Anda di halaman 1dari 21

SUHU

• SUHU ADALAH DERAJAT PANAS ATAU DINGINNYA SUATU BENDA. SUHU DAPAT DIUKUR
DENGAN MENGGUNAKAN ALAT YANG DISEBUT TERMOMETER. SIFAT YANG DIUKUR UNTUK
MENYATAKAN SUHU DISEBUT SIFAT TERMOMETRIK. SATUAN SUHU ADALAH DERAJAT.
• ALAT PENGUKUR SUHU DISEBUT TERMOMETER.
MACAM-MACAM THERMOMETER:
1. TERMOMETER CELCIUS.
2. TERMOMETER REAMUR.
3. TERMOMETER FAHRENHEIT.
4. TERMOMETER KELVIN.
SKALA SUHU
UNTUK MENYATAKAN SUHU DENGAN BILANGAN DIPERLUKAN PATOKAN SUHU YANG TETAP YANG DAPAT DIBUAT KEMBALI DENGAN MUDAH DAN TELITI. PATOKAN
SUHU YANG DIGUNAKAN DISEBUT TITIK TETAP.
DARI SKALA SUHU YANG ADA SEKARANG TELAH DITETAPKAN:
• A. TERMOMETER SKALA CELSIUS
MEMILIKI TITIK DIDIH AIR 100°C DAN TITIK BEKUNYA 0°C. RENTANG TEMPERATURNYA BERADA PADA TEMPERATUR 0°C – 100°C DAN DIBAGI
DALAM 100 SKALA.
• B. TEMOMETER SKALA REAMUR
MEMILIKI TITIK DIDIH AIR 80°R DAN TITIK BEKUNYA 0°R. RENTANG TEMPERATURNYA BERADA PADA TEMPERATUR 0°R – 80°R DAN DIBAGI DALAM
80 SKALA.
• C. TERMOMETER SKALA FAHRENHEIT
MEMILIKI TITIK DIDIH AIR 212°F DAN TITIK BEKUNYA 32°F. RENTANG TEMPERATURNYA BERADA PADA TEMPERATUR 32°F – 212°F
DAN DIBAGI DALAM 180 SKALA.
• D. TERMOMETER SKALA KELVIN
MEMILIKI TITIK DIDIH AIR 373,15 K DAN TITIK BEKUNYA 273,15 K. RENTANG TEMPERATURNYA BERADA PADA TEMPERATUR 273,15 K –
373,15 K DAN DIBAGI DALAM 100 SKALA.
MENENTUKAN SKALA SUHU
• TERMOMETER X DENGAN TITIK TETAP BAWAH XB DAN TITIK TETAP ATAS XA. TERMOMETER Y
DENGAN TITIK TETAP BAWAH YB DAN TITIK TETAP ATAS YA.

• KETERANGAN:
• XA = TITIK TETAP ATAS TERMOMETER X
XB = TITIK TETAP BAWAH TERMOMETER X
TX = SUHU PADA TERMOMETER X
YA = TITIK TETAP ATAS TERMOMETER Y
YB = TITIK TETAP BAWAH TERMOMETER Y
TY = SUHU PADA TERMOMETER Y
RUMUS MENGHITUNG
RUMUS MENGHITUNG :
• F = 9/5 C + 32°
• C = 5/9 (F – 32°)
• R = 4/5 C
• C = 5/4 R
• F = 9/4 R + 32°
• R = 4/9 (F – 32°)
• K = C + 273
KALOR
KALOR DI DEFNISIKAN SEBAGAI SUATU BENTUK ENERGI YANG DAPAT BERPINDAH ATAU MENGALIR
DARI BENDA YANG MEMILIKI KELEBIHAN KALOR MENUJU BENDA YANG KEKURANGAN KALOR. KALOR
BIASANYA DINYATAKAN DALAM SUHU. SATUAN KALOR DI DALAM SATUAN INTERNASIONAL YAITU
JOULE, SATUAN KALOR LAINNYA IALAH KALORI. 1 KALORI DI DEFINISIKAN SEBAGAI BANYAKNYA
KALOR YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMANASKAN SEBANYAK 1 KG AIR SEBESAR 1⁰C.

