Anda di halaman 1dari 32

AKTIVITAS PENAMBANGAN SILIKA SECARA

UMUM TAMBANG QUARY BUKIT KARANG


PUTIH PT SEMEN PADANG

Oleh:
Mutiara Qalbi Pebrian
OUT LINE
 Latar Belakang
Pendahuluan  Tujuan
 Manfaat

 Profil Organisasi
PROFIL ORGANISASI
 Sejarah Perusahaan
DAN MANAJEMEN  Manajemen & Struktur Perusahaan

 Waktu dan Tempat


 Ruang Lingkup Kerja
METODE KERJA
 Alat
 Metode dan Proses Kerja
 Land Clearing
Hasil dan  Loading Hauling
Pembahasan  Crushing dan Conveying
 Storage dan Produksi Harian Silika
 Hasil Pengamatan
 Pemantauan Lingkungan
Pendahuluan
Latar Belakang

Industri
Pertambangan
Semen

PT Semen
Padang

Batuan dasar
pembuatan
Semen

Kuliah Kerja
Praktik
Pendahuluan
Tujuan Penelitian
1. Memenuhi salah satu mata kuliah Jurusan Kebumian
2. Mengetahui aktivitas penambangan silika di PT Semen Padang
3. Mengetahui jenis silika yang terdapat di tambang quary PT Semen Padang
4. Mengetahui proses pengolahan silika sebagai bahan campuran semen
5. Mengentahui karakteristik silika yang ada di Tambang Bukit Karang Putih PT Semen
Padang
6. Mengetahui Kendala yang dialami selama proses penambangan silika

Manfaat
1. Mendapat pengalaman kerja terutama dalam bidang Pertambangan, serta
mengaplikasikan ilmu yang didapat saat di perguruaan tinggi.
2. Dapat memahami perbedaan karakteristik batuan yang ada di tambang Bukit
Karang Putih PT Semen Padang
3. Mengetahui tahapan aktivitas penambangan secara umum.
4. Mengetahui alat alat mekanis yang digunakan dalam penambangan
5. Dapat berguna bagi pembaca dan bermanfaat dalam dunia kerja nantinya.
Sejarah Perusahaan Profil Organisasi dan Manajemen

PT Semen Padang (Perusahaan) didirikan pada tanggal 18 Maret 1910 dengan nama NV Nederlandsch
Indische Portland Cement Maatschappij (NV NIPCM) yang merupakan pabrik semen pertama di
Indonesia. Kemudian pada tanggal 5 Juli 1958 Perusahaan dinasionalisasi oleh Pemerintah Republik
Indonesia dari Pemerintah Belanda. Selama periode ini, Perusahaan mengalami proses kebangkitan
kembali melalui rehabilitasi dan pengembangan kapasitas pabrik Indarung I menjadi 330.000 ton/tahun.
Selanjutnya pabrik melakukan transformasi pengembangan kapasitas pabrik dari teknologi proses basah
menjadi proses kering dengan dibangunnya pabrik Indarung II, III, dan IV.
Profil Organisasi dan Manajemen
Profil Organisasi dan Manajemen Tambang
Biro Penambangan

Wilayah Kerja
Perencanaan, Pengembangan dan
Evaluasi Tambang

Bidang Drilling, Blasting dan Mining Service

Bidang Loading dan Hauling

Bidang Crushing dan Conveying.


Profil Organisasi dan Manajemen Tambang Profil Organisasi dan Manajemen
Departemen
Tambang
R.Trisandi
Hendrawan

