Anda di halaman 1dari 19

ASKEP KLIEN DENGAN

PENYAKIT JANTUNG
KORONER (PJK).

HENDY LESMANA
PENYAKIT JANTUNG KORONER (PJK)
• PJK / CHD (CORONARY HEART DISEASE),
penyebab kematian utama di Indonesia & negara
lain.
• Kondisi patologis arteri koroner ditandai dengan
proses atherosklerosis (timbunan lemak & jar
fibrosa).
• Lesi atheroskelosis pada lapisan tunika intima
pemb darah.
Tahap Proses Atherosklerosis :
1. Fatty Streak : proses dimulai masa kanak-kanak.
Lesi ini td makrofag & sel otot polos yang
mengandung lemak ( kolesterol) yg berwarna
kekuningan (fatty streak).
2. Fibrous plaque : kelanjutan fatty streak,
penumpukan lemak lebih lanjut & sel debris,
terbentuk jar. Ikat & terjadi proliperasi sel otot
polos fibrous cap.
3. Advance lesion : Lesi lbh lanjut & semakin
membesar dan mengalami perkapuran.
Fibrous cap menjadi tipis & pecah.
Lesi ulserasi dan perdarahan oklusi
aliran darah.
• Faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner :
A. Fak. Risiko yg tdk dpt Dimodifikasi, al:
1. Riwayat keluarga peny. Jantung.
2. Peningkatan Usia.
3. Jenis kelamin.
4. Ras.
B. Fak. Risiko yg dpt dimodifikasi :
1. Kolesterol drh tinggi.
2. TD tinggi
3. Merokok
Lanjutaaaan.
4. Gula darah tinggi.
5. Obesitas.
6. Inaktifitas fisik.
7. Srtess.
8. Penggunaan Kontrasepsi Oral.
9. Kepribadian.
10. Geografi daerah industri.
Type I Lesion

Red Blood Cell LDL

HDL
Monocyte/macrophage
Platelet

• Bentuk paling ringan ( bayi dan anak-anak)


• Foam Cells saja ( Macrofag + LDLox)
Type I Lesion (Lanjutan)

Red Blood Cell LDL

HDL
Monocyte/macrophage
Platelet

Prescursor Atherosclerotic Lesion :


Fatty Streak : Macrofag + deposit LDL, Otot polos + deposit
Type II Lesion

Red Blood Cell LDL

HDL
Monocyte/macrophage
Platelet

TIPE II : Fibrous Plaques/fibro atheroma:


• Lipid Core dibungkus dengan jaringan ikat/kolagen
Type III Advance Lesion

Red Blood Cell LDL

HDL
Monocyte/macrophage
Platelet

TIPE III : Complicated Lesion


Klasifikasi PJK :

1. Silent Myokardial Ischemia.


2. Angina Pektoris.
a. Angina pektoris stabil.
b. Angina Pektoris Tak stabil.
c. Variant angina (Prinzmetal angina).
3. Infark Miokard Akut.

• Saat ini dikenal istilah ”Sindrom Koroner


Akut (SCA)”, terdiri dari :
1. UAP.
2. ST Elevasi Miokard Infark.
3. Non ST Elevasi Miokar Infark
I. Silent Myokardial Ischemia
• Kelompok penderita yg tdk pernah
mengeluh adanya nyeri baik saat istirahat
maupun saat aktifitas.

• Klien ditemukan scr kebetulan check


up. EKG ST Depresi & / T Inverted.

• Diduga : Ambang nyeri meningkat,


neuropati otonomik (DM), stenosis ringan,
endomorfin meningkat, orang tua.
II. Angina Pektoris
1. Angina Pektoris Stabil
• APS : adalah sindrom klinis yg ditandai
dengan episode / paroksisma nyeri atau
perasaan tertekan didepan dada.
• Tanda & Gejala APS :
a. Nyeri dada saat melakukan aktivitas/
stres emosional, durasi < 20 menit, nyeri
prekordial, substernal, menjalar keleher,
rahang, bahu kiri, punggung kiri hingga
lengan kiri. Kulitas nyeri : nyeri tumpul,
nyeri berat didada, diremas-remas, dada
mau pecah, spt tercekik. Nyeri dpt
berkurang dgn istirahat & pemberian
nitrat.
b. Sesak nafas.
c. Keringat dingin.
d. Pinsan.
e. EKG : ST Depresi, inversi gelombang T. dan
terkadang muncul aritmia jantung.
• Canadian Cardiovaskuler Society, membuat
gradasi nyeri dada :
• Klas I : nyeri dada br timbul pada latihan
berat, berjln cepat, terburu-buru waktu
kerja/berpergian.
• Klas II : aktivitas sehari-hari agak terbatas,
nyeri dada timbul pd aktivitas berat spt.
Jalan kaki 2 blok, naik tangga > 1 lantai,
berjalan menanjak, dll.
• Klas III : Aktivitas sehari-hari terbatas, nyeri
timbul bila berjalan 1 blok, naik tangga 1
lantai.
• Klas IV : Nyeri dada timbul pada aktivitas
ringan maupun istirahat.
PATOFISIOLOGI
ATHEROSKLEROSIS SPASME A. KORONER

