Anda di halaman 1dari 209

Sistem Tenaga

Listrik 150 kV
PEMBANGKIT INDUSTRI

PLTA
PLTD
PLTP 20 kV
BISNIS
PLTG
PLTU TRAFO GI TRAFO GI
RUMAH
PLTGU 20/150 kV 150/20 kV
220 V
PUBLIK
TRAFO
DISTRIBUSI SOSIAL
150 kV INDUSTRI
500 kV
150 kV
TRAFO STEP UP
20/500 kV

20 kV
BISNIS

TRAFO GITET
500/150 kV TRAFO GI
150/20 kV
TRAFO
DISTRIBUSI 220 V
PEMBANGKIT

PLTA 220 V
PLTD
PLTP SOSIAL
PLTG
PLTU
PLTGU RUMAH
PUBLIK
Sistem Penyaluran Tenaga Listrik untuk Sistem Jawa-Bali
Terdiri dari Beberapa Tingkat Tegangan Antara Lain :
1. Tegangan Ekstra Tinggi (Transmisi) 500 KVolt
2. Tegangan Tinggi (Sub-Transmisi) 150 KVolt
3. Tegangan Menengah 20 KVolt
4. Tegangan Rendah 380/220 V
SLAYA
PLTGU CILEGON
PLTGU
BOJONEGARA
CLGON KMBNG TMBUN MRTWR
CWANG
SRANG
BLRJA BKASI CBATU PWTAN JAWA
U
GNDUL
DEPOK CRATA TJATI
CIBNG
SGLNG CRBON MADUR
A
CSKAN BDSLN
NGBNG GRSIK
LGDAR UJBRG PMLNG UNGAR
SBBRT
TSMYA
SBLTN

PITON
PKLAN BNGIL
GRATI
BALI
KLTEN
KDBRU
WTDOL

GLNUK
KAPAL
EDO-P3B

Keterangan :

GITET Existing
GITET Rencana
SUTET Existing
SUTET Rencana

JAWA200
0
JAVA BALI 500 kV INTERCONNECTION SYSTEM

SLAYA
JCC
BLRJA
MRTWR
(Gandul)
CLGON KMBNG
BKASI

CWANG
CBATU JAWA

U
GNDUL

CIBNG CRATA
DEPOK TJATI
MDRCN MADURA
CSKAN
SGLNG BDSLN BABAT GRSIK
UNGARAN
SBBRT
SBLTN

TSMYA

PITON
Notes : PEDAN
KEDIRI
GRATI
BALI
EHV Substation (Existing)
EHV Substation (Plan)
EHV Lines (Existing)
EHV Lines (Plan)
TRANSMISI 150 KV DAN 500 KV
JPARA

LAUT JAWA PATI


REMBANG

JKULO
KUDUS
BRBESKBSEN PMLNG
BTANG TBROK SYUNG
BDSLN PKLON KLSRI
WLERI RGRUT BLORA
MDCAN KLNGUKRAPK PDLA
GI . KAJEN KRIAN
JABAR GI.KAJEN SRD
SLIMA M
PYUNG
PDADI
CEPU
OL
GRUNG BJGROI
BMAYU DIENG UNGAR
KDNBO
BAWEN
JELOK
MNANG MRICA WSOBO
KLBKL SCANG BRNGI NGAWI
MJNGO SRAGN
SGRAH BDONO
TASIK RWALO GI.NGRAJEK JAJAR GI.MUTU GADING
MDARI PALUR
GBONG WALIN
KNTUG
MKRA
N
JATIM
LMNIS STARA KBMEN GJYAN KLATN
PWRJO WSARI

GDEAN
WBJ PEDAN

WATE
S
AN

BNTUL
DIY WNGRI

GI. BATU RETNO

LAUTAN INDONESIA

FAO , Feb. 2001


DAERAH BERTEGANGAN DIBAWAH 135 kV
TJATI B

JPARA
( 129-134 kV ) ( 129-134 kV )
LAUT JAWA PATI
REMBANG
KUDUS JKULO
BRBES KBSEN PMLNG
BTANG TBROK BLORA
BDSLN PKLON RGRUTKLSRI SYUNG
WLERI
MDCAN PDLAM
KLNGUKRAPK KRIAN
SLIMA PDADI
SRDOL PYUNG
JABAR ( 129-134 kV ) GRUNG
CEPU
BJGROI
BMAYU DIENG UNGAR
( 130-134 kV ) KDNBO
BAWEN
JELOK
BNJAR MNANG KLBKL
MRICA WSOBO
BRNGI
SCANG NGAWI
MJNGO SRAGN
90 MW SGRAH BDONO
RWALO ( 131-134 kV ) JAJAR JATIM
WALIN MDARI
GBONG MKRAN PALUR
KBMEN KNTUG ( 131-134 kV )
LMNIS GJYAN
PWRJO KLATN WSARI
( 130-134 kV ) STARA
GDEAN
WBJAN PEDAN
WNGRI
( 130-134 kV ) WATES
( 131-134 kV ) BNTUL