Biro Pemeliharaan Biro Pemeliharaan Biro Perencanaan ,


Biro Penambangan
Alat Tambang Alat Berat Tambang pengembangan &
Irfak Izma 7505012 Endi Alta 7805003
Syahrizal 6283035 Evaluasi Tambang
Romi Abdilah 8609044
Bid. Pemeliharaan
Bidang Drilling, Blasting Loading Hauling
& Mining Service Bid. Pemeliharaan Crusher
Yoniza Putra Bid.SHE
Ilham Akbar 8814153 6283033 Tambang
Dedi R 6892017
Bidang Loading & Bid. Pemeliharaan Staf Perencanaan Ariyan Trisno
Hauling Driling Mining Service pengembangan &
evaluasi Tambang
8409046
Hendri Priparis Bid. Pemeliharaan
8109045 Conveyor Firdaus 6182092
Hari Djoko Mulyo
Bidang Crushing dan
Raswaidi 6282059 Mustiko9998655
Conveying
Bid. Bengkel Alat Ariyan Trisno 8409046
Masrial 6390039
Berat Tambang Yelmi Arya Putra
8614010
Andhika Rio
Bid. Penambangan Soil & Bid.PLI Alat Tambang Rendi Fahlevi 9014038
Produksi Agregate 8415323 Aguswandi 6183030
Helfantri 7299048
Berva Lindo 8914033
Metoda Kerja
Waktu dan Tempat
Waktu : Pelaksanaan kuliah kerja praktik dilaksanakan selama 7 minggu , mulai pada tanggal 18
September 2017 hingga 31 Oktober 2017.
Tempat : Pelaksanaannya dilaksanakan di area tambang Bukit Karang Putih PT. Semen Padang,
Kecamatan Lubuk Kilangan, Indarung Padang.

Ruang Lingkup Kerja


Ruang lingkup pada kuliah kerja praktik adalah area penambangan silika tambang Bukit Karang Putih PT Semen padang yaitu:
 Bidang PPET (Perencanaan, Pengembangan dan Evaluasi Tambang)
 Bidang DBMS ( Drilling Blasting Mining Service)
 Bidang Loading-Hauling
 Bidang CC (crusher conveying)
Dengan bantuan alat alat mekanis untuk mendukung aktivitas penambangan.
Alat yang digunakan Metoda Kerja

a b d e f G
Keterangan Gambar :
A: Buldozer Komatsu D7G Caterpilar
B:Excavator Kobelco SK 480
C: Excavator Komatsu 04 Alat
D: Dozer
F: Dump Truck
G: Truck
Alat diatas digunakan dalam proses land clearing dan loading hauling
Alat yang digunakan Metoda Kerja

H I J k

Keterangan Gambar :
H: Mosher 2
I: Hooper
J: Feeder
K: Sizer
Alat diatas digunakan dalam proses crushing batuan silika
Alat yang digunakan Metoda Kerja
Drive Pulley Primary Screaper

Tail Pulley Secondary Screaper

Snub Pulley Inlet Chute

Bend Pulley Outlet Chute

Take up Pulley Plough Scraper

Counter Weight Impact cradle

Carrying idler Dual Rectum Tracker

Self Cleaning Idler

Keterangan Gambar
L: Motor
M: Pulley
N: Chute
O: Counter Weight
Alat diatas digunakan
dalam proses conveying
L M N O batuan silika
Metode dan Proses Kerja Metoda Kerja

Land Clearing

Loading Hauling

Crushing Conveying

Storage
Metoda Kerja

Topografi

Secara garis besar keadaan wilayah penambangan PT. Semen Padang adalah daerah perbukitan yang
dilingkupi banyak pepohonan dan semak dimana sebagian kecil digunakan masyarakat sebagai lahan
pertanian dengan ketinggian berkisar antara 225-720 meter di atas permukaan laut.

Struktur Geologi Bukit Karang Putih


Bukit Karang Putih secara geografis terletak pada koordinat 100 o24’31”BT-100o25’04” BT dan 00o57’47”
LS-01o00’48” LS, dimana membujur dari arah utara ke selatan dengan puncak tertinggi 554 m dan puncak
terendah 400 m di atas permukaan laut.
Ganesa Batuan Silika Metoda Kerja
Pembagian batuan silika berdasarkan jenis yang terdapat di wilayah tambang PT Semen Padang yaitu:
 Batu Rijang (Batuan Sedimen)
 Batu Tufa ( Batuan Beku)
 Pumice (Batuan Beku )
 Lapisan Kontak Intrusi

Batu Rijang
Nama Batuan : Rijang
Rumus Kimia : SiO2 > 70%
Warna : Merah Hati, Kelabu TUa, Biru,
Hitam, Coklat Tua
Gores : Putih
Kilap : Lilin
Belahan/Pecahan : Tidak Sempurna/ Choncoidal
Kekerasan : 6,5-8 skala mosh
Sistim Kristal : Hexagonal
Perawakan : Masif Sumber: Departemen Tambang PT Semen Padang

