Anda di halaman 1dari 30

PRESENTASI KASUS

Hipertiroid

RS KARTIKA MEDICAL CENTER


SUKABUMI
Kasus , 36 Tahun

 Keluhan utama : Px. merasa lemas sejak + 2 hari


SMRS.
 RPS : Pasien datang ke poli penyakit dalam jam
11.00 WIB, tanggal 10/06/2017 dengan keluhan
badan terasa lemas sejak + 2 hari SMRS. Sering
merasa panas dan gerah. Sering merasa
gemetaran. Jantung terasa berdebar – debar
(jarang). Ada benjolan di leher sejak 4 bulan ini.
Sudah pernah berobat ke dokter bedah dan
disarankan untuk dioperasi, tetapi pasien menolak.
Px. merasa BB menurun walaupun sudah makan
banyak. Demam (-), muntah (-), BAB (+) normal,
Kasus ...
 Os merupakan pasien hipertiroid jalan
pengobatan 2 bulan ini tidak teratur minum
obat.
 RPD
– Riw asma disangkal
– Riw HT (-)
– Riw DM (-)
Kasus ...
KU : TSS
Kesadaran : CM
(GCS 15) Jantung : BJ I/II reguler, g
(-), m (-)
TTV
Pulmo : Sp : Vesikuler,
› TD : 120/70
+/+, rh -/-, wh -/-
mmHg
Abd : soepel, BU (+)
›N : 80x/menit
normal
› RR : 20 x/menit
Ekstremitas : Sup. : hangat
›S : 36,3 °C
Inf. : hangat
› SpO2 : 99%
Kasus ... Pemeriksaan Penunjang
• Darah Rutin
(Dari klinik rawat inap Permata (Ciaul)
tanggal 07 Juni 2017)
Hematologi Rutin • Fungsi Hati
• Hb : 9,7 g/dL (Diperiksa di Laboratorium RS KMC
• Hematokrit : 34,0 % tgl 10 Juni 2017)
• Leukosit : 6000 u/l • Paket Protein
• Trombosit : 354.000 u/l • Protein total : 8.4 g/dl
• Albumin : 4.5 g/dl
Lemak Darah
• Globulin : 3.9 g/dl
• Cholestrol total : 136 mg/dl
• Trigliserida : 90 mg/dl
• SGOT : 21.00 U/L
• SGPT : 17.00 U/L
Elektrolit • GDS : 83 mg/dl
• Calsium total : 8.0 mg/dl (8.4 – 10.2
mg/dl) • Pemeriksaan Urinalisa : Dalam
Batas Normal
Hormon Tiroid
• T3 : 2. 435 ng/mL (0.8 – 2.1 ng/mL)
• TsHs : 0. 30 uUL/mL (0.4 – 6.0 uU/mL)
Assesement

• Lemas
• Merasa panas dan gerah.
• Sering merasa gemetaran.
• Jantung terasa berdebar – debar
(jarang).
• Ada benjolan di leher sejak 4 bulan ini
• Pasien hipertiroid jalan pengobatan 2
bulan ini tidak teratur minum obat.
• Diagnosis Kerja
– Hipertiroid + Hipokalsemia +
Anemia
Penatalaksanaan
• IVFD NaCl 0.9% + ca. Glukonas
1 amp = 14 tpm
• Thyrozol 1x1
• Maltofer 1x1
• Pantoprazol 1x1
• Lab. Ca post koreksi kalsium
Follow Up (11 Juni 2017)
• KU : ps masih merasa lemas
– Kesadaran : CM (GCS 15)
– TTV
• TD : 110/70 mmHg
• N : 70 x/menit
• RR : 20 x/menit
• T : 36.2
– Akral hangat pada ekstremitas sup
et inf

• Hasil lab. Kalsium post koreksi :


7.44 mg/dl
 Drip ca glukonas 1x lagi dalam NaCl
0.9% 500cc 14 tpm
Follow Up (12 Juni 2017)
KU : ps masih merasa linu dan
lemas Pasien diperbolehkan pulang,
–Kesadaran : CM (GCS 15) lanjut kontrol poli, obat
pulang :
–TTV
Tyrozol tab 1x1
TD : 120/80 mmHg
Propanolol tab 2x1
N : 80 x/menit
Lanzoprazole tab 1x1
RR : 20 x/menit
Bio – cal gr caps 1x1
T : 36.3
–Akral hangat pada
ekstremitas sup et inf

Hasil lab. Kalsium post


koreksi : 9.2 mg/dl
Drip ca glukonas tidak lagi
PEMBAHASAN
HIPERTIROID
Definisi

 Hipertiroid suatu kondisi dimana terjadi


peningkatan jumlah produksi hormon tiroid
dalam tubuh.