1 KALORI = 4.2 JOULE DAN 1 JOULE = 0.24 KALORI


RUMUS KALOR :

KETERANGAN :
Q = KALOR (J)
M : MASSA BENDA (KG)
C = KALOR JENIS (J KG OC)
ΔT = PERUBAHAN SUHU (OC)
KALOR JENIS
• KALOR JENIS IALAH BANYAKNYA KALOR YANG DISERAP ATAU DIPERLUKAN OLEH 1 GRAM ZAT
UNTUK MENAIKKAN SUHU SEBESAR 1⁰C. KALOR JENIS JUGA DIARTIKAN SEBAGAI
KEMAMPUAN SUATU BENDA UNTUK MELEPAS ATAU MENERIMA KALOR. MASING-MASING
BENDA MEMPUNYAI KALOR JENIS YANG BERBEDA-BEDA. SATUAN KALOR JENIS J/KG⁰C.
BENTUK KALORIMETER
• KALORIMETER ADALAH ALAT YAMG DIGUNAKAN UNTUK MENGUKUR BESARNYA KALOR DARI
SUATU BENDA. KALORIMETER UMUMNYA DIGUNAKAN UNTUK MENENTUKAN KALOR JENIS
SUATU ZAT. KALORIMETER BEKERJA BERDASARKAN ASAS BLACK. UNTUK MENJAGA AGAR
ENERGI ATAU KALOR TIDAK KELUAR DARI SYSTEM ATAU CALORIMETER KE LINGKUNGAN, MAKA
BEJANA KALORIRMETER DIMASUKKAN KE DALAM ISOLATOR.
• BEBRAPA JENIS CALORIMETER YANG DIKENAL YAITU :
• KALORIMETER ALUMINIUM
• KALORIMETER ELEKTRIK
• KALORIMETER BOM
KALOR DAN PERUBAHAN PADA BENDA
KAPASITAS KALOR DIARTIKAN SEBAGAI BANYAKNYA KALOR YANG DISERAP OLEH SUATU BENDA BERMASSA
TERTENTU UNTUK MENAIKKAN SUHU SEBESAR 1⁰C. SATUAN KAPASITAS KALOR DALAM SISTEM INTERNATIONAL
YAITU J/K

UNTUK MENGETAHUI BANYAKNYA KALOR YANG DILEPAS ATAU DITERIMA OLEH SUATU ZAT DIGUNAKAN
PERSAMAAN :

Q = M.C.ΔT

DIMANA :
Q = BANYAKNYA KALOR YANG DILEPAS ATAU DITERIMA OLEH SUATU BENDA (JOULE)
M = MASSA BENDA YANG MENERIMA ATAU MELEPAS KALOR (KG)
C = KALOR JENIS ZAT (J/KG⁰C)
ΔT = PERUBAHAN SUHU (⁰C)
• UNTUK MENENTUKAN KALOR JENIS SUATU ZAT DIGUNAKAN PERSAMAAN :
C = Q / M.ΔT

DIMANA :
C = KALOR JENIS ZAT (J/KG⁰C)
Q = BANYAKNYA KALOR YANG DILEPAS ATAU DITERIMA OLEH SUATU BENDA (JOULE)
M = MASSA BENDA YANG MENERIMA ATAU MELEPAS KALOR (KG)
ΔT = PERUBAHAN SUHU (⁰C)
ASAS BLACK
• PENGERTIAN
ASAS BLACK ADALAH HUKUM FISIKA YANG BERKAITAN DENGAN SUHU ZAT YANG
BERCAMPUR/BERSENTUHAN. SECARA SINGKAT, KALOR YANG DITERIMA OLEH SUATU
BENDA SAMA DENGAN KALOR YANG DILEPAS OLEH BENDA LAIN. PERNYATAAN INI DIKENAL
DENGAN ASAS BLACK. ASAS BLACK MERUPAKAN KAIDAH YANG BERASALDARI HUKUM
KEKEKALAN ENERGI, YAITU JUMLAH SELURUH ENERGI SELALU TETAP. JOSEPH BLACK (1728-
1799), SEORANG FISIKAWAN ASAL INGGRIS, ADALAH ORANG PERTAMA YANG MENGUKUR
KALOR YANG DILEPAS DAN YANG DITERIMA JIKA DUA BENDA YANG BERBEDA SUHU
DISENTUHKAN.
JOSEPH BLACK MEMPEROLEH HASIL SEBAGAI BERIKUT:
1.JIKA DUA BENDA BERCAMPUR, BENDA YANG PANAS AKAN MEMBERIKAN KALORNYA KEPADA BENDA
YANG DINGIN. AKIBATNYA, SUHU KEDUA BENDA MENJADI SAMA.
2.KALOR YANG DISERAP OLEH BENDA YANG DINGIN SAMA DENGAN KALOR YANG DILEPASKAN OLEH
BENDA YANG PANAS.
SECARA MATEMATIS, ASAS BLACK DAPAT DITULISKAN DENGAN RUMUS:

Q(LEPAS) = Q (TERIMA)
AKAN TETAPI, PADA KENYATAANNYA, PERNYATAAN TERSEBUT TIDAK SELALU DAPAT DIBUKTIKAN
DENGAN PERCOBAAN. HAL INI DISEBABKAN ADA KALOR YANG BERUBAH MENJADI ENERGI
BENTUK LAIN SEHINGGA SEOLAH-OLAH HILANG.

