Anda di halaman 1dari 12

KEGIATAN PENDUKUNG BK

NAMA : DENY YULVAWITA


NIM : 14029057
PRODI : PENDIDIKAN
MATEMATIKA
DOSEN : Prof. Dr. FIRMAN M.S,
Kons
Kegiatan Pendukung BK

Aplikasi Instrumentasi

Himpunan Data

Konferensi Kasus

Kunjungan Rumah

Tampilan Kepustakaan

Alih Tangan kasus


1. Aplikasi Instrumentasi

Aplikasi Instrumentasi adalah upaya pegungkapan melalui pengukuran


dengan memakai alat ukur atau instrument tertentu.

Operasionalisasi dalam kegiatan ini adalah:


• Perencanaan
Menetapkan objek yang akan diukur, menetapkan subjek, menetapkan/menyusun
instrument, menetapkan prosedur, menetapkan fasilitas, menyiapkan kelengkapan
administrative.
•Pelaksanaan
Mengkomunikasikan rencana pelaksanaan aplikasi instrumentasi,
•Evaluasi dan Analisis
Menetapkan materi evaluasi, menetapkan prosedur, melaksanakan evaluasi dan
mengolah serta menafsirkan hasil evaluasi
•Tindak Lanjut
Menetapkan jenis dan arah tindak lanjut aplikasi instrumentasi, mengkomunikasikan
rencana tindak lanjut dan melaksanakan tindak lanjut
1. Aplikasi Instrumentasi

Tujuan Umum : Diperolehnya data hasil


pengukuran terhadap kondisi tertentu klien

Tujuan Khusus: Terkait dengan fungsi-


fungsi konseling yang didominasi oleh
fungsi pemahaman
2. Himpunan Data

Operasionalisasi dalam kegiatan ini adalah:

Evaluasi dan
Perencanaan
analisis
Himpunan data
adalah kegiatan untuk
menghimpun seluruh Pelaksanaan Tindak Lanjut
data dan keterangan
yang relevan dengan
Tujuan Umum : Menyediakan data dalam kualitas yang baik
keperluan
dan lengkap untuk menunjang penyelenggaraan pelayanan
pengembangan
konseling sesuai dengan kebutuhan sasaran layanan.
peserta didik

Tujuan Khusus: Didominasi oleh fungsi pemahaman


terhadap individu yang datanya dihimpun. Ini akan
mewujudkan fungsi pencegahan dan dapat pula fungsi
pengentasan terhadap masalah individu
3. Konferensi Kasus

kegiatan untuk membahas permasalahan


peserta didik dalam suatu pertemuan
Konferensi Kasus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang
dapat memberikan keterangan,
kemudahan dan komitmen bagi
terentaskannya permasalahan klien.

Tujuan Umum: Tujuan konferensi kasus adalah untuk memperoleh keterangan dan
membangun komitmen dari pihak yang terkait dan memiliki pengaruh kuat terhadap
klien dalam rangka pengentasan permasalahan klien.
Tujuan Khusus : Diperolehnya gambaran yang lebih jelas, mendalam dan menyeluruh
tentang permasalahan yang dihadapi oleh siswa
3. Konferensi Kasus

Operasionalisme dalam kegiatan ini adalah:


1. Perencanaan
Konferensi kasus harus dibicarakan terlebih dahulu dan mendapat persetujuan dari klien
yang bermasalah. Dan seluruh peserta pertemuan harus diyakinkan oleh konselor dan
memiliki sikap yang teguh untuk merahasiakan segenap aspek dari kasus yang dibicarakan.
2. Pelaksanaan
Konselor harus mengarahkan pembicaraan sehingga seluruh peserta dapat mengemukakan
data atau keterangan yang mereka ketahui dan mengembangkan pikiran untuk
memecahkan masalah siswa.
3. Analisis dan Evaluasi
Hasil yang diharapkan dari konferensi kasus yang sukses apabila konselor memperoleh
data atau keterangan tambahan yang amat berarti bagi pemecahan masalah siswa dan
terbangunnya komitmen seluruh peserta pertemuan untuk menyokong upaya pengentasan
masalah siswa.
4. Tindak Lanjut
Seluruh hasil pertemuan dicatat dan didokumentasikan secara rapi oleh konselor dan
sebanyak-banyaknya dipergunakan untuk menunjang jenis-jenis layanan masalah siswa
yang bersangkutan.
4. Kunjungan Rumah

Kunjungan rumah merupakan kegiatan untuk memperoleh data, keterangan, kemudahan,


dan komitmen bagi terentaskannya permasalahan peserta didik melalui kunjungan rumah
klien

Operasionalisasi dalam kegiatan ini adalah:

Perencanaan : Menetapkan kasus yang memerlukan kunjungan rumah

Pelaksanaan : mengkomunikasikan rencana pelaksanaan kunjungan rumah

Evaluasi dan Analisis : Mengevaluasi proses pelaksanaan kunjungan rumah

Tindak Lanjut : mempertimbangkan apakah perlu dilaksanakan kunjungan rumah ulang


atau lanjutan
4. Kunjungan Rumah

Tujuan Umum: Diperolehnya data yang lebih lengkap dan akurat berkenaan
dengan masalah klien serta digalangnya komitmen orangtua atau anggota keluarga
lainnya dalam rangka penyelesaian masalah.

Tujuan Khusus: Agar terpahaminya permasalahan klien dan upaya


pengentasannya. Dari ini dapat mencegah timbulnya masalah lagi serta dapat
berlanjut untuk mewujudkan fungsi pengembangan dan pemeliharaan serta
advokasi
5. Tampilan Kepustakaan

Kegiatan pendukung tampilan kepustakaan membantu klien dalam memperkaya


dan memperkuat diri berkenaan dengan permasalahan yang dialami dan dibahas
bersama konselor pada khususnya, dan dalam pengembangan diri pada
umumnya. Pemanfaatan tampilan kepustakaan dapat diarakhan oleh konselor
dalam rangka pelaksanaan pelayanan, dan/atau klien secara mandiri
mengunjungi perpustakaan untuk mencari dan memanfaatkan sendiri bahan-
bahan yang ada di perpustakaan sesuai dengan keperluan. Tampilan kepustakaan
merupakan kondisi yang sangat memungkinkan klien memperkuat dan
memperkaya diri dengan atau tanpa bantuan konselor.
6. Alih Tangan kasus

Alih tangan kasus merupakan kegiatan untuk untuk memperoleh


penanganan yang lebih tepat dan tuntas atas permasalahan yang dialami
klien dengan memindahkan penanganan kasus ke pihak lain yang lebih
kompeten

Perencanaan : Menetapkan kasus yang akan di alih tangan


Pelaksanaan : mengkomunikasikan rencana alih tangan
kasus
Evaluasi dan analisis : membahas hasil alih tangan kasus
Tindak lanjut : menyelenggarakan layanan lanjutan oleh
konselor jika diperlukan
6. Alih Tangan kasus

Tujuan Umum : Klien mendapat layanan yang optimal atas masalah


yang dialaminya.
Tujuan Khusus: Terwujudnya keempat fungsi konseling tarutama dalam
upaya pengentasan masalah klien.