Anda di halaman 1dari 10

A.

PENGERTIAN KONSTITUSI
Konstitusi pada dasarnya memiliki pengertian luas, yaitu
keseluruhan peraturan baik tertulis maupun tidak tertulis yang
mengatur secara mengikat mengenai cara penyelenggaraan suatu
pemerintahan.
Secara bahasa istilah konstitusi berasal dari kata constituer
(Prancis) yang berarti membentuk. Maksudnya yaitu membentuk,
menata, dan menyusun suatu negara. Demikian pula dalam bahasa
Inggris kata constitute dapat berarti mengangkat, mendirikan atau
menyusun. Dalam bahasa Belanda, istilah konstitusi dikenal
dengan sebutan gronwet yang berarti undang-undang dasar.
• Dalam arti luas, merupakan suatu keseluruhan aturan dan
ketentuan dasar (hukum dasar yang meliputi hukum dasar
tertulis dan hukum dasar tidak tertulis yang mengatur
mengenai suatu pemerintahan yang diselenggarakan di dalam
suatu negara;
• Dalam arti sempit, merupakan undang-undang dasar, yaitu
suatu dokumen yang berisi aturan-aturan dan ketentuan-
ketentuan yang bersifat pokok dari ketatanegaran suatu
negara.
Unsur – unsur konstitusi
Unsur-unsur/isi konstitusi diantaranya harus
memuat:
• bentuk negara
• bentuk pemerintahan
• alat-alat perlengkapan negara
• tugas alat-alat perlengkapan negara
• hubungan tata kerja alat perlengkapan negara
• hak dan kewajiban warga negara
• pembagian kekuasaan negara
• sistem pemerintah negara
Macam – macam Konstitusi
1) Konstitusi tertulis dan konstitusi tidak tertulis (written constitution and unwritten
constitution). Suatu konstitusi disebut tertulis bila berupa suatu naskah (Doumentary
Constitution), sedangkan konstitusi tidak tertulis tidak berupa suatu naskah (Non-
Doumentary Constitution) dan banyak di pengaruhi oleh tradisi konvensi. Contoh
konstitusi Inggris yang hanya berupa kumpulan dokumen.
2) Konstitusi fleksibel dan konstitusi rigid (flexible and rigid constitution).
Pengertian konstitusi fleksibel adalah konstitusi yang di amandemen tanpa adanya
prosedur khusus sedangkan konstitusi yang kaku adalah konstitusi yang mensyaratkan
suatu adanya prosedur khusus dalam melakukan amandemen. Dikatakan konstitusi itu
flexible apabila konstitusi itu memungkinkan adanya perubahan sewaktu-waktu sesuai
perkembangan masyarakat (contoh konstitusi Inggris dan Selandia baru). Sedangkan
Pengertian konstitusi rigid apabila konstitusi itu sulit diubah sampai kapan pun (contoh
: USA, Kanada, Indonesia dan Jepang). Ciri-ciri konstitusi fleksibel :
• Sifat elastis, artinya dapat disesuaikan dengan mudah
• Dinyatakan dan dilakukan perubahan adalah mudah seperti mengubah undang-
undang
• Ciri ciri Konstitusi rigid mempunyai ciri-ciri pokok, antara lain:
• Memiliki tingkat dan derajat yang lebih tinggi dari undang-undang
• Hanya dapat diubah dengan tata cara khusus/istimewa
• 3) Konstitusi derajat tinggi dan konstitusi derajat tidak
derajat tinggi (Supreme and not supreme constitution).
Konstitusi derajat tinggi, konstitusi yang mempunyai
kedudukan tertinggi dalam negara (tingkatan peraturan
perundang-undangan). Sedangkan konstitusi tidak derajat
tinggi ialah konstitusi yang tidak mempunyai kedudukan
serta derajat seperti konstitusi derajat tinggi.