Berat jenis : 2,6g/cm3


Kemagnetan : Diamagnetit
Ketransparanan : Tidak teransparan
Ganesa Batuan Silika Metoda Kerja

Batu Tufa
Warna : Putih pucat
Rumus Kimia : SiO2 > 80%
Kekerasan : 6,5-8 skala mosh
Perawakan : Masif
Berat Jenis : 2,59g/cm3
Kilap : Lilin
Gores : Putih
Struktur : Berlapis
Derajat kristalisasi : Holohyalin
Tekstur : Fragmental
Ukuran : ash (abu) d < 2 mm
Bentuk : Fragmental
Area Pertambangan Hasil dan Pembahasan

EKSISTING PIT LIMIT

Penambangan benching system berbentuk jenjang-jenjang yang Eksisting Pit Limit


membagi areal penambangan menjadi beberapa front dan lantai kerja.
 Front I  Front III TOP
 Front II  Front V TOP
 Front IV
 Front V
 Front VIA
 Front VI B
 Front VII
Aktivitas Umum Penambangan Silika Hasil dan Pembahasan
Land Clearing

Lokasi Land Clearing Aktivitas Land Clearing

 Land Clearing bertujuan sebagai penyiapan area penambangan


dan penyiapan drill pad.
 Kegiatan ini berupa pembersihan lahan dan semak-semak,
pohon-pohon besar, sisa pohon yang di tebang, dan membuang
semua bagian yang dapat menghalangi pekerjaan selanjutnya.
Hasil dan Pembahasan
Loading Hauling

Loading merupakan proses pemuatan material hasil galian oleh alat


muat yang dimuatkan pada alat angkut. Penggalian dan pemuatan
dilakukan dengan menggunakan excavator Doosan Giant 500
dengan kapasitas munjung sebesar 2.3m3

Lokasi Loading Silika : Adalah area front V Top


Alat Loading Silika : Dump Truck dan excavator
Doosan Giant 500

Proses Loading Batuan silika area Front V TOP


Hasil dan Pembahasan
Loading Hauling
 Setelah batuan digali dari front
kerja dengan menggunakan alat Area Front V TOP
muat berupa excavator,
 batuan hasil galian tersebut
kemudian dipindahkan ke dalam
alat angkut berupa heavy dump
atau dump,
 pengangkutan silika dilakuakan
dengan menggnakan dumptruck s
 Batuan Silika di bawa ke mosher
II yang terletak sekitar 3.1 km dari
lokasi Front V Lokasi Mosher 2
Hasil dan Pembahasan
Crushing dan Conveying Batu Silika
Hopper feeder Sizer

Breaker Bar Belt


conveyor

Secondary Vibrating
Hooper LSC II
Crusher Screen

BELT

Storage

Mosher 2
Hasil dan Pembahasan
Crushing dan Conveying Batu Silika

 Setelah bahan galian di reduksi, maka proses selanjutnya adalah proses pengiriman menuju
pabrik pengolahan untuk diolah lebih lanjut. Adapun untuk pengiriman material menggunakan
belt conveyour.
 Belt akan mengantarkan material dari tambang langsung menuju pabrik.Setiap storage yang
ada di pabrik memiliki jalurnya sendri Material yang diangkut melalui jalur belt
 Belt A4J12P (12 P) dapat didistribusikan ke semua storage yang ada di pabrik, baik itu
storage indarung II, III, IV, V dan VI.
 Belt A1J12B maka material tersebut hanya dapat terdistribusi ke storage IV ,V dan VI.
Storage Hasil dan Pembahasan
File File File A Storage Indarung 2 kapasitas ± 21000 ton/hari
B C
Limestone Silika

File B File File


C A Pada Storage 3 A yang memiliki kapasitas ± 21000 ton/hari
Silika Limestone

File File File III


I II Pada Storage Indarung IV silika terdapat pada file III , pada
Limestone Silika
storage ini terdapat hopper untuk penampungan silika dengan
kapasitas 600 ton per hopper.

