Anda di halaman 1dari 27

1

Pertemuan 6

PUPUK DAN PEMUPUKAN


Marlen Sahureka
2

Kompetensi yang ingin dicapai

Mahasiswa memahami dan mampu


menjelaskan konsep pemupukan untuk
meningkatkan produksi pertanian.
3

SEKUENS
1. Pupuk
2. Dasar-dasar pemupukan
a. Tanaman yang akan dipupuk
b. Jenis tanah yang akan dipupuk
c. Jenis pupuk yang digunakan
d. Jumlah (dosis) pupuk yang digunakan
e. Waktu pemupukan
f. Cara Pemupukan
4

PupukDan Pemupukan

1. PUPUK
a. Pengertian Pupuk
Pupuk
Adalah bahan yang diberikan ke dalam tanah baik yang organik
maupun anorganik dengan maksud untuk mengganti kehilangan
unsur hara dari dalam tanah dan bertujuan untuk meningkatkan
produksi tanaman dalam keadaan faktor keliling atau lingkungan
yang baik.
Ilmu Pemupukan
Adalah ilmu yang bertujuan menyelidiki tentang zat-zat apakah
yang perlu diberikan kepada tanah sehubungan dengan
kekurangan zat-zat tersebut yang terkandung di dalam tanah yang
perlu, guna pertumbuhan dan perkembangan tanaman dalam
rangka meningkatkan produksinya agar tercapai hasil yang tinggi.
5

PupukDan Pemupukan

Mengapa tanah harus dipupuk ?


1. Proses pemanenan
2. Penghayutan dan pencucian zat hara yang hilang.
Dalam pengertian yang perlu diberikan yaitu
perlakuan sebelum zat-zat (pupuk)
diberikan/ditambahkan ke dalam tanah.
Perlakuan itu antara lain :
1. Berupa penyelidikan tentang zat apa yang kurang,
berapa besarnya kekurangan itu, bagaimana
perbandingannya dan kapan waktu pemberiannya.
2. Berupa penyelidikan tentang pengaruh yang tidak
langsung atau pengaruh apa yang timbul pada
bagian-bagian atau sifat tanah serta tanaman yang
dibudidayakan (zat-zat)
6

PupukDan Pemupukan

Pemberian zat yang salah, pemberian yang


berlebihan atau serba kurang dan pemberian
zat yang tidak tepat pada waktunya tentu akan
menimbulkan akibat-akibat yang fatal atau
sangat merugikan, seperti :
1. Kematian tanaman
2. Timbulnya gejala-gejala penyakit tanaman
yang baru
3. Kerusakan fisik tanah
4. Tidak ekonomis, dll
7

PupukDan Pemupukan

b. Klasifikasi pupuk
1. Berdasarkan kandungan unsur hara, dibagi menjadi :
a. Pupuk tunggal (single fertilizer),
yaitu pupuk yang hanya mengandung 1 macam unsur
Misalnya :
Urea : N
ZK :K
TSP : P
b. Pupuk majemuk (compound fertilizer)
Yaitu pupuk yang mengandung lebih dari 1 macam
unsur hara
Misalnya :
DAP: N dan P ; Rustica yellow: N, P dan K
8

PupukDan Pemupukan

2. Berdasarkan kadar kandungan unsur haranya


a. Yang berkadar unsur hara tinggi (concentrated),
kandungan unsur haranya lebih dari 30 %
contoh:
- TSP -------- 45 % P2O5
- ZK --------- 50 % K2O
- Urea ------- 45 % N
b. Yang berkadar hara sedang, kandungan unsur
haranya 20 – 30 %
contoh.
Abu dapur ------- 30 % K2O
c. Yang berkadar hara rendah (ordinary), kandungan
unsur haranya kurang dari 20 %.
9

PupukDan Pemupukan

3. Berdasarkan reaksi kimianya


a. Pupuk masam ------ Amonium sulfat (Za), Urea
b. Pupuk Netral ------- Kapur amonium sendawa campur CaCO3+
c. Pupuk basa --------- NaNO3
4. Berdasarkan Pembuatannya
a. Pupuk Alam (Organik), misalnya pupuk kandang, Pupuk hijau,
Kompos.
b. Pupuk Buatan (pupuk anorganik), misalnya Urea, TSP, NPK, Za.
5. Berdasarkan kelarutannya
a. Larut dalam air
b. Larut dalam asam sitrat
c. Larut dalam asam keras
10

