Anda di halaman 1dari 65

PROSEDUR TINDAKAN KARANTINA

TERHADAP HEWAN DAN PRODUK


HEWAN (BAH/HBAH) PANGAN

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI


INSTITUT PERTANIAN BOGOR
PROGRAM DIPLOMA
2017
PENGERTIAN – PENGERTIAN LAIN

Hewan
Adalah semua binatang yang hidup di darat , baik yang dipelihara
maupun yang hidup secara liar

BAHAN ASAL HEWAN (BAH)


Adalah bahan yang berasal dari hewan yang dapat diolah lebih lanjut.

Pengertian BAH termasuk diantaranya:


Daging, susu, telor, bulu, tanduk, kuku, kulit, tulang, mani.

HASIL BAHAN ASAL HEWAN (HBAH)


Adalah bahan asal hewan yang telah diolah.

Pengertian HBAH termasuk diantaranya:


Daging rebus, dendeng, kulit yang disamak setengah proses, tepung
tulang, tulang, darah, bulu hewan, kuku dan tanduk, usus, pupuk hewan
dan organ-organ, kelenjar, serta cairan tubuh hewan.
PEMERIKSAAN FISIK
DAN KLINIS HEWAN
suatu teknik pemeriksaan tentang keadaan
atau kondisi umum dari hewan. meliputi
pemeriksaan eksterior, pemeriksaan
bagian luar tubuh, pemeriksaan selaput
lendir serta klinis hewan
Teknis Dasar Pemeriksaan Klinis

1. Sinyalemen
2. Temperamen
3. Anamnesa
4. Pemeriksaan fisik
5. Inspeksi
6. Pemeriksaan Temperatur
7. Pemeriksaan Respirasi
8. Palpasi
9. Pemeriksaan denyut nadi dan jantung
Pemeriksaan fisik

 Adalah suatu teknik pemeriksaan tentang keadaan atau kondisi umum


dari hewan. meliputi pemeriksaan eksterior, pemeriksaan
bagian luar tubuh, pemeriksaan selaput lendir.

 Reflek, gerakan telinga, gerakan ekor (kepekaan thd lingkungan)

 Posisi berdiri, tidur, cara berjalan pincang ?, luka ?

 Keadaan konjungtiva dan ada tidaknya leleran mulut, hidung, dan


mata, dicatat semua perubahan yang terjadi seperti perubahan
warna, dll.

 Ada tidaknya parasit kulit, keadaan bulu kulit, turgor kulit.

 Nafsu makan ?

 Feses ?
Inspeksi
 Adalah pemeriksaan yang dilakukan dengan cara melihat hewan
secara keseluruhan dari jarak pandang secukupnya sebelum
hewan didekati untuk suatu pemeriksaan lanjut.

 meliputi inspeksi permukaan luar ; daerah kepala, leher, badan


samping kiri & kanan, kulit, anus, mulut, telinga, mata, vulva,
hidung, dll.

 misal ; - punggung kiposis / lordosis


- telinga kiri jatuh
- kaki depan pincang, dll.
 Catat semua perubahan yang terjadi
Pemeriksaan Temperatur
 Pemeriksaan temperatur tubuh dilakukan dengan alat termometer suhu
tubuh pada rectal / lubang anus selama 3 – 5 menit.

 Catat dan bandingkan dengan temperatur normal.


Pemeriksaan Respirasi

 Dilakukan dengan mengamati gerakan dada waktu bernafas atau


dengan alat stetoskop.

 Catat jumlah pernafasan permenit, bandingkan dengan respirasi normal.


Palpasi

 Adalah teknik pemeriksaan dengan meraba permukaan tubuh/kulit dan


rasakan perubahan yang terjadi.

 Palpasi ; di bagian leher, rongga dada/thorax, bag. Perut, bag.


Panggul, alat gerak, dll.

 misal ; apakah terdapat bengkak, oedem, kripitasi, dll.

 Hasil pemeriksaan dicatat.


Pemeriksaan Denyut Nadi dan Jantung
 Denyut nadi/pulsus adalah frekuensi irama denyut / detak jantung yang
dapat dipalpasi (diraba) di permukaan kulit pada tempat-tempat
tertentu

 Dengan meraba nadi di pangkal ekor (biasa pd sapi), a.femoralis


(pangkal paha) ; biasa pd hwn kecil (anj, kc)

 Denyut jantung ; dengan auskultasi menggunakan stetoskop untuk


mendengar denyut jantung.

 Kemudian catat jumlah dan kelainan dan bandingkan dengan yang


normal.
Tanda – tanda Klinis

 Catat perubahan klinis yang ditemukan selama pemeriksaan.