PENURUNAN SUPLAI DARAH & O2 KE JAR. JANTUNG

METABOLISME ANAEROB

PENUMPUKAN ASAM LAKTAT PENURUNAN PRD. ATP

PENURUNAN PH SEL PNRNAN ENERGI

TRANSDUKSI KONTRAKTILITAS MIOKARDIUM

TRANSMISI SV MENURUN

MODULASI CURAH JANTUNG MENURUN

PERSEPSI VOLUME VENTRIKEL

NYERI
2. PRINZMETAL ANGINA
• Prinzmetal angina Pertama kali
dikemukakan tahun 1959,.
• Disebabkan oleh spasme arteri koroner,
dpt terjadi arteri koroner yg mengalami
stenosis ataupun normal.
• Manifestasi klinik :
a. Sama dengan angina pektoris
b. Terjadi pd penderita lebih muda.
c. Biasa terjadi pd perokok berat.
d. Serangan nyeri biasa terjadi pd tengah
malam hingga jam 8 pagi.
e. Pd EKG : awalnya ditemukan ST depresi
& / T inverted ST Elevasi.
PENATALAKSANAAN UMUM ANGINA PEKTORIS
1. Oksigen
2. Nitrogliserin / Nitrat
3. Aspirin.
4. Klopidogrel.
5. Antagonis Kalsium.
6. Penyekat Beta-Adrenergik.
7. ACE Inhibitor.
8. Terapi terhadap faktor risiko, al :
a. Penurunan kolesterol.
b. Perubahan gaya hidup kearah lebih sehat
c. Penurunan BB & olah raga teratur.
d. Pengendalian tekanan darah & gula
darah.
e. Berhenti merokok.
ASKEP KLIEN ANGINA PEKTORIS
A. Pengkajian
1. Kaji & catat semua aktivitas klien
sebelum/awal serangan nyeri.
a. Kapan serangan terjadi ?, setelah makan,
setelah aktivitas tertentu, atau setelah
berkunjung ?
b. Gambaran & lokasi nyeri
c. Apakah nyeri timbul scr tiba-tiba ?,
berangsur-angsur ?
d. Berapa lama serangan nyeri dirasakan ?
e. Kualitas nyeri dirasakan ?
f. Ada gejala lain yg dirasakan oleh klien
(spt : banyak keringat, mual, palpitasi,
sesak nafas, dll).
g. Lakukan pemeriksaan EKG dan Darah
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Nyeri dada b/d iskemia miokardium.


2. Curah jantung menurun b/d iskemia
myokard dan perubahan irama jantung.
3. Intoleran aktivitas b/d ketidakseimbangan
antara suplai oksigen dan kebutuhan
nyokardial.
4. Cemas b/d rasa takut dan tdk tahu
tentang penyebab dan prognosa.
5. Kurang pengetahuan mengenai kondisi,
kebutuhan pengobatan b/d kurang
terpajan informasi & informasi tdk akurat.
INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Nyeri akut b/d iskemia myokardium.
a. Istirahat total klien selama serangan.
b. Tinggikan kepala tempat tidur bila klien
sesak.
c. Kaji karakteristik nyeri pd klien.
d. Identifikasi gejala lain yg berhubungan,
spt mual/muntah, pusing, palpitasi,
keringat dingin.
e. Berikan makanan lembut & biarkan klien
istirahat 1 jam setelah makan.
f. Pantau perubahan seri EKG.
g. Penatalaksanaan obat antiangina sesuai
indikasi.
2. Curah jantung menurun b/d iskemia myokard dan
perubahan irama jantung.
a. Pantau TTV.
b. Catat warna kulit & kualitas nadi.
c. Auskultasi bunyi nafas & bunyi jantung.
d. Tekankan pentingnya menghindari
tindakan valsava manuver.
3. Cemas b/d rasa takut dan tdk tahu tentang
penyebab dan prognosa.
a. Jelaskan mengenai penyakit,
prosedur/tujuan tes.
b. Beri kesempatan pd klien untuk
mengekspresikan perasaannya.
c. Kolaborasi pemberian tranquilizer.