Anda di halaman 1dari 12

UPAYA KONSERVASI DAN PENGELOLAAN HABITAT

PENYU LAUT MELALUI PEMBANGUNAN


EKOWISATA BERBASIS MASYARAKAT

Oleh : Wahyu Prihanta, Amir Syarifuddin, Ach. Muhib Zainuri


SENASPRO 2016 | Seminar Nasional dan Gelar Produk

Direview oleh :
Yogi Angga Prasetya (20163212115)
Melly Andriyani (20173212096)
Pendahuluan
Penyu merupakan kelompok
hewan purba saat ini dalam kondisi
semakin mendekati kepunahan. Hal ini
disebabkan karena sebagian orang
enganggap penyu adalah salah satu
hewan laut yang memiliki banyak
kelebihan. Selain tempurungnya yang
dapat digunakan untuk cenderamata,
dagingnya dikonsumsi karena dianggap
berkhasiat untuk obat dan ramuan
kecantikan
Sumber : wwf.or.id
Pantai Taman di Desa Hadiwarno Kec. Ngadirojo Kab.
Pacitan memiliki keindahan laut dan sumberdaya alam yang
cukup besar. Berdasarkan pengamatan pada rentang 10 tahun
terakhir, terdapat 4 jenis penyu yang ditemukan mendarat di
sepanjang Pantai Pacitan yaitu penyu hijau (Chelonia mydas),
penyu blimbing (Dermochelys imbricate), penyu sisik
(Eretmochelys imbricate) dan penyu abu-abu (Lepidochelys
olivaceae).
Paradigma konservasi modern tidak hanya
menekankan pada fungsi perlindungan (konservasi),
namun juga harus menyentuh manfaat ekonomi dan
sosial. Untuk itu konservasi penyu yang telah
dilaksanakan dilanjutkan dengan pembangunan
kawasan ekowisata yang bertujuan untuk
meningkatkan perekonomian warga di Kec. Ngadirojo
Kab. Pacitan
Tiga poin penting pada pengembangan ekowisata berbasis
masyarakat adalah:
1) Melakukan perlindungan penyu sebagai aset wisata
2) Pembangunan kawasan ekowisata yang sebagian hasilnya
untuk konservasi
3) Pengembangan ekowisata bersama masyarakat baik
perencanaan, pelaksanaan, modal dan sharing hasil sehingga
masyarakat akan ikut berkembang secara ekonomi dan
sosial, selanjutnya akan merasa ikut memiliki sehingga
semakin kuat kesadaran terhadap konservasi penyu.
Upaya Konservasi
Tujuan konservasi adalah untuk memberikan pengetahuan dan
pemahaman kepada masyarakat tentang kehidupan penyu dan hal-hal yang
terkait dengan keberadaan penyu. Oleh karena itu, tim IbW telah melakukan
beberapa kegiatan antara lain sebagai berikut.
o Pendidikan Masyarakat
Berupa kegiatan penyuluhan yang
bertujuan untuk meningkatkan
pemahaman tentang penyu secara
lengkap meliputi aspek biologi, ekologi
serta upaya-upaya pengelolaan dan
konservasinya
o Difusi Ipteks
1. Tempat penetasan telur (hatcheries)
2. Kolam pembesaran tukik
3. Kolam pembesaran penyu
4. Fasilitas penunjang wisata:
– Fasilitas kantor konservasi
– Kolam renang air tawar
– Arboretum plasmanutfah
tumbuhan langka Indonesia
– Flying fox terpanjang nasional 467
meter
– Kemudahan akses jalan ke lokasi
o Pelatihan
Kegiatan berupa teknik pengelolaan konservasi penyu antara lain:
a) teknis pemantauan penyu bertelur dan penetasan telur secara alami
b) teknis penangkaran (mulai dari kegiatan pemindahan telur,
penetasan semi alami, pemeliharaan tukik hingga pelepasan tukik)
c) teknik monitoring atau pemantauan penyu (meliputi pemantauan
terhadap telur dan sarang telur, tukik dan penyu yang bertelur)
d) teknik pembinaan habitat (meliputi teknik pembinaan habitat alami
dan teknis pembinaan habitat semi alami), dan
e) teknik pengelolaan wisata berbasis penyu.
Kegiatan Evaluasi
1) Penilaian terhadap penetapan ekowisata di Pantai Taman
2) Bagaimana konsep pengelolaan ekowisata berbasis penyu
dengan tetap memperhatikan perlindungan terhadap
kelestarian lingkungan, dampak negatif minimum, kontribusi
terhadap ekonomi lokal, dan pemberdayaan masyarakat
setempat.
Dampak
Positif:
• Konservasi : meningkatkan image positif dan peran konservasi
pemerintah di peraturan nasional, regional maupun
internasional
• Pendidikan: meningkatkan kesadaran masyarakat dan merubah
perilaku masyarakat tentang perlunya upaya konservasi penyu
dan menjaga sumber daya alam hayati dan
keanekaragamannya
• Ekonomi: memberikan keuntungan ekonomi
Konsep Pengelolaan Ekowisata
o Desain tata ruang area
o Konstruksi
o Menggabungkan paket wisata berbasis penyu dengan paket-
paket wisata yang ada di sekitar kawasan.
o Pengembangan ekowisata berbasis penyu di Pantai Taman
masih tetap memperhatikan kondisi dan kenyamanan bagi
penyu untuk bertelur, mengingat sifat penyu yang sangat
sensitif terhadap gangguan cahaya, suara, dan habitat.
Terimakasih