Anda di halaman 1dari 18

Pengertian BK, Tujuan BK, dan

Arah Layanan BK

Nama:Deny yulvawita
NIM:14029057
Prodi:Pendidikan matematika
Dosen: Prof. Dr. Firman M.S, Kons
Bimbingan dan Konseling

Pengertian BK Tujuan BK Arah Layanan BK

1. Untuk mengenal diri sendiri


dan lingkungannya. 1. Pelayanan Dasar
proses bantuan atau pertolongan yang 2. Untuk dapat menerima diri
diberikan oleh pembimbing (konselor) 2. Pelayanan Pengembangan
sendiri dan lingkungan 3. Pelayanan Teraputik,
kepada individu (konseli) melalui secara positif dan dinamis.
pertemuan tatap muka atau hubungan 4. Pelayanan Arah
3. Untuk dapat mengambil Peminatan/Lintas Minat/
timbal balik antara keduanya, agar keputusan sendiri tentang
konseli memiliki kemampuan atau Pendalaman Minat Studi
berbagai hal. Siswa
kecakapan melihat dan menemukan 4. Untuk dapat mengarahkan
masalahnya serta mampu 5. Pelayanan Diperluas
diri sendiri.
memecahkan masalahnya sendiri. 5. Untuk dapat mewujudkan
diri sendiri.
a. Pengertian Bimbingan

bimbingan merupakan proses


bantuan terhadap individu untuk
mencapai pemahaman diri dan
Miller pengarahan diri yang dibutuhkan
untuk melakukan penyesuaian
diri secara maksimum kepada
sekolah (dalam hal ini termasuk
madrasah), keluarga, dan
masyarakat
bimbingan adalah bantuan yang
diberikan oleh seseorang baik laki-laki
maupun perempuan yang memiliki
pribadi baik dan pendidikan yang
Surya memadai, kepada seseorang (individu)
dari setiap usia untuk menolongnya
mengembangkan arah pandangannya
sendiri, membuat pilihan sendiri, dan
memikul bebannya sendiri
Bimbingan berarti bantuan yang diberikan oleh
pembimbing kepada individu agar individu yang
dibimbing mencapai kemandirian dengan
mempergunakan berbagai bahan, melalui interaksi, dan
pemberian nasihat serta gagasan dalam suasana asuhan
dan berdasarkan norma-norma yang berlaku
b. Pengertian Konseling

Mortensen

konseling merupakan proses hubungan antarpribadi dimana orang yang


satu membantu yang lainnya untuk meningkatkan pemahaman dan
kecakapan menemukan masalahnya
konseling adalah suatu
pertalian timbal balik antara
dua orang individu di mana
James Adam seorang Counselor membantu
Counsele supaya ia lebih baik
memahami dirinya dalam
hubungan dengan masalah
hidup yang dihadapinya pada
waktu itu dan waktu yang
akan datang
Konseling adalah kontak atau hubungan timbal balik
antara dua orang (konselor dan klien) untuk
menangani masalah klien, yang didukung oleh
keahlian dan dalam suasana yang laras dan integrasi,
berdasarkan norma-norma yang berlaku untuk tujuan
yang berguna bagi klien (siswa).
Bimbingan dan Konseling (BK) adalah proses
bantuan atau pertolongan yang diberikan oleh
pembimbing (konselor) kepada individu
(konseli) melalui pertemuan tatap muka atau
hubungan timbal balik antara keduanya, agar
konseli memiliki kemampuan atau kecakapan
melihat dan menemukan masalahnya serta
mampu memecahkan masalahnya sendiri.
Secara Umum, Ada 5 tujuan yang akan di capai siswa dengan usaha
bimbingan dan konseling di sekolah:
• Untuk mengenal diri sendiri dan lingkungannya.
• Untuk dapat menerima diri sendiri dan lingkungan secara positif dan
dinamis.
• Untuk dapat mengambil keputusan sendiri tentang berbagai hal.
• Untuk dapat mengarahkan diri sendiri.
• Untuk dapat mengarahkan diri sendiri.
• Untuk dapat mewujudkan diri sendiri.
Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait aspek pribadi-sosial siswa

