Anda di halaman 1dari 45

Evaluasi Program Kunjungan Ibu Hamil K4 di Wilayah KerjaPusat

Kesehatan Masyarakat Tunggakjati Kabupaten Karawang


Periode Desember 2017 sampai November 2017
Puskesmas Tunggakjati
Batas wilayah kerja Puskesmas
Tunggakjati, Kabupaten Karawang :

Sebelah utara : berbatasan wilayah


kerja UPTD Puskesmas Kalangsari
Sebelah selatan: berbatasan wilayah
kerja UPTD Puskesmas Tanjungpura
Sebelah timur : berbatasan wilayah
kerja UPTD Puskesmas Balongsari
Sebelah Barat : berbatasan dengan
Kab Bekasi
Jumlah kunjungan K1 dan K4 Ibu hamil di UPTD Puskesmas
Tunggakjati, Karawang periode desember 2017 – November
2017.

Bulan K1 K4

Desember 49 49

Januari 54 50

Februari 52 44

Maret 52 52

April 50 48

Mei 53 47

Juni 56 52

Juli 48 54

Agustus 54 51

September 48 45

Oktober 47 51

November 48 53

Jumlah 611 596


Jumlah Ibu Hamil Beresiko Tinggi yang Terdeteksi di UPTD
Puskesmas Tunggakjati, Karawang periode desember 2016 –
November 2017.

Bulan Deteksi resti bumil oleh masyarakat


Desember 6
Januari 8
Februari 5
Maret 5
Apri 8
Mei 2
Juni 6
Juli 13
Agustus 12
September 3
Oktober 7
November 6
Jumlah 81
Latar belakang
MDGs (Millenium
Development Goals)
AKI di  Menurunkan angka
indonesia kematian ibu =>
tinggi 102/100.000 kelahiran
hidup

Pelayanan kepada ibu


hamil
ANC • Hamil sehat
• Bersalin selamat
• Bayi sehat
• Mendeteksi dan
mengantisipasi kelainan
kehamilan
Cakupan ANC (WHO 2011) :
• Indonesia (82%)
• Korea Utara (95%)
• Sri Lanka (93%)
• Maladewa (85%)

Cakupan Riskesdas 2013 :


• K1 : 95,25%
• K4 : 86,70%
• Fe : 85,10%

Puskesmas Tunggakjati 2016


• K1 : 79,82 %
• K4 : 80,3%
• Ibu hamil resiko tinggi : 7,45
%
Permasalahan
• Cakupan ANC indonesia masih
WHO 2011 tertinggal 82%

• 359 per 100.000 kelahiran hidup


AKI 2012 tinggi belum sesuai dengan target MDGs

• Target K1 98%, K4 93%. Belum


Riskesdas 2013 mencapai target

Puskesmas
Tunggakjati 2016 • Cakupan K1, K4, Deteksi bumil resti.
Tujuan umum
• Untuk mengetahui tingkat keberhasilan
program kunjungan ibu hamil K4 di UPTD
puskesmas tunggakjati periode desember –
november 2017 dengan pendekatan sistem
Cakupan
K1

Tujuan
Khusus
Cakupan
Cakupan
deteksi
K4
bumil resti
MANFAAT

EVALUATOR
Mengetahui kendala-
Melatih serta kendala yang
Menerapkan ilmu mempersiapkan diri dihadapi dalam
pengetahuan yang dalam mengatur mengambil langkah-
telah diperoleh saat program, langkah yang harus
kuliah. khususnya program dilakukan dalam
kesehatan. mencapai tujuan
yang telah ditetapkan
PERGURUAN TINGGI
Mewujudkan kampus
Mengamalkan Tri sebagai masyarakat
Darma Perguruan ilmiah dalam peran
Tinggi. sertanya di bidang
kesehatan.
PUSKESMAS
Dengan adanya masukan – masukan berupa hasil evaluasi
dan beberapa saran sederhana maka diharapkan dapat
menjadi umpan balik positif bagi Puskesmas Wanakerta,
Karawang dalam meningkatkan efisiensi dan efektivitas
program pelayanan kesehatan ibu hamil maupun program
– program lainnya, sehingga mutu dari pada pelayanan
puskesmas ini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat
dalam meningkatkan derajat kesehatan.
MASYARAKAT
Menjadi bahan informasi bagi masyarakat
bahwa program Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil
mempunyai peranan yang sangat penting, selain
untuk mengetahui masalah kependudukan, juga
untuk meningkatkan kesejahteraan dan taraf
ekonomi masyarakat itu sendiri.
Puskesmas Tunggakjati Karawang
desember 2017 – November 2017

