Anda di halaman 1dari 29

Pelaksanaan Fisioterapi Pada

Kondisi Parkinson di RSUD Sidoarjo

Program Profesi Fisioterapi

Alifa Labibah P27226016269


Astri Sumarni Ati P27226016370
Dian Purwati Rahayu P27226016378
Liza Dwi Januaryana P27226016404
Tenon Nur Hidayah P27226016434
Ririn Ratna Damaiyanti P27226016422
Definisi
Penyakit parkinson merupakan proses degeneratif
yang melibatkan neuron dopaminergik dalam substansia
nigra (daerah ganglia basalis yang memproduksi dan
menyimpan neurotransmitter dopamin).
Peran yang penting dalam sistem ekstrapiramidal
yang mengendalikan postur tubuh dan koordinasi gerakan
motorik volunter, sehingga penyakit ini karakteristiknya
adalah gejala yang terdiri dari bradikinesia, rigiditas,
tremor dan ketidakstabilan postur tubuh (kehilangan
keseimbangan).
Etiologi
• Usia
• Genetik
• Periode
• Faktor Lingkungan
Patofisiologi

Secara umum dapat dikatakan bahwa


penyakit parkinson terjadi karena penurunan
kadar dopamin akibat kematian neuron di
substansia nigra pars compacta (SNc) sebesar
40-50% yang disertai dengan inklusi sitoplamik
eosinofilik (Lewy bodies) dengan penyebab
multifaktor.
Klasifikasi
• Parkinsonismus primer/ idiopatik/paralysis
agitans
• Parkinsonismus sekunder atau simtomatik
• Sindrom paraparkinson ( Parkinson plus )
Gejala Klinis
Gejala motorik : 6. Langkah dan gaya
1. Tremor berjalan (Sikap
2. Rigiditas/kekakuan Parkinson)
3. Akinesia/bradikinesi 7. Bicara monoton
a 8. Demensia
4. Tiba-tiba Berhenti 9. Gangguan behavioral
atau Ragu-ragu 10. Gangguan lain
untuk Melangkah
5. Mikrografia
Gejala Non-Motorik :
1. Disfungsi otonom
2. Gangguan suasana hati
3. Ganguan kognitif
4. Gangguan tidur
5. Gangguan sensasi
IDENSITITAS PASIEN

Nama : Tn. S
Umur : 76 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Agama : Islam
Pekerjaan : pensiunan TNI-AD
Alamat : Lemah putra no 21 rt 08 rw 2
NO.CM : 0762203
Riwayat Penyakit
Keluhan Utama :
Pasien mengeluhkan tangan dan kaki terasa berat
dan sering jatuh.

Riwayat Penyakit Sekarang :


Sejak 2 tahun yang lalu pasien mengalami tremor di
anggota gerak atas dan anggota gerak bawah setelah itu
pasien sering mengalami jatuh.

Riwayat Penyakit Dahulu :


Post Stroke CVA infrak

Riwayat Penyakit Peryerta :


Hipertensi, DM, OA knee.
Medika Mentosa
• Cdg 1x1
• Calpone 1x1
• Hct 1x1
• Dyaz 1x1
• Bisop 1x1
TTV :
• Tekanan darah: 140/90 mmHg
• Denyut nadi : 72x/Menit
• Pernapasan : 20x/menit
• Temperatur : 36 C
• Tinggi badan : 63 Kg
• Berat badan : 167 cm
Inpeksi
Statis Dinamis
• Tampak postur pasien • Tampak pola jalan pasien
forward head dan trunk tergesa-gesa dan langkah
kiposis kecil-kecil
• Tampak pasien datang • Tampak pasien belum
menggunakan walker mampu menoleh kepala
• Tampak adanya resting ke kanan dan ke kiri
tremor pada posisi berdiri melainkan disertai
putaran tubuh
• Tampak knee fleksi saat
berjalan
Palpasi
• Teraba tightness otot hamstring dan quadricep
• Teraba tightness erector spine
• Teraba tightness uper trapezius dextra dan
paracervical
Joint Test Pemeriksaan gerak dasar
GerakAktif
Pasien mampu melakukan gerakan pada
setiap regio dengan full ROM tanpa disertai
nyeri. Akan tetapi saat posisi berdiri dan
berjalan tanpa disadari pasien mengerakan
neck, trunk, elbow dan knee kearah fleksi.
Gerak pasif
Pasien saat dilakukan gerakan pada setiap
regio dengan full rom tanpa disertai nyeri. Akan
tetapi saat posisi berdiri dan berjalan tanpa
disadari pasien mengerakan neck, trunk, elbow
dan knee kearah fleksi.
Muscle Test
• Tidak dilakukan karena kekuatan otot sulit
dinilai akibat bradikinesia.

