Anda di halaman 1dari 24

Infeksi Saluran Kencing pada Anak

KELOMPOK C2
RESI SEPTIANI (102011196 )
AGUSDIANTO BELLO CHRISDARMANTA A. PUTRA (102012222 )
JUFENTHIA ARDELIA WAIRATA (102013367)
JERRYMIAS SALIMULYO NUGROHO (102013416)
MARIA ANDRIANA NENO (102014084)
NOBEL YONGER (102014186)
DIAN PRISCILLA RANTETODING (102014192)
LINDA GUNAWAN (102014258 )
Skenario
Seorang bayi laki-laki usia 6 tahun dibawa ibunya
karena demam tinggi sejak 3 hari yang lalu, anak
rewel dan tidak mau menyusu.

Identifikasi istilah

Tidak ada
Rumusan masalah
Seorang bayi demam sejak 3 hari yang lalu,
rewel dan malas menyusu

Hipotesa

Bayi yang demam sejak 3 hari yang lalu rewel


dan malas menyusu menderita infeksi saluran
kencing
Anamnesis Pencegahan
PF

Prognosis
PP
RM
Diagnosa Komplikasi

Etiologi Epidemiologi Penatalaksanaan


Identitas pasien Nama, umur, jenis kelamin dan alamat

Keluhan utama demam dan anaknya rewel, nyeri saat berkemih


(menangis saat berkemih), Frekuensi dan
dorongan untuk berkemih dan urin berbau
busuk
Riwayat penyakit RPS (batuk, ilek) dan RPD (Saat kehamilan dan
Kelahiran) RPK
Riwayat makan Rewel dan malas menyusu (Frekuensi dan
durasi)
Riwayat pertumbuhan Normal sesuai anak seusianya.
Imunusasi
Pemeriksaan Fisik

KU: Tampak sakit sedang


Kesadaran : CM
TTV : Suhu : 38,5 0 C
Inspeksi : Melihat keadaan abdomen dan
daerah genitalia
Palpasi: Palpasi daerah abdomen dan
daerah genitalia; apakah ada benjolan atau
tidak? apakah ada saluran abnormal di
daerah penis, hipospadia, fimosis pada laki-
laki dan sinekie pada perempuan
Auskultasi pada daerah paru
American Academy of Pediatrics (AAP) membuat rekomendasi bahwa pada bayi umur di bawah
2 bulan, setiap demam harus dipikirkan kemungkinan ISK dan perlu dilakukan biakan urin. Pada anak
umur 2 bulan sampai 2 tahun dengan demam yang tidak diketahui penyebabnya, kemungkinan ISK
harus dipikirkan dan perlu dilakukan biakan urin, dan anak ditata laksana sebagai pielonefritis.
Untuk anak perempuan umur 2 bulan sampai 2 tahun, AAP membuat patokan sederhana berdasarkan
5 gejala klinik yaitu:
1) suhu tubuh 39ºC atau lebih,
2) Demam berlangsung dua hari atau lebih,
3) Ras kulit putih,
4) Umur di bawah satu tahun,
5) Tidak ditemukan kemungkinan penyebab demam lainnya. Bila ditemukan 2 atau lebih faktor risiko
tersebut maka sensitivitas untuk kemungkinan ISK mencapai 95% dengan spesifisitas 31%.5
Leukositosis (20.000)
Urinalisis
bakteriuria

Nitrit (+)
Kimia
Leukosit esterase (+)
Hematuria

 Leukosit < 10.000 hasil negatif


 Leukosit 10.000-100.000 : kemungkinan ada infeksi di
Kultur
saluran kencing
 Leukosit >100.000 : positif infeksi saluran kemih

