Anda di halaman 1dari 28

DEEP VEIN THROMBOSIS – CURRENT

MANAGEMENT STRATEGIS
C

KELOMPOK III
NAMA KELOMPOK
1. FARIDA YUNI PERTIWI (016.06.0001)
2. SISKA PUTRI UTAMI (016.06.0011)
3. DEA NUR AMALIA SECARTINI (016.06.0014)
ABSTRAK

DVT

TERAPI

Untuk menyediakan panduan rawat


inap untuk dokter yang menghadapi
kondisi klinis DVT
PENDAHULUAN
DVT Tingkat kejadian kurang lebih 1-1000/tahun
Komplikasi- emboli paru
DVT DAN EP Manifestasi dari tromboemboli vena (TEV)
-Bedah Mayor
-Trauma
-Imobilisasi
-Kontrasepsi Hormonal
-Terapi Kanker

Untuk mencegah komplikasi fatal


Standar untuk Mendiagnosa DVT – Gejala untuk
Mendiagnosa
• Nyeri
• Bengkak / edema
• Perubahan warna karena kemacetan vena
Gejala – gejala
• Infeksi
• Hematoa
• Cedera sendi / otot

• Perlu dilakukan pemeriksaan fisik dan penilaian pemicu DVT (Skoring Wells)
Tabel 1. Skor Uji Probabilitas untuk Pasien Curiga DVT, Dikerjakan
oleh Wells dkk
POINT PENTING USG
• USG KOMPRESI VENA MODE B DAN DOPPLER-GOLD STANDAR
• USG KOMPRESI LENGKAP
• USKT
• USG :
• Tidak selalu menjadi pilihan – dvt bisa terdiagnosis
• Venografi (USG berulang setelah 5 hari) –Jarang
• Protocol CT dan MRI –efek samping media kontras
• Anti koagulan pada DVT
Panduan diagnosis untuk TVD
Catatan penting untuk USG
USG kompresi vena meggunakan mode B dan doppler -->gold standar
• Tidak terkrompresi : dvt
• Terkrompresi : diagnosis dvt disingkirkan
USG kompresi
- USG kompresi lengkap (USKL) : hasil yang akurat dan aman
- USG kompresi terbatas (USKT : mudah dan cepat situasi darurat (ruangan IGD atau ICU
- USKL atau pasien diperiksa kembali 5 hari lagi
pemeriksaan USG  Tidak dapat mendiagnosis DVT
 USG berulang setelah 5 hari atau venografi
 MRI Dan CT
 Keterbatasan
 Trombosis iliaka atau cava
• Pasien dengan suspek atau sudah terkonfirmasi TVD dan gejala EP atau tidak
• TVD Pengobatan antikoagulan
• mengurangi thrombus, kematian dan risiko SPT yang parah)
4 fase pengobatan
TERAPI
PRATERAPI TERAPI AWAL
PERBAIKAN

PENCEGAHAN
SEKUNDER
DIPERPANJANG
Faktor penting
• Risiko dari komplikasi mayor dan fatal dari TVD
• Pilihan pengobatan yang berbeda
• Risiko jangka panjang dari TEV
• Risiko pendarahan
Praterapi
• HTT, HMR, fondaparinuks, dan dua AONK, yaitu apiksaban dan rivaroksaban dapat
digunakan pada fase awal pengobatan
• AVK tidak cocok untuk pengobatan awal
• AONK yang lain, dabigatran dan edoksaban boleh diberikan setelah pemberian terapi
HMR sekitar 5 hari
• kebanyakan pasien di puskesmas menerima satu atau dua injeksi dari obat parenteral
atau rivaroksaban atau apiksaban
Terapi awal
• diagnosis dari TVD ditegakkan  terapi antikoagulan
Fase Perbaikan
• 1. terapi awal : HMR untuk minimal 5 hari, Setelah injeksi obat oral
• Fase Perbaikan : dabigatran 150 mg BID atau edoksaban 60 atau 30 OD

• 2. terapi awal : HMR


• fase perbaikan : HMR (pada kasus YVD karena kanker.

