Anda di halaman 1dari 22

Optimasi System

Waste Water Treatment

1
2
System Assessment
• Melakukan evaluasi antara design system IPAL
yang ada dengan kondisi air limbah dari
buangan air industri.
• Mencari peluang perbaikan untuk
mendapatkan kualiatas effluent yang lebih
bagus.
• Continual improvement process

3
Dasar Assessment
No Parameter Evaluasi
1 Flow waste water Apakah terjadi kenaikan produksi sehingga
jumlah air limbah yang di hasilkan semakin
banyak ?
2 COD, BOD, TOC dan Apakah terjadi perubahan kualitas influent
parameter lainnya. air limbah yang di hasilkan ?
3 Comparasi Biological system akan berjalan bila komposisi
BOD/COD BOD minimal 40% dari COD
4 FM ratio Apakah perbandingan FM ratio masih masuk
di dalam range design system
5 Shock Load Seberapa sering system terjadi shock load
dan cara penanganannya

4
Dasar Assessment
No Parameter Evaluasi

6 Dissolved Oxygen Cross check DO di area dead zone dan


kedalaman hingga dasar.
7 Recycle System Jika R/Q kecil maka resiko terjadi sludge
floating menjadi semakin besar
8 Poison Menjadikan microorganism sulit untuk tumbuh
sehingga COD removal menjadi turun
9 MLVSS/MLSS Mixed Liquor (Volatile) Suspended Solid

5
Quality Parameter

Environment Ministry for effluent parameter


No 51/MENLH/10/1995
Baku Mutu Limbah Cair Bagi Kegiatan Industri
Quality range pulp & paper effluent
• BOD5 100 – 150 ppm
• COD 150 – 350 ppm
• TSS 100 – 200 ppm
• pH 6 - 9

6
Aerobic System

• Monitoring the oxygen requirement for bacteria.


In the normal DO (dissolved oxygen) requirement between 1 – 3 ppm

• Monitoring the microorganism population.


MLSS (mixed liquor suspended solid) control 3000 – 6000 ppm.

• Monitoring the sludge age.


MCRT (mean cell residence time) 15 – 30 days

• Monitoring the food loading per day.


COD / BOD loading rate x kg / day

• Monitoring the nutrient requirement per day.


Nutrient injection BOD:N:P=100:5:1

7
WWT Flow Process

Physical Biological Biological


in Treatment Treatment Treatment Chemical
Treatment
solid
out Chemical
Treatment Physical
Treatment

solid water
out out
8
Parameter Control
Parameter Contoh Nilai Acuan Pengendalian
Operasi
F/M ratio 0.05 – 0.2 kg/d F / kg • Pengaturan debit lumpur yang
M di resirkulasi.
• Pengaturan debit effluent tangki
aerasi.
Usia Lumpur 15 – 30 hari Pengaturan debit lumpur yang di
buang ke belt press
Oksigen > 2 ppm Pengaturan volume udara yang di
Terlarut (DO) supplai ke mixed liquor
Rasio Nutrient 100:5:1 Pengaturan jumlah nutrient yang
(BOD:N:P) di tambahkan
Beban 0.5 – 1 m3/m3/jam Pengaturan debit influent di
permukaan clarifier
9
Aerobic System Type

10
The “Sludge Judge” of Clarifiers

Mengukur ketinggian
sludge di dalam
Clarifier.
Salah satu kunci keberhasian
dari Clarifier adalah
kemampuan pengendapan
padatan di dalam proses
sedimentasi.

“Sludge Judge” adalah


PENTING

11
The Original Sludge Judge

12
Bakteri POISON “racun”
• Chlorine (Cl2)
• Peroxide (H2O2)
• Metal
 Keberadaan potensi RACUN harus di
identifikasi pada saat Waste Water mapping
 Bisa di lakukan analisa dengan cara test
OUR (Oxygen Uptake rate)
 Koordinasi dan komunikasi dengan bagian
“producer” sangat membantu
13
BioNUT (biological nutrient)
• Microorganism membutuhkan makanan (food) yang di
ambil dari bahan organik di dalam air limbah (COD,
BOD)
• Microorganism juga membutuhkan nutrisi baik dari
sumber air limbah itu sendiri ataupun di injeksi dari
luar seperti BioNUT.
• Nutrisi (BioNUT) adalah vitamin yang memang harus
di konsumsi oleh microorganism untuk mempercepat
pertumbuhan dan pembiakan bakteri.

14
Aerobic system monitoring
Quality in out COD, BOD, TSS, pH, NH3, PO4 inlet outlet

MLSS MLVSS Microorganism population


TSS 3000 – 6000 ppm
F/M ratio Food per microorganism
0.05 – 0.2 kg F/d. kg M
RAS WAS Recycle activated sludge
Wastage activated sludge
DO, temp, pH Dissolved Oxygen etc

15
System Evaluation WWT case 1

PROCESS Now Future


Clarifier HSL (m3/jam/m2) 0,9 1,06
Clarifier TSS overflow (ppm) > 200 < 100 ??
Chemical Optimation
FM ratio (range 0,05 – 0,2) > 0,2 Maksimal Load

16
System IMPROVEMENT WWT case 1

PROCESS Improvement
FM ratio over load • Increase MLSS 2500 to > 4000 ppm
• Reduce (control) COD load inlet
RAS pump (100  150%) • RAS pump modification to 150 % feed inlet
Low to Medium LOAD • Extended Aeration (EA) = low rate
• Step feed / Complete Mix = medium rate
DO evaluation • Dissolved Oxygen evaluation

17
System IMPROVEMENT WWT case 1

PROCESS Improvement
2nd Clarifier • HSL 1,3 m3/jam/m2 sudah maksimal
• RAS flow increasing
Evaluasi comparison • Evaluasi lab BOD : COD
• Evaluasi lab MLVSS : MLSS

18
WWT case 2 : CSAS (Sequence Batch Reactor)

19
System Evaluation WWT case 2
PROCESS Improvement
WWT 2 plant design • Design 9000 kg BOD / hari
• Saat ini 378 m3/jam x 600 ppm = 6000
kg/hari
• System berjalan 65 % saja
Penambahan new PM • Flow 150 m3/jam x 600 ppm = 2160 kg/hari
• Next load 8160 kg/hari  OK
• Evaluasi DO (dissolved oxygen) dan perbaikan
lainnya...
20
System Evaluation WWT case 2

PROCESS Improvement
High COD issue • Evaluasi MLVSS MLSS
• Kenaikan MLSS di perlukan untuk memastikan
COD removal maksimal yang bisa di lakukan.
Settling System • Evaluasi settling system dari proses CSAS
• Flocculant Coagulant lab test
• Chemical Plant test

21
Sharing & Discussion

22