Penyerapan pupuk
11

PupukDan Pemupukan

2. DASAR-DASAR PEMUPUKAN

Sebelum melakukan pemupukan, beberapa hal yang


harus diperhatikan, yaitu:
a. Tanaman yang akan dipupuk
b. Jenis tanah yang akan dipupuk
c. Jenis pupuk yang digunakan
d. Jumlah (dosis) pupuk yang digunakan
e. Waktu pemupukan
f. Cara Pemupukan
12

Waktu pemupukan
Jenis pupuk yang biasanya digunakan adalah pupuk yang
mengandung unsur hara primer (N, P, K). Namun mungkin
saja tanaman juga kekurangan unsur hara lain.
Oleh karena ada 3 cara untuk mengetahui tanaman
kekurangan unsur hara (deficiency) apa saja, yaitu:
1. Mengamati gejala-gejala yang muncul dalam
pertumbuhan tanaman, apakah normal atau tidak.
2. Analisis tanah di laboratorium dengan mengambil
sample tanah di lapangan
3. Analisis jaringan tanaman di laboratorium dengan
mengambil sample daun tanaman
.
13

Pemupukan dilakukan menjelang atau awal musim hujan. Kalau


diperlukan pupuk tambahan pada tahun yang sama, maka dilakukan
menjelang akhir musim hujan. Sebelum pemupukan dilakukan,
sebaiknya pH tanah diketahui.
Jika pH tanah asam, maka perlu diberi kapur kaptan (CaCO3) agar pH
tanah naik sehingga pemupukan memberikan respon yang baik
pertumbuhan tanaman.
Pada saat tanaman berumur 1-3 bulan, umumnya pemupukan
dilakukan. Jika tingkat kesuburan tanah yang diolah makin jelek, maka
pemupukan dilakukan lebih awal. Setelah itu diulangi pada umur 6-24
bulan sampai tinggi tanaman melampaui tinggi gulma.
Jika perlu dilakukan pemupukan untuk meningkatkan riap volume,
maka pemupukan berikutnya diberikan menjelang penjarangan
pertama (saat tajuk bersinggungan) untuk pohon yang terpilih (tidak
dijarangkan). Kemudian pemupukan berikutnya menjelang
penjarangan kedua dan seterusnya sampai batas 5 tahun sebelum
ditebang.
14

Cara Pemupukan
Dengan berkembangnya teknologi pertanian
dan industri, telah melahirkan berbagai
produk yang cara pemberiannya lain dari
biasanya, namun secara garis besar dapat
dikelompokkan menjadi dua cara
pemberian/memupuk, yakni:
• Memupuk dengan cara pemberian melalui
akar
• Memupuk dengan cara pemberian melalui
daun
15

Memupuk melalui akar


1. Disebar (broad casting)
Pupuk yang disebarkan merata pada tanah-tanah di sekitar pertanaman
atau pada waktu pembajakan/penggaruan terakhir, sehari sebelum tanam,
kemudian diinjak-injak agar pupuk masuk ke dalam tanah.
Cara pemupukan ini biasanya digunakan untuk memupuk tanaman padi,
kacang-kacangan dan lain-lain yang mempunyai jarak tanam rapat.
Kerugian cara ini ialah merangsang pertumbuhan rumput
pengganggu/gulma dan kemungkinan pengikatan unsur hara tertentu oleh
tanah lebih tinggi.
16

Beberapa pertimbangan untuk menggunakan cara ini


adalah:
a. Tanaman ditanam pada jarak tanam yang rapat, baik
teratur dalam barisan maupun tidak teratur dalam
barisan
b. Tanaman mempunyai akar yang dangkal atau berada
pada dekat dengan permukaan tanah
c. Tanah mempunyai kesuburan yang relatif baik
d. Pupuk yang dipakai cukup banyak atau dosis
permukaan tinggi
e. Daya larut pupuk besar, karena bila daya larutnya
rendah maka yang diambil tanaman sedikit
17

2. Ditempatkan di antara larikan/barisan


Pupuk ditaburkan di antara larikan tanaman dan
kemudian ditutup kembali dengan tanah. Untuk tanaman
tahunan ditaburkan melingkari tanaman dengan jarak
tegak lurus daun terjauh (tajuk daun) dan ditutup
kembali dengan tanah.
18

Cara ini dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan


sebagai berikut:
a. Pupuk yang digunakan relatif sedikit
b. Jarak tanam antara tanaman yang dipupuk cukup
jarang dan jarak antara barisan pertanaman cukup
jarang
c. Kesuburan tanah rendah
d. Tanaman dengan perkembangan akarnya yang
sedikit
e. Untuk tanah tegalan atau darat
f. Bila mengkhawatirkan akan terjadi pengikatan unsur
hara oleh tanah dalam jumlah yang cukup besar
19