uNAGL uNAGL dengan perbandingan rasio


(Neutrophil gelatinase uNAGL/uNGAL Cr= uNGAL
associated lipocalin urin) meningkat dan rasio > 30 maka positig
 Infeksi Saluran Kemih
 ISK adalah adanya bakteri pada urin yang disertai dengan gejala
infeksi.
• Letak pada dinding posterior di belakang peritoneum
pada kedua sisi vertebra torakalis ke-12 sampai
vertebra lumbalis ke-3.
• Ginjal mendapatkan darah dari aorta abdominalis
yang mempunyai percabangan arteri renalis, arteri ini
berpasangan kiri dan kanan. Arteri renalis bercabang
menjadi arteri interlobularis kemudian menjadi arteri
akuarta. Arteri interlobularis yang berada di tepi
ginjal bercabang manjadi arteriole aferen glomerulus
yang masuk ke gromerulus. Kapiler darah yang
meninggalkan gromerulus disebut arteriole eferen
gromerulus yang kemudian menjadi vena renalis
masuk ke vena cava inferior.2
 Ginjal mendapatkan persarafan dari fleksus renalis
(vasomotor). Saraf ini berfungsi untuk mengatur
jumlah darah yang masuk ke dalam ginjal, saraf ini
berjalan bersamaan dengan pembuluh darah yang
masuk ke ginjal.2
Ureter
Terdiri dari 2 saluran pipa masing-masing bersambung dari
ginjal ke vesika urinaria. Panjangnya ±25-34 cm, dengan
penampang 0,5 cm. Ureter sebagian terletak pada rongga
abdomen dan sebagian lagi terletak pada rongga pelvis.
Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan
peristaltik yang mendorong urin masuk ke dalam kandung
kemih.
Vesika urinaria (kandung kemih)
Vesika urinaria bekerja sebagai penampung urin. Organ ini
berbentuk seperti buah pir (kendi). Letaknya di belakang
simfisis pubis di dalam rongga panggul. Vesika urinaria
dapat mengembang dan mengempis seperti balon karet.
Uretra
Uretra merupakan saluran sempit yang berpangkal pada
vesika urinaria yang berfungsi menyalurkan air kemih ke
luar. Pada laki-laki panjangnya kira-kira 13,7-16,2 cm,
terdiri dari: a) Uretra pars prostatika b) Uretra pars
membranosa c) Uretra pars spongiosa. Uretra pada wanita
panjangnya kira-kira 3,7-6,2 cm. sphincter uretra terletak
di sebelah atas vagina (antara clitoris dan vagina) dan uretra
disini hanya sebagai saluran ekskresi.
Berdasarkan gejala: ISK asimtomatik dan simtomatik.

Berdasarkan lokasi infeksi, ISK atas dan ISK bawah,

ISK dibedakan menjadi ISK simpleks dan ISK


Berdasarkan kelainan saluran kemih, kompleks

National Institute for Health and Clinical Membedakan ISK menjadi ISK atipikal dan ISK
Excellence (NICE) berulang
 Infeksi saluran kemih (ISK) mencakup sistitis (infeksi
terlokalisir pada kandung kemih) dan pielonefritis (infeksi
pada parenkim ginjal, kaliks dan pelvis renalis).
 Dalam kondisi normal saluran kemih dan urin umumnya
steril Escherichia coli, flora usus yang naik ke saluran ke
saluran kemih, merupakan penyebab terjadinya infeksi
pertama (90%) dan berkontribusi menyebabkan infeksi
berulang (75%). Bakteri lain yang sering kali menyebabkan
ISK adalah Klebsiella, Proteus, Enterococcus dan
Pseudomonas.8
Epidemiologi
Kejadian ISK tergantung pada umur dan jenis kelamin. Prevalensi ISK pada neonatus
berkisar antara 0,1% hingga 1%, dan meningkat menjadi 14% pada neonatus dengan
demam, dan 5,3% pada bayi. Pada bayi asimtomatik, bakteriuria didapatkan pada 0,3
hingga 0,4%.9

Kejadian ISK pada bayi baru lahir dengan berat lahir rendah mencapai 10-100 kali lebih besar
dibanding bayi dengan berat lahir normal (0,1-1%).

Dalam 1984-1989 memperlihatkan insidens kasus baru ISK pada anak berkisar antara
0,1%-1,9% dari seluruh kasus pediatric yang dirawat.
Di RSCM Jakarta dalam periode 3 tahun (1993-1994) didapatkan 212 kasus ISK, rata-rata
70 kasus baru setiap tahunnya.9
Gejala Klinis
 Anak 2 bulan - 2 tahun : · Bayi dan anak-anak pada usia ini memiliki gejala
demam yang tidak diketahui sebabnya ( >38ºC).
 Demam
 Rewel,
 Tidak mau menyusu,
 Nyeri perut,
 Muntah dan diare
Patofisiologi MIKROORGANISME
Secara asending dan
hematogen
Masuk saluran kemih

URETER VESIKA URINARIA GINJAL


(Uretritis) (Cistitis) (peylonefritis)

Reaksi antigen antibodi INFLAMASI


Nyeri saat berkemih

Peningkatan suhu tubuh Pembengkakan jaringan Gangguan rasa nyaman/nyeri

Gangguan eliminasi urin Obstruksi saluran kemih


Diagnosis Banding
Infeksi Saluran Nafas Otitis media akut (OMA) Hand-Foot-Mouth Disease
Atas (HFMD)

