Anda di halaman 1dari 34

PERHITUNGAN

ALINYEMEN VERTIKAL
KELOMPOK 9

I MADE ARIARSHA SUMEKAR (1204105083)


AGUS HERRY PRAHASTA (1204105084)
NI KOMANG UCHIARI (1204105085)
GEDE TUSAN SAPUTRA (1204105086)
FLOW CHART LENGKUNG VERTIKAL CEKUNG

Mulai

Data :
•Stationing PPV
•Elevasi PPV
•Kelandaian Tangent (g)
•Kecepatan Rencana (Vr)
•Perbedaan Aljabar Kelandaian (A)
•Jarak Pandang (S)

Perhitungan
Panjang Lengkung
Vertikal Cekung (L)
SYARAT JARAK SYARAT JARAK
PENYINARAN LAMPU PANDANGAN BEBAS DI
KENDARAAN BAWAH BANGUNAN
SYARAT JARAK
PENYINARAN LAMPU
KENDARAAN

Jarak penyinaran akibat


𝐴 𝑥 𝑆2
lampu depan < L1 L=
120+ 3,5 𝑥 𝑆

L=2xS– Jarak penyinaran akibat


120+(3,5 𝑥 𝑆) lampu depan < L2
𝐴

A
SYARAT JARAK
PANDANGAN BEBAS DI
BAWAH BANGUNAN

S < L1 𝐴 𝑥 𝑆2
L=
3480

3480 S > L2
L=2xS–
𝐴

A
Syarat
A Kenyamanan
mengemudi

𝑨 𝒙 𝑽𝟐
L3 = Syarat Drainase
𝟑𝟖𝟎

Syarat Keluwesan
bentuk L4 = 50 x A

L5 = 0,6 × Vr

B
B Cek persyaratan

ya Gunakan nilai L
S < L1
terbesar

tidak

ya Gunakan Nilai L
S > L2 tidak boleh lebih
besar dari S

C
1. Pergeseran Vertikal titik tengah busur
C
lingkaran (EV)
2. Perbedaan elevasi titik yang ditinjau
pada Sta
3. Stationing Lengkung Vertikal
4. Elevasi Lengkung vertikal

Selesai
FLOW CHART LENGKUNG VERTIKAL CEMBUNG

Mulai

Data :
•Stationing PPV
•Elevasi PPV
•Kelandaian Tangent (g)
•Kecepatan Rencana (Vr)
•Perbedaan Aljabar Kelandaian (A)
•Jarak Pandang (S)

Perhitungan Panjang Lengkung Vertikal


Cembung (L)

1. SYARAT JARAK PANDANG


2. SYARAT DRAINASE
3. SYARAT KENYAMANAN PERJALANAN
SYARAT JARAK PANDANG

S < L1 S > L2

Jarak Pandang Henti Jarak Pandang Henti

Jarak Pandang
Jarak Pandang Menyiap
Menyiap

A B
A

Jarak Pandang Henti 𝑨×𝑺𝟐


/Jarak Pandang Menyiap L= 𝟐
𝟏𝟎𝟎× 𝟐𝒉𝟏+ 𝟐𝒉𝟐

C
B

Jarak Pandang Henti 𝟐


/Jarak Pandang Menyiap 𝟐𝟎𝟎∗ 𝒉𝒊+ 𝒉𝟐
L = 2×S -
𝑨

C
Syarat Drainase

Syarat
Lv= 40 × A Kenyamanan
Perjalanan

𝑽𝑹
C Lv = xT
𝟑.𝟔
C Cek persyaratan

ya Gunakan nilai L
S < L1
terbesar

tidak

ya Gunakan Nilai L
S > L2 tidak boleh lebih
besar dari S

D
1. Pergeseran Vertikal titik tengah busur
D
lingkaran (EV)
2. Perbedaan elevasi titik yang ditinjau
pada Sta
3. Stationing Lengkung Vertikal
4. Elevasi Lengkung vertikal

