian depan septum terdapat anastomosis (gabungan)


dari cabang-cabang arteri sfenopalatina, arteri etmoid
anterior, arteri labialis superior dan arteri palatina mayor 
pleksus kiesselbach (little’s area).

 Jika pembuluh darah tersebut luka atau rusak karena


trauma dan lain-lain, darah akan mengalir keluar melalui
dua jalan, yaitu lewat depan melalui lubang hidung
Manifestasi Klinis

 Pendarahan hidung: bebas melalui satu atau kadang-


kadang kedua lumen hidung.
 penderita sering menelan
Penatalaksanaan

Prinsip tatalaksana: Posisi pasien :


• Menghentikan • Diperiksa dlm posisi duduk
perdarahan’ • Biarkan darah mengalir keluar
• Mencegah komplikasi sehingga bisa dimonitor
• Mencegah berukang • Lemah- posisi stgh
kembali duduk/berbaring dgn kepala
ditinggikan
• Jgn smpai darah mengalir ke
saluran nafas bawah
Pemasangan tampon hidung anterior

1. Berhenti dgn sendiri – tekan hidung


dari luar selama 10-15 menit
2. Jika masih berdarah- pasang
tampon anterior , dari kapas /kasa
yang diberi pelumas adrenalin,
lidokain dan salep antibiotik
3. Dipertahankan 2x24 jam
Komplikasi

 Sinusitis
 Septal hematom (bekuan darah pada sekat hidung)
 Deformitas (kelainan bentuk) hidung
 Aspirasi (masuknya cairan ke saluran napas bawah)
 Kerusakan jaringan hidung
 Infeksi
Pencegahan

 Jangan mengkorek-korek hidung.


 Jangan membuang ingus keras-keras.
 Hindari asap rokok atau bahan kimia lain.
 Gunakan pelembab ruangan bila cuaca terlalu kering.
 Gunakan tetes hidung NaCl atau air garam steril untuk
membasahi hidung.
Prognosis

 Ad bonam