Anda di halaman 1dari 18

Abdul R.S.

Wibowo 151141014
Eka Mahardika Y. 151141036
Ahmad Alal A. 151141075
1. Organ Reproduksi Eksternal
2. Organ Reproduksi Internal

(Ballinger, Philip W,1999. Merrills Atlas of


Radiographic Position and Radiologic
Procedures)
 Ovarium (indung telur), menghasilkan sel telur
 Tuba Fallopi (uterin tube), tempat berlangsungnya
pembuahan (fertilisasi)
 Uterus (rahim), tempat berkembangnya embrio
menjadi janin
 Vagina, merupakan jalan keluarnya darah
menstruasi dan bayi lahir.

(Ethel Sloane, 1994. Anatomi dan


Fisiologi untuk Pemula)
Vaginografi adalah suatu teknik radiografi dengan
memasukkan media kontras positif kedalam vagina
interna (vagival canal) untuk memperlihatkan
gambaran anatomis dan patologis dari vagina,
seperti vesicovaginal dan enterovaginal fistulas.

(Ballinger, Philip W,1999. Merrills Atlas of


Radiographic Position and Radiologic Procedures)
INDIKASI KONTRAINDIKASI

 Kelainan kongenetal  Kehamilan


vagina (congenitial  Infeksi akut (pelvic
malformations) infection)
 Patologis: fistula
vesicavaginal dan
enterovaginal

(Ballinger, Philip W,1999. Merrills Atlas of


Radiographic Position and Radiologic Procedures)
1. Identifikasi Pasien
2. Persiapan Pasien
3. Persiapan Alat
4. Foto Polos
5. Memasukkan MK
6. Foto AP,Oblique dan Lateral
7. Evaluasi Radiograf
 Surat Permintaan Foto
 Nama
 Alamat
 Jenis Kelamin dan Umur
 Pemberian obat pencahar non-gas pada malam
hari sebelum pemeriksaan, jika pasien mengalami
konstipasi.
 Pasien puasa sebelum pemeriksaan
 Pasien dilavement pagi hari sebelum pemeriksaan
 Mengeluarkan urine sebelum pemeriksaan
 Berikan penjelasan pemeriksaan
 Isi inform consern

(Ballinger, Philip W,1999. Merrills Atlas of


Radiographic Position and Radiologic
Procedures)
 Pesawat X Ray dan flouroskopi
 Image Reseptor
 Bengkok
 Kateter
 Spuit 50 cc
 Media kontras water soluble (iodium 1:4) atau
BaSO4 (1:8)
 Betadine
 Kassa steril
 Handscoen
 Kaset 18 x 24 Potret
 MSP Pasien sejajar
dengan midline meja dan
kaset
 Batas bawah = simphisis
pubis masuk
 CR = vetikal tegak lurus
terhadap kaset
 CP = batas superior
simpisis pubis
 FFD = 100 cm

(Ballinger, Philip W,1999. Merrills Atlas of


Radiographic Position and Radiologic
Procedures
1. Kateter dipasang pada daerah vagina (portio)
2. Masukkan udara atau air pada balon kateter
untuk fiksasi
3. Injeksikan media kontras dengan diikuti
menggunakan fluoroskopi
4. Volume media kontras antara 20 – 40 cc
5. Melalui fluoroskopi, dilakukan pembuatan
radiograf AP,Oblique dan Lateral
 Lambie, Rubin, dan Dann merekomendasikan
menggunakan barium sulfat yang encer untuk
mngetahui kedudukan fistel terhadap usus.
◦ Konsentrasi : seperti pemeriksaan colon 1:8
◦ Jumlah : 40 – 60 cc
 Untuk investigasi yang lain, Coe menyarankan
menggunakan iodium yang berbahan organik
◦ Konsentrasi : 20 %
◦ Volume : 20 – 40 cc

(Ballinger, Philip W,1999. Merrills Atlas of


Radiographic Position and Radiologic
Procedures)
- Batas bawah pada simphisis
pubis
- CR vertikal tegak lurus kaset
dan CP 2 cm ke lateral dari MSP
setinggi batas atas simphisis
pubis
- Batas bawah pada simphisis
pubis
- CR vertikal tegak lurus
kaset dan CP 2 cm ke
lateral dari MSP setinggi
batas atas simphisis pubis
• Kedua kaki superposisi dan
fleksikan
• Batas bawah pada simphisis
pubis
• CR tegak lurus terhadap
kaset
• CP Mid Coronal Line 2-3 jari
dibawah SIAS (selevel batas
atas simphisis pubis).
 Batas atas dari simphisis pubis tampak
pada pertengahan radiograf
 Kelainan seperti fistula dapat ditampakkan
 Densitas dan media kontras yang optimal
diperlukan untuk dapat menunjukan
gambaran vagina dan fistula
 Pelvis pada proyeksi oblik tidak
superposisi dengan proximal femur
 Pada proyeksi lateral, hip joint dan femur
superposisi
(Ballinger, Philip W,1999. Merrills Atlas of
Radiographic Position and Radiologic
Procedures