Selesai
SOAL LENGKUNG VERTIKAL CEKUNG
• PERHITUNGAN
DIKETAHUI :
oSTASIONING : 0 + 200
oTIPE LENGKUNG VERTIKAL : CEKUNG. PV.1
oG1 (KELANDAIAN 1) : 2 %.
oG2 (KELANDAIAN 2) : 4 %.
oVR : 60 KM/JAM.
oA (PERBEDAAN ALJABAR KEDUA TANGEN) : [-2–4]
= 6 %.
JAWAB:
BERDASARKAN JARAK PENYINARAN LAMPU KENDARAAN
S = 60 M

UNTUK KONDISI JARAK PENYINARAN AKIBAT LAMPU DEPAN < L.

L=

L=

L = 96 M (MEMENUHI SYARAT S < L )


UNTUK KONDISI JARAK PENYINARAN AKIBAT LAMPU DEPAN > L.

L=2XS –

L = 2 X 60 –

L = 93,33 M (TIDAK MEMENUHI SYARAT S > L )


BERDASARKAN SYARAT KENYAMANAN MENGEMUDI

L=

L=

L = 56.84 M

BERDASARKAN SYARAT DRAINASE.

L = 50 X A = 50 X 6= 300 M.

BERDASARKAN SYARAT KELUWESAN BENTUK


L = 0,6 × VR
= 0,6 × 60
= 36 M
KARENA BERDASARKAN SYARAT S < L, JADI DIAMBIL L = 96 M.

EV =

6 𝑥 96
EV =
800

EV = 0,72 M
PERHITUNGAN STASIONING DAN ELEVASI
DATA LENGKUNG VERTICAL :
STA : 0 + 200
ELEVASI : 3,88

ELEVASI RENCANA PERMUKAAN JALAN.

STA PPV = STA 0+200


ELEVASI PV1 = 3,88 – E.
= 3,88 – 0,72
= 3,16
STA PLV = STA 0 +( 200 – (0,5 X LV))
= 0 + (200 – (0,5 X 96)
= 0 + 152
ELEVASI PLV = 3,88 - ( G1 X 0,5 X LV)
= 3,88 - (-0.02 X 0,5 X 96)
= 4,84
STA PTV = STA 0 + (200 + 0,5 X LV)
= 0+ (200+ 0,5 X 96)
= 0 + 248
ELEVASI PPV = 3,88 + (G2 X 0,5 X LV).
= 3,88 + (0.04 X 0,5 X 96).
= 5,8

DARI HASIL EVALUASI LENGKUNG VERTIKAL CEKUNG PADA STASIONING


PV1 0+200 MAKA
PANJANG LENGKUNG VERTIKAL CEKUNG DIAMBIL 96 M.
GAMBAR LENGKUNG VERTIKAL CEKUNG
SOAL LENGKUNG VERTIKAL CEMBUNG
SUATU LENGKUNG VERTIKAL MEMPUNYAI DATA SEBAGAI BERIKUT :
o STATIONING PVI : 2 + 500
o ELEVASI PVI : 1200 M
o KECEPATAN RENCANA (VR) : 40 KM/JAM
o G1 : 12 %
o G2 :0%
o JARAK PANDANG :

JARAK PANDANGAN HENTI (S) = 42 M


JARAK PANDANGAN MENYIAP (S) = 200 M

UNTUK JARAK PANDANG HENTI :


H1 = 0,10 M : H2 = 1.20 M

UNTUK JARAK PANDANG MENYIAP :


H1 = 1,20 M : H2 = 1,20 M
GAMBAR LENGKUNG VERTIKAL CEMBUNG
JAWAB :
PERBEDAAN KELANDAIAN

A = [ G1 – G2 ] = 12% - 0% = 12%

1. BERDASARKAN SYARAT JARAK PANDANG

• JARAK PANDANG (S < L)

DIKETAHUI S = 42 METER MAKA JARAK PANDANGAN HENTI SEBESAR :

