Anda di halaman 1dari 20

Metode Pelaksanaan dan Trial Test pada

DIFA Soil Stabilizer


Nama Kelompok
 Hasti Nurma Yanti (1152004019)
 M.Yoan Mirozola (1152004022)
 Pinky Vidya Adriana (1142004006)
 Rizki Fadhlur Rohman (1152004030)

Kelompok VI

Universitas Bakrie
Jakarta
Tentang DIFA Soil Stabilizer
DIFA Soil Stabilizer (DIFA SS) adalah bahan aditif untuk
memaksimalkan ikatan soil cement untuk membangun konstruksi jalan.
DIFA SS dikembangkan di Indonesia dengan suhu dan iklim yang sangat
sesuai dengan keadaan alam Indonesia, sehingga memiliki tingkat
keberhasilan yang tinggi apabila dibandingkan dengan soil semen standar.
DIFA SS sebagai salah satu bahan kimia penstabil tanah, memiliki
sifat yang cukup unik karena bahan DIFA SS tidak bekerja sendiri, tetapi
lebih mengefektifkan ikatan semen-tanah. Penggunaan DIFA SS akan
mengurangi jumlah semen terpakai, dan memiliki karakteristik teknik
yakni kuat tekan atau nilai CBR (California Bearing Ratio) yang jauh lebih
baik dibandingkan semen-tanah dan juga lebih ekonomis.
Konstruksi jalan dengan menggunakan bahan aditif DIFA SS dipastikan lebih
murah bila dibandingkan dengan konstruksi jalan konvensional yakni dengan
menggunakan batu. Nilai minimal yang dapat dihemat adalah 10% - 40% bila
dibandingkan dengan konstruksi jalan konvensional dengan batu.
Penghematan ini sangat tergantung pada harga batu dan semen yang
digunakan, serta volume konstruksi dan jenis tanah yang akan dilaksanakan di
lokasi pengerjaan.
Aplikasi DIFA SS dapat dilakukan pada pekerjaan konstruksi sebagai berikut:

•Konstruksi Jalan Raya •Reklamasi Pantai


•Jalan Perkebunan •Struktur Berndungan
•Jalan HTI (Hutan Taman Industri) •Tambak dan Kolam Ikan
•Konstruksi Slab •StabilisasiTanah Lunak dan
•Konstruksi Basement Ekspansif
•Area Parkir •Stabilisasi padaTanah Gambut
Keunggulan Difa SS
Keunggulan utama:
 Dapat merekayasa nilai CBR yang diinginkan atau disesuaikan
dengan beban lalu lintas.
 nilai CBR akan mengikat dengan berbanding lurus terhadap waktu
(semakin lama maka akan semakin kuat). Sedangkan pada konstruksi
jalan konvensional dengan batu nilai CBR berbanding terbalik
terhadap waktu.
Keunggulan Lain:
 Meningkatkan parameter daya dukung tanah (pengganti LPA dan
LPB, sekaligus stabilisasi tanah dasar badan jalan)
 Jalan menjadi tidak lembek atau becek saat musim hujan serta jalan
tidak berdebu di musim kemarau/kering
 Jalan sudah dapat di lalui pada hari ke 4 (curring time 4-14 hari)
tergantung tanah dan cuaca
 Sesudah curring time (21 hari) semakin sering terendam air semakin
baik, tanah yang distabilisasi menjadi lebih keras
 Tidak brittle, karena mampu memanfaatkan kadar air di udara secara
optimum
 Kedap air – permeablitas setara geosynthetic
 Dapat dicampur dengan bahan stabilisasi tanah lainnya seperti flyash,
semen, abu sekam padi, dan cementitious materials lainnya.
Berikut skema DIFA SS dalam melarutkan asam
humus
Tahapan yang harus dilakukan untuk
penentuan jumlah semen dan DIFA SS
adalah sebagai berikut :

 Menentukan sweeling/shrinking tanah


 Menentukan gradasi tanah
 Menentukan jumlah DIFA SS yang akan
digunakan
Metode Pelaksanaan DIFA Soil Stabilizer

Cara Kering Cara Basah

Pelaksanaan di Lapangan Pelaksanaan di Lapangan


Pengukuran jalan konstruksi Pencampuran larutan DIFA
Dan desain SOIL STABILIZER + Tanah +
Semen
Pembentukan badan jalan
Diaduk dengan menggunakan
Persiapan tanah untuk excavator atau rotary mixer
konstruksi badan jalan
DIFA SOIL STABILIZER Penghamparan material

Penghalusan tanah Pekerjaan finishing


Penaburan semen
Pencampuran semen dengan
tanah
Penyiraman DIFA SOIL
STABILIZER tahap pertama
(2/3 volume )
PELAKSANAAN TRIAL TEST DIFA SS DAN PEMBAHASAN

 Lokasi pelaksanaan trial test


 Area fresh water Pit, Jambaran Central Proyek Early Civil
Work Jambaran-Tiung Biru

 Area 1
 Panjang : 30 meter
 Lebar : 5 meter
 Volume : 54 m3
 Tebal : 0.3 m
PELAKSANAAN TRIAL TEST DIFA SS DAN PEMBAHASAN

A. Persiapan Test B. Alat yang Digunakan


 Lahan perlu disiapkan sebagai lokasi trial  Excavator
mix, dimana lahan harus bersih dari tanah  Vibro Roller
humus, rumput, dan batu-batuan
 Dump Truck
 Pembersihan lahan dilakukan dengan
 WaterTank Truck
menggunakan excavator
 Luas lahan yang di persiapkan adalah P =
20 m, L = 3,5 m, T = 0,3 m, dengan lokasi C. Bahan Campuran
di area Trase Jalan Barat Kali Gandong STA  Tanah Setempat : 3,5 m x 20 m x 0,2 m
3+100 = 14 mᶾ
 Lahan yang sudah dibersihkan kemudian  Binder (media campur) : 14 sak @25 kg
diberi marking untuk tidak dilalui oleh alat = 350 kg
berat  Semen Pozolan : 14 kg dilarutkan dalam
560 liter air (asumsi aplikasi pada tanah
basah)
PELAKSANAAN TRIAL TEST DIFA SS DAN PEMBAHASAN