• 3. terapi awal harus : antikoagulan parenteral (HMR atau fondaparinuks )


• fase perbaikan : AVK (RID) >2), obat parenteral bisa dihentikan.
TERAPI PERBAIKAN

• Fase ini berakhir dalam 3 bulan setelah terdiagnosis TVD


• Pilihan pengobatan pada fase ini :
Apiksaban 5 mg BID, dabigatran 150 mg BID, edoksaban 60
mg OD, dan rivaroksaban 20 mg OD
HMR atau fondaparinuks
AVK ( menargetkan RID 2-3)
Grafik dari pertimbangan pengobatan pada pasien yang
dicurigai atau telah dikonfirmasi mengalami DVT
PASIEN
DVT LANSIA ↑
EINSTEIN JUMLAH EP
& BERULANG PASIEN RIVAROKSABAN
EP BUKAN
LANSIA ↓

PASIEN
LANSIA
PENGOBATAN
UJI
DALAM MATERI
HOKUSAI ENDOKSABAN
SUPLEMENTARIS

TEV BERULANG
SIGNIFIKAN
LEBIH RENDAH
PENCEGAHAN SEKUNDER DIPERPANJANG

• Semua pasien DVT menjalani minimal terapi awal dan terapi perbaikan
• Sedangkan pengobatan pada fase perpanjangan adalah berdasarkan dari faktor
resiko dari setiap individu
• Hanya pasien TEV yang meningkat yang harus menjalani perpanjangan pengobatan
antikoagulan
• Fase pengobatan ini dimulai dari 3 bulan setelah diagnosis TVD dan cukup variatif
diantara populasi TVD
Memiliki risiko Harus menghentikan
Memicu rendah untuk pengobatan
Pertama
keburukan DVT mengalami TVD antikoagulan dalam 3
berulang bulan

Mengalami Memiliki risiko tinggi Menggunakan


Kedua untuk mengalami antikoagulan jangka
trombofilia
TVD berulang panjang
Penelitian ini secara konsisten
mendemonstrasikan
• Jumlah yang tinggi dari TEV berulang (8% pada tahun
pengobatan perbaikan) pada pasen placebo;

• Sebuah penurunan risiko relative yang luar biasa sekitar 80%


dengan perpanjangan pengobatan AONK; dan

• Risiko pendarahan mayor yang sangat rendah (<1%).


PASIEN LANSIA DAN
SERING TERJATUH

TEV BERULANG DENGAN


KOMPLIKASI
PERDARAHAN

DIANJURKAN TERAPI DENGAN


MEMILIKI RESIKO TINGGI MENGGUNAKAN
UNTUK DICEGAH ANTIKOAGULAN DOSIS YANG
RENDAH
UJI TERAKHIR

DIHUBUNGKAN
AONK
DENGAN RESIKO
PERDARAHAN

ASPIRIN MENCEGAH TEV


BERULANG

PLASEBO
• TVD dengan Kanker
• Terapi awal dengan HMR pada pasien DVT dengan kanker aktif
• HMR AONK (berlaku untuk pasien yang intolerir terhadap injeksi HMR)

• TVD Kehamilan
• Kontraindikasi dengan pemberian AVK dan AONK
• Diberikan HMR atau Fondaparinux.

• Kebutuhan DVT Massif untuk Trombolisis


• Pada kasus Flegmasia dilakukan revaskularisasi segera
• Pemberian HMR / UFH (unfractionated Heparin) IV

• Peran Imobilisasi atau Rawat Inap dalam Pengobatan DVT


• Pasien yang mengalami DVT di RS dapat dimobilisasi dengan aman, perisiapkan juga antikoagulan
adekuat ketika dibutuhkan segera.
• Peran dari Terapi Kompresi DVT
• Terapi kompresi baik untuk pasien DVT (nyeri dan edema kaki)
• Penggunaan terapi harus diedukasi
• Konsep dari kompresi jangka panjang untuk mencegah SPT
• Merekomendasikan penggunaan terapi kompresi dalam fase awal dan perbaikan.
KESIMPULAN