Anda di halaman 1dari 48

Fraktur dan Dislokasi

Dr. Hendradi Khumarga, Sp.OT, FICS


UKRIDA
PEDOMAN PENANGANAN
TRAUMA MUSKULOSKELETAL

KEADAAN YG MEMERLUKAN TINDAKAN


SEGERA (EMERGENCY)

1. Fraktur terbuka
2. Fraktur tertutup dgn gangguan
neurovascular
3. Dislokasi ( cerai sendi )
PENANGANAN FRAKTUR
TERDIRI DARI 4 R

1. RECOGNITION ( PENGENALAN)

2. REPOSITION ( REPOSISI )

3. RETAINING ( MEMPERTAHANKAN )

4. REHABILITATION ( REHABILITASI )
RECOGNITION

• MEMBUAT DIAGNOSIS YG BENAR


BERDASAR :
• ANAMNESIS
• BILA KEJADIANNYA, LOKALISASI
CEDERA
• PERTOLONGAN YG DIDAPAT (BTLS,
ATAU ATLS )
PEMERIKSAAN FISIK

PRIMARY SURVEY

• MEMERIKSA KEADAAN UMUM

SECONDARY SURVEY
• MEMERIKSA ANGGOTA GERAK DAN
TULANG BELAKANG
PEMERIKSAAN FISIK
LOOK
CUKUP DENGAN DESKRIPSI YG TERLIHAT

FEEL
• MENGUKUR SELISIH PANJANG
EKSTREMITAS
• KEADAAN NEUROVASCULAR DISTAL

MOVE
GERAKAN SENDI PROKSIMAL DAN DISTAL
TULANG YG PATAH
PEMERIKSAAN PENUNJANG

X – RAY IMAGE
RULES OF TWO
• 2 POSISI ( AP DAN LAT )
• 2 SENDI ( SENDI ATAS & BAWAH TULANG YG
PATAH )
• 2 EKSTREMITAS ( KANAN & KIRI ) ---ANAK
ANAK
LABORATORIUM

• DARAH RUTIN ( HB, LEKO, TROMBO)

• GULA DARAH SEWAKTU

• PT, APTT

• GOLONGAN DARAH
FRAKTUR

DEFINISI :

• TERPUTUSNYA KONTINUITAS TULANG


DAN ATAU TULANG RAWAN

• BISA KOMPLIT ATAU INKOMPLIT


DISLOKASI

BERGESERNYA PERMUKAAN TULANG

YG MEMBENTUK PERSENDIAN

- KOMPLIT ( LUXATIO )

- INKOMPLIT ( SUB-LUXATIO)
DIBEDAKAN ANTARA

FRAKTUR DISLOKASI
YAITU FRAKTUR ARTICULAR
MISAL : FRAKTUR ACETABULUM DGN DISLOKASI
CAPUT FEMUR

FRAKTUR DAN DISLOKASI


YAITU FRAKTUR NON ARTICULAR DISERTAI DISLOKASI
SENDI PROKSIMAL ATAU DISTAL.
MISAL : # MONTEGIA, GALEAZI
JENIS FRAKTUR DILIHAT DARI

SEGI KONFIGURASI
- SIMPEL, KOMINUTIF, SEGMENTAL
- TRASVERSAL, OBLIQUE, SPIRAL

SEGI KEDUDUKAN
- EPI,META, DIAFISE
- PERGESERAN KEDUDUKAN FRAGMENT
JENIS FRAKTUR DILIHAT DARI
SEGI ADANYA LUKA

FRAKTUR TERTUTUP
TIDAK DIDAPAT PERLUKAAN TERBUKA DI
LOKASI FRAKTUR

FRAKTUR TERBUKA
BILA TERDAPAT LUKA DIDAERAH FRAKTUR,
TENTUKAN DERAJAT KERUSAKAN JARINGAN
LUNAK DAN TULANGNYA
REPOSISI ATAU REDUKSI

• MENGEMBALIKAN TULANG YG PATAH KE


ARAH / ALIGNMENT YG BENAR

• PENGEMBALIAN FRAGMENT DISTAL


TERHADAP PROKSIMAL

• KEDUDUKAN & NEUROVASCULAR


TERJAMIN BAIK KEMBALI
RETAINING

• TINDAKAN MEMPERTAHANKAN
KEDUDUKAN HASIL REPOSISI

• FIKSASI LUAR : GIPS

• FIKSASI DALAM : IMPLANT

• (KIRSCHNER WIRE, PLATE & SCREW, NAIL)


REHABILITASI

• UPAYA MENGEMBALIKAN FUNGSI ALAT ATAU


ANGGOTA GERAK
• PENYAMBUNGAN FRAKTUR BUTUH WAKTU
LAMA
• KOMPLIKASI:
• - DISUSE ATROFI ( OTOT, TULANG )
• - PERLENGKETAN, KEKAKUAN ( STIFFNESS )
FRAKTUR TERBUKA
• MERUPAKAN AKIBAT KECELAKAAN
• PERLU DIPERHATIKAN “ 5 B “
• BREATHING ( PERNAFASAN )
• BLOOD CIRCULATION, BLEEDING
• BRAIN ( OTAK )
• BOWEL ( USUS )
• BLADDER ( KANDUNG KEMIH )
• BABY ( BAYI )
• BONE ( TULANG )
TINDAKAN TEMPAT KEJADIAN
• SESUAI DGN PROTOKOL ATLS,
PENANGANAN SISTEMATIS RESUSITASI
( ABC. . .)

FRAKTUR
• LUKA DITUTUP KAIN BERSIH
• PEMBIDAIAN SEPROKSIMAL DAN SEDISTAL
MUNGKIN
• PERHATIKAN KONDISI NEUROVASCULAR
DISTAL
• HINDARI CEDERA SEKUNDER
• MUDAHKAN TRANSPORTASI ( KENDARAAN
BAK TERBUKA )
FRAKTUR TERBUKA

• BERDASARKAN DERAJAT “KERUSAKAN


“JARINGAN AKIBAT TRAUMA ( Ramon
Gustillo )

GRADE – I
• LUKA KULIT < 1 CM
• DERAJAT KERUSAKAN JARINGAN RINGAN
• TERJADI WITH OUT -IN DAN WITH IN-OUT
FRAKTUR TERBUKA

GRADE – II

• LUKA > 1 CM

• DERAJAT KERUSAKAN JARINGAN SEDANG


FRAKTUR TERBUKA
GRADE – III
LUKA LUAS > 10 CM, TERMASUK NEUROVASCULAR

GRADE – III A
LUKA KULIT MASIH DAPAT DITUTUP

GRADE – III B
TULANG TERBUKA ( BONE EXPOSE )

GRADE – III C
KERUSAKAN NEUROVASCULAR, MUNGKIN DAPAT
DIPERBAIKI ATAU AMPUTASI PRIMER
FRAKTUR TERBUKA

• SUATU LUKA TERKONTAMINASI


• POTENSIAL UNTUK INFEKSI
• MEMERLUKAN TINDAKAN SEGERA

• (FREDERICH )
• PERLUKAAN DAPAT DIJAHIT PRIMER
SETELAH DEBRIDEMENT ( 6 – 8 JAM)
• UNTUK PEMASANGAN IMPLANT
(OSTEOSINTESIS), SAAT GOLDEN PERIOD
( 4 - 6 JAM)
TERAPI PATAH TULANG TERBUKA

• MERUPAKAN TINDAKAN EMERGENCY ( 6 JAM )


• EVALUASI KEGAWATAN YG MENGANCAM
NYAWA ( LIFE THREATENING INJURY )
• PUASA
• ANTIBIOTIK INTRA VENA DOSIS TINGGI,
SPEKTRUM LUAS
• PASANG BIDAI
• FOTO X – RAY
• OPERASI DEDBRIDEMENT DAN IRIGASI
(DILUTION IS A SOLUTION TO POLLUTION )
TERAPI PATAH TULANG TERBUKA

