Anda di halaman 1dari 33

HORDEOLUM INTERNUM ODS

Oleh:
ZUHARMITA
G1A215034

PEMBIMBING:
dr. Gita Mayani, Sp.M

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS JAMBI
2017
Pendahuluan
 Hordeolum  peradangan supuratif kelenjar kelopak mata,
biasanya disebabkan oleh stafilokokus dan streptokokus.

 2 bentuk hordeolum hordeolum internum dan eksternum.

 gejala  radang kelopak mata bengkak, terasa mengganjal,


kemerahan disertai nyeri jika ditekan.

 Pengobatan tindakan konservatif maupun operatif.


Laporan Kasus
Identitas Pasien
 Nama : ny. D
 Umur : 26 tahun
 Jenis Kelamin : Perempuan
 Agama : Islam
 Bangsa : Indonesia
 Pekerjaan : IRT
 Alamat : jl. S Hasan udin, Rt 25 Talang Bakung
Anamnesis

Keluhan utama :
Bengkak di kelopak mata kanan dan kiri sejak ±
5 bulan yang lalu.
Riwayat Penyakit Sekarang

Pasien datang ke poliklinik mata RSU H. Abdul Manap


dengan keluhan bengkak di kelopak mata kanan bagian bawah
dan kelopak mata kiri bagian atas dan bawah sejak ± 5 bulan
yang lalu.

Awalnya timbul benjolan kecil seperti jerawat yang terasa


nyeri bila ditekan dan gatal kemudian semakin lama semakin
membesar sehingga kelopak mata kiri atas merah dan bengkak
dan berisi nanah. Kemudian ± 4 bulan yang lalu pasien disarankan
untuk dilakukan operasi untuk mengeluarkan nanahnya.
Kemudian setelah dilakukan operasi keluhan bengkak pada
mata berkurang namun beberapa minggu kemudian timbul
kembali bengkak pada kelopak mata kanan bagian bawah dan
kelopak kiri bagian atas dan bawah yang terasa gatal, merah (+)
dan nyeri bila ditekan, mata berair disangkal.

Pasien mengatakan bahwa keluhan seperti ini sudah


berlangsung sejak ± 5 bulan yang lalu, keluhan dirasakan terus
menerus. Pasien juga mengatakan pasien jarang membersihkan
muka.
Riwayat Pengobatan Sebelumnya
 Pasien rajin untuk kontrol ke poli dan pernah dioperasi di Rs. Royal

Riwayat Penyakit Dahulu


 Riwayat dengan keluhan yang sama (-)
 Riwayat Trauma (-)
 Riwayat Alergi (-)

Riwayat Penyakit Dalam Keluarga


 - riwayat dengan penyakit yang sama dikeluarga pasien disangkal

Keadaan Sosial Ekonomi


 Ekonomi pasien tergolong dalam ekonomi yang menengah ke atas
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
Kepala : Normocephal
 Keadaan Umum : Baik
Mata : Status Oftalmologi
 Kesadaran : Compos THT : Tidak ada keluhan
Mentis Mulut : Tidak ada keluhan
 Tanda Vital : Leher : Tidak ada keluhan
Tekanan Darah: 110/80 Thoraks : Tidak ada keluhan
mmHg Abdomen : Tidak ada keluhan
Nadi : 80 x/menit Ekstremitas : Tidak ada
keluhan
RR : 20 x/menit
Suhu : 36,5ᵒ C
Status Oftalmologi
DIAGNOSIS • Hordeolum Internum Oculi
KERJA Dextra-Sinistra

DIAGNOSIS • Hordeolum Eksternum


BANDING • Kalazion
• Blefaritis

PEMERIKSAAN
• Tidak dilakukan
PENUNJANG
PENATALAKSANAAN
Non Medikamentosa:
1. Kompres hangat 4-6 kali sehari selama 15 menit.
2. Bersihkan kelopak mata dengan air bersih.
3. Jangan menekan atau menusuk hordeolum, hal ini dapat
menimbulkan infeksi yang lebih serius.

Medikamentosa:
1.Amoxicilin tablet 500 mg 3x1.
2. Salep mata Cendo Mycos (Hydrocortisone acetate 0,5 % dan
Chloramphenicol 0,2%) digunakan pada mata yang sakit 3x sehari
PROGNOSIS
 Quo Ad Vitam : Ad Bonam
 Quo Ad Fungsionam : Ad Bonam
 Quo Ad Sanactionam : Ad bonam
Hordeolum

Defenisi:
Hordeolum  infeksi kelenjar pada palpebra
 Kel. Meibom  hordeolum interna.
 kelenjar Zeiss atau Moll hordeolum eksterna
Klasifikasi

Hordeolum Eksternum
 infeksi pada kelenjar Zeiss/Moll dengan penonjolan terutama
ke daerah kulit kelopak.
nanah dapat keluar dari pangkal rambut. Tonjolannya ke arah
kulit, ikut dengan pergerakkan kulit dan mengalami supurasi,
memecah sendiri ke arah kulit.
 Hordeolum Internum
 infeksi kelenjar Meibom, terletak dalam tarsus dengan penonjolan
terutama ke daerah kulit konjungtiva tarsal.
 ukuran lebih besar
 benjolan menonjol ke arah konjungtiva dan tidak ikut bergerak
dengan pergerakan kulit serta jarang mengalami supurasi dan tidak
memecah sendiri.
Epidemiologi
 Data epidemiologi internasional  jenis penyakit infeksi
kelopak mata yang paling sering ditemukan pada praktek
kedokteran.
 Insidensi tidak tergantung pada ras dan jenis kelamin.