Ibu hamil yang ada


diwilayah kerja Puskesmas
SASARAN Tunggakjati, Karawang
periode desember –
November 2017
Laporan Bulanan KIA (LB3) di
Puskesmas Tunggakjati Karawang
mengenai program kunjungan
desember - November 2017 yang
terdiri dari :
Materi

masyarakat
Deteksi ibu hamil risiko tinggi oleh
Kunjungan kehamilan K1 dan K4
Metode
• Dilakukan dengan membandingkan cakupan
kegiatan program terhadap tolak ukur
• Dengan menggunakan metode pendekatan
sistem
• Disajikan dalam bentuk tekstular dan tabular
• Ditemukan masalah yang ada dan kemudian
dibuat usulan dan saran sebagai pemecahan
masalah tersebut berdasarkan penyebab
masalah yang ditemukan dari unsur-unsur
sistem
KERANGKA TEORITIS
Masukan

• Dokter Umum : 3 orang


• Dokter Gigi : 1 orang
• Bidan KIA : 4 orang

Tenaga • Bidan PONED


• Bidan Desa
: 5 orang
: 4 orang
• Petugas Laboratorium : 1 orang
• Perawat : 5 orang
Dana

APBD

BOK

DANA
Data Masukan

Kunjungan Pemberian Tablet


kehamilan zat besi

Pemberian Deteksi ibu hamil


imunisasi Tetanus risiko tinggi

Pencatatan dan
pelaporan
Planning Organizing

Proses

Actuating Controlling
Lingkungan
Non Fisik
Fisik
Lokasi Sosial ekonomi dan budaya
• Jarak puskesmas ke RS rujukan • Mayoritas penduduk berpenghasilan
rendah
terdekat 10km dengan waktu
tempuh ± 30-45 menit
Transportasi
• Jalur jalan raya yang rata dan tidak
sukar dilalui oleh prasarana
trasportasi darat
• 1 ambulans yang siap pakai
Medis
Sarana Non medis

• Stetoskop
• Stetoskop Laenec
• Doppler • Ruang KIA : 1 Ruangan
• Timbangan Dewasa • Ruang PONED : 1 Ruangan
• Pita Ukur • Ruang MTBS : 1 Ruangan
• Tensimeter • Ruang IVA : 1 Ruangan
• Vaksin TT • Kursi Tunggu : 2 Buah
• Pengukur tinggi badan
• Alat dan bahan laboratorium: • TT Pemeriksaan
• Mesin hitung Hb • Lampu : 1 Buah
• Stick proteinuri • Lemari Alat : 1 Buah
• Tes Pack Pregnancy strip β HCG • Lemari Obat : 1 Buah
• Meja Instrumen Steinlees : 1 Buah
Metode
• Kontak pertama ibu hamil untuk mendapatkan
pelayanan antenatal sesuai dengan standar oleh
K1 tenaga kesehatan. Kontak pertama sedini mungkin
pada trimester pertama sebelum minggu ke 8.

• Pelayanan antenatal sesuai dengan standar, paling


sedikit empat kali dengan distribusi waktu 1 kali pada
K4 trimester I (0-12 minggu), 1 kali pada trimester II
(>12-24 minggu), dan 2 kali pada trimester III (>24
minggu)
• Anamnesis
• Pemeriksaan Fisik
Pemeriksaan
• Pemeriksaan Obstetri
• Pemeriksaan Laboratorium
Pemberian Tablet Zat Besi

Diberikan minimal sebanyak 90 tablet

tablet selama kehamilan, yaitu 30 tablet besi


(Fe1) pada (K1), 30 tablet besi (Fe2) pada (K2)
dan 30 tablet besi (Fe3) pada (K4).

Untuk pencegahan anemia diberikan 1 tablet / hari,


Untuk pengobatan anemia diberikan 3 tablet / hari.
Pemberian Imunisasi Tetanus

Minimal
Imunisasi TT
Pada kontak
memiliki status Disuntikkan
pertama
imunisasi TT2 secara
bumil
agar mendapat subkutan
diskrining perlindungan dosis 0,5 cc
status terhadap infeksi pada lengan
imunisasinya tetanus.
atas
Penyuluhan

• Setiap kali kunjungan melalu komunikasi, informasi,


Perorangan edukasi (KIE) tentang kebidanan dan kandungan.

• 1 desa per bulan dengan 3 kali pertemuan dengan jarak 1


minggu, menggunakan metode ceramah dengan alat
Kelompok peraga/flip chart & setiap hari kerja puskesmas dengan
media elektronik tentang kebidanan dan kandungan.
Deteksi Ibu Hamil Risiko Tinggi

Kegiatan yang dilakukan untuk menemukan


ibu hamil yang mempunyai faktor risiko dan
komplikasi kebidanan.
Pencatatan dan pelaporan

• Buku KIA
Pencatatan • Buku register ibu hamil
• Pencatatan PWS KIA

Pelaporan • Laporan Bulanan KIA (LB3)


Organisasi
Proses
Kunjungan ibu hamil K1 dan K4

• Dilakukan setiap hari kerja pada pkl 07.30-14.30 WIB.

Pemberian tablet zat besi Fe3

• Dilakukan setiap hari kerja pada pkl 07.00-14.30 WIB.

