Anda di halaman 1dari 32

SISTEM PERSINYALAN KA

Kelompok 1
A N G G OTA :
1. AGUS M. K
2. AINUR HAFIDZ
3. AJI DWI ANGGA
SISTEM PERSINYALAN
 SISTEM PERSINYALAN :

Suatu sistem untuk menjaga keselamatan dan mengatur operasi


kereta api yang efisien & efektif dengan prinsip :
 Membagi ruang & waktu

 Mengendalikan laju perka

 PERALATAN PERSINYALAN
Fasilitas pendukung operasi yang memberi petunjuk atau isyarat
yang berupa warna atau cahaya dengan arti tertentu yang dipasang
pada tempat tertentu.
PERSYARATAN UMUM SISTEM PERSINYALAN KERETA API

 Syarat Utama Sistem persinyalan : FAIL SAFE, artinya jika terjadi suatu
kerusakan pada sistem persinyalan, kerusakan tersebut tidak boleh
menimbulkan bahaya bagi perjalanan KA.

 Sistem Persinyalan harus MEMPUNYAI KEHANDALAN YANG TINGGI dan


TIDAK MEMBERIKAN ASPEK YANG MERAGUKAN.
Aspek sinyal harus jelas pada jarak yang ditentukan dan memberikan arti
yang baku dan mudah diingat.

 Susunan PENEMPATAN SINYAL-SINYAL di sepanjang jalan rel harus


sedemikian sehingga memberikan aspek MENURUT URUTAN YANG BAKU
 masinis memahami kondisi operasional bagian petak jalan yang akan
dilalui
SISTEM PERSINYALAN ELEKTRIK
 Secara umum sistem persinyalan elektrik dapat
dikelompokkan menjadi:
 Peralatan-peralatan dalam, terdiri atas:
Sistem Interlocking
Local Control Panel
 Peralatan-peralatan luar yang terdiri atas:
Sinyal dengan aspek
Motor wesel (Point Machine)
Pendeteksi bakal pelanting (track circuit, axle counter)
 Peralatan-peralatan pendukung, antara lain terdiri atas:
Sistem catu daya
Sistem komunikasi
DIAGRAM BLOK SISTEM PERSINYALAN
ELEKTRIK
Relay Interlocking

LCP/VDU
Vital Relay
Mozaic/klik2 Telecommunication System

PABX

Hybrid Relay Interlocking


Data Comm.
Panel
Processor INTERLOCKING
SYSTEM
Power System
Vital Relay
UPS Baterai

Electronic Interlocking
Genset
Vital Panel
Processor Processor

I/O Interface
(Relay/Modul)

Track Axle
Circuit Counter

Colourlight Point
Signal Machines
JENIS-JENIS INTERLOCKING
ELEKTRIK
SISTEM INTERLOCKING RELAY
 CONTOH : DRS-60, MIS-801
SISTEM INTERLOCKING HYBRID
 CONTOH : GL-1, ANSALDO
SISTEM INTERLOCKING ELECTRONIC
 CONTOH : SSI, VPI, WESTRACE, SIL-02, ALIESTER CARGO
SISTEM INTERLOCKING RELAY
MENGGUNAKAN RELAY VITAL UNTUK OTOMATISASI PERALATAN LUAR INTERLOCKING
MEMBUTUHKAN RUANGAN YANG BESAR UNTUK MENGAKOMODASI BANYAKNYA RELAY
MEMBUTUHKAN DAYA LISTRIK YANG BESAR UNTUK MENGGERAKKAN RELAY
SISTEM INTERLOCKING
HYBRID
SISTEM INTERLOCKING DIBAGI MENJADI 2 BAGIAN YAITU BAGIAN “VITAL” DAN “NON VITAL”
BAGIAN VITAL TETAP MENGGUNAKAN RELAY VITAL
BAGIAN NON VITAL MENGGUNAKAN PROCESSOR ATAU PLC
PERALATAN DALAM

-VDU (VISUAL DISPLAY UNIT)


-LCP (LOCAL CONTROL PANEL)
MODUL RACK
Module Rack merupakan peralatan yang terdiri rak-rak modul yang brada di
equipment room dan berfungsi untuk mengolah data atau perintah dari meja
pelayanan menuju peralatan di lapangan.

Alur prinsip kerja :

VDU  LOGIC RACK  ET RACK  RELAY RACK  FT/OT RACK  PERALATAN


LUAR
LOGIC RACK
ET - RACK
RELAY RACK
FT/OT RACK
PERALATAN LUAR
SINYAL – SINYAL YANG TERPASANG DI
KERETA API INDONESIA
WESEL

JENIS PENGGERAK WESEL YANG TERPASANG DI PT. KERETA API


INDONESIA ADALAH PENGGERAK WESEL YANG BISA DILANGGAR
1. Beberapa prinsip kerja wesel yang terpasang di PT. Kereta api Indoneia :

2. Pada saat di balik dari posisi normal ke posisi reverse dan dari posisi reverse ke posisi
normal yang bergerak terlebih dahulu harus lidah buka, gerakan lidah buka akan
membuka penguncian lidah rapat.

3. Lidah yang terkunci adalah lidah rapat.

4. Lidah rapat tidak akan bisa digerakan atau dibuka selama pengunciannya belum
terbuka.
TRAIN DETECTION

TRACK CIRCUIT (SIRKIT SEPUR) USED FOR DRY SOLID

Sistem pendeteksian menggunakan suatu rangkaian listrik, jalan rel sebagai konduktor dibagi
dengan panjang tertentu yang dibatasi oleh penyekat listrik
TRACK CIRCUIT

Plat penyambung penyekat listrik


(insulated rail joint)

Kotak kabel penghubung catudaya


(box junction )
JARAK SAMBUNGAN PENYEKAT (IRJ)
Penempatan sambungan penyekat sirkit spur pada wesel sedemikian rupa, sehingga jarak
antara ujung lidah wesel dan sambungan penyekat minimum 1 m, sedang jarak antara
sambungan penyekat dan patok ruang bebas wesel adalah 5 m

5m

5m

1m
AXLE COUNTER (PENGHITUNG GANDAR) USED FOR
WET SOLID
Suatu cara mendeteksi keberadaan bakal pelanting
dengan metoda penghitungan gandar yang
melalui bagian-bagian jalan rel yang dideteksi

KOSONG

DETEKTOR GANDAR DETEKTOR GANDAR Kabel

Kotak
CB Terminal CB

UNIT
MASUKAN KE SISTEM EVALUASI
PENGUCILAN PERSINYALAN
INDIKASI KOSONG
Location Case
CARA KERJA AXLE COUNTER

Tidak ada KA Ada KA

Unit Evaluasi
PERALATAN PENDUKUNG
Sistem catu daya : PLN, Uninterruptible Power Supply
(UPS), diesel generator, dan batere
PLN KA
AC 6 kV Distribution
Hydro-electric power Transmission line line
station

Transformer Substation Transformer

Transformer
Station
Office

Transformer

Feeder

Thermal power station

Contact wire

Rail
CATU DAYA KRL

Input 20kV/AC dari PLN


DS

VCB VCB

Y
Transformator

20kV/AC  6000V/AC

_ SDSH

Suplai Peralatan Persinyalan,


Perlintasan Sebidang Telekomunikasi dan Public
Service

Suplai Pintu Perlintasan


KRL