3. Ditempatkan dalam lubang


Pupuk dibenamkan ke dalam lubang di samping batang
sejauh kurang lebih 10 cm dan ditutup dengan tanah.
Untuk tanaman tahunan pupuk dibenamkan ke dalam
lubang pupuk yang melingkari tanaman dengan jarak tegak
lurus dan terjauh (tajuk daun) dan ditutup kembali dengan
tanah. Cara ini dilakukan dengan pertimbangan sama
dengan cara larikan/barisan.
20

Memupuk melalui daun


• Pupuk yang dilarutkan ke dalam air dengan konsentrasi
sangat rendah kemudian disemprotkan langsung kepada
daun dengan alat penyemprot biasa (Hand Sprayer).
Pada hamparan yang luas dapat digunakan pesawat
terbang.
21

• Sebelum memberikan pupuk ke daun ada beberapa hal yang dianggap


mutlak diketahui dulu, yaitu:
 Konsentrasi larutan pupuk yang dibuat harus sangat rendah atau mengikuti
petunjuk dalam kemasan pupuk. Jangan berlebihan, lebih baik kurang
daripada berlebihan. Kalau konsentrasinya lebih rendah dari anjuran maka
untuk mengimbanginya frekuensi pemupukan bisa dipercepat, misalnya
dianjurkan 10 hari bisa dipercepat jadi seminggu sekali
 Pupuk daun disemprotkan ke bagian daun yang menghadap ke bawah. Hal
ini disebabkan karena pada kebanyakan daun tanaman, mulut daun
(stomata) umumnya menghadap ke bawah atau bagain punggung daun
 Pupuk hendaknya disemprotkan ketika matahari tidak sedang terik-teriknya.
Paling ideal dilakukan sore atau pagi hari persis ketika matahari belum
begitu menyengat. Kalau dipaksakan juga menyemprot ketika panas, pupuk
daun itu banyak menguap daripada diserap oleh daun
 Penyemprotan pupuk daun jangan dilaksanakan menjelang musim hujan.
Resikonya pupuk daun akan habis tercuci oleh air hujan dan lagipula pada
saat seperti itu stomata sedang menutup
 Biasakanlah untuk membaca keterangan yang ada pada kemasan pupuk,
karena disinilah kuncinya.
22

Larangan menyemprot daun tanaman:

• Setelah beberapa kali penyemprotan muncullah tunas baru yang nantinya


menjadi ranting dan daun. Bila tunas telah muncul, penyemprotan dihentikan.
Sebab tunas muda ini amat peka terhadap pupuk, apalagi kalau dosisnya
melebihi dari yang dianjurkan. Tetapi bila nanti tunas baru itu telah berubah
menjadi ranting dan daun yang cukup kuat (tak menampakkan gejala
menumbuhkan daun muda lagi), barulah tanaman boleh disemprot lagi.
• Pada saat bunga mulai mekar penyemprotan harus dihentikan. Kalau tidak
bunga bakal buah yang dinanti-nanti akan rontok semua dengan kata lain
tanaman tadi akan keguguran. Ketika bunga sudah menjadi pentil,
penyemprotan dengan pupuk daun boleh dilakukan lagi terutama hara P-nya
tinggi, dengan catatan yang disemprot bukan buahnya tetapi tetap pada
daunnya
• Satu lagi tanaman yang tidak bisa disemprot pupuk daun ialah tanaman yang
baru dipindah ke lapangan. Karena tanaman itu masih terhitung masih muda
dan lemas. Baru setelah tanaman mulai segar kembali atau pulih dari
pengaruh pemindahan, pupuk daun bisa jalan lagi.
23

Cara pemupukan dengan penyemprotan melalui daun


dilakukan dengan pertimbangan-pertimbangan sebagai
berikut:
 Unsur hara sulit diambil tanaman melalui akar tanah,
misalnya tanaman yang tumbuh pada tanah berpasir
atau tanah-tanah yang berbatu
 Bila unsur hara dibutuhkan tanaman dalam jumlah
yang sangat sedikit (unsur hara mikro)
 Kondisi dan sifat fisik dari pupuk yang buruk
 Bila pemakaian pupuk dengan cara pemberian melalui
akar tidak berhasil
 Pengaruh maksimum dari pupuk terhadap tanaman
dapat diperoleh selama musim kering
24
25

PupukDan Pemupukan

THE END
Call 08125875659 26
Call 08125875659 27