Anda di halaman 1dari 26

v  V cos t

Untuk menyatakan tegangan dan arus yang berubah secara sinusoidal,


kita gunakan diagram vektor yang berotasi serupa dengan diagram
vektor yang digunakan untuk menganalisa gerak harmonik sederhana.

 Arus bolak-balik memiliki beberapa nilai, yaitu :

Arus rata-rata :
2
I av  I  0,637 I
0 t 
i  I cos t Arus efektif
2
  2f  I V
T I rms  ; Vrms 
2 2
Hambatan Dalam Sebuah Rangkaian AC

Arus sephasa dengan tegangan, frekuensi sama sehingga fasor arus


dan fasor tegangan berotasi serempak, kedua fasor sejajar setiap saat.
Proyeksinya pada sumbu horisontal berturut-turut menyatakan arus
dan tegangan sesaat.
Induktor Dalam Sebuah Rangkaian AC
Bila i = I cos ωt, maka
ε = -L di/dt, dan
vL = L di/dt
= L d(I cos ωt)/dt
= - IωL sin ωt

Karena – sin ωt = cos (ωt + 900), maka dapat dinyatakan bahwa


vL = I ωL cos(ωt + 900).

Terlihat bahwa arus tertinggal sejauh 900 oleh tegangan (lag).

Dari persamaan di atas, diperoleh amplitudo VL dari induktor adalah


VL = I ωL → ωL = XL, sehingga dapat ditulis VL = I XL, yaitu
amplitudo tegangan yang melewati induktor dengan nilai ohm.

Induktor digunakan dalam beberapa aplikasi rangkaian seperti


sumber daya dan saringan interferensi radio, yang merintangi dan
mengizinkan frekuensi yang lebih rendah atau dc untuk lewat.
Rangkaian ini dinamakan saringan lewat bawah (low-pass filter).
Kapasitor Dalam Sebuah Rangkaian AC
Hukum Kirchhoff :

∆v + ∆vC = 0

~ i = dq/dt = I cos ωt.

. .
Dengan mengintegralkan persamaan
i q -q i tersebut, kita peroleh
I
a b q sin t

Dengan menggunakan persamaan q = C vC, maka diperoleh

I
vC  sin t
C
i = dq/dt ; q = C vC, maka i = C dvC/dt.
i = I cos ωt ; vC = (I/ ωC) sin ωt

sin ωt = cos (ωt – 900)

Fungsi kosinus ini mempunyai


“keterlambatan” sebanyak 900
dibandingkan dengan arus
i = I cos ωt.

Tegangan maksimum adalah

VC = I/(ωC)

1/(ωC) = XC.
Kapasitor cenderung melewatkan arus berfrekuensi tinggi dan
merintangi arus berfrekuensi rendah atau dc. Alat yang secara
istimewa melewatkan sinyal berfrekuensi tinggi dinamakan saringan
lewat tinggi (high-pass filter).
Elemen Rangkaian dengan Arus Bolak Balik

Elemen Hubungan Kuantitas Fasa Dari V


Rangkaian Amplitudo Rangkain
Resistor VR = I R R Sefasa dengan I

Induktor VL = I XL XL = ωL Mendahului I sebanyak 900

Kapasitor VC = I XC XC = 1/ωC Tertinggal dari I sebanyak 900

Grafik dari R, XL dan XC sebagai fungsi dari frekuensi sudut ω.


Rangkaian Seri R - L - C
V  VR2  VL  VC 
2

 IR   IX L  IX C 
2 2

atau
V I R  X L  X C 
2 2
Z

Z R2  X L  X C 
2

 R 2  L  1 / C 
2

VL  VC I  X L  X C  X L  X C
tan    
VR IR R
L  1 / C
tan  
R
Daya dalam Arus Bolak-Balik

Secara umum, daya sesaat pada rangkaian AC dinyatakan sebagai

p = vi

Untuk beban resistor :

V I
Pratarata   12 VI  Vrms I rms
2 2
Untuk beban induktor :

Kurva daya simetris


terhadap sumbu horisotal,
positif pada setengan siklus
pertama dan negatif pada
setengah siklus berikutnya.
Daya rata-rata adalah nol.

Pada saat p positif, energi


diberikan untuk membentuk
medan magnet dalam
induktor, pada saat p negatif,
medan akan menghilang dan
induktor mengembalikan
energi ke sumber
Untuk beban kapasitor :

Daya rata-rata pada


kapasitor adalah nol.
Energi diberikan untuk
mengisi kapasitor dan
kembali ke sumber saat
pengosongan.
Perpindahan energi
nettosiklus adalah nol.
Untuk beban sebarang :
Dalam sebarang
rangkaian ac,
dengan sebarang
kombinasi R,C
dan L, tegangan v
yang melalui
keseluruhan
rangkaian
mempunyai suatu
sudut Ø terhadap
arus i.
Daya sesaat p, diberikan oleh persamaan

p  vi  V cost   I cos t 

Dari gambar terlihat bahwa luas kurva daya sesaat di antara simpal-
simpal positif dengan sumbu horisontal lebih besar daripada luas
diantara simpal-simpal negatif dengan sumbu horisontal, daya rata-
ratanya adalah positif.

p  V cost   I cos t 


 VI cos  cos t  VI sin  cos t sin t
2
p  V cost   I cos t 
 VI cos  cos t  VI sin  cos t sin t
2

Nilai rata-rata cos2 ωt (pada satu siklus) adalah ½ dan nilai rata-rata
dari cos ωt sin ωt adalah nol karena hasil perkalian ini sama dengan
½ sin ωt, yang nilai rata-ratanya pada satu siklus adalah nol.

Maka daaya rata-rata adalah

1
Pratarata  VI cos   Vrms I rms cos 
2
cos Ø dinamakan faktor daya (power factor) dari rangkaian itu.

Tentukan nilai daya rata-rata dari setiap


komponen murninya !!!
Resonansi dalam Rangkaian AC

Resonansi dalam rangkaian ac, adalah suatu keadaan dimana arusnya


mencapai nilai maksimum.
Nilai maksimum arus diperoleh dengan mengatur nilai Z sekecil
mungkin. Nilai Z terkecil adalah ketika Z = R, atau XL = XC.

XL = XC
ωL = 1/ωC
ω2 = 1/LC → ω = 1/√LC
2πf = 1/√(LC)
f = 1/(2 π √LC)

Atau, secara umum ditulis

1 1
0   f0 
LC 2 LC
TRANSFORMATOR
Transformator Ideal
Transformator, adalah alat penghubung dua sistem yang berbeda
tegangannya.

Jadi, transformator tidak mengubah daya, melainkan mengubah


tegangan ataupun arus.

Transformator bekerja berdasarkan hukum induksi Faraday.


Dari pernyataan di atas, maka secara matematis dapat ditulis

dB dB
1   N1 dan  2   N 2
dt dt
1 N1

 2 N2

Pada transformator, nilai GGM di sisi primer sama dengan GGM di


sisi sekunder .

N1 I1  N 2 I 2
N1 I 2

N2 I1
Transformator Aktual

Dalam operasinya, transormator mengalami kehilangan daya


(losses), yang antara lain adalah rugi-rugi inti Pi dan rugi-rugi
tembaga PCu.
Konstruksi Transformator