 Buat kesimpulan sementara

 Perhatikan peta penyakit

 Dapat dilanjutkan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorium


PEMERIKSAAN BAH:
DAGING, SUSU DAN TELUR
ARTI DAN ISTILAH
Daging
adalah bagian dari karkas yang didapatkan dari ternak yang
disembelih secara halal (kecuali babi) dan benar serta lazim, layak,
dan aman dikonsumsi manusia, yang terdiri dari potongan daging
bertulang atau daging tanpa tulang lainnya kecuali yang telah
diawetkan dengan cara lain daripada pendinginan, termasuk
daging variasi dan daging olahan.
Lanjutan…..…
MENGENAL BAH DAN HBAH PANGAN

Susu
Contoh macam-macam susu impor:
 Whole milk powder.
 Skim milk powder.
 Dried skim milk powder.

Produk Susu
Contoh macam-macam produk susu impor:
 Whey protein concentrate
 Sungold milk powder heat.
 Keju (Cheddar cheese, Cheese curt, Bulk cheddar cheese).
 Mentega (Frozen unsalted butter, Butter milk powder).
 Yoghurt.
 Cream (Full cream milk powder)
 Rennet casein. Dll
PROSEDUR TINDAKAN KARANTINA

TINDAKAN KARANTINA HEWAN  8 P :

(1) Pemeriksaan
(2) Pengasingan
(3) Pengamatan
(4) Perlakuan
(5) Penahanan
(6) Penolakan
(7) Pemusnahan
(8) Pembebasan
Tiga Metode Pemeriksaan BAH Pangan

• Label dan kemasan


• Organoleptik
• Laboratorium

26
PEMERIKSAAN KEMASAN

• 1. KEUTUHAN
• 2. KERUSAKAN
• 3. KEBOCORAN
APA YANG PERLU DIPERHATIKAN PADA
SAAT PEMERIKSAAN KEMASAN?
 Bentuk, bahan kemasan (terbuat dari bahan khusus
yang aman untuk pangan dan tidak bersifat toksik)
 Jumlah kemasan , isi di dalam kemasan
 Kemurnian kemasan : asli dari negara/area asal,
memiliki label dan disegel
 Keutuhan kemasan :
- rusak
- perubahan warna
- perubahan bentuk
- bocor/tidak kedap, vakum,tidak rapi,robek
dll.
INDIKASI
- Perubahan suhu
- Penggantian kemasan (repacking)
- Penggantian isi di dalam kemasan
 Ciri atau tanda pada kemasan :
- Jenis/nama barang tertera pada label
kemasan
- Isi setiap kemasan (satuannya pieces,botol,
vial, dll)
KETERANGAN PADA LABEL

 Negara/area tujuan
 Nomor kontrol veteriner (NKV)/Est No
 Tanggal pemotongan/produksi
 Jenis dan kuantitas komoditas serta
peruntukkannya
 Nama umum komoditas
 Nama dagang
 Rincian kemasan
 Tanggal pengemasan/packing date
 Nama produsen
Tanda kehalalan
ORGANOLEPTIK
- Pemeriksaan fisik : pengambilan sampel
acak 5% dari jumlah kemasan dan setiap
kemasan sekurang-kurangnya 100 gram
kecuali ditemukan adanya kecurigaan
- Pemeriksaan organoleptik: warna, bau,
kekenyalan

35
METODE PEMERIKSAAN
ORGANOLEPTIK
Bau

pH Tekstur Rasa

Warna
LABORATORIUM
- Total Plate Count
- pengukuran pH,
- Pemeriksaan residu antibiotika, hormon,
chemical (logam berat, pestisida) apabila
diperlukan

37
Telur
Bahan pangan mudah rusak (perishable
food)
Bahan pangan yang berpotensi
berbahaya (potentially hazardous food)
Pengambilan dan pengujian
contoh telur
(Peternakan, pengumpul, penampung, pengecer)

 Pemeriksaan rutin
 Pengawasan/monitoring
 Verifikasi
 Evaluasi
P

engujian Fisik

Kualitas/mutu (keseragaman)
• Membedakan telur tetas/komersial
• Umur simpan
• Pengawetan dan pengolahan
P

engujian Mikrobiologis

Bahaya terhadap kesehatan


• Standar keamanan pangan
• Jenis Telur (puyuh, ayam, itik, penyu)
• Konsistensi dalam penanganan (farm
sampai konsumen)
PEMERIKSAAN BAH:
PAKAN
I. Klasifikasi Jenis dan Kandungan Pakan

• Klasifikasi Jenis Pakan


1. Berdasarkan Peruntukannya:
a) Pakan ternak ruminansia (sapi, kerbau,
kambing, domba dan ruminansia)
b) Pakan ternak non ruminansia
c) Pakan hewan kesayangan
2. Berdasar proses produksinya dibedakan
atas:
a) Pakan jadi:
- Pakan ternak ruminansia
- Pakan ternak non ruminansia
- Pakan hewan kesayangan
b) Bahan baku pakan:
- Pakan ternak ruminansia
- Pakan ternak non ruminansia
- Pakan hewan kesayangan
• Kandungan Pakan
1. Komposisi Pakan Ternak Ruminansia/ Non Ruminansia terdiri dari:
a) Crude fibre
b) Crude protein
c) Crude fat
d) Vitamin dan mineral