Nyeri
Pemeriksaan nyeri dengan VDS untuk OA knee
Nyeri diam : 0/10
Nyeri tekan : 0/10
Nyeri gerak : 3/10 (saat posisi duduk ke berdiri)
Reflex
Pemeriksaan reflex fisiologis
• Biceps : ++/++
• Tricep : ++/++
• Knee pes reflek : ++/++
• Achilles pes reflex : ++/++
Pemeriksaan reflex patologis
• Babinksi : ++/++
• Chaddok : ++/++
• Oppenhieim : ++/++
• Schaeffer : ++/++
• Hoffmahtromer : ++/++
Sensibilitas
• Tajam : penurunan kanan kiri
• Tumpul : penurunan kanan kiri
• Kasar : normal kanan kiri
• Halus : normal kanan kiri
Mini Mental Status Examination

Keseimbangan dan Koordinasi

Pemeriksaan resiko jatuh dengan skala


morse

Pemeriksaan fungsional dengan Movement


disorder society-sponsored revision of
the unified parkinson’s disease rating
scale (MDS-UPDRS)
ALGORITMA
Diagnosis Fisioterapi
Impairment
- Adanya resting tremor pada AGA AGB saat berjalan
- Adanya problem pada postur tubuh yaitu neck
forward dan trunk kyposis
- Adanya gerakan tubuh yang lambat ,langkah
berjalan yang kecil- kecil
- Adanya penurunan keseimbangan dan koordinasi
2. Functional limitation
- Pasien belum mampu berjalan dengan pola yang
benar tanpa perintah
3. Disability/participation restriction
Pasien belum mampu melakukan aktivitas sosial
di lingkungan masyarakat sekitar seperti pertemuan
bulanan Rt dan pengajian.
Program Fisioterapi
Tujuan jangka pendek
• Untuk memperbaiki pola jalan
• Untuk memperbaiki keseimbangan dan
koordinasi
• Untuk memperbaiki postur/ koreksi postur
Tujuan jangka panjang
Untuk mengoptimalkan kemampuan aktifitas
fungsional pasien dalam berjalan yang benar
Intervensi Rencana Evaluasi
• Koreksi postur • Evaluasi
• Latihan pola jalan keseimbangan dan
• Latihan keseimbangan koordinasi
dan koordinasi • Evaluasi kemampuan
fungsional dengan
MDS-UPDRS
• Evaluasi risiko jatuh
dengan skala morse
Prognosis
• Quo ad vitam : bonam
• Quo ad sanam : dubia ad malam
• Quo ad fungsionam : dubia ad malam
• Quo ad cosmetik : dubia ad malam
Pelaksanaan Terapi
Koreksi postur Latihan pola jalan
Latihan keseimbangan dan koordinasi
Evaluasi Tindak lanjut
• Evaluasi risiko jatuh dengan skal morse
• Evaluasi keseimbangan dan koordinasi
• Evaluasi kemampuan fungsional dengan MDS-
UPDRS
Hasil Terapi Akhir
Pasien yang bernama Tn. S umur 78 tahun,
pekerjaan pensiunan TNI-AD, alamat Lemah Putra
no. 21 RT 08/02 Sidoarjo, dengan diagnosa
Parkinson Disease dengan dilakukan terapi
berupakoreksi postur, koreksi pola jalan, latihan
keseimbangan dan koordinasi, diperoleh hasil :
• Belum ada perbaikan keseimbangan dan koordinasi
• Adanya peningkatan kemampuan fungsional
• Belum ada penurunan nilai skala jatuh