Etiologi
Staphylococcus aureus adalah agen infeksi pada 90-95% kasus
hordeolum.
Patogenesis

pembentukan nanah
pengecilan lumen dan mencetuskan infeksi
dalam lumen kelenjar
statis hasil sekresi sekunder oleh
oleh infeksi
kelenjar Staphylococcus aureus
Staphylococcus aureus.

secara histologis akan


tampak gambaran abses,
pembentukan nanah
dengan ditemukannya
dalam lumen kelenjar
PMN dan debris
nekrotik.
Manifestasi Klinis
 Gejala subyektif  mengganjal pada kelopak mata,
bertambah kalau menunduk dan nyeri bila ditekan.

 Gejala obyektif  tampak suatu benjolan pada kelopak


mata atas/bawah yang berwarna merah dan sakit bila
ditekan di dekat pangkal bulu mata.

 Hordeolum eksternum  penonjolan terutama ke


daerah kelopak, nanah dapat keluar dari pangkal rambut.
 Hordeolum internum  penonjolan terutama ke
daerah konjungtiva tarsal, dan biasanya berukuran lebih
besar dibandingkan hordeolum eksternum.

 Dapat disertai pseudoptosis atau ptosis akibat


bertambah beratnya kelopak sehingga sukar diangkat.

 Kadang disertai dengan pembesaran kelenjar preaurikel


dan secara umum gambaran ini sesuai dengan suatu abses
kecil.
Diagnosis
 Diagnosis hordeolum ditegakkan berdasarkan gejala dan
tanda klinis yang muncul pada pasien dan dengan
melakukan pemeriksaan mata berupa inspeksi dan palpasi
kelopak mata.
Penatalaksanaan
Biasanya hordeolum dapat sembuh sendiri dalam waktu 5-7 hari.

Non Farmakologi
1) Kompres hangat 4-6 kali sehari selama 15 menit tiap kalinya
untuk membantu drainase. Lakukan dengan mata tertutup.
2) Bersihkan kelopak mata dengan air bersih ataupun dengan
sabun atau sampo yang tidak menimbulkan iritasi.
3) Jangan menekan atau menusuk hordeolum.
4) Hindari pemakaian make-up pada mata, karena kemungkinan
hal itu menjadi penyebab infeksi.
5) Jangan memakai lensa kontak karena dapat menyebarkan
infeksi ke kornea.
Farmakologi Pembedahan
1) Antibiotik Topikal Bila dengan pengobatan
Bacitracin atau tobramicin salep tidak berespon dengan
mata diberikan setiap 4 jam baik.
selama 7-10 hari. Dapat juga 1) Hordeolum internum
diberikan eritromisin salep mata dibuat insisi pada
untuk kasus hordeolum
daerah fluktuasi pus,
eksterna dan hordeolum
interna yang ringan.
tegak lurus pada margo
palpebra.
2) Antibiotik Sistemik
2)Hordeolum eksternum
Diberikan bila terdapat tanda-
tanda bakterimia atau terdapat dibuat insisi sejajar
tanda pembesaran kelenjar limfe dengan margo
di preauricular. palpebra.
Prognosis
Prognosis umumnya baik, karena proses peradangan pada
hordeolum bisa mengalami penyembuhan dengan
sendirinya, selama kebersihan daerah mata dijaga dan
dilakukan kompres hangat pada mata yang sakit serta
terapi yang sesuai.

Perlu diperhatikan walaupun hordeolum tidak berbahaya


dan komplikasinya sangat jarang namun hordeolum sangat
mudah kambuh.
Analisa Kasus
Berdasarkan gejala:
 bengkak di kelopak mata kanan - Pembengkakan
bagian bawah dan kelopak mata - Rasa nyeri pada kelopak mata
kiri bagian atas dan bawah sejak ± -Perasaan tidak nyaman dan sensasi
5 bulan yang lalu. terbakar pada kelopak mata
 kelopak mata merah dan bengkak
Berdasarkan tanda:
dan berisi nanah.
- Eritema
 merah (-) dan nyeri bila ditekan, - Edema
mata berair disangkal. - Nyeri bila di dekatt pangkal bulu mata
 keluhan dirasakan terus menerus. -Seperti gambaran abses kecil
 Pasien juga mengatakan pasien
jarang membersihkan muka.  Hordeolum internum memberikan
penonjolan terutama ke daerah
konjungtiva tarsal, dan biasanya
berukuran lebih besar dibandingkan
hordeolum eksternum
Analisa Kasus
Diagnosis hordeolum ditegakkan
berdasarkan gejala dan tanda klinis
 Berdasarkan hasil anamnesis dan yang muncul pada pasien dan dengan
pemeriksaan fisik mata kanan maka melakukan pemeriksaan mata berupa
dapat ditegakkan hordeolum inspeksi dan palpasi kelopak mata.
internum Oculi Dextra-Sinistra Karena kekhasan hordeolum maka
pemeriksaan penunjang tidak
diperlukan dalam mendiagnosis
penyakit ini.
Analisa Kasus
penatalaksanaan medikamentosa
 Penatalaksanaan pada kasus pada hordeolum diberikan
ini adalah pemberian antibiotik topikal dan sistemik
antibiotik sistemik, serta kortikosteroid sedangkan
kortikosteroid topikal dan untuk penatalaksanaan non
analgetik serta orang tua medikamentosa yaitu diberikan
pasien diminta untuk kompres hangat 4-6 kali sehari
melakukan kompres hangat selama 15 menit, bersihkan
4-6x sehari selama 15 menit kelopak mata dengan air bersih
dan jangan menekan atau
menusuk hordeolum karena hal
ini dapat menimbulkan infeksi
yang lebih serius.
TERIMAKASIH