Anda di halaman 1dari 42

PERENCANAAN STRUKTUR

BANGUNAN GEDUNG
Pembebanan
BEBAN YANG BEKERJA PADA STRUKTUR

Beban yang bekerja pada struktur dikelompokkan


menjadi dua bagian, yaitu:
 Beban vertikal meliputi beban mati dan beban hidup
 beban horisontal dalam hal ini yaitu berupa beban
gempa dan beban angin
BERDASARKAN DISTRIBUSI/ PENYEBARAN
BEBAN :
 BEBAN MERATA
BEBAN MERATA PADA SELURUH BIDANG
PEMBEBANAN DAN BESARNYA SAMA.
 AIR DALAM KOLAM, ANGIN, ORANG
DALAM GEDUNG PERTEMUAN, DST.

 BEBAN TERPUSAT / TITIK


DIAM  PEKERJA PD SAAT KONSTRUKSI,
BEBAN PADA KOLOM
BERJALAN  BEBAN GANDAR PADA
KENDARAAN, KRAN PENGANGKAT BARANG
BEBAN VERTIKAL

• Beban mati merupakan semua berat sendiri gedung


dan segala unsur tambahan yang merupakan bagian
yang tak terpisahkan dari gedung tersebut. Sesuai SNI
1727:2013, yang termasuk beban mati adalah seperti
dinding, lantai, atap, plafon, tangga dan finishing.
• Beban hidup merupakan semua beban yang terjadi
akibat penghunian atau penggunaan suatu gedung,
termasuk beban-beban pada lantai yang berasal dari
barang-barang yang dapat berpindah. Beban hidup pada
lantai gedung diambil menurut SNI 1727:2013 seperti
terlihat pada Tabel berikut:
TABEL BERAT MATERIAL
BEBAN GEMPA
Beban gempa merupakan beban yang timbul
akibat pergerakan tanah dimana struktur tersebut
berdiri. Terdapat beberapa metode analisa
perhitungan besarnya beban gempa yang bekerja
pada struktur gedung.
Analisis gempa statik ekuivalen
Metode ini digunakan untuk menganalisa beban
gempa pada struktur beraturan dimana beban
yang bekerja merupakan hasil penyederhanaan
dan modifikasi pergerakan tanah. Beban tersebut
bekerja pada suatu pusat massa lantai-lantai
struktur gedung.
Analisa dinamis
• Analisa modal
Metode ini dipakai untuk menyelesaikan analisa dinamik suatu struktur dengan
syarat bahwa respon spectrum masih elastis dan struktur mempunyai standar mode
shape.
• Analisa respons spectrum

Merupakan suatu analisis dengan menentukan respons dinamik struktur gedung yang
berperilaku elastis penuh terhadap pengaruh suatu gempa. Metode ini merupakan
suatu pendekatan terhadap beban gempa yang mungkin terjadi. Menurut SNI
1726:2012, respons spektrum adalah suatu diagram hubungan antara percepatan
respons maksimum suatu sistem satu derajat kebebasan (SDK) akibat gempa tertentu,
sebagai fungsi dari faktor redaman dan waktu getar alami.
• Analisa riwayat waktu (time history analysis)

Merupakan suatu analisis dalam menentukan riwayat waktu respons dinamik


struktur gedung yang berperilaku elastik penuh (linier) maupun elastik-plastis (non-
linier) terhadap pergerakan tanah akibat gempa rencana.
PENENTUAN BEBAN GEMPA
• Untuk struktur gedung sederhana dan
beraturan, penentuan beban gempa dapat
dipakai Analisa statik ekuivalen.
• Menurut pasal 7.3.2 SNI 1726:2012, struktur
bangunan gedung dapat diklasifikasikan
berdasarkan pada konfigurasi horisontal dan
vertikal dari struktur bangunan gedung, yaitu
sebagai berikut :
Ketidakberaturan
• Ketidakberaturan horisontal
Struktur bangunan gedung yang mempunyai satu atau lebih tipe
ketidakberaturan seperti yang terdaftar dalam Tabel 2.2 harus
dianggap mempunyai ketidakberaturan struktur horisontal.
Struktur-struktur yang dirancang untuk kategori desain seismik
sebagaimana yang terdaftar dalam Tabel 2.2 harus memenuhi
persyaratan dalam pasal-pasal yang dirujuk dalam tabel itu.

• Ketidakberaturan vertikal
Struktur bangunan gedung yang mempunyai satu atau lebih tipe
ketidakberaturan seperti yang terdaftar dalam Tabel 2.3 harus
dianggap mempunyai ketidakberaturan vertikal.Struktur-struktur
yang dirancang untuk kategori desain seismik sebagaimana yang
terdaftar dalam Tabel 2.3 harus memenuhi persyaratan dalam
pasal-pasal yang dirujuk dalam tabel.
Gambar ketidak beraturan torsi
Arah pembebanan beban statik ekuivalen

 Dalam perencanaan struktur gedung, arah utama


pengaruh gempa rencana harus ditentukan
sedemikian rupa, sehingga memberikan pengaruh
terbesar terhadap unsur-unsur subsistem dan
sistem secara keseluruhan.
 Pengaruh pembebanan gempa dalam arah utama
yang ditentukan menurut ketentuan diatas harus
dianggap efektif 100% dan harus dianggap terjadi
bersamaan dengan pengaruh pembebanan gempa
dalam arah tegak lurus pada arah utama
pembebanan tadi, tetapi efektifitas 30%.
Nilai Beban gempa nominal statik ekuivalen
 Geser dasar seismik, V , dalam arah yang ditetapkan harus ditentukan
sesuai dengan persamaan berikut :
V = Cs . W
 Gaya gempa lateral (Fx) yang timbul di semua tingkat harus ditentukan dari
persamaan berikut :
Waktu Getar Alami
Periode fundamental pendekatan (Ta) dalam detik, harus ditentukan dari persamaan :

Periode fundamental maksimal (Tmax) dalam detik, dapat ditentukan dari persamaan berikut :
Jika salah satu syarat dalam analisa beban statik
ekuivalen tidak dapat dipenuhi maka dalam
analisa beban gempa harus menggunakan analisa
dinamis dan salah satunya dengan menggunakan
analisa respons spektrum.
KOMBINASI PEMBEBANAN
A B C D

4
A B C D

3m

6m

4
A B C D

3m

6m

4
Lantai Dasar Lantai 2