• STABILISASI FRAKTUR

• PENUTUPAN LUKA YG BAIK

• BILA PERLU LAKUKAN CANCELLOUS


BONE GRAFTING

• REHABILITASI EKSTREMITAS

• REHABILITASI PASIEN SEUTUHNYA


PENGGUNAAN GIPS SIRKULER

• PERHATIKAN BLOOD STAIN DI GIPS


( LONGITUDINAL ATAU SIRKULER )

• SEBAIKNYA DILAKUKAN SPLITTING

• HINDARI KONSTRIKSI AKIBAT DARAH YG


MENGERING PADA PADDING

• MENYEBABKAN COMPARTMENT SYNDROME


FRAKTUR TERTUTUP DGN GANGGUAN
NEUROVASCULAR
• DIKENAL SEBAGAI COMPARTMENT
SYNDROME
DAPAT DISEBABKAN OLEH

• TRAUMA LANGSUNG MENGENAI SISTEM


NEUROVASCULAR
• POSISI FRAGMENT MENEKAN, MENUSUK
• KERUSAKAN SARAF BERMANIFESTASI
SEBAGAI NEUROPRAKSIA, AXONOTMESIS,
NEUROTMESIS
FRAKTUR TERTUTUP DGN
GANGGUAN NEUROVASCULAR

• TERHADAP VASCULAR

• ARTERI : SPASME

• VENA : ROBEKAN

• TIMBUNAN DARAH DALAM KOMPARTMENT


OTOT, PENINGGIAN TEKANAN, BENDUNGAN
ALIRAN VENA & ARTERI
GEJALA KLINIS

• NYERI SAAT EKSTENSI & FLEKSI JARI

• DENYUT NADI MENURUN ATAU HILANG

• BENGKAK

• KESEMUTAN / PARESTESI

• KELUMPUHAN / PARESE / P ARALISE


CONTOH
• VOLKSMAN ISCHEMIC CONTRACTURE
• FRAKTUR SEKITAR SIKU PADA ANAK
• FRAKTUR SUPRA CONDYLER HUMERI

• ANTERIOR COMPARTMENT SYNDROME


• FRAKTUR TIBIA TERTUTUP META - DIAFISE
PROKSIMAL
• TUNGKAI BAWAH
TINDAKAN

• EKSTREMITAS DITINGGIKAN

• LEPASKAN PEMBALUT ( BIDAI, ELASTIS


BANDAGE )

• BILA TAK MENOLONG : OPERASI

• FASCIOTOMY (MEMOTONG FASCIA )

• EKSPLORASI GANGGUAN VASCULAR


DISLOKASI
DEFINISI
• SUB - LUKSASI : CERAI SENDI SEBAGIAN
• LUKSASI : TIDAK ADA KONTAK ANTAR
PERMUKAAN SENDI

• CERAI SENDI DAPAT TEREPOSISI SPONTAN


• HANYA TAMPAK STRAIN ( KESELEO ),
NYERI, BENGKAK
DISLOKASI

• BILA TAK TEREPOSISI , DAPAT DIREPOSISI


TANPA ANESTESI (FASE SHOCK 5 – 20 MENIT )

• LEWAT DARI FASE SHOCK HARUS DIBIUS


UNTUK MENGHILANGKAN SPASME OTOT,
AGAR MANIPULASI TIDAK MERUSAK
JARINGAN LUNAK
DISLOKASI
• PERLUNYA REPOSISI SEGERA :
• MENGHINDARI KEKAKUAN JARINGAN
SEKITAR SENDI ( KONTRAKTUR ) SEHINGGA
HARUS OPERASI REPOSISI T ERBUKA (OPEN
REDUCTION)
• MENCEGAH AVASCULAR NECROSIS, YG
MEMERLUKAN OPERASI JOINT
REPLACEMENT (PENGGANTIAN SENDI )
KECELAKAAN KERJA
• Kemajuan di bidang Industri meningkatkan
angka kecelakaan kerja