• Memiliki komitmen yang kuat dalam mengamalkan nilai-nilai


keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan yang Maha Esa, baik dalam
kehidupan pribadi, keluarga, pergaulan dengan teman sebaya,
sekolah/madrasah, tempat kerja, maupun masyarakat pada
umumnya.
• Memiliki sikap toleransi terhadap umat beragama lain, dengan
saling menghormati dan memelihara hak dan kewajibannya masing-
masing.
• Memiliki pemahaman dan penerimaan diri secara objektif dan
konstruktif, baik yang terkait dengan keunggulan maupun
kelemahan; baik fisik maupun psikis.
• Memiliki sikap positif atau respek terhadap diri sendiri dan orang
lain.
• Memiliki kemampuan untuk melakukan pilihan secara sehat.
Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait aspek belajar (akademik)
siswa

•Memiliki kesadaran tentang potensi diri dalam aspek belajar


•Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang positif
•Memiliki motifasi yang tinggi untuk belajar sepanjang hayat.
•Memiliki keterampilan atau teknik belajar yang efektif
•Memiliki keterampilan untuk menetapkan tujuan dan perencanaan
pendidikan
Tujuan bimbingan dan konseling yang terkait aspek karier siswa (kebanyakan bagi
siswa SMA)

•Memiliki pemahaman diri (kemampuan, minat, dan kepribadian) yang


terkait dengan pekerjaan.
•Memiliki pengetahuan mengenai dunia kerja dan informasi karier yang
menunjang kematangan kompetensi karier.
•Memiliki sikap positif terhadap dunia kerja. Dalam arti mau bekerja
dalam bidang pekerjaan apapun, tanpa merasa rendah diri, asal bermakna
bagi dirinya dan sesuai dengan norma agama.
Pelayanan Dasar
Pelayanan mengarah kepada terpenuhinya kebutuhan siswa yang
paling elementer, yaitu kebutuhan makan dan minum, udara segar,
dan kesehatan, serta kebutuhan hubungan sosio-emosional. Orang
tua, guru dan orang-orang yang dekat (significant persons) memiliki
peranan paling dominan dalam pemenuhan kebutuhan dasar siswa.
Dalam hal ini, Guru BK atau Konselor pada umumnya berperan
secara tidak langsung dan mendorong para significant persons
berperan optimal dalam memenuhi kebutuhan paling elementer siswa.
Pelayanan Pengembangan
Pelayanan untuk mengembangkan
potensi peserta didik sesuai dengan
tahap-tahap dan tugas-tugas
perkembangannya. pelayanan BK
yang dilaksanakan oleh Guru BK
atau Konselor selalu diarahkan dan
mengacu kepada tahap dan tugas
perkembangan siswa.
Pelayanan Teraputik,
Pelayanan untuk menangani pemasalahan yang
diakibatkan oleh gangguan terhadap pelayanan dasar
dan pelayanan pengembangan, serta pelayanan
peminatan. Peran pelayanan teraputik oleh Guru BK
atau Konselor dapat menjangkau aspek-aspek
pelayanan dasar, pelayanan pengem-bangan, dan
pelayanan peminatan.
Pelayanan Arah Peminatan/Lintas Minat/ Pendalaman Minat Studi
Siswa

Pelayanan yang secara khusus tertuju kepada peminatan/lintas


minat/pendalaman minat peserta didik sesuai dengan konstruk dan isi
kurikulum yang ada.

Pelayanan Diperluas
Pelayanan dengan sasaran di luar diri siswa pada satuan pendidikan, seperti
personil satuan pendidikan, orang tua, dan warga masyarakat lainnya yang
semuanya itu terkait dengan kehidupan satuan pendidikan dengan arah
pokok terselenggaranya dan suskesnya tugas utama satuan pendidikan,
proses pembelajaran, optimalisasi pengembangan potensi siswa