Anda di halaman 1dari 14

Untuk 2 Sampel Berpasangan

• Uji tanda merupakan uji yang digunakan untuk dua kelompok


sampel data yang saling berhubungan. Uji tanda menghitung
perbedaan dua kelompok data untuk semua sampel dan di
klasifikasikakan menjadi perbedaan positif (+), negatif (-) dan
sama dengan (=).
• Sebagai uji komparasi antar anggota pasangan yang teah
disamakan cirinya.
• Sebagai uji pengaruh atau efektivitas suatu perlakuan
(treatment) dengan rancangan sebelum dan sesudah (before-
after design)
• Terdiri dari dua sampel berpasangan
• Sampel diamati sebanyak 2 kali yaitu sebelum diberikan
perlakuan dan sesudah diberikan perlakuan
• Sampel diambil secara random
• Data yang paling rendah berskala ordinal
• 𝐻0 : 𝑃(𝑋𝑎 > 𝑋𝑏) = 𝑃(𝑋𝑎 < 𝑋𝑏) atau
𝑃(sesudah>sebelum) = 𝑃(𝑠𝑒𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ < 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚)
apabila disepakati bahwa (𝑋𝑎 > 𝑋𝑏) diberi tanda positif
(+) dan (𝑋𝑎 < 𝑋𝑏) diberi tanda negatif (-) maka
1
𝑃 + =𝑃 − =
2
• 𝐻1 : 𝑃(𝑋𝑎 > 𝑋𝑏) ≠ 𝑃(𝑋𝑎 < 𝑋𝑏) atau
𝑃(sesudah > sebelum) ≠ 𝑃(𝑠𝑒𝑠𝑢𝑑𝑎ℎ < 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚) atau
𝑃 + ≠𝑃 −
1. Tentukan arah tanda perbedaan diantara tiap anggota
pasanagan (bisa sebelum dan sesudah).
2. Tentukan N yakni jumlah pasangan yang menunjukkan tanda
positif (+) dan negatif (-). Bila ada ties, yaitu perbedaan
antara anggota pasangan adalah nol (0) maka tidak
dihitung.
3. Apabila N < 25 maka digunakan uji binomial dengan 𝑥 yaitu
banyaknya tanda yang mempunyai frekuensu paling sedikit.
4. Apabila N > 25 maka dilakukan pendekatan pada distribusi
normal.
• Tolak 𝐻0 jika 𝑍 hitung ≥ 𝑍 tabel
𝑥 ± 0,5 − 𝑛𝑝
𝑍=
𝑛𝑝(1 − 𝑝)
Dimana :
𝑥 = banyaknya tanda dengan frekuensi positif (+).
𝑛 = jumlah pasangan yang bertanda (+) dan (-).

Nb :
Jika 𝑥 < 1Τ2 𝑛 maka digunakan 𝑥 + 0,5
Jika 𝑥 > 1Τ2 𝑛 maka digunakan 𝑥 − 0,5
Dalam sebuah percobaan untuk menentukan mobil mana dari 2
jenis mobil tersebut yang lebih nyaman (comfortable) untuk
dikendarai, 30 orang mengendarai secara terpisah mobil eropa
dengan mobil amerika. Responden tidak diberitahu kedua jenis
model mobil itu dan penentuan jenis mobil yang mana yang
dikendarai terlebih dahulu ditentukan secara random. Setiap
pengendara dari 30 orang tersebut ditanyai mengenai
kenyamanan mobil yang dikendarainya dengan kriteria
digolongkan dalam 5 skala yaitu :
1. Sangat tidak nyaman
2. Tidak nyaman
3. Sedang
4. Nyaman
5. Sangat nyaman
α = 5%
Responden Eropa Amerika Selisih Tanda
1 4 5 -1 -
2 2 1 1 +
3 5 4 1 +
4 3 2 1 +
5 2 1 1 +
6 5 3 2 +
7 1 3 -2 -
8 4 2 2 +
9 4 2 2 +
10 2 2 0 0
11 3 2 1 +
12 4 3 1 +
13 2 1 1 +
14 3 4 -1 -
15 2 1 1 +
Responden Eropa Amerika Selisih Tanda
16 4 3 1 +
17 2 1 1 +
18 4 3 1 +
19 5 4 1 +
20 3 1 2 +
21 4 2 2 +
22 3 3 0 0
23 3 4 -1 -
24 5 2 3 +
25 2 3 -1 -
26 4 3 1 +
27 5 4 1 +
28 2 2 0 0
29 3 2 1 +
30 4 5 -1 -
1. Hipotesis
1
𝐻0 : 𝑃 + = 𝑃 − = ; tidak terdapat perbedaan antara
2
mobil Eropa dan Amerika.
𝐻1 : 𝑃 + ≠ 𝑃 − ; mobil Eropa lebih nyaman dari mobil
Amerika.

2. Kriteria Pengujian
Tolak 𝐻0 jika 𝑍 hitung ≥ 𝑍 tabel
3. Statistik Uji (Perhitungan)
Jumlah Tanda Positif (+) atau 𝑥 = 21
Jumlah Tanda Negatif (−) = 6 Jumlah nilai nol (0) = 3
𝑛 = 21 + 26 = 27
𝑝 = 0,5
Karena 𝑥 > 1Τ2 𝑛 (21 > 13,5), maka
𝑥 − 0,5 − 𝑛𝑝 21 − 0,5 − (27)(0,5)
𝑍hit = = = 2,69
𝑛𝑝(1 − 𝑝) (27)(0,5)(1 − 0,5)

𝑍tab 𝛼 = 0.05 = 1,645


Karena 𝑍hit > 𝑍tab, maka 𝐻0 ditolak.
4. Kesimpulan
Mobil Eropa lebih nyaman dari mobil Amerika.