2. Komposisi kandungan bahan baku pakan ternak ruminansia/ non ruminansia dapat
berasal dari:
a) Jagung
b) Dedak
c) White pollard
d) Tepung daun / leaf meal
e) Tepung ikan
f) Tepung daging dan tulang
g) Tepung tulang
h) Bungkil sawit
i) Limbah sawit
j) Limbah kacang tanah
k) Crude palm oil
l) CaCO3
m) Dicalcium phosphate
n) Vitamin dan mineral
3. Komposisi pakan hewan kesayangan
a) Crude fibre
b) Crude protein
c) Crude fat
d) Vitamin dan mineral

4. Komposisi kandungan bahan pakan hewan kesayangan dapat


berasal dari:
a) Komposisi pakan anjing
. Daging dan produk sampingan dari daging ayam, sapi, kambing
dan domba
. Protein hijauan/ tanaman
. Sereal
. Minyak sayur
. Vitamin dan mineral
. Bahan pembentuk gel
. Pewarna
. Penyedap rasa
b) Komposisi pakan kucing
. Ikan sardin
. Ikan laut
. Cumi-cumi
. Kepala udang
. Telur
. Sayuran
. Minyak
. Vitamin dan mineral
. Bahan pembentuk gel
. Pewarna
. Penyedap rasa
III. Tindakan Karantina Terhadap
Pemasukan Pakan dan Bahan Baku
dari Luar Negeri
A. Pemeriksaan Dokumen
1. Kelengkapan dan kebenaran isi
dokumen,
2. Keabsahan dokumen
3. Dokumen tambahan dapat
dipersyaratkan bila diperlukan.
B. Pemeriksaan Fisik
Dilakukan untuk meneliti kesesuaian antara
dokumen dan jenis komoditi, pemeriksaan
organoleptik dan pengambilan sampel untuk
pengujian laboratorium dalam rangka
monitoring.
C. Pemeriksaan dan Pengujian Laboratorium
Hasil pemeriksaan laboratorium
menunjukkan positif SRM dan/atau MBM
dengan kandungan > 0,1%, mammal >
0,1% maka dilakukan penolakan/
pemusnahan.
PEMERIKSAAN BAH:
KULIT
Latar belakang
• Bahan baku kulit merupakan media
pembawa Hama Penyakit Hewan
Karantina (HPHK).
• Karantina Hewan bertujuan untuk
mencegah masuknya HPHK ke negara
Republik Indonesia
• Memperlancar pemasukan bahan baku
kulit, untuk mendukung kebutuhan
industri.
Bahan baku kulit
(Tingkat Olahan Kulit)
 Kulit mentah diawet (dry/wet salted skin/hide) : kulit
hewan segar yang diawet kering atau diawet
dengan garam jenuh yang masih memiliki kadar air
yang cukup

 Kulit asam (wet pickled skin/hide) : kulit mentah


diawet yang sudah dilepas bulu dan epidermisnya
yang telah diasamkan dengan asam dan garam
sebagai penahan (buffr) dgn derajat keasaman (pH)
2 – 2,5dan berwarna putih
 Kulit samak (wet blue leather) : kulit asam
yang sudah melalui proses penyamakan tetapi
belum diolah lebih lanjut dan berwarna biru

 Kulit kras (crust leather) : kulit samak yang


sudah diolah lebih lanjut dan belum menjadi
kulit jadi

 Kulit jadi (finished leather) : kulit setengah jadi


yang sudah selesai diolah dan siap
dipergunakan untuk membuat berbagai produk
kulit
Persyaratan sanitari kulit

• Berasal dari hewan sehat, tidak


menunjukkan gejala penyakit hewan
saat diperiksa ante dan post mortem.
• Berasal dari RPH yang tidak dalam
pengawasan karantina terhadap
anthrax.
• Telah diproses sedemikian rupa hingga
aman.
PEMERIKSAAN
• Organoleptik
• Pengukuran pH kulit : kertas lakmus /metode
elektromagnetis
• Pengambilan sampel untuk pemeriksaan
kesesuaian dokumen dan fisik, dan uji lab :
Ascoli test (khusus kulit mentah)
Sampel : Acak random sampling 1%, 5% dan
100% dari jumlah kemasan yang ada.
ukuran : @25 cm2/gram pada bagian ujung
kulit
PERLAKUAN
• KULIT MENTAH : pengolahan, desinfeksi
dgn formaldehyde 5% (eliminasi spora
bakteri anthrax)
• KULIT ½ JADI DAN JADI : Penyamakan di
negara asal diwajibkan menggunakan
formaldehyde 5% , desinfeksi virus dgn
radiasi sinar gamma, panjang gelombang min
50 Gray atau fumigasi dengan formalin dosis
rendah (sebelum diberangkatkan)
CONTOH
LAPORAN TKH
TERIMA KASIH