Anda di halaman 1dari 7

Sindrom Nefrotik pada Anak

Perempuan19 Tahun
Muhammad Naqib Syahmi
102013494
A2
Skenario: Perempuan 19 tahun dengan keluhan
bengkak seluruh badan sejak 3 hari lalu
Anamnesa Pemeriksaan Fisik
• Apakah ada bengkak Pemeriksaan Penunjang
• TD: 150/100 mmHg • Hb: 9 g/dl
di kelopak mata? • Nadi: 50x/menit
• Apakah ada • Lekosit: 5000
• RR: 28x/menit • Trombosit: 200,000
lemas/sesak/mual? • T: 36˚c
• Apakah ada sakit • Urin: protein +++
• Konjungtiva pucat • Sedimen urin: lekosit
kepala? • JVP 5-2 cmH20
• Perubahan pola 15-20/lpb, silinder
• BJ I-II regular, murmur - berbutir atau granular
kencing? , gallop - , paru redup
• Riwayat sakit 5-6/lpk
sela iga IV ke bawah
tenggorokan kiri, vesikuler melemah
sela iga IV ke bawah
kanan kiri, ronki -/- ,
wheezing -/-
• Abdomen buncit, striae
+ , hepar lien tak
teraba, shifting dullness
+ , BU+
• Ekstrimitas edema +/+
Sindrom Nefrotik (WD) Sindrom Nefritik Akut Rapidly Progressive
Glomerulonephritis

Definisi Suatu kumpulan gejala klinis: Sekumpulan gejala yang Adanya tanda-tanda
• Proteinuria berat timbul mendadak sebagai kerusakan berat dari
• Hipoalbuminemia akibat yang dari suatu glomerulus yang tidak ada
• Edema generalisata proses peradangan yang penyebab yang khusus
• Hiperlipidemia ditimbulkan oleh reaksi
imunologik pada ginjal
spesifik pada glomerulus

Etiologi Nefrotik Primer: Nefritis yang timbul setelah Kelainan imunologis,


Kelainan pada glomerulus sendiri infeksi Streptococcus beta beberapa kelainan sistemik,
tanpa ada penyebab lain hemolyticus dan hambatan lain pada
Nefrotik Sekunder:
ginjal
Timbul akibat suatu penyakit Nefritis yang berhubungan
sistemik (infeksi,keganasan,efek dengan infeksi sistemik lain :
obat,kelainan metabolit) endokarditis bakterialis, lupus
eritematosus

Gejala klinis Proteinuria massif, Oliguria, edema, hipertensi, Hematuria, hipertensi,


hipoalbuminemia, edema peningkatan JVP, hematuria edema pretibial, periorbital,
generalisata,hiperlipidemia oliguria, anorexia, mual,
muntah
Epidemiologi

 Insidens dapat mengenai semua umur tetapi sebagian besar (74%)


dijumpai pada usia 2-7 tahun. Rasio laki-laki : perempuan= 2:1,
sedangkan pada masa remaja dan dewasa rasio ini berkisar 1:1.
Biasanya 1 dari 4 penderita sindrom nefrotik adalah penderita
dengan usia>60 tahun.
Tatalaksana

 Medika mentosa  Non medika mentosa


 Prednisone 1-1,5 mg/kgBB/hari  Diet seimbang: protein&kalori
selama 4-8 minggu yang adekuat
 Dosis diturunkan 4 bulan  Protein 2-2,5 g/kgBB/hari
berikutnya
 Non steroid: Siklofosfamid,
Klorambusil, Levamisol
 Edema: Furosemid 1-3
mg/kgBB/hari
 Hipertensi: ACE inhibitor
Komplikasi Prognosis

• Infeksi sekunder: • Sebagian besar anak-anak yang berespons terhadap


peritonitis, sepsis steroid akan mengalami kekambuhan berkali-kali
• Trombosis sampai penyakitnya menyembuh sendiri secara
• Gagal ginjal spontan menjelang usia akhir dekade kedua

• Terapi antibakterial dapat mencegah infeksi, tetapi


tidak berdaya terhadap kelainan ginjal sehingga
akhirnya dapat terjadi gagal ginjal