Anda di halaman 1dari 10

Sistem Pelayanan di Rumah

Sakit

Anggota Kelompok:
Rahmah Isnain 17.0601.0037
Sulistiani 17.0601.00
Amartia Putri 17.0601.00
Menurut UU No. 44 tentang rumah sakit
tahun 2009, rumah sakit adalah institusi
pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan
pelayanan kesehatan perorangan secara
paripurna yang menyediakan pelayanan rawat
inap, rawat jalan, dan gawat darurat.
Rumah sakit oleh WHO ( 1957 ) diberikan
batasan yaitu suatu bahagian menyeluruh,
( Integrasi ) dari organisasi dan medis,
berfungsi memberikan pelayanan kesehatan
lengkap kepada masyarakat baik kuratif
maupun rehabilitatif, dimana output
layanannya menjangkau pelayanan keluarga
dan lingkungan, rumah sakit juga merupakan
pusat pelatihan tenaga kesehatan serta untuk
penelitian biososial.
Dalam pelayanan kesehatan kita juga
mengenal akan tempat pelayanan kesehatan
seperti halnya Rumah Sakit dan juga Puskesmas.
Yang dimaksud dengan rumah sakit adalah
sebagai suatu organisasi yang melalui tenaga
medis profesional yang terorganisir serta sarana
kedokteran yang permanen menyelenggarakan
pelayan kedokteran, asuhan keperawatan yg
berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan
penyakit yang diderita oleh pasien. Demikian
pengertian rumah sakit menurut American
Hospital association.
Fungsi Rumah Sakit adalah pusat pelayanan
rujukan medik spsialistik dan sub spesialistik
dengan fungsi utama menyediakan dan
menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat
penyembuhan (kuratif) dan Pemulihan
(rehabilitatisi pasien) ( Depkes R.I. 1989 ).
Maka sesuai dengan fungsi utamanya
tersebut perlu pengaturan sedemikian rupa
sehingga rumah sakit mampu memanfaatkan
sumber daya yang dimiliki dengan berdaya guna
dan berhasil guna.
Menurut surat keputusan Menteri Kesehatan
RI no. 983/ Menkes / 17/ 1992 tentang pedoman
organisasi rumah sakit umum adalah rumah sakit
yang memberikan pelayanan kesehatan yang
bersifat dasar, spsialistik,dan sub spesialistik,
sedangkan klasifikasi didasarkan pada perbedaan
tingkat menurut kemampuan pelayanan
kesehatan yang dapat disediakan yaitu rumah
sakit kelas A, Kelas B, ( Pendidikan dan Non
Pendidikan ) kelas C dan Kelas D.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia No.164/B/MenKes/PER/II/1998,
fungsi rumah sakit adalah :

a. Fungsi Profesional
1. Menyediakan dan menyelenggarakan pelayanan
medis, pelayanan penunjang medis, pelayanan
keperawatan, pelayanan rehabilitasi kesehatan,
pencegahan serta peningkatan kesehatan.
2. Sebagai tempat pendidikan dan pelatihan
tenaga medis dan paramedis.
3. Sebagai tempat penelitian dan pengembangan
ilmu dan teknologi bidang kesehatan.
b.Fungsi Sosial
Rumah sakit pemerintah dan non pemerintah
(swasta) harus memberikan fasilitas perawatan
pada penderita yang tidak mampu. Rumah sakit
umum pemerintah harus menyediakan 75 % dari
tempat tidur yang ada untuk pasien yang tidak
mampu, sedangkan rumah sakit non pemerintah
(swasta) wajib menyediakan 25 % dari kapasitas
tempat tidur untuk pasien yang tidak mampu.
c. Fungsi Rujukan
Fungsi rujukan adalah penyelenggaraan pelayanan
kesehatan yang mengatur pelimpahan tugas dan
tanggung jawab secara timbal balik atas masalah yang
timbul, baik vertikal maupun horisontal. Ada dua sistem
rujukan yang digunakan, yaitu :
1. Rujukan untuk peningkatan kesehatan dan pencegahan
penyakit dengan bantuan sarana, teknologi,
keterampilan, kegiatan langsung melakukan survei
epidemiologi.
2. Rujukan media untuk penyembuhan dan pemulihan
penyakit, misalnya dengan menyuruh penderita dari
puskesmas ke rumah sakit, mengirim tenaga ahli, sampel
darah, atau informasi.
DAFTAR PUSTAKA
• Azwar, Azrul.1996.Pengantar administrasi Kesehatan.
Binarupa Aksara: Jakarta.
• Notoatmojo, Soekidjo. 2003.Ilmu Kesehatan
Masyarakat. Rineka Cipta: Jakarta.
• Kongstvedt, Peter R. 1989.Pokok-pokok Pengelolaan
Usaha Pelayanan Kesehatan. Aspen :
• Perry,A.G & Potter, P.A. 2001.Fundamental Of
Nursing.St.Louis : Mosby.
• Risky, Aziz.2007, Pelayanan Kesehatan Masyarakat,
www.depkes.go.id