• 4) Konstitusi Negara Serikat dan Negara Kesatuan (Federal


and Unitary Constitution).
Bentuk negara akan sangat menentukan konstitusi negara
yang bersangkutan. Dalam suatu negara serikat terdapat
pembagian kekuasaan antara pemerintah federal (Pusat)
dengan negara-negara bagian. Hal itu diatur di dalam
konstitusinya. Pembagian kekuasaan seperti itu tidak diatur
dalam konstitusi negara kesatuan, karena pada dasarnya
semua kekuasaan berada di tangan pemerintah pusat.
• 5) Konstitusi Pemerintahan Presidensial dan pemerintahan
Parlementer (President Executive and Parliamentary Executive
Constitution).
Ciri ciri Konstitusi sistem pemerintahan presidensial (strong)
terdapat ciri-ciri antara lain:
• Presiden memiliki kekuasaan nominal sebagai kepala negara, tetapi
juga memiliki kedudukan sebagai Kepala Pemerintahan
• Presiden dipilih langsung oleh rakyat atau dewan pemilih
• Presiden tidak termasuk pemegang kekuasaan legislatif dan tidak
dapat memerintahkan pemilihan umum.
• Ciri ciri Konstitusi sistem pemerintahan parlementer memiliki ciri-
ciri (Sri Soemantri) :
• Kabinet dipimpin oleh seorang Perdana Menteri yang dibentuk
berdasarkan kekuatan yang menguasai parlemen
• Anggota kabinet sebagian atau seluruhnya dari anggota parlemen
• Presiden dengan saran atau nasihat Perdana menteri dapat
membubarkan parlemen dan memerintahkan diadakan pemilihan
umum.
Tujuan Konstitusi
• Tujuan konstitusi yaitu:
• Membatasi kekuasaan penguasa agar tidak bertindak
sewenang – wenang maksudnya tanpa membatasi
kekuasaan penguasa, konstitusi tidak akan berjalan
dengan baik dan bisa saja kekuasaan penguasa akan
merajalela Dan bisa merugikan rakyat banyak
• Melindungi HAM maksudnya setiap penguasa berhak
menghormati HAM orang lain dan hak memperoleh
perlindungan hukum dalam hal melaksanakan haknya.
• Pedoman penyelengaraan negara maksudnya tanpa
adanya pedoman konstitusi negara kita tidak akan
berdiri dengan kokoh
Konstitusi yang Pernah Berlaku di Indonesia :
• 1. UUD 1945 (18 Agustus 1945-27 Desember
1949)
• 2. Konstitusi Republik Indonesia Serikat.(27
Desember 1949-17 Agustus 1950)
• 3. UUDS 1950 (17 Agustus 1950-5 Juli 1959).
• 4. UUD’45 setelah amandemen I-IV
• SEJARAH LAHIRNYA KONSTITUSI DI INDONESIA
Sebagai Negara yang berdasarkan hukum, tentu saja Indonesia
memiliki konstitusi yang dikenal dengan undang-undang dasar
1945. Eksistensi Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi
di Indonesia mengalami sejarah yang sangat panjang hingga
akhirnya diterima sebagai landasan hukum bagi pelaksanaan
ketatanegaraan di Indonesia. Dalam sejarahnya, Undang-Undang
Dasar 1945 dirancing sejak 29 Mei 1945 sampai 16 Juni 1945
oleh badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan
Indonesia (BPUPKI) atau dalam bahasa jepang dikenal dengan
dokuritsu zyunbi tyoosakai yang beranggotakan 21 orang,
diketuai Ir. Soekarno dan Drs. Moh, Hatta sebagai wakil ketua
dengan 19 orang anggota yang terdiri dari 11 orang wakil dari
Jawa, 3 orang dari Sumatra dan masing-masing 1 wakil dari
Kalimantan, Maluku, dan Sunda kecil. Badan tersebut (BPUPKI)
ditetapkan berdasarkan maklumat gunseikan nomor 23
bersamaan dengan ulang tahun Tenno Heika pada 29 April 1945.