• Kecelakaan kerja dapat terjadi di dalam gedung


(pabrik) atau diluar gedung

• Kejadian tersering berdampak pada anggota gerak

• Tangan lebih sering dibanding kaki

• Hal ini perlu penanganan cepat dan baik


KECELAKAAN KERJA

• Tujuan pengobatan : REHABILITASI


mengembalikan fungsi anggota gerak seperti
sebelum kecelakaan

• Masalah yang dihadapi:

- Waktu membawa korban ke RS

- Sarana Rumah Sakit

- Keterampilan Dokter
Penanganan di Pabrik
• Bila terjadi kecelakaan tangan terjepit mesin :

- Hentikan mesin secepatnya

- Ambil potongan jari atau tangan

- Masukkan dalam kantong plastik BERSIH

- Ikat plastik dengan karet gelang

- Masukkan plastik berisi jari ke dalam plastik

berisi air es, ikat dengan karet gelang lagi


Es batu

Es batu

Es batu
Penanganan di Pabrik

• Korban dibawa ke Poliklinik Pabrik

• Tangan bagian atas yg berdarah dirawat dengan kasa


steril / bersih, bebat dengan perban sampai darah
tidak mengucur / merembes

• Pasien tidak usah dijahit di poliklinik

• Segera hubungi UGD RS terdekat.

• Lakukan pengiriman pasien secepatnya


Penanganan di Pabrik

• Hubungi dokter jaga Unit Gawat Darurat (UGD)


• Dokter segera menyambut pasien yg datang di
UGD dan mempersiapkan operasi
• Penderita didampingi pihak perusahaan yang
berwenang untuk pengurusan administrasi
• Diusahakan waktu kejadian sampai pengiriman
tidak lebih dari 3 jam
REPLANTASI
• Tindakan pembedahan menyambung bagian tubuh yg
putus atau terpisah, baik oleh karena kecelakaan
kerja, lalu lintas, luka bacok
• Penyambungan bagian tubuh dimulai dari organ
terdalam : tulang, urat, pembuluh darah arteri dan
vena, saraf
• Penyambungan dengan Pembedahan Mikroskop,
benang jahit 10,0
Organ Apa Saja Bisa Disambung ?

• Putus pada jari tangan dan kaki


• Putus pergelangan tangan
• Putus lengan bawah
• Putus lengan atas
• Putus tungkai atas
• Putus tungkai bawah
Korban Bom Bali 2

• Nn. LL , 23 tahun, akibat ledakan dan proyektil bom,


mengalami kehilangan tulang metacarpal III tangan
kanan.

• Di Bali disarankan untuk amputasi

• Dilakukan debridement, cangkok tulang dari Ilium


dan pemasangan Mini Plate
KESIMPULAN

• Trauma kata lain dari CEDERA ( rudapaksa – Injury )

• Dapat mencederai fisik dan psikis

• Cedera dapat menimbulkan kerusakan


muskuloskeletal

• Jaringan Lunak : luka, perdarahan, kememaran,


keregangan, robekan atau terputus, gangguan saraf,
pembuluh darah
KESIMPULAN

Jaringan Tulang

• Fraktur terbuka atau tertutup

• Fraktur simpel, kominutif, segmental, kompesi

• Fraktur komplit dan inkomplit


KESIMPULAN

Jaringan Sendi

• Haemarthros

• Ruptur ligament

• Lesi meniscus

• Osteochondral fracture
KESIMPULAN

Penanganan Cedera Jaringan Lunak :

• R : est ( istirahat )

• I : ce ( kompres )

• C : ompression ( balut tekan )

• E : levation ( tinggikan bagian yg cedera )


KESIMPULAN

Penanganan Cedera Tulang “ 4 R “ :


• Recognition

• Reposition

• Retaining

• Rehabilitation
Terima kasih!