Anda di halaman 1dari 20

KELOMPOK VIII

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
2011
Skenario
Seorang wanita, umur 35 tahun berkunjung ke
puskesmas dengan keluhan berat badan menurun
lebih dari 10 kg dalam 6 bulan terakhir. Ia juga
mengeluh jantung berdebar dan gelisah.
Kata kunci
 Wanita umur 35 tahun.
 BB lebih dari 10 kg dalam 6 bulan terakhir.
 Jantung berdebar
 Gelisah.
Pertanyaaan
1. Jelaskan anatomi, fisiologi dan histologi.
2. Bagaimana patomekanisme dari gejala – gejala.
3. Differential diagnose.
4. Etiologi.
5. Epidemiologi.
6. Pemeriksaan penunjang.
7. Anamnesis tambahan.
8. Penatalaksanaan.
9. Prognosis dan komplikasi.
Anatomi
Next
Fisiologi
Histologi
Patomekanisme dari gejala- gejala.
Lemah
Suplai O2 Kebutuhan O2

Metabolisme sel

Energi
Weight loss
Berat badan menurun
Masssa tubuh

Lemak, protein, elekktrolit hilang

Pengunaan sebagian
energi cadngan

Energi cahaya

Proteinmolisis Lipolisis

Glukoneogenesis ketongenesis

Energi (glukosa)
Metabolisme
Hypertensi

Mempercepat
pemakaian O2

Banyak produk akhir

Menyebabkan
vasodilatasi

Curah jantung
DD
Kriteria Grave’s Feokromasitoma Addison DM

Sex > Lk , < pr Lk = pr Pr > lk lk= pr

Umur 20 - 35 30 – 50 thn 20- 50 thn > 30

BB menurun + + + +

Jantung + + - _
berdebar

Gelisah + _ _ _
Grave’s disease Feokromositoma Addison Diabetess
disease melitus type 2

Definisi suatu penyakit suatu tumor yang gangguan yang DM tipe 2


autoimun yang berasal dari sel-sel melibatkan adalah
mengakibatkan kromafin kelenjar terganggu Gangguan
hipertiroidisme adrenal, fungsi bagian metabolisme
karena sirkulasi menyebabkan dari kelenjar yang secara
autoantibodi. pembentukan adrenal genetics dan
pembesaran katekolamin yang disebut klinis termasuk
kelenjar tiroid berlebihan. korteks. heterogen dan
yang difus Mempunyai pol
disertai a famialial yang
keadaan kuat.
tirotoksikosis.
Penyebab Penyakit Hipertensi sekunder Kadar  Penderita
Autoimun yang jarang, glukocortikoid biasanya gemuk
akibat ada merupakan tumor Kadar ACTH  fungsi sel beta
antibodi dari medulalar adrenal dan RH menurun sedikit
TSH itu atau tumor rantai Hilangnya demi sedikit.
sendiri,sehingg simpatis yang androgen  Respon
a menyerang melepaskan adrenal dan perifer terhadap
antibodi itu katekolamin dalam aldosteron insulin terdapat
sendiri. jumlah besar. dalam berbagai
Epidemiologi Sering Bisa terjadi Insiden penyakit Di Indonesia pada
Addison adalah 4 tahun 2001
ditemukan pada pria terdapat 4 juta jiwa
pada maupun wanita per 100.000
menderita diabetes
penduduk
masyarakat.pal usia dan diperkirakan
- 50% pasien ada 7 juta jiwa pada
ing sering berapapun, dengan penyakit tahun 2020.
terkena adalah tetapi paling addison, Penyakit ini
wanita berusia sering terjadi kerusakan menyerang segala
antara 20- pada usia 30-60 korteks umur, sosial dan
adrenalnya ekonomi.
30thn. tahun.
merupakan
manifestasi dari
proses atoimun.
Diagnosa  autoantibodi Dilakukan tes stimulasi 1. Kadar GDS
tiroid. pemeriksaan air ACTH. ( plasma
 TgAb dan TPO kemih untuk Tes stimulasi vena) 200
Ab. mengetahui CRH. mg/dl.
 T3 kadar Tes-tes lain ( x- 2. Kadar GDP
 T4 katekolamin ray, tes kulit (plasma
 TSH tertentu. teberculin) vena) 126
mg/dl.
CT scan atau 3. Kadar
MRI bisa glukosa
Pemeriksaan Penunjang
Grave’s Feokromositoma Addison DM

TSH Tes farmakologi Elektrolit ( Tes GDS


provokatif. natrium serum
Tes T3 Tes ‘blocking menurun,kalium Tes GDP
farmakologi. meningkat )
Tes T4  Pengukuran  Tes stimulasi TTGO
metanefrin. ACTH
USG & CT Scan  CT Scan.  Foto thorax Tes Benedict
Anamnesis tambahan
 Bagaimana nafsu makan / ?
 Berapa kali BAB sehari ?
 Apakah pernah mengkonsumsi obat sebelumnya?
 Apakah tangannya sering gemetar ?
 Apakah ada demam/tidak ?
 Apakah ada riwayat DM ?
 Apakah ada keluarga yang memeliki riwayat yang
sama ?
Prognosis dan komplikasi.
1. Grave’s diseases
Prognosis
Penderita yang umurnya > 40 thn, sangat tergantung
pada keadaan jantungnya. Tidak pengobatan efektif,
insufisiensi jantung mempunyai indeks progresif.
Komplikasi :
Krisis tiroitoksik/tiroid strom ;tremor, hipertermia, sampai
106°F, agitasi, takikardi.
2. Feokromositoma
Prognosis
Umumnya baik, terutama pada penderita yang
dilakukan eksisi operatif dengan berhasil.
Komplikasi
Nekrosis dan ulserasi jaringan setelah terjadi
vasokontriksi yang hebat.
Perdarahan intraserebral, infark miokard atau
hiperpireksi
3. Addison
Prognosis
• Krisis
Baik sekali dengan pemberian terapi penggantian
(replacement) yang cepat dan memadai.
• Kronik
Perlu hati-hati pada waktu terjadinya kebutuhan
kortikosteroid yang meningkat seperti pada trauma,
infeksi dan pembedahan.
Komplikasi
4. DM tipe 2
Prognosis.
Perubahan aterosklerotik mungkin terjadi,
mengendalikan berat badan sering kali sulit. Pada
awalnya tidak memerlukan insulin, tetapi banyak yang
kemudian menemukannya.
Komplikasi
Komplikasi seperti impotensi, retinopati, neuropati
dan nefropati mungkin sejak didiagnosis.
Referensi
 Sylvia A. Price dan Lorraine M. Wilson. Patofisiologi,
Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 6.
 Kapita SelektaKedokteran Klinik.