Anda di halaman 1dari 22

Infeksi Saluran Kemih

pada Anak

Susi Sugiarti
10.2014.267
Skenario

Seorang bayi laki – laki 6 bulan dibawa ibunya ke


poliklinik karena demam tinggi sejak 3 hari yang lalu.
Anaknya rewel dan malas minum susu.
Rumusan Masalah

Bayi 6 bulan dibawa ibunya ke poliklinik karena


demam tinggi sejak 3 hari yang lalu.
Hipotesis
• Bayi tersebut menderita infeksi saluran kemih
Mind Map Infeksi Saluran Kemih

fisik penunjang kerja

pemeriksaan diagnosis

anamnesis etiologi
Bayi 6 bulan dibawa
ibunya ke poliklinik
patofisiologi
karena demam tinggi
sejak 3 hari yang lalu
epidemiologi
penatalaksanaan

Gejala klinik
komplikasi
Anamnesis
 Identitas pasien
 Keluhan utama pasien
 Riwayat penyakit sekarang
 Riwayat penyakit terdahulu
 Riwayat keluarga
 Riwayat sosial
Hasil Anamnesis
Pada kasus diketahui pasien tersebut :
- Demam sejak 3 hari yang lalu
- Anaknya rewel
- Malas minum susu
- Lahir spontan
- Tidak ada bercak kemerahan pada seluruh tubuh
- Tidak batuk pilek
Pemeriksaan Fisik
Tanda-tanda vital
Tekanan darah
Suhu Dalam batas normal
Frekuensi nadi
Pernafasan

Pemeriksaan yang berkaitan dengan ISK :


ISK Bawah ISK Atas

Pemeriksaan abdomen biasanya Pada pemeriksaan fisik ditemui


masih normal, kecuali sakit tekan panas intermiten disertai
di daerah kandung kemih menggigil dan takikardi. Sakit
(suprapubik). sekitar pinggang dan ginjal sulit
diraba karena spasme otot-otot.
Pemeriksaan Penunjang
1. Pemeriksaan Labotarium
Urinalisis dan darah lengkap
2. Pemeriksaan radiologis
3. USG
4. CT-scan
Pemeriksaan Penunjang
• Darah Lengkap
• HB : 14g/dl Urinalisis
• Ht : 44% Warna: Kuning tua
• Leu : 20.000/ul Kejernihan: Agak keruh
• LED : 20mm Leukosit Est: Positif
Nitrit: Positif
• Tromb : 385.000/ul Uribilinogen: 0,4
• Eri : 5,5 juta/ul Protein: Positif
• MCV : 90fl pH: 6,0
BJ: 1,030
• MCH : 30pg
Keton: Negatif
• MCHC: 35g% Darah Samar: Negatif
Bilirubin: Negatif
Sedimen Urin Glukosa: Negatif
Leuko: 15-20/LPB
Eritro: 0-1/LBP
Epithel: +
Silinder: -
Kristal: -
Diagnosa Kerja
• ISK:
– infeksi akibat terbentuknya koloni kuman di saluran
kemih
Diagnosa Banding

OMA ISPA

• peradangan akut sebagian • Gejala:


atau seluruh periosteum • flu
telinga tengah • batuk,
• Gejala: • demam
• demam, • suhu tubuh anak
• keluar cairan dari telinga meningkat lebih dari
• nyeri pada telinga 38,5°C
• penurunan fungsi • sesak nafas
pendengaran
Etiologi

 E.Coli  Penyebab 70 – 80%

 Klebsiella  10-40 %

 Proteus  5-10 %

 Ps. Aeruginosa  2-10 %


Epidemiologi
• Pada anak, infeksi saluran kemih paling sering
terjadi pada anak laki-laki berusia di bawah
tiga bulan yang belum disunat, diikuti oleh
anak perempuan berusia di bawah satu tahun.
Gejala Klinis

Umur Gejala Klinis

<2 tahun Biasanya asimtomatik, sepsis neonatus, kuning


berkepanjangan, gagal tumbuh, tak mau menyusu.

2 bulan -2 tahun Demam, rewel, tak mau menyusu, nyeri perut, muntah dan
diare.
Resiko tinggi luka pada ginjal

1-2 tahun Menangis saat berkemih atau kencing yang berbau busuk

2-6 tahun Gejala sistemik, disfungsi berkemih, Nyeri suprapubis atau


perut dapat ditemukan dan adanya bau busuk pada urine.
Tatalaksana
Jenis antibiotik Dosis per hari
Amoksisilin 20-40 mg/kgbb/hari dibagi dalam 3 dosis
Sulfonamid
 Trimetroprim (TMP) dan 6-12 mg TMP dan 30-60 mg SMX
Sulfametoksazol (SMX) /kgbb/hari dibagi dalam 2
 Sulfisoksazol Dosis 120-150 mg/kgbb/hari dibagi dalam
4 dosis
Sefalosporin:
 Sefiksim 8 mg/kgbb/hari dibagi dalam 2 dosis
 Sefpodiksim 10 mg/kgbb/hari dibagi dalam 2 dosis
 Sefprozil 30 mg/kgbb/hari dibagi dalam 2 dosis
 Sefaleksin 50-100 mg/kgbb/hari dibagi dalam 4 dosis
 Lorakarbef 15-30 mg/kgbb/hari dibagi dalam 2 dosis
Komplikasi

• Reaksi alergi <- risiko terapi antibiotik

• Pielonefritis akut -> inflamasi lobus ginjal / abses


ginjal

• Inflamasi parenkim ginjal

• Hipertensi gangguan fungsi ginjal


Pencegahan

• Minum 8-10 gelas air sehari

• Mengkonsumsi Vitamin C sesuai kebutuhan

• Mengganti popok secara teratur

• Membershikan daerah genital dengan benar

• Buang air secara teratur


Prognosis

• Anak ini mungkin mendapat tambahan kerusakan ginjal


sebagai hasil dari infeksi, tetapi ISK bukan faktor utama
penyebab komplikasi renal. Maka prognosis baik jika
dengan cepat memberikan terapi sesuai dengan
penyebab terjadinya infeksi.
Kesimpulan
Pasien tersebut menderita infeksi saluran kemih.
Penatalaksanaan yang cepat dan tepat sangat
mempengaruhi prognosis penyakit ini. Hipotesis
diterima.