𝑨×𝑺𝟐 12×422
L= 𝟐 = 2 = 53,11 𝑚 > 𝑠
𝟏𝟎𝟎× 𝟐𝒉𝟏+ 𝟐𝒉𝟐 100× 0,20+ 2,40

(MEMENUHI) KARENA S = 42 M
DIKETAHUI S = 200 METER MAKA JARAK
PANDANGAN MENYIAP SEBESAR :
𝑨×𝑺𝟐 12×2002
L= 𝟐 = 2 = 500 𝑚 >
𝟏𝟎𝟎× 𝟐𝒉𝟏+ 𝟐𝒉𝟐 100× 2,40+ 2,40
𝑠

(MEMENUHI) KARENA S = 200 M

• JARAK PANDANG (S > L)


DIKETAHUI S = 42 METER MAKA JARAK PANDANGAN HENTI SEBESAR :
𝟐 2
𝟐𝟎𝟎∗ 𝒉𝒊+ 𝒉𝟐 200 0,10+ 1,20 ∗
L = 2×S - = 2 × 42 − = 50,78 𝑚
𝑨 12

L = 50,78 M (TIDAK MEMENUHI)


DIKETAHUI S = 200 METER MAKA JARAK PANDANGAN MENYIAP SEBESAR :
𝟐
𝟐𝟎𝟎∗ 𝒉𝒊+ 𝒉𝟐
L =2×S–
𝑨

2
200∗ 1,20+ 1,20
= 2 × 200 – = 320 𝑚
12

L = 320 M (TIDAK MEMENUHI)

2. BERDASARKAN SYARAT DRAINASE


LV = 40 × A
= 40 × 12
= 480 M
3. BERDASARKAN SYARAT KENYAMANAN PERJALANAN (BERDASARKAN
WAKTU TEMPUH MAXIMUM (3 DETIK) UNTUK MELINTASI LENGKUNG)
𝑽𝑹
LV = XT
𝟑.𝟔
40
= X3
3.6

= 33.33 M

BERDASARKAN SYARAT JARAK PANDANG YANG MEMENUHI YAITU, S < L MAKA

LV YANG DIGUNAKAN ADALAH LV TERBESAR YAITU 53,11 M


𝑨 𝒙 𝑳𝒗 12 𝑥 53,11
EV = = = 0.79 M
𝟖𝟎𝟎 800

X = ¼ X LV = ¼ X 53,11 = 13,27 M
𝑨 𝒙 𝑿𝟐 12 𝑥 13,272
Y = = = 0.19 M
𝟐𝟎𝟎 𝒙 𝑳𝒗 200 𝑥 53,11
STATIONING LENGKUNG VERTIKAL

STA PPV = STA PVI


= 2 + 500
STA PLV = STA PVI – ½ LV = (2+500) – ½ 53,11
= 2 + 473,45
STA A = STA PVI – ¼ LV = (2+500) – ¼ 53,11
= 2 + 486,72
STA B = STA PVI + ¼ LV = (2+500) + ¼ 53,11
= 2 + 513,27
STA PTV = STA PVI + ½ LV = (2+500) + ½ 53,11
= 2 + 526,55
ELEVASI LENGKUNG VERTIKAL

ELEVASI PLV = ELEV. PVI – ½ LV × G1


= 1200 – ½ 53,11 × 0.12
= 1196.81 M
ELEVASI A = ELEV. PVI - ¼ LV × G1 - Y
= 1200 – ¼ 53,11 × 0.12 - 0.19
= 1198.59 M
ELEVASI PPV = ELEV. PVI - EV = 1200 - 0.79
= 1199.21 M
ELEVASI B = ELEV PVI + ¼ LV ×G2 - Y
= 1200 + ¼ 53,11 × 0.00 - 0.19
= 1199.81 M
ELEVASI PTV = ELEV. PVI + ½ LV ×G2
= 1200 + ½ 53,11 × 0
= 1200 M
GAMBAR LENGKUNG VERTIKAL
CEMBUNG