 Dengan kata lain kelenjar tiroid bekerja lebih


aktif, dinamakan dengan thyrotoksikosis,
dimana berarti terjadi peningkatan level
hormon tiroid yang ekstrim dalam darah.
Fisiologi Patofisiologi
Penemuan klinis dan laboratorium berhubungan dengan
penyebab yang umum dari hipertiroid.
Pada pasien, peningkatan hormon tiroid tidak tampak signifikan
dikarenakan pasien sedang dalam program pengobatan hipertiroid 2
bulan ini, namun pasien mengaku tidak teratur minum obat.
Gejala dan Tanda
Pengobatan Hipertiroid
Tyrozol
Case Komposisi : Thiamazole
Indikasi : Terapi konservatif hipertiroid, persiapan
operasi untuk segala jenis hipertiroid, terapi sebelum
Obat pulang : terapi radiodine.
Pemberian Obat : Berikan sesudah makan.
Tyrozol tab 1x1 FDA : D
Positif ada kejadian yang berbahaya pada janin
Propanolol tab manusia.
Kemasan : Tablet 10 mg & 5mg
2x1
Lanzoprazole tab
Propanolol
1x1 Golongan : Penghambat beta
Indikasi :Hipertensi, Angina dan migrain, Serangan
Bio – cal gr caps jantung akut, Aritmia, tirotoksikosis, takikardia akibat
kecemasan.
1x1 Pemberian Obat : Berikan sesudah makan.
FDA : C, D
PEMBAHASAN
HIPOKALSEMIA
Definisi
Hipokalsemia adalah konsentrasi serum kalsium kurang
dari 8,5 mg/dl.

Ketidakmampuan untuk mengakses simpanan kalsium


tulang akibat disfungsi, supresi, atau pengangkatan
kelenjar paratiriod dapat menimbulkan hipokalsemia.
Selain itu hipokalsemia bisa disebabkan oleh defisiensi
vitamin D, sehingga menyebabkan penurunan absorpsi
kalsium dalam diet. Peningkatan ikatan protein kalsium
serum akibat penurunan H+ dapat menimbulkan
hipokalsemia, karena gagal ginjal dapat menyebabkan
kenaikkan kadar fospat. (Corwin, Elizabeth J, 2009)
Manisfestasi Klinis
Penatalaksaan
• Pengobatan penyebab dasar
• Penggantian kalsium
• Terapi vitamin D dapat dilakukan untuk
meningkatkan absorbsi ion kalsium dari
traktus GI.
• Antasid hidroksida alumunium dapat
diresepkan untuk menurunkan kadar fosfor
yang meningkat sebelum mengobati
hipokalsemia.
• Menigkatkan masukan diet kalsium sampai
setidaknya 1000 hingga 1500 mg/hari pada
orang dewasa sangat di anjurkan ( produk
dari susu; sayuran berdaun hijau, salmon
Penatalaksaan hipokalsemia akut ditentukan oleh derajat dan
kecepatan timbulnya hipokalsemia
• Hipokalsemia ringan (Ca serum 7,5-8,5 mg/dl) yang asimtomatik,
cukup diterapi dengan kalsium oral 500-1000 mg tiap 6 jam disertai
pengawasan yang ketat. Bila terdapat tetani atau kadar kalsium
serum < 7,5 mg/dl, diperlukan pemberian kalsium intravena.
Pemberian kalsium glukonat (90 mg kalsium elemental/10ml ampul)
lebih disukai daripada kalsium sitrat (272 mg kalsium elemental/10
ml ampul) karena tidak iritatif. Mula-mula, dapat diberikan 1-2 ampul
kalsium glukonat dalam 50-100 ml dekstrosa 5% dan diberikan per-
infus 5-10 menit. Dosis ini dapat diulang bila masih didapatkan
gejala hipokalsemia.
• Hipokalsemia yang berat dan persisten dapat diberikan kalsium per-
drip dalam jangka waktu yang lebih lama, misalnya 15 mg/kgBB
kalsium elemental diinfus selama 4-6 jam. Secara praktis dapat
dilakukan dengan melarutkan 10 ampul kalsium glukonat dalam 1
liter dekstrosa 5% dan diinfus dengan kecepatan 50 ml/jam (45 mg
kalsium elemental/jam). Larutan yang lebih pekat dari 200 mg
kalsium elemental/100 ml dekstrosa 5% harus dihindari karena akan
bersifat iritatif terhadap vena maupun jaringan disekitarnya bila
terjadi ekstravasasi. Pada hiperkalsemia berat dan persisten, juga
ca glukonas
Case Komposisi : Calcium Gluconate
Terapi yang didapat : Sediaan : - Intravena : 10% -
Tablet, oral : 50 mg, 500 mg dan 648
(hari rawatan 1) mg
IVFD NaCl 0.9% + ca. - Kapsul, oral : 500 mg
Glukonas 1 amp = 14
tpm
Bio – cal gr caps
(hari rawatan 2) Komposisi :coral ca, natural soy
Drip ca glukonas 1x isoflavone, vit d3, vit k1, mg, zinc,
boron
lagi dalam NaCl
Indikasi : terapi penunjang untuk
0.9% 500cc 14 tpm osteoporosis, sumber kalsium pada
(hari ke 3) BLPL anak dalam masa pertumbuhan serta
pada kehamilan dan laktasi
Obat pulang : Dosis : 1-3 kaplet sehari
Bio – cal gr caps
1x1
Terima Kasih