Anda di halaman 1dari 24

LISTRIK ARUS SEARAH

Kelompok : 3, 4, & 5

1
RANGKAIAN ARUS
SEARAH ( DC)
1. Pengertian Arus Listrik
2. Hukum Ohm dan Arus Listrik dalam
Rangkaian Tertutup
3. Hambatan sepotong Kawat penghantar
4. Rangkaian hambatan listrik
5. Hukum Kirchoff I dan Hukum Kirchoff II
6. Energi dan daya listrik

2
CREATED BY DRS. ADRIANSYAH

PENGERTIAN ARUS LISTRIK


Arus listrik dapat didefinisikan
sebagai muatan yang bergerak pada
tiap satuan waktu

3
ANALOG
LAMPU

ARUS
LISTRIK

BATEREI

R
I = q/t hambatan

KETERANGAN :
I = Arus listrik (coulomb/detik
atau ampere)
q = Muatan listrik(coulomb) e=ggl
t = Waktu (detik)

4
HUKUM OHM
V=IR V

KETERANGAN: R=V/I
V = Beda potensial (volt)
I = Arus litrik (ampere)
R = hambatan listrik (ohm)

I
R=V/I
Atau

R = tangen

Catatan penting:
R tetap selama hambatan tidak mengalami perubahan suhu

5
ARUS LISTRIK
PADA RANGKAIAN TERTUTUP

e, r
e= IR + Ir
Keterangan:
e = Gaya gerak listrik/ggl (volt)
r = Hambatan dalam ggl (ohm)
R = Hambatan Luar (ohm)
I = Kuat arus listrik (ampere)
6
HAMBATAN SEPOTONG KAWAT PENGHANTAR

PENAMPANG KAWAT
A

R= r lA

Keterangan:
R = Hambatan Listrik kawat (ohm)
r = Hambatan jenis kawat (ohm.m)
l = Panjang kawat (m)
A = Luas penampang kawat (m2)

7
RANGKAIAN SERI
R1 R2 R3
I1 I2 I3
I
V
Untuk hambatan seri:
I = I1 = I2 = I3
V = V1 + V2 + V3
IRtot = I1R1 + I2R2 +I3R3
Rtot = R1 + R2 + R3
8
RANGKAIAN PARALEL
I1

R1
I I2 I

R2
I3

R3
V
UNTUK RANGKAIAN PARALEL :
V = V1 = V2 = V3
I = I1 + I2 + I3
V V1 V2 V3
= + +
Rtot R1 R2 R3
1 1 1 1
= + +
Rtot R1 R2 R3 9
R= 15 W R= 15 W

R= 10 W R= 15 W

R= 15 W R= 15 W

HITUNGLAH BERAPA BESARNYA


HAMBATAN PENGGANTI
RANGKAIAN DIATAS

10
15

15 RS1 = 15 + 15 = 30 W
15
10 15 SERI
15
15 15 30S1
R

1 =1+1 = 2 + 1 3
=
RP1 15 30 30 30 30
15
RP1 =30/3 = 10
10 15 30 15 30

15
RP1

RS2 = 15+15+10 = 40 W
15 15
10 10 SERI 10
15 15
40S2
R

1 = 1 + 1 = 4 + 1 .= 5
RP2 10 40 40 40 40
40
10 RP2 = 40/5 = 8 W HAMBATAN
PENGGANTI
RANGKAIAN
RP2 11
HUKUM KIRCHOFF I
I1

I I2

I3

Menurut Kirchoff
I = I1 + I2 + I 3
SECARA UMUM
S I masuk = S I keluar

12
Tentukan besar dan arah arus listrik I4 ?

I1=3 ohm I5 =1 ohm

I2=6 ohm I4

I3 = 4 ohm

Berdasarkan hukum Kirchoff I


ΣImasuk = ΣIkeluar
I1 + I2 + I5 = I3 + I4

Jawab:
I4 = 6 ohm arah menjauhi titik cabang

13
HUKUM KIRCHOFF II
Hasil penjumlahan dari jumlah ggl dalam sumber
tegangan dan penurunan tegangan sepanjang
rangkaian tertutup(loop) sama dengan nol

S e + S IR = 0
Contoh:

e1 , r1 Putaran loop searah jarum jam


I
-e1 + e2 - IR1 - IR2 -Ir1-Ir2 = 0
R2 R1
I
e2 , r2
14
Perhatikan rangkaian listrik pada gambar
dibawah ini!
I B
A
9V, 0,5 ohm
Hitung arus listrik yang
mengalir pada rangkaian tsb.
4 ohm

