Anda di halaman 1dari 17

BENTUK DAN STRATEGI USAHA

PERJUANGAN BANGSA INDONESIA


MEMPERTAHANKAN
KEMERDEKAAN dari belanda dan
sekutu
RAHMAD ISTIADI
Faktor-Faktor yang Menyebabkan Terjadinya
Konflik Antara Indonesia dengan Belanda

1. Kedatangan Tentara Sekutu Diboncengi oleh


NICA
2. Kedatangan Belanda (NICA) Berupaya untuk
Menegakkan Kembali Kekuasaannya di
Indonesia
1. Kedatangan Tentara Sekutu Diboncengi oleh NICA

1. Semenjak Jepang menyerah kepada Sekutu pada 14


Agustus 1945 secara hukum tidak lagi berkuasa di
Indonesia.
2. Pada 29 September 1945 pasukan Sekutu mendarat
di Indonesia yg bertugas melucuti tentara Jepang.
3. Akan tetapi Sekutu secara diam-diam membawa
orangorang Netherland Indies Civil Administration
(NICA), yakni pegawai-pegawai sipil Belanda maka
bangsa Indonesia curiga dan akhirnya menimbulkan
permusuhan.
2. Kedatangan Belanda (NICA) Berupaya untuk
Menegakkan Kembali Kekuasaannya di Indonesia

• NICA berusaha mempersenjatai kembali KNIL


(Koninklijk Nerderlands Indisch Leger, yaitu
Tentara Kerajaan Belanda yang ditempatkan di
Indonesia).
• kenyataannya pasukan Sekutu sering membuat
hura-hara dan tidak menghormati kedaulatan
bangsa Indonesia. Gerombolan NICA sering
melakukan teror terhadap pemimpin-pemimpin
kita.
BENTUK PERHUANGAN BANGSA INDONESIA DALAM MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN
DENGAN KEKUATAN SENJATA
Pertempuran Surabaya 10
November 1945
• Pada tanggal 9 November 1945 komandan tentara Sekutu
mengeluarkan ultimatum sehubungan meninggalnya tentara
Sekutu dari Inggris bernama Brigjen A.W.S. Mallaby. Isi
ultimatum tersebut adalah “Semua pimpinan dan orang
Indonesia yang bersenjata harus menyerahkan diri selambat-
lambatnya tanggal 10 November 1945 pukul 06.00.” Ternyata
rakyat Surabaya tidak menggubris sama sekali ultimatum
tersebut. Berbekal kebenaran dan keadilan dengan semangat
membela dan mempertahankan kemerdekaan rakyat
Surabaya bertempur pantang menyerah. Dalam pertempuran
ini arek-arek Surabaya dipimpin oleh Bung Tomo dan
Gubernur Jawa Timur R.A. Suryo
.
Pertempuran Ambarawa 20 November s.d.
15 Desember 1945

• Pasukan Sekutu dengan berbagai cara bermaksud membantu


NICA untuk menjajah kembali Indonesia. Sehingga
pertempuran hebat meletus di Ambarawa, dan menewaskan
Komandan Resimen Banyumas yang bernama Letkol Isdiman.
Pada tanggal 12-15 Desember Letkol Isdiman 1945
pertempuran bertambah seru, sehingga Panglima Divisi
Banyumas, Kolonel Sudirman mengambil alih pimpinan,
pasukan diusir dan melarikan diri ke Semarang. Kemudian
setiap tanggal 15 Desember diperingati sebagai Hari Infanteri.
Pertempuran Medan Area 1
Desember 1945
• Pada tanggal 9 Oktober 1945 pasukan Sekutu yang
diboncengi NICA mendarat di Medan. Mereka mencoba
merebut seluruh kota Medan dan sekitarnya. Rongrongan
pasukan Sekutu tersebut tidak dibiarkan, maka pada
tanggal 13 Oktober 1945 meletus pertempuran besar
yang disebut Pertempuran Medan Area. Insiden terjadi di
hotel Jalan Bali, Medan tanggal 13 Oktober 1945. Saat itu
seorang penghuni hotel (pasukan NICA) merampas dan
menginjak-injak lencana Merah Putih yang dipakai pemuda
Indonesia. Hal ini mengundang kemarahan para pemuda.
Akibatnya terjadi perusakan dan penyerangan terhadap hotel
yang banyak dihuni pasukan NICA. Pada tanggal 1 Desember
1945, pihak Sekutu memasang papanpapan yang bertuliskan
Fixed Boundaries Medan Area di berbagai sudut kota Medan.
Sejak saat itulah Medan Area menjadi terkenal. Pasukan Inggris
dan NICA mengadakan pembersihan terhadap unsur Republik
yang berada di kota Medan.
Perlawanan westerling pada tanggal 7-25 Desember 1947