LAUTAN INDONESIA
JAVA BALI 150 kV INTERCONNECTION SYSTEM

RCC
(Cawang)
RCC
(Ungaran) RCC
(Waru)

RCC
(Cigelereng)

SRCC
(Denpasar)
GARDU INDUK
SUBTRANSMISI
• Umumnya lebih dikenal dengan GITET
atau Bulkstation
• Gardu induk yang berfungsi untuk
menurunkan tegangan extra tinggi ke
tegangan tinggi mis; dari 500 KV ke 150
KV
Contoh GITET
PERALATAN GARDU INDUK
• Peralatan Penyaluran Tenaga
– Transformator tenaga
– Lightning Arrester
– Pemutus Tenaga (CB)
– Pemisah
– Trafo Pengukuran (CT dan PT)
– Busbar
– Panel Kontrol
– Switch Yard
FASILITAS GARDU INDUK
– Gedung Kontrol
– Ruang Batere
– Sarana Komunikasi
– Peralatan Tele Processing
PMT / PEMUTUS TENAGA

Yang dimaksud dengan PMT / Pemutus Tenaga adalah


saklar yang dapat digunakan untuk menghubungkan
atau memutuskan arus / daya listrik sesuai dengan
ratingnya. Pada saat PMT menghubungkan atau
memutuskan arus listrik akan terjadi busur api.

JENIS-JENIS PMT
PMT dengan media minyak,
PMT dengan media udara,
PMT dengan media gas (SF6).
PMS / PEMISAH

adalah suatu alat untuk memisahkan tegangan pada


peralatan instalasi tegangan tinggi.
Ada dua macam fungsi pms , yaitu :
Pemisah Tanah ( Pisau Pentanahan ) ; Berfungsi untuk
menghilangkan / mentanahkan tegangan induksi .
Pemisah Peralatan ; Berfungsi untuk mengisolasikan
peralatan listrik dari peralatan lain atau instalasi lain yang
bertegangan. Pms ini boleh dibuka atau ditutup hanya pada
rangkaian yang tidak berbeban.
BUSBAR ( REL )

Sebagai titik pertemuan/ hubungan trafo-trafo


tenaga , SUTET dan peralatan listrik lainnya untuk
menerima dan menyalurkan tenaga / daya listrik.
LIGHTING ARRESTER

Sebagai pengaman instalasi (peralatan listrik pada


instalasi) dari gangguan tegangan lebih akibat sambaran
petir (Ligthning Surge) maupun oleh surja hubung
(Switching Surge).
TRAFO ARUS / CT ( CURRENT TRANSFORMER )
Memperkecil besaran arus listrik ( ampere ) pada
sistem tenaga listrik menjadi besaran arus untuk
sistem pengukuran dan proteksi.

TRAFO TEGANGAN / PT
Memperkecil besaran tegangan pada sistem tenaga
listrik menjadi besaran tegangan untuk sistem
pengukuran atau proteksi.
RUANG KONTROL

sebagai pusat aktivitas pengoperasian GITET dimana


operator bekerja untuk mengontrol dan mengoperasikan
peralatan-peralatan yang berada di GITET.
RELAY

Sebagai pengaman peralatan terhadap berbagai macam


gangguan. Macam-macam relay pada GITET antara lain :

1. Relai Jarak ( Distance Relay ).


2. Relai Arus Lebih (Over Current Relay).
3. Relai berarah ( Directional Relay ).
4. Relai diferensial ( Differential Relay).
5. Relai EF (Earth Fault Relay).
6. Relai beban lebih ( Over Load Relay ).
Sumber DC

Digunakan untuk menggerakkan peralatan kontrol,


relay pengaman, motor penggerak PMT , PMS dlsb.
• Jenis Saluran SubTransmisi :
• Saluran Udara (Overhead Lines)
• Saluran Kabel Bawah Tanah (Under Ground
Cable)
Perbedaan :
Saluran Udara Saluran Tanah
• Perencanaan lebih mudah • Perencanaan Lebih Sulit
• Biaya relatif lebih murah • Biaya lebih mahal
• Pemasangan lebih mudah • Pemasangan lebih sulit
• Troubleshooting mudah • Troubleshooting lebih sulit
• Pemeliharaan lebih mudah • Pemeliharaan lebih sulit
• Terpengaruh cuaca • Tidak terpengaruh cuaca
• Kurang estetis • Lebih estetis
TRAGEDI TERBAKARNYA IBT 500/150 KV
166.7 MVA
PHASA T di GITET GRATI JAWA TIMUR
8 Januari 2007
IBT I Mandirancan
meledak