Pemberian imunisasi TT2+

• Dilakukan setiap hari kerja pada pkl 07.30-14.30 WIB.

Penyuluhan

• Perorangan : Setiap kali kunjungan hari kerja pkl 07.30-


14.30 WIB.
• Kelompok : Dilakukan sebulan sekali dalam 3 kali pertemuan
oleh petugas puskesmas dan bidan desa lainnya.
Deteksi risiko ibu hamil

• Dilakukan setiap hari kerja pada pkl 07.30-


14.30WIB dan berdasarkan laporan masyarakat.

Pencatatan dan pelaporan :

• Pencatatan : Dilakukan setiap hari kerja


pada pkl 07.00-14.30 WIB.
• Pelaporan : Dilakukan setiap awal bulan
Pengawasan

Pengawasan Kepala Puskesmas


rapat bulanan :
Ada, dilakukan tiap bulan
(Lokakarya mini bulanan).

Pencatatan dan pelaporan


bulanan :
Ada, dilakukan tiap bulan.
Pembahasan
Pembahasan

Masalah menurut keluaran

No. Variabel Tolok Ukur (%) Cakupan (%) Masalah (%)


I. Keluaran

1. Cakupan K1 100 94,72  5,28


2. Cakupan K4
100 92,40  7,6
3. Cakupan deteksi resti
bumil oleh masyarakat 100 62,7  37,3
Pembahasan Cakupan K4

Masalah menurut Proses Masalah menurut Lingkungan

• Kurangnya data mengenai • Beberapa ibu hamil kurangnya


pencatatan dan pelaporan antara dukungan atau motivasi dari
desa dan puskesmas. suami atau Keluarga.
• Program kelas ibu hamil tidak • Beberapa keluarga dan ibu
berjalan dengan baik  ibu hamil masih mempercayakan
tidak datang saat kegiatan pemeriksaan kehamilannya ke
dukun atau paraji.
• .
Perumusan masalah

• Cakupan kunjungan ibu hamil K1 sebesar 94,72 %


dari target 100% dengan besar masalah 5,28%
• Cakupan kunjungan ibu hamil K4 sebesar 92,40% dari
target 100% dengan besar masalah 7,6%
• Cakupan deteksi resti bumil oleh masyarakat sebesar
62,7% dari target 100% dengan besar masalahb
37,3%
Prioritas Masalah
•Cakupan kunjungan ibu hamil K1 sebesar 94,72 % dari target 100%
dengan besar masalah 5,28%
•Cakupan kunjungan ibu hamil K4 sebesar 92,40% dari target 100%
dengan besar masalah 7,6%
•Cakupan deteksi resti bumil oleh masyarakat sebesar 62,7% dari
target 100% dengan besar masalahb 37,3%
Tabel 5. Prioritas masalah
No
Masalah
A B C
Parameter

1. Besar masalah 1 1 4
2. Akibat yang ditimbulkan 4 5 5
3. Keuntungan sosial yang diperoleh 5 5 5

4. Teknologi yang tersedia 4 5 5


5. Sumber daya yang tersedia 4 4 4
Jumlah 18 20 23
Masalah Menurut Masukan

Media promosi =>


Pendistribusian/penempatan
media yang ada kurang merata
dan tidak menonjol (eye
catching)
• Penyelesaian
Cakupan
kunjungan • Pembagian leaflet bisa diikuti dengan
ibu hamil penyuluhan kecil dengan bahasa dan
K4 sebesar
gambar yang mudah dimengerti
seputar pentingnya ANC.
92,40%
• Setiap bidan desa mencatat dan
dari target melaporkan setiap bulannya perwilayah
100% ke penanggung jawab KIA puskesmas
wanakerta
besar
• Menyarankan ibu hamil untuk
masalah memeriksa kehamilannya pada tenaga
7,8%. medis dokter ataupun bidan di
Puskesmas.
Pembahasan Bumil Resiko Tinggi

Masalah Menurut Proses Masalah Menurut


Lingkungan
• Kurangnya panduan penetapan
resiko tinggi ibu hamil bagi kader
Kurangnya pengetahuan ibu
• Kurangnya pengetahuan kader hamil tentang keluhan yang
mengenai resiko tinggi ibu hamil. terjadi yang dapat memicu
• Kurangnya pemantauan resiko tinggi terjadinya resiko tinggi pada
ibu hamil di rumah. kehamilan.
Cakupan deteksi resti bumil oleh masyarakat sebesar 62,7 dari
target 100% besar masalah 37,3%.

Memberikan
pembelajaran
Mempertanggung
kepada kader dan
jawabkan pada Memberikan
tenaga kesehatan
kader dan tenaga
lainnya menganai informasi melewati
kesehatan lainnya beberapa gambar
resiko tinggi ibu
untuk melakukan mengenai tanda
hamil dan
kunjungan rumah. bahaya yang dapat
komplikasinya.
memicu terjadinya
resiko tinggi pada
kehamilan
TERIMAKASIH