Anda di halaman 1dari 11

APA ITU INFEKSI OPORTUNISTIK ?

Infeksi yang tibul karena penurunan kekebalan tubuh .


infeksi ini dapat timbul karena mikroba
(bakteri,jamur,virus) yang berasal dari luar tubuh
maupun yang sudah ada dalam tubuh.
PREVALENSI INFEKSI OPORTUNISTIK

Prevalensi infeksi oportunistik pada ODHA menurut kelompok


studi khusus AIDS FKUI/RSCM pada tahun 2004 antara lain
terdiri atas, kandidiasis 40%, tuberculosis paru 37.1%, diare
kronik 27.1%, dan ensefalitis toxoplasma 12 %.
APA SAJA TES UNTUK IO ?
Tes darah,untuk antigen (potongan kuman yang menyebabkan IO) atau
untuk antibodi (protein yang dibuat oleh sistem kekebalan untuk
memerangi antigen). Jika ditemukan antigen berarti kita terinfeksi dan
jika ditemukan antibodi berarti kita pernah terpajan pada infeksi. Kita
mungkin diberikan imunisasi atau vaksinasi terhadap infeksi tersebut,
atau sistem kekebalan mungkin “memberantas” infeksi dari tubuh kita,
atau pun kita mungkin tetap terinfeksi. Jika kita terinfeksi kuman yang
menyebabkan IO, dan jika jumlah CD4 kita cukup rendah sehingga
memungkinkan IO berkembang.
IO & AIDS
•Orang yang tidak terinfeksi HIV dapat mengembangkan IO jika sistem
kekebalannya rusak.
•Hiv memperlemah sistem kekebalan, sehingga io dapat berkembang.
Jika kita terinfeksi HIV dan mengalami IO, kita mungkin AIDS.
• Di indonesia, depkes bertanggung jawab untuk memutuskan siapa
yang aids. Depkes mengembangkan pedoman untuk menentukan IO
yang mana mendefinisikan AIDS. Jika kita HIV, dan mengalami satu
atau lebih IO “resmi” ini, maka kita AIDS.
JENIS IO MANA YANG PALING UMUM?
•Kandidiasis (thrush)
•Virus sitomegalia (CMV)
•Virus herpes simpleks dapat menyebabkan herpes pada mulut atau
kelamin
•Malaria
• Mycobacterium avium complex (MAC atau MAI)
• Pneumonia pneumocystis (PCP)
•Toksoplasmosis (tokso)
•Tuberkulosis (TB)
PENCEGAHAN APA SAJA YANG HARUS
DILAKUKAN ?
Pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan cara mengurangi
risiko infeksi baru dengan tetap menjaga kebersihan dan
menghindari sumber kuman penyebab IO. Meskipun sudah
terinfeksi beberapa IO,penderita dapat memakai obat yang akan
mencegah pengembangan penyakit aktif. Pencegahan ini disebut
profilaksis. Cara terbaik untuk mencegah IO adalah memakai
ART.
PENGOBATAN IO
1. Terapi AZT (Azidotimidin) untuk penggunaan obat antiviral AZT
yang efektif terhadap AIDS, obat ini menghambat replikasi
antiviral.
2. Terapi antiviral baru yang berguna untuk meningkatkan aktivitas
sistem imun dengan menghambat replikasi virus/memutuskan
rantai reproduksi virus pada prosesnya.
(Didanosine,Ribavirin,Diedoxycytidine, recombinant CD4 dapat
larut)
PERJALANAN MUNCUL INFEKSI
OPORTUNISTIK
VIDEO