JADI, PERNYATAAN HUKUM KEKEKALAN ENERGI UNTUK KALOR DI ATAS HANYA BERLAKU UNTUK
KEADAAN IDEAL SAJA.

RUMUS ASAS BLACK :


• KALOR LATEN ADALAH KALOR YANG DIPERLUKAN OLEH 1 KG ZAT UNTUK BERUBAH WUJUD DARI SUATU
BENTUK KE BENTUK LAINNYA.
• DENGAN, Q ADALAH KALOR ( JOULE ATAU KALORI ), L ADALAH KALOR LATEN ( J/KG ATAU KAL/GR), DAN
M ADALAH MASSA BENDA ( GR ATAU KG ). BEBERAPA ISTILAH KHUSUS KALOR LATEN UNTUK
PERUBAHAN WUJUD TERTENTU, YAITU :
1. KALOR LEBUR, YAITU KALOR LATEN PADA PERISTIWA PERUBAHAN FASE PADAT KE CAIR ATAU
SEBALIKNYA.
2. KALOR UAP, YAITU KALOR LATEN PADA PERISTIWA PERUBAHAN FASE CAIR KE GAS ATAU
SEBALIKNYA.
3. KALOR LENYAP, YAITUKALOR LATEN PADA PERISTIWA PERUBAHAN FASE PADAT KE GAS ATAU
SEBALIKNYA. JADI, KALLOR LEBUR SAMA DENGAN KALOR BEKU, DAN KALOR UAP SAMA DENGAN
KALOR EMBUN.
PERPINDAHAN KALOR
SEPERTI YANG TELAH KAMI JELASKAN DI AWAL BAHWA PERPINDAHAN KALOR TERJADI DARI BENDA
BERSUHU TINGGI KE BENDA YANG BERSUHU RENDAH. ADA TIGA JENIS PERPINDAHAN KALOR YANG
DAPAT TERJADI, YAITU :
1.PERPINDAHAN KALOR SECARA KONDUKSI
2.PERPINDAHAN KALOR SECARA KONVEKSI
3.PERPINDAHAN KALOR SECARA RADIASI
PERPINDAHAN KALOR SECARA KONDUKSI

• PERPINDAHAN KALOR SECARA KONDUKSI ADALAH PERPINDAHAN KALOR MELALUI SUATU ZAT
PERANTARA (LOGAM) TANPA DISERTAI PERPINDAHAN PARTIKEL – PARTIKEL ZAT TERSEBUT
SECARA PERMANEN. CONTOHNYA ADALAH KETIKA KITA MEMANASKAN SALAH SATU UJUNG
LOGAM, MAKA UJUNG LOGAM LAINNYA AKAN IKUT PANAS KARENA TERJADI HANTARAN
KALOR DARI SUHU TINGGI KE SUHU RENDAH.
PERPINDAHAN KALOR SECARA KONVEKSI
KONVEKSI DAPAT TERJADI PADA ZAT CAIR ATAU GAS. ADA DUA JENIS PERPINDAHAN KALOR SECARA KONVEKSI,
YAITU :
a.KONVEKSI ALAMIAH : KONVEKSI YANG DIPENGARUHI GAYA APUNG TANPA FAKTOR LUAR, DAN
DISEBABKAN OLEH KARENA ADANYA PERBEDAAN MASSA JENIS BENDA. CONTOHNYA PADA PEMANASAN AIR.
b.KONVEKSI PAKSA : KONVEKSI YANG TERJADI KARENA ADANYA PENGARUH FAKTOR LUAR (CONTOH
TEKANAN), DAN PERPINDAHAN KALOR DILAKUKAN DENGAN SENGAJA/DIPAKSAKAN. CONTOHNYA PADA
KIPAS ANGIN DAN RADIATOR MOBIL.
PERPINDAHAN AKALOR SECARA RADIASI

• PERPINDAHAN KALOR SECARA RADIASI ADALAH PROSES PERPINDAHAN KALOR YANG TIDAK
MENGGUNAKAN ZAT PERANTARA. PERPINDAHAN KALOR SECARA RADIASI BERBEDA DENGAN
KONDUKSI DAN KONVEKSI. PADA RADIASI, AGAR TERJADINYA PERPINDAHAN KALOR, KEDUA BENDA
TIDAK HARUS BERSENTUHAN KARENA KALOR DAPAT BERPINDAH TANPA ZAT PERANTARA.
• CONTOHNYA ADALAH SAAT KITA DEKAT DENGAN API UNGGUN DARI SUDUT MANAPUN, MAKA KITA
TETAP AKAN MERASAKAN KEHANGATAN DARI SUMBER API, CONTOH LAINNYA ADALAH PANAS
MATAHARI YANG SAMPAI KE BUMI DAN PLANET – PLANET LAIN.