D. Pelaksanaan Test
 Tanah setempat di grading hingga kondisi gembur.
 Binder sebanyak 350 kg di tabor di atas tanah yang telah disiapkan.
 Semen pozolan sebanyak 720 kg ditabur di atas tanha yang telah diberi Binder secara
merata.
 Dilakukan pencampuran/mixing untuk mendapatkan homogenitas dari material yang
telah diberi Binder dan Semen. Pencampuran dilakukan dengan menggunakan
excavator.
 Setelah diperoleh campuran yang homogen maka zat aditif DIFA SS dapat ditambahkan
melalui penyemprotan secara kontinu, sambal material diaduk dan dicampur perlahan
terus-menerus.
 Setelah selesai tahapan pencampuran, dilanjutkan ke tahap spreading (penggelaran)
material di lokasi yang ditentukan dengan ketebalan ±25 cm, dan dipadatkan tanpa
vibrasi (getaran) sebanyak 6 passing hingga setebal ±20 cm. kemudian dipadatkan
kembali sebanyak 2 passing dengan getaran tingkat rendah.
PELAKSANAAN TRIAL TEST DIFA SS DAN PEMBAHASAN

E. CURING F. Kriteria Pengujian


 Lahan lokasi trial mix harus  Pengecekan kualitas akan dilakukan
dipagari/dipasang barricade agar tidak dengan pengetesan CBR lapangan pada
dilalui alat berat. 2x24 jam dan 7x24 jam.
 Curing dilakukan selama 3 hari dengan
penyiraman terutama di siang hari (pukul
10.00 s.d. 13.00)
Pelaksanaan Trial Test DIFA SS di area Trase Jalan Kali Gandong

Proses penyiapan lahan dan grading.

Pencampuran Binder
Pelaksanaan Trial Test DIFA SS di area Trase Jalan Kali Gandong

Pencampuran semen

Mixing dengan excavator


Pelaksanaan Trial Test DIFA SS di area Trase Jalan Kali Gandong

Penambahan aditif DIFA SS

Spreading material
Pelaksanaan Trial Test DIFA SS di area Trase Jalan Kali Gandong

Pemadatan material

Curing Lokasi
Pelaksanaan Trial Test DIFA SS di area Trase Jalan Kali Gandong

Test CBR Lapangan


Hasil Pengujian

Dari hasil pengujian CBR yang dilakukan pada trial test DIFA SS di area trase jalan
Kali Gandong, berikut summary yang diperoleh;
KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan pelaksanaan trial dan juga hasil dari test CBR yang
dilaksanakan, maka diperoleh analisa sebagai berikut;

 Zat aditif DIFA SS dapat digunakan untuk meningkatkan mutu CBR dari
suatu tanah ekspansif. Nilai CBR yang dipersyartkan di dalam spesifikasi
adalah 6% dan di pengujian CBR 7 hari diperoleh rata-rata nilai CBR
sebesar 13,685%.
 Dalam aplikasi penggunaan DIFA SS sebagai soil stabilizer dibutuhkan
alat berat yang sesuai untuk pencampuran semua bahan-bahan.
Penggunaan Rotary Mixer lebih sesuai daripada Excavator agar proses
pencampuran bisa homogen. Hal ini untuk memastikan homogenitas
dari pencampuran semua bahan untuk mendapatkan pemadatan optimal.
 Perlu dilakukan monitoring terhadap kadar air optimum lapangan, sesuai
requirement.
FILA TABLE
Fact Issue Learning Action
DIFA Soil Stabilizer DIFA Soil Stabilizer DIFA SS akan Jika ingin mengurangi
(DIFA SS) digunakan (DIFA SS) tidak bekerja mengurangi jumlah semen untuk
sebagai bahan kimia sendiri, tetapi lebih penggunaan jumlah penstabil tanah pada
penstabil tanah. mengefektifkan ikatan semen yang terpakai, konstruksi jalan, maka
semen-tanah. memiliki karakteristik gunakanlah DIFA SS.
teknik yakni nilai CBR
yanng jauh lebih baik
dibanding semen-tanah.

Konstruksi jalan Nilai minimal yang Konstruksi jalan dengan Pembangunan


mengunakan DIFA SS dapat dihemat adalah menggunakan DIFA SS konstruksi jalan akan
dipastikan lebih murah. 10% - 40%. lebih murah bila lebih murah jika
dibandingkan dengan menggunakan DIFA SS.
konstruksi jalan
konveksi yakni dengan
menggunakan batu.
Fact Issue Learning Action

Keunggulan DIFA SS Nilai CBR yang Teknik pengaturan nilai Peningkatan mutu CBR
dapat digunakan untuk dipersyaratkan di dalam CBR adalah dengan akan mengurangi tebal
meningkatkan mutu dpesifikasi adalah 6%. memperbaiki gradasi konstruksi lapis keras.
CBR. tanah dan penggunaan
semen.
Pengaplikasian DIFA SS Penggunaan Rotary Hal ini untuk Dalam penggunaan
dibutuhkan alat berat Mixer lebih sesuai memastikan DIFA SS dibutuhkan
yang sesuai untuk daripada Excavator agar homogenitas dari alat berat.
pencampuran semua proses pencampuran pencampuran semua
bahan-bahan. bisa homogen. bahan untuk
mendapatkan
pemadatan optimal.