Penyebab tersering pada Def: Peradangan telinga tengah Def: Penyakit infeksi virus akut pada
anak dengan gejala dan tanda-tanda bayi dan anak.
Et: Diplococcus yang bersifat cepat dan singkat. Et: virus Coxsackie A16, dan dapat
pneumoniae, Staphylococcus Et: Streptococcus pneumoniae, juga disebabkan oleh virus Entero 71,
aureus, Haemophilus Haemophilus influenzae, virus Coxsackie A5, 7,9 dan 10, dan
influenzae. Virus meliputi Moraxella catarhalis Kira-kira 5% virus Coxsackie B 2 dan 5.
Influensa, adenovirus,VMV kasus dijumpai patogen-patogen GK: Demam, erupsi berupa vesikel di
Aspergilus sp, Candida yang lain seperti Streptococcus mulut dan atau di kulit. Faktor resiko
albicans, Histoplasma. pyogenes, RSV, adenovirus, terkena HFMD ialah anak umur
GK: Koriza, Demam, parainfluenza virus, dibawah 10 tahun.
anoreksia, lesu, sakit kepala GK: otalgia, demam, gelisah, Treatment: acetaminofen atau
dan influensa mual, muntah, diare, serta otore ibuprofen dengan dosis 20
Treatment:amoxicilin Treatment:Amoxicilin 80-90 mg/kgBB/hari.
tablet 50-100 mg/kgBB/hari dalam 2 dosis atau Terapi suportif merupa mencukupi
mg/kgBB/hari dalam dosis eritromisin 50 mg/kgBB/hari kebutuhan kalori, cairan dan elektrolit
terbagi tiap 6-8 jam. yang terbagi dalam 3 dosis. untuk mencegah dan mengatasi bila
terdapat gangguan gizi dan
dehidrasi.13
Tatalaksana

Prinsip tatalaksana ISK pada anak sebagai


berikut:
1. Konfirmasi diagnosa ISK
2. Eradikasi infeksi pada waktu serangan/ulangan
3. Selidiki saluran kemih
4. Perlu tindakan bedah pada uropati obstruktif, kalkuli dan
neuropati blader
5. Cegah infeksi berulang
6. Perlu follow up selanjutnya
Pengobatan awal:
 Trimetropin-sulfametoksazol 6-12 mg/KG/hari selama 7-10 hari, biasanya akan efektif pada
strain E.coli (bila hasil keluar diganti sesuai tes sensitivitas).
 Nitrofurantoin (5-7 mg/kg/24jam dalam dosis terbagi 3-4) sangat efektif terhadap
klebsiella-enterobacter.
Pada infeksi akut, obat pilihan utama yang sering digunakan ialah
 Ampisilin 50-100 mg/kgbb/hari, sulfometoksazol 30-60 mg/kgbb/hari, dan nitrofurantoin 6-
7 mg/kgbb/hari.
Sebagai pilihan kedua dapat dipakai
 golongan aminoglikosid (gentamisin 5 mg/kg/hari tiap 8 jam, amikasin, dll), sefaleksin,
doksisiklin, dll.1
Bila anak sakit mendadak,
 Sefotaksim parenteral (100mg/kg/24jam) atau ampisilin (100 mg/kg/24jam) dengan
aminoglikosida seperti gentamisin (7,5 mg/kg/24jam dalam dosis terbagi 3).

 Aminoglikosida efektif terhadap pseudomonas, tetapi memiliki efek samping ototoksik dan
nefrotoksik. Dapat diberikan kombinasi trimetropin (4 mg/kg/24jam dosis terbagi 2) dan
sulfametroksazol (20 mg/kg/24jam).1
Komplikasi

 Gagal ginjal akut


 Bakteremia
 Sepsis
 Meningitis
Pencegahan

Pencegahan primer:
 Menjaga higiene area perineum dan pengelolaan faktor resiko
yang mendasari terjadinya ISK seperti konstipasi kronik,
enkopresis, dan inkontenensia urin pada siang hari atau malam
hari.

Pencehagan sekunder ISK:


 Pemberian antibiotik profilaksis yang diberikan sekali sehari,
dengan tujuan untuk mencegah infeksi berulang.
Prognosis

Prognosis baik bila ditangani dengan cepat


Kesimpulan

Berdasarkan gejala klinis, anamnesis, pemeriksaan fisik


dan pemeriksaan penunjang bayi dengan keluhan demam
sejak 3 hari yang lalu, rewel dan malas minum susu
menderita infeksi saluran kemih.