• Disebut sebagai Peristiwa Westerling, karena pasukan Belanda


dipimpin Kapten Raymond Westerling mengadakan Kapten
Raymond Westerling pembunuhan massal terhadap rakyat
Sulawesi Selatan pada tanggal 7-25 Desember 1947. Salah
satu korban keganasan Westerling adalah gugurnya Wolter
Monginsidi
BENTUK PERHUANGAN BANGSA INDONESIA DALAM
MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DENGAN cara diplomasi
Linggar Jati
Dilakukan pada tanggal 10 November 1946 di Linggarjati,Cirebon.
Indonesia diwakili oleh PM Sutan Syahrir
Belanda diwakili oleh Prof. Scermerhorn
Inggris oleh Lord Killearn, seorang diplomat
Hasil perundingan linggar jati:
1. Belanda mengakui secara de facto Republik Indonesia meliputi Jawa,
Madura, dan Sumatra.
2. Republik Indonesia dan Belanda akan bekerja sama membentuk
Negara Indonesia Serikat, dengan nama Republik Indonesia
Serikat, yang salah satu negara bagiannya adalah Republik
Indonesia.
3. Republik Indonesia Serikat dan Belanda akan membentuk Uni
Indonesia Belanda dengan Ratu Belanda sebagai ketuanya
KTN
• Pada tanggal 25 agustus 1947, dewan keamanan PBB
membentuk suatu komisi yang akan menjadi penengah
konflik antara indonesia dan belanda. Nama komisi ini adalah
Komisi Tiga Neagara (KTN). Disebut demikian karena komisi
tersebut beranggotakan 3 negara, yaitu indonesia memilih
Australia, belanda memilih belgia, dan Amerika serikat
diwakili oleh Dr. Frank Graham. Adapun tugas KTN di indonesia
adalah untuk menyelesaikan maslah indonesia dan belanda.
Renville
• Atas usul KTN, perundingan dilakukan di atas sebuah kapal
pengangkut pasukan Angkatan Laut Amerika Serikat “USS Renville”
yang berlabuh di teluk Jakarta. Delegasi yang hadir dalam perjanjian
Renville. Delegasi Republik Indonesia dipimpin oleh Mr. Amir
Syarifuddin.Delegasi Belanda dipimpin oleh Abdulkadir Wijoyoatmojo,
orang Indonesia yang memihak
Perundingan Renville menghasilkan kesepakatan sebagai berikut.:
• Penghentian tembak-menembak.
• Daerah-daerah di belakang garis Van Mook harus dikosongkan dari
pasukan RI.
• Belanda bebas membentuk negara-negara federal di daerah-daerah
yang didudukinya dengan melalui plebisit terlebih dahulu.
• Dalam Uni Indonesia- Belanda, negara Indonesia Serikat akan
sederajat dengan Kerajaan Belanda.
Roem Royen
Pada tanggal 17 April dimulailah perundingan pendahuluan di Jakarta yang
diketuai oleh Merle Cohran, wakil Amerika Serikat dalam UNCI. Dalam
perundingan-perundingan selanjutnya delegasi Indonesia diperkuat oleh Drs.
Moh. Hatta dan Sri Sultan hamengkubuwono IX.Setelah melalui perundingan
yang berlarut-larut, akhirnya pada tanggal 7 Mei 1949 tercapai persetujuan,
yang kemudian dikenal dengan nama “Roem-Royen Statements”. Isi
persetujuan itu adalah sebagai berikut.
• Delegasi Indonesia menyatakan kesediaan Pemerintah Republik Indonesia
untuk:
• perintah kepada “pengikut Republik yang bersenjata” untuk menghentikan
perang gerilya
• bekerja sama dalam mengembalikan perdamaian dan menjaga ketertiban
dan keamanan
• turut serta dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag, dengan maksud
untuk mempercepat “penyerahan” kedaulatan yang sungguh dan lengkap
kepada NegaraIndonesia Serikat dengan tidak bersyarat
KMB
Dalam KMB terdapat masalah-masalah yang sulit dipecahkan, beberapa
masalah itu adalah sebagai berikut.
• Masalah istilah pengakuan kedaulatan dan penyerahan kedaulatan.
Indonesia menghendaki penggunaan istilah pengakuan kedaulatan,
sedangkan Belanda menghendaki istilah penyerahan kedaulatan.
• Masalah Uni Indonesia-Belanda. Indonesia menginginkan agar sifatnya
hanya kerja sama yang bebas tanpa adanya organisasi permanen.
Sedangkan Belanda menginginkan kerja sama yang luas dengan organisasi
yang luas pula
• Masalah hutang. Indonesia hanya mengakui hutang-hutang Hindia-Belanda
sampai menyerahnya Belanda kepada Jepang. Sebaliknya Belanda
berpendapat bahwa Indonesia harus mengambil alih semua kekayaan
maupun hutang Hindia belanda sampai saat itu, termasuk biaya perang
kolonial terhadap Indonesia
Penyerahan kedaulatan
• Untuk mempersiapkan pembentukan negara RIS, pada tanggal
15-16 Desember 1949, Moh. Roem memimpin sidang Panitia
Pemilihan Nasional (PPN) di Jakarta. Keputusan sidang PPN
yaitu:
• memilih Ir.Soekarno sebagai Presiden RIS dan Drs. Moh.Hatta
sebagai wakilnya
• sebagai pemangku jabatan (acting) Presiden Republik
Indonesia yaitu Mr.Asaat.
• Pengakuan kedaulatan dilaksanakan tanggal 27 Desember
1949 di tiga tempat, yaitu di Belanda, Jakarta, dan Yogyakarta.
TERIMAKASIH