Anda di halaman 1dari 16

ROBERT TUNGADI

* Shargel, L. Andrew, B.C. 2005. “Applied


Biopharmaceutics and Pharmacokinetics”.
Appleton Century Crofts
* Wagner, J. 1989. “Fundamentals of Clinical
Pharmacokinetics”. Drug Intellegence
Publications, Inc, Hamilton, Illinois
* Bauer, L. 2001. “Applied Clinical
Pharmacoknetics”. The McGraw-Hill Companies
USA.

*
* BIOFARMASETIKA
* FARMAKOKINETIKA : Kinetika absorpsi obat,
distribusi dan eliminasi (yakni ekskresi dan
metabolisme)
* Metode analitik yg digunakan untuk pengukuran
langsung obat-obat dalam plasma dan urin
* kegunaannya : untuk menggambarkan
perbedaan bioavailabilitas antara obat dan
produk obat dengan lebih teliti

*
PELEPASAN OBAT DAN
ABSORPSI
OBAT DALAM SIRKULASI OBAT DALAM JARINGAN
PELARUTAN SISTEMIK

ELIMINASI

EKSKRESI DAN EFEK FARMAKOLOGI


METABOLISME ATAU KLINIS

*
* Kurva kadar dalam plasma-waktu dihasilkan dgn
mengukur konsentrasi obat dalam cuplikan plasma
yang diambil pada berbagai jarak waktu setelah
pemberian suatu produk obat
* Hubungan kurva kadar obat-waktu dan berbagai
parameternya (lihat kurva di text book)
* Ahli farmakokinetik dapat menggambarkan kurva
kadar dalam plasma-waktu spt kadar puncak dalam
plasma, waktu utk mencapai kadar puncak, dan
area dibawah kurva (AUC) (lihat kurva di text book)

*
* Memperkirakan kadar obat dalam plasma, jaringan,
dan urin pada pengaturan dosis
* Menghitung pengaturan dosis optimum untuk tiap
penderita secara individual
* Memperkirakan kemungkinan akumulasi obat
* Menghubungkan konsentrasi obat dengan aktivitas
farmakoogik atau toksikologik
* Menilai perubahan laju reaksi antara formulasi
* Menggambarkan perubahan faal atau penyakit yang
mempengaruhi absorpsi, