Anda di halaman 1dari 18

STOIKHIOMETRI

Di dalam ilmu kimia, yang dimaksud Stoikhiometri adalah : proses membuat
perhitungan yang didasarkan pada rumus-rumus dan persamaan berimbang.

Dalam Stoikhiometri terkandung pernyataan :


- Kualitatif yang menguraikan zat-zat yang terlibat.
- Kuantitatif, yang menyatakan berapa banyak pereaksi & hasil reaksi yang
terlibat.

Dengan kata lain, dengan Stoikhiometri akan dapat diketahui :


- Macam/jenis zat pereaksi.
- Macam / jenis zat hasil reaksi.
- Berat dari masing-masing pereaksi & hasil reaksi.
- Susunan presentasi dari rumus.
- Perhitungan rumus dari data eksperimen.

Di dalam Stoikhiometri terdapat beberapa kelas umum reaksi :


Reaksi gabungan langsung (sintesis), yaitu suatu reaksi dari dua unsur
yang menghasilkan suatu senyawaan / membentuk zat yang lebih kompleks.
Contoh :

2 Al + 3 Br2 2 AlBr3

2 H2 + O2 2 H2O
Reaksi penukargantian sederhana, yaitu reaksi dari suatu unsur dengan suatu
senyawaan, menghasilkan unsur & senyawaan lain.
Contoh :
3 Mg + 2 FeCl3 3 MgCl2 + 2 Fe
Cu(p) + 2 Ag(aq) Cu+2(aq) + 2 Ag(p)

Reaksi penukargantian rangkap, yaitu reaksi dari dua senyawaan menghasilkan


dua senyawa yang lain (metatesis).

Contoh :

2 AgNO3 + CaCl2 2 AgCl + Ca(NO3)2

AgNO3 + NaCl(aq) AgCl(p) + NaNO3(aq)

Reaksi pembakaran (oksidasi), yaitu suatu reaksi dimana suatu unsur atau
senyawa bergabung dengan oksigen membentuk senyawa yang mengandung
oksigen sederhana.

Contoh :

C3H8(g) + 5 O2 3 CO2(g) + 4 H2O

2 C6H14O4 + 15 O2(g) 12 CO2(g) + 14 H2O

Reaksi penguraian (dissosiasi), yaitu suatu reaksi dimana suatu zat dipecah
menjadi zat-zat yang lebih sederhana.

Contoh :

2 Ag2O(p) 4 Ag(p) + O2(g)

Reaksi pengendapan, yaitu suatu reaksi antara 2 zat atau lebih yang
membentuk endapan.

Contoh :

CaSo4 + Na2CO3 CaCO3 + Na2SO4

Mg(HCO3)2 + Ca(OH)2 MgCO3 + CaCO3 + 2 H2S


Reaksi pembentukan gas, yaitu suatu reaksi yang menghasilkan gas.

Contoh :

2 Al + 6 HCl 2 AlCl3 + 3 H2

Mg + 2 HCl MgCl2 + H2

Reaksi netralisasi, yaitu suatu reaksi yang menghasilkan zat yang sifatnya
netral.

Contoh :

H2SO4 + 2 NaOH Na2SO4 + 2H2O

Suatu reaksi kimia :

A + B C

reaktan/ produk/

zat pereaksi hasil reaksi

Kadang-kadang agar terjadi reaksi kimia memerlukan panas, katalisator atau


cahaya

A + B C

A + B katalisator C

A + B C

Pada dasarnya semua reaksi kimia disertai dengan panas.

• Jika mengeluarkan panas disebut reaksi eksoterm

• Jika memerlukan panas disebut reaksi endoterm

Kadang-kadang dapat lebih dari satu hasil reaksi yg. dibentuk dari reaktan-reaktan
yg. sama. Reaksinya disebut reaksi samping (side reaction) & hasilnya disebut
hasil samping.
Reaksi dapat terjadi searah atau bolak-balik (reversibel)
A + B C (searah)
X + Y Z (reversibel)

HUKUM MATERI DAN ENERGI


1. Hukum Kekekalan Energi

“Energi tidak dapat diciptakan & tidak dapat dimusnahkan”

Contoh :
magnesium + oksida magnesium oksida + kalor + cahaya
energi kimia pereaksi = energi kimia + energi yg.
hasil reaksi dilepaskan

Reaksi eksoterm melepaskan energi energi hasil


 energi


reaksi pereaksi
Reaksi endoterm menyerap energi energi hasil energi
reaksi pereaksi