File File
I II Pada storage indarung V dan indarung VI dengan kapasitas
20.000/file
Hasil dan Pembahasan
Hasil Pengamatan
Batu silika yang ada di penambangan PT Semen
FRONT I
padang memiliki komposisi kimia sebagai
berikut:
BatuKapur  SiO2 ≥ 55% dan SiO2 > 70%,
FRONT VII FRONT II
 CaO< 48%,
 Al203 ≥ 2%,
FRONT VI A
 MgO < 1%
FRONT VI B FRONT V BAWAH

Sumberdaya yang terdapat di Tambang Bukit


FRONT III FRONT V TOP
Karang Putih. Batu silika di Tambang PT.
FRONT III TOP
BatuSilika Semen Padang terdapat pada beberapa lokasi
area penambangan diantaranya:
FRONT IV
FRONT IV PENGEMBANGAN
Soil  Front III TOP
 Front V TOP
 Pit Limit 206
 Front IV Pengembangan
 Area 15.15
Hasil dan Pembahasan
Hasil Pengamatan

Batu silika rijang dengan warna coklat


Area Front V Top (pit limit)
keputihan dan kandungan SiO > 65 %
Pengoptimalan
produksi silika
Batu silika rijang dengan warna coklat
karang putih
Front III Top (pit limit) keputihan dan kandungan SiO > 65 %

Terdapat batu kapur dengan kandungan silika yang


tinggi,dengan kekerasa < 400 mpa berwarna putih
Area 15.15 keabu-abuan dengan komposisi CaO 22-40 %, SiO2
35-46 % berada di pit limit Utara
Terdapat zona bidang kontak tufa dengan
Pit Imit 206 kandungan silika yang sangat tinggi SI 80-
90 %
Hasil dan Pembahasan
Hasil Pengamatan

 Berdasarkan pengamatan
Front V : Batu Rijang merupakan batuan yang telah mengalami pelapukan sehingga
kandungan Al2O3 nya lebih tinggi dengan kandungan SiO2>70% warna merah hati
menyerupai clay dan kekerasan 6,5-8 skala mosh.
 batu tuffa terdapat di area 15.15 dengan kandungan SiO2>80%.
Hasil dan Pembahasan
Target Produksi Bulan Bt. Silika Crushing
RKAP Realisasi % Prod
januari 44.771 68.321 152,80%
September
2017 februari 36.941 72.617 196,60%
maret 41.601 67.766 162,90%
april 61.258 102.563 167,40%
mei 66.943 92.801 138,60%
• Target September 2017 juni 58.405 79.952 136,90%
68.838 ton,per hari adalah
juli 70.611 84.662 119,90%
68.838 ton / 31 = 2.220,58
ton agustus 66.943 86.406 129,10%
• Realisasi 84.499 ton
september 68.838 84.499 122,70%
84.499 ton/31= 2.725,774
ton per hari oktober 77.171 0,00%
nopember 75.075 0,00%
desember 78.241 0,00%
Hasil dan Pembahasan
Kendala
Hasil dan Pembahasan
Pemantauan Lingkungan

• Pemantauan Kualitas Air


• Pemantauan Meteorologi
• Pemantauan Debu
• Pemantauan Sumber Emisi Tidak Bergerak
• Pemantauan Kebisingan
• Pemantauan Getaran dan Suara Peledakan
• Pemantauan Limbah B3
• Pemantauan Sosial Masyarakat
Hasil dan Pembahasan
Reklamasi & Vegetasi
pengupasan dan penimbunan tanah penutup,
Reklamasi Pit Limit Front
1 area IUP 206,96
pengendalian erosi dan sedimentasi
Ha

revegetasi
Hasil dan Pembahasan
Reklamasi & Vegetasi

Kesimpulan
1. Aktivitas Penambangan Silika Secara Umum berdasarkan tahap Land Clearing , Loading Hauling,
Crusher dan Conveying, storage
2. Sebaran Batuan Silika terdapat pada area
• Front III TOP
• Front V TOP
• Pit Limit 206
• Area 15.15
• Front IV Pengembangan
3. Batu Silika jenis Rijang merupakan jenis silika yang di optimalkan pada penambangan ini dengan
kadar SiO2 > 70 % merupakan batu silika yang telah mengalami pelapukan berwarna merah hati dengan
gores putih
4. Kendala yang dialami selama penambangan silika lebih kepada kendala mekanis alat, dimana sering
terjadinya penyumbatan dan kerusakan pada alat. Kendala lainnya berupa pada sifat batuan silika yang
abrasif dan sticky yang menyebabkan kehausan pada alat dan mempengaruhi efektifitas kerja.