D
12V, 1,5 ohm C
Jawab:
Putaran loop searah jarum jam(loop
ABCDA)
9 – 12 + I(0,5) + I(1,5) + I(4) = 0
-3 + 6I = 0
6I = 3
I = ½ ampere
15
MENENTUKAN KUAT ARUS PADA LOP I ( EFABE )
RANGKAIAN MAJEMUK ( 2 LOOP) SE = S i.R
-E1+ i1R1 + ( i1+i2 )R2 =0
A B C 10 = i14 + ( i1+i2 )2
i1+ i2 10 = 4i1 + 2i1+ 2i2
10 = 6i1 + 2i2  ( I )
LOP II ( EDCBE )
I II SE = S i.R
=4W =2W 3W -E2+i2R3 + ( i1+i2 )R2=0
12 = i23 + ( i1+i2 )2
12 = 3i2 + 2i1+ 2i2
12 = 2i1 + 5i2  ( II )
i1 i2 Dari persamaan (I) dan (II)
(I) X 1  10 = 6i1+ 2i2
F 10 V E 12 V D (II) X 3  36 = 6i1+ 15i2
Penjelasan : -26 =-13i1
Arus di EFAB = i1, di EDCB = i2 ,di BE = i1+ i2 i2 = 2 A
Di titik cabang B berlaku Si = 0 , arus yang masuk i1& i2, Dari persamaan (I)
sedangkan yang keluar ( i1+ i2 )  i1 + i2 – (i1 +i2 ) = 0 10 = 6i1+ 2i2  10 =6.I1+2. 2
Di titik cabang E berlaku Si = 0 . arus yang masuk i1+ i2 10 = 6i1 + 4
sedangkan yang keluar i1 & i2  -i1 - i2 + (i1 +i2 ) = 0 i1 = 1 A
Pada Loop EFABE berlaku  SE+ Σ i.R = 0
-E1+ i1.R1 + ( i1+i2 ).R2 =0 Arus di EFAB = i1= 1 A
Pada Loop DCBED berlaku  SE +Σ i.R = 0 Arus di EDCB = i2 = 2A
Arusdi BE = i1+ i2 = 3
- E2+i2.R3 + ( i1 +i2 ).R2 =0
16
MENENTUKAN KUAT ARUS PADA
RANGKAIAN MAJEMUK ( 2 LOOP)
i1 A i2

R1
i3 R3
I R2 R4
I

B
Hitunglah arus yang ada pada masing-masing
cabang dan beda potensial di AB.
Jawab . (I) X 2
i3 = i 1 + i 2 3 = 3,5i1 + 2i2
Lop I  SE = S i.R 0 = - i1 + 2i2
V= i1R1+i3R2
3 = 4,5 i1
1,5 = 0,75i1 + (i1 + i2 ).1
1,5 = 1,75i1 + i2  (I) i1 = 0,67 A
Lop II  SE = S i.R (II)  i2 = 0,5 i1
0 = i2R3 + i2R4 - i3R2 = 0,5.0,67 = 0,33 A
0 = 1,5i2 + 1,5i2 - (i1 + i2 ).1 i = i + i = 0,67+ 0,33
3 1 2
0 = - i1 + 2i2  (II) i3 = 1 A
VAB = i3 . R2 = 1.1 = 1 V
17
ENERGI DAN DAYA LISTRIK
ENERGI LISTRIK

W=qV
KARENA q = I t , maka :

W=(It)V=VIt
Keterangan :
W = Energi listrik (Joule)
q = muatan listrik (Coulomb)
V = Beda potensial listrik (volt)
I = Arus listrik ( Ampere)
T = Waktu (sekon)
18
Karena V = I R , maka :

W = V I t = (I R) I t
W = I2 R t

atau W = V I t = V ( V/R) t
W = V2 t / R

Keterangan :
R = hambatan listrik (ohm)

19
DAYA LISTRIK
P=W/t Keterangan :
P = Daya (watt)
P=VIt/t 1 watt = 1 Joule/ sekon
kWh = kilowatt-hour
P=VI
1 kWh = (1000 watt)x(3600sekon)
1 kWh = 3.6 x 106 watt.sekon/Joule
P = I2 R

P = V2 / R

20
Sebuah hambatan sebesar 360 Ω
dihubungkan dengan sumber tegangan 120 V
dalam waktu 3 menit. Berapakah energi yang
diserap oleh hambatan tersebut ?

Jawab :
W = V2 t / R = (120)2 x (3x60) / 360
W = 7,2 KJ

21
Lampu listrik pada beda potensial 120 V
memerlukan arus listrik sebesar 1 A. Biaya
energi listrik per kWh adalah Rp. 150,-,
berapakah biaya yang harus dibayarkan
selama sebulan Jika setiap hari lampu
tersebut menyala selama 8 jam? ( 1 bulan =
30 hari )
Jawab :
Energi yang diserap oleh lampu selama sebulan :
W = V I t = 120 x 1 x (8x30)=28.800 wh = 28,8 kWh
Biaya yang harus dibayarkan :
28,8 x Rp. 150,- = Rp. 4.320,-

22
 Sumber
Adriansyah production-SMAN 13.
sman4jkt.sch.id/download/LISTRIK%20
ARUS%20SEARAH%202.ppt. Diakses :
Sabtu, 16 Desember 2017. Pukul 19.17
WIB

23
TERIMA KASIH

Adriansyah production-SMAN 24
13