Anda di halaman 1dari 5

Nama Kelompok :

1. Anindya Yorry Sabadhea (01)


2. Dhimas Wahyu Pratama Putra (05)
3. Evi Lailiya (11)
4. Merlincha Dwi Andani (21)
5. Nelly Marlinda Ulfa Pradani (23)
Trilogi Pembangunan adalah wacana pembangunan nasional yang direncanakan
oleh pemerintahan orde baru di Indonesia sebagai landasan penentuan kebijakan politik,
ekonomi, dan sosial dalam melaksanakan pembangunan negara.
Kebijakan pembangunan nasional tetap pada trilogi pembangunan dengan
penekanan terhadap unsur pemerataannya. Artinya, bahwa setiap pelaksanaan
pembangungan itu harus tetap memperhatikan tuntutan yang terdapat di dalam trilogi
pembangunan secara selaras, terpadu, dan saling memperkuat. Ketiga unsur dalam trilogi
pembangunan itu adalah :
1. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju terciptanya kemakmuran yang
berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia.
2. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi.
3. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis.
Upaya pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya tidak mungkin tercapai /
terwujud tanpa adanya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, sedangkan pertumbuhan
ekonomi yang cukup tinggi tidak mungkin dapat dicapai apabila tanpa adanya stabilitas
nasional yang sehat dan dinamis. Hal ini tercermin bahwa unsur-unsur dalam trilogi
pembangunan harus dikembangkan secara selaras, serasi, terpadu, dan saling mengait.
• 1. Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya
Pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya berarti bahwa pembangunan itu harus
dilaksanaan secara merata di seluruh wilayah tanah air, serta hasil-hasilnya harus dapat dirasakan
oleh seluruh rakyat secara adil dan merata.
• 2. Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi
Pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dalam trilogi pembangunan mengandung makna
bahwa :
- Pertumbuhan ekonomi harus lebih tinggi dari angka laju
pertumbuhan penduduk
- Upaya mengejar pertumbuhan ekonomi harus tetap memperhatikan keadilan dan pemerataan
- Harus tetap dijaga keselarasan, keserasian, dan keseimbangan dengan bidang-bidang
pembangunan lainnya.
• 3. Stabilitas nasional yang sehat dan dinamis, dimaksudkan agar dalam pelaksanaan pembangunan
itu :
- Terdapat kondisi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang aman, tentram dan
tertib yang tercipta karena berlakunya aturan yang disepakati bersama.
- Dalam kondisi stabilitas nasional terdapat iklim yang mendorong berkembangnya kreativitas
masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara.
• Pelaksanaan stabilitas politik menghasilkan diterbitkan sejumlah peraturan yang
mengakibatkan pengendalian pers dan pengendalian aksi mahasiswa. Dalam hal
prosedural diterbitkan Undang-Undang tentang Organisasi Massa dan Undang
Undang Partai Politik
• Pertumbuhan ekonomi menghasilkan penanaman modal asing yang
mengakibatkan hutang luar negeri. Serbuan para investor asing ini kemudian
melambat ketika terjadi jatuhnya harga minyak dunia, yang mana selanjutnya
dirangsang ekstra melalui kebijakan deregulasi (liberalisasi) pada tahun 1983-1988.
Tanpa disadari, kebijakan penarikan investor yang sangat liberal ini
mengakibatkan undang-undang Indonesia yang mengatur arus modal menjadi
yang sangat liberal di lingkup dunia internasional. Namun kebijakan yang sama
juga menghasilkan intensifikasi pertanian di kalangan petani.
• Dalam pemerataan hasil, pelaksanaannya membuka jalur-jalur distributif seperti
kredit usaha tani dan mitra pengusaha besar dan kecil.
Trilogi Pembangunan juga menjadi salah satu instrumen pemersatu energi
bangsa yang dipergunakan presiden Soeharto dalam membangun kembali
indonesia. Trilogi pembangunan merupakan visi kedaulatan dan kemandirian
ekonomi bangsa yang diletakan dalam road map trilogi pembangunan yang
dengan targetnya merumuskan secara jelas yaitu tercapainya tinggal landas
(setara dengan negara maju) pada tahun 2019/2020 dengan struktur
perekonomian yang di dukung industri strategis yang kuat namun terlihat justru
semakin menjauh saat sekarang. Bahkan sejumlah ahli ekonomi menyatakan
telah terjadi deindustralisasi pada era reformasi. Segala jerih payah untuk
mewujudkan kedaulatan dan kemandirian ekonomi bangsa itu kini harus ditata
kembali. Kegagalan ini merupakan kegagalan bersama sebagai sebuah bangsa
yang dalam proses transisi tahun 1998 tidak bisa memetakan secara akurat siapa
lawan dan siapa loyalis nusantara yang sesungguhnya.