2. Hukum Kekekalan Masa (Lavoisier)


“Masa zat secara keseluruhan dalam suatu reaksi kimia adalah sama sebelum
dan sesudah reaksi”

Contoh :
C18H18(c) + 121/2 O2(g) 8 CO2(g) + 9 H2O(c)
bensin oksigen karbondioksida air
berat pereaksi = berat hasil reaksi

Hukum ini tidak sepenuhnya benar, karena dalam reaksi kimia ada sebagian
dari masa zat yg. berubah menjadi energi. Dalam reaksi eksoterm sejumlah
masa akan diubah menjadi energi, sedangkan dalam reaksi endoterm
kebalikannya.
3. Hukum Susunan Tetap / Hukum Perbandingan Tetap

“ Suatu senyawaan murni selalu tersusun dari unsur-unsur yg. tetap yg.
bergabung dengan perbandingan berat yg. pasti “

Contoh :
- air (H2O) tersusun atas 11,19% H2 dan 88,81% O2
- gula (C12H22O11) tersusun atas 42,1% C; 6,5% H dan 51,4% O2

Hukum ini bertahan ± 1 abad. Namun sekarang dapat diketahui banyak


senyawaanpadat susunannya tidak pasti tergantung pada cara pembuatannya.
Contoh :
- prosentase besi (Fe) pada Fe2S3 dapat bervariasi dari 63,5% - 60,1%
- senyawaan oksida besi dapat bervariasi tergantung pada suhu
* suhu operasi 5000C, terbentuk 72,36% Fe dan 27,64% O2
* t > 600oC, terbentuk 69,94% Fe dan 30,06% O2
* t > 600oC, O2 dibatasi, terbentuk 77,73% Fe dan 22,27% O2

Namun demikian mayoritas zat padat punya susunan pasti.


Zat demikian disebut daltonida, sedangkan yg. susunannya bisa berubahn
disebut bertolida.
Dengan adanya hukum susunan tetap, dapat dipakai untuk menentukan kapan
suatu reaksi berlangsung.

4. Hukum Perbandingan Berganda

“ Bila ada 2 unsur bereaksi membentuk lebih dari satu senyawaan, maka berat
unsur yg. satu yg. bersenyawa dengan berat tertentu unsur yg. lain
berbanding sebagai bilangan bulat sederhana “
Contoh :
- dari hasil percobaan diketahui reaksi O2 dan C terbentuk :
* dalam O2 berlebih : 1 gr karbon (C) >< 2,67 gr O2 gas A
* dalam defisit O2 : 1 gr karbon (C) >< 1,33 gr O2 gas B
per gr. C :
gasA = 2,67 = 2
gasB 1,33 1
- pada reaksi antara Cl dan Fe :
* 1 grFe >< 1,26 gr Cl zat C
* 1 grFe >< 1,89 gr Cl zat D
zatC 1,26 2
per gr. Fe : = =
zatD 1,89 3
- pada etilen(C2H4) : 1 gr H2 >< 5 gr C
metana (CH4) : 1 gr H2 >< 2,5 gr C
etilen 5 grC 2
per gr. H2 : methana = 2,5 grC =
1

BERAT ATOM / MOLEKUL

Dalam satuan metrik, berat atom H = 1,67.10-24 gr; C = 1,99.10-23 gr dan O =


2,66.10-23 gr. Untuk menyederhanakan bilangan dipakai satuan sma (satuan
masa atom) yg setara dengan 1/12 berat atom C.
1 sma = 1,661.10-24 gr atau
1 gr = 6,022.1023 sma
Dalam satuan sma, berat atom H, C & O adalah 1,0079 sma, 12,011 sma dan
15,999 sma.

Berat molekul adalah jumlah berat dari atom-atom yg ditunjukkan dalam


rumusnya.
Contoh CO2 = 44,010
NaCl = 58,443
Ca(NO3)2 = 164,090
Berat molekul H2SO4 dalam satuan sma adalah :
H : 2 x 1,0079 sma = 2,0158 sma
O : 4 x 15,999 sma = 63,996 sma
S : 1 x 32,06 sma = 32,06 sma
98,0718 = 98,07 sma
KONSEP MOL

Mol suatu zat adalah banyaknya zat yang mengandung 6,022.1023 satuan
Berat 6,022.1023 atom oksigen = 16 gr
6,022.1023 atom hidrogen = 1 gr
6,022.1023 molekul CO = 28 gr

Konsep mol berawal dari pertanyaan :


- Berapa banyak atom C dalam 12 gr C
- Berapa banyak atom O dalam 16 gr O

RUMUS EMPIRIS DAN RUMUS MOLEKUL

Rumus empiris adalah rumus yg. menyatakan angka banding paling sederhana
dari atom-atom penyusun suatu zat.
Rumus molekul adalah rumus yg. menyatakan angka banding yg. sebenarnya
dari atom-atom penyusun suatu zat.
Contoh :

Rumus Molekul Rumus Empiris

N2H4 (hidrazina) NH2

C2H2 (asetilen) CH

C3H6 (propena) CH2

C6H12O6 CH2O

Rumus empiris mungkin merupakan rumus molekul suatu zat.


Contoh :

Rumus Molekul Rumus Empiris

CH4 CH4

NH3 NH3

CO2 CO2
CARA MENYATAKAN KONSENTRASI

Konsentrasi dari suatu zat/larutan dapat dinyatakan dengan :


- Masa zat terlarut dalam sejumlah masa pelarut atau larutan
- Masa zat terlarut dalam sejumlah volume larutan

Diantara cara menyatakan konsentrasi adalah :


• Persen berat
Konsentrasi dinyatakan sebagai jumlah gram zat terlarut tiap 100 gr larutan
Contoh :
Larutan NaCl dalam air dengan konsentrasi 5%, berarti 5% berat berupa
NaCl dan 95% berat berupa air

• Persen Volume
Umumnya dipakai untuk menyatakan konsentrasi larutan dari 2 macam cairan /
zat cair
Contoh :
12% alkohol dalam larutan bir, berarti terdapat 12 ml alkohol tiap 100 ml bir

 Fraksi mol
Menyatakan perbandingan antara pelarut dan zat terlarut terhadap total larutan
Fraksi mol zat terlarut : perbandingan antara mol zat terlarut terhadap total
mol
Fraksi mol pelarut : perbandingan antara mol zat pelarut terhadap total mol
Contoh :
Hitung fraksi mol etil alkohol (C2H5OH) dan air dalam suatu larutan bila
diketahui jumlah etil alkohol 13,8 gr dan air 27 gr.
Jawab :
13,8 gr
mol C2H5OH = = 0,3 mol
46 gr / mol

27 gr
mol H2O = = 1,5 mol
18 gr / mol

total mol = 0,3 + 1,5 = 1,8 mol


0,3
Fraksi mol C2H5OH = 1,8 = 0,167

1, 5
Fraksi mol H2O = = 0,833
1, 8

Fraksi mol zat terlarut + fraksi mol pelarut = 1


Fraksi mol x 100 = persen mol

 Molalitas (m)
Jumlah mol zat terlarut per kg pelarut
Contoh :
Hitung molalitas larutan etil alkohol yg. mengandung 300 gr etil alkohol
dalam 500 gr air.
Jawab : g r. zat terlaru t
mol zat terlarut BM
m = kg pelarut =
kg. pelarut
300

46
= = 13,04 m
0,5

 Molaritas (M)
Banyaknya mol zat terlarut per liter larutan
Contoh :
Hitung molaritas larutan 6,5 gr. CaBr2 dan air (H2O) dalam 200 ml larutan
Jawab : gr. zat terlarut 6 ,5

mol zat terlarut BM 200


M = = = = 0,1625 mol/liter
liter larutan
liter larutan 200

1000
 Normalitas (N)
Banyaknya ekuivalen zat terlarut per liter larutan.
Konsentrasi yang dinyatakan dengan normalitas umumnya dipakai pada reaksi
redoks dan reaksi asam basa.
Berat ekuivalen : berat zat yg. ekuivalen satu sama lain dalam reaksi kimia.

RENDEMEN TEORITIS DAN NYATA

Dalam suatu reaksi kimia, tidak selamanya pereaksi berubah 100% menjadi hasil
reaksi. Banyak sekali reaksi tidak lengkap. Pereaksi dapat membentuk lebih dari 2
macam hasil reaksi atau lebih.
Persamaan tunggal belum tentu menggambarkan hasil dari suatu reaksi kimia.
Rendemen teoritis : banyaknya hasil reaksi yg. diperhitungkan akan diperoleh jika
reaksi berjalan sempurna

rendemen nyata
Rendemen prosentase = x 100
rendemen t eoritis

Contoh :
Pada reaksi pembakaran batubara yg. mengandung 1,5% belerang
S + O2 SO2

Hitung berat SO2 yg. terbentuk per 1000 kg batubara yg. dibakar jika efisiensi
proses 80% !
Jawab :
% batubara = 1,5% sulfur, berarti tiap 100 gr batubara terdapat 1,5 gr S (sulfur)
1000 kg batubara terdapat 15 kg S (sulfur).

1 mol
mol S = 15 kg x x 1000 gr/kg = 468,75 mol
32 gr

Efisiensi 80% mol S = 0,8 x 468,75 = 375 mol


Berat SO2 = 375 mol x 64 gr/mol = 24.000 gr = 24 kg.
PEREAKSI PEMBATAS DAN BERLEBIHAN

Dalam suatu reaksi kimia, tidak selalu terdapat jumlah yang sama antara pereaksi.
Sehingga hampir pasti ada zat berlebih dibandingkan lainnya.
Pereaksi pembatas : zat yang bereaksi habis dan membatasi kemungkinan
diperpanjangnya reaksi.
Untuk menentukan pereaksi mana yang merupakan pembatas dihitung angka
banding mol yang tersedia untuk reaksi dan membandingkannya dengan angka
banding stoikhiometrik yang ditentukan oleh persamaan berimbang.
Contoh :
Pada reaksi
2Au + 3Cl2 2AuCl3
Bila terdapat 10 gr emas (Au) dan 10 gr klor (Cl2), pereaksi mana yang
merupakan pembatas ?
Jawab :
2 mol Au 0,67 mol Au
Angka banding stoikhiometri : =
3 mol Cl2 1 mol Cl2

10 gr Au (1 mol Au/197gr Au)


Angka banding tersedia untuk reaksi :
10 gr Cl2 (1 mol Cl2/70 gr Cl2)

0,36 mol Au
:
1 mol Cl2

Dari angka banding reaksi berarti 0,36 mol Au diperlukan untuk bereaksi
dengan 1 mol Cl2. Karenanya pereaksi pembatas adalah Au, sebab Au akan
bereaksi habis dan akan tertinggal kelebihan Cl2.
PERHITUNGAN RUMUS DARI DATA EKSPERIMEN

 Metode Analisis Pengendapan


Dipakai untuk senyawa yang sukar larut. Misal suatu senyawaan mengandung
perak (Ag). Perak kemudian diendapkan dalam bentuk AgCl.
Perhitungan prosentase perak (Ag) :

berat molar Ag
Berat Ag = x berat AgCl
berat molar AgCl

107,9 gr
= x berat AgCl
143,4 gr
berat Ag
% Ag = x 100
berat contoh

 Metode Analisis Pembakaran


Dilakukan untuk senyawaan yang mengandung karbon (C) dan hidrogren (H).
Contoh senyawaan setelah ditimbang dibakar dalam tabung tertutup. Hasil
pembakaran dialirkan ke penyerap air (H2O) dan penyerap CO2. Pertambahan berat
penyerap menunjukkan berat air (H2) dan CO2 yang terbentuk.

2
Berat hidrogen = H2O yang terbentuk
18
12
Berat karbon = CO2 yang terbentuk
44
Soal :
1. Suatu contoh seberat 0,9214 gr suatu hidrokarbon (senyawaan dari karbon dan
hidrogen) dibakar. Pertambahan berat penyerap CO2 dan H2O masing-masing
sebesar 3,0806 gr dan 0,7206 gr.
- Hitung susunan prosentase hidrokarbon tersebut !
- Hitung rumus empirisnya !
Jawab :
3,0806 gr
Mol CO2 = = 0,07 mol
44 gr/mol
1 mol C
Berat C = 0,07 mol CO2 x x 12 gr/mol C
1 mol CO 2

= 0,84 gr
0,7206 gr
Mol H2O = = 0,04 mol
18 gr/mol

2 mol H
Berat H = 0,04 mol H2O x x 1 gr/mol H
1 mol H2O

= 0,08 gr

0,84 gr
%C = x 100% = 91,3 %
(0,84  0,08) gr

0,08 gr
%H = x 100% = 8,69 %
(0,84  0,08) gr

mol C 0,07 mol 7


Rumus empiris = = = = C 7H8
mol H 2 x 0,04 mol 8
2. Suatu senyawa hidrogen & nitrogen bersusunan 12,5% hidrogen dan 87,5%
nitrogen.
- Bagaimana rumus empirisnya ?
- Jika berat molekulnya (50 ± 2 sma), bagaimana rumus molekulnya ?

Jawab :
Diandaikan berat total 100 gr
Maka :
12,5
berat H = x 100 gr = 12,5 gr
100
87,5
N = x 100 gr = 87,5 gr
100
12,5 gr
mol H = = 12,5 mol
1 gr/mol
87,5 gr
N = = 6,25 mol
14 gr/mol

Mol H 2
= = NH2
Mol N 1

BM (RE) = (14 + 2) gr/mol = 16 gr/mol = 16 sma


BM (RM) = n . BM (RE)
(50 ± 2) = n . (16 sma)
n = 3 RM = N3H6
3. Suatu oksida fosforus terdiri dari 56,34% fosforus dan 43,66% oksigen
menurut beratnya. Berat atom fosforus dan oksigen masing-masing 30,97 sma
dan 16 sma.
- Hitung rumus empiris senyawa tersebut !
- Jika berat molekul senyawa ini (221 ± 1) gr. Bagaimana rumus molekulnya ?

Jawab :
Diandaikan berat senyawa 100 gr.
56,34
Berat P = x 100 gr = 56,34 gr
100
43,66
O = x 100 gr = 43,66 gr
100

Mol P =
56,34 gr = 1,819 mol
30,97 gr/mol
43,66 gr
O = = 2,728 mol
16 gr/mol

Mol O
= 1,5 RE = P2O3
Mol P

BM (RM) = n BM (RE)
(221 ± 1) gr = n (109,94)
n = 2 RM = 2 (P2O3) = P4O6
4. Suatu biji tembaga mengandung rata-rata 2% Cu2S. Proses ilmu logam untuk
pemulihan tembaga dari biji menghasilkan 70% rendemen teoritis. Berapa berat
tembaga yang dipulihkan dari 2 ton biji tembaga tersebut ?

Jawab :
Cu2S 2 Cu + S

2 ton = 2000 kg biji tembaga

2
Cu2S = x 2000 kg = 40 kg = 40.000 gr
10

40.000 gr
Mol Cu2S = = 250 mol
160 gr/mol

Cu = 2/1 x 250 mol = 500 mol

Efisiensi proses 70%


Tembaga yang dihasilkan = 0,7 x 500 mol
= 350 mol

Berat yang dihasilkan = 350 mol x 65 gr/mol


= 22.400 gr = 22,4 kg
5. Satu gram magnesium dipanasi dengan 1 gr nitrogen dalam suatu labu. Jika
diandaikan reaksi berjalan sempurna, berapa berat magnesium nitrida (Mg3N2)
yang terbentuk ? Pereaksi mana yang berlebih dan berapa sisanya pada akhir
reaksi ?

Jawab :
Reaksi :
3 Mg + N2 Mg3N2
Mg 3 mol
Angka banding stoikhiometri = =
N2 1 mol

Mol tersedia :
1 gr
Mg = = 0,0416 mol
24 gr/mol
1 gr
N2 = = 0,0357 mol
28 gr/mol
Mg 0,0416 mol 1,165 mol
Angka banding tersedia pada reaksi = = =
N2 0,0357 mol 1 mol

Pereaksi pembatas : Mg
Jika mol N2 yang tersedia 0,0357 mol, maka mol Mg yang dibutuhkan
mestinya 0,0357 mol x 3 = 0,1071 mol. Sedangkan mol Mg yang tersedia
hanya 0,0416 mol, sehingga mol Mg kekurangan sebesar :
0,1071 mol – 0,0416 mol = 0,0655 mol
Kekurangan mol Mg ini sama dengan kelebihan mol N2. Perbandingan mol di
reaksi : (Mg/N2) = 3/1, artinya tiap 3 mol Mg bereaksi dengan 1 mol N2. Maka
dari itu kekurangan Mg = 0,0655 mol, sama artinya dengan kelebihan N2
sebesar :
1/3 x 0,0655 mol = 0,0218 mol
Berat kelebihan N2 = 0,0218 mol x 28 gr/mol = 0,61 gr.
6. Dari suatu reaksi 3 gr etana (C2H6) dan 10 gr klor (CL2) dihasilkan 5,7 gr etil
klorida (C2H5Cl). Hitung rendemen prosentase untuk reaksi ini !

Jawab :
C2H6 + Cl2 C2H5Cl + HCl

Mol C2H6 =
3 gr = 0,1 mol pereaksi pembatas
30 gr/mol
10 gr
Mol Cl2 = = 0,14 mol
71 gr/mol

Hasil : 0,1 mol x BM (C2H5Cl) = 0,1 mol x 64,5 gr/mol = 6,45 gr

5,7 gr
Rendemen prosentase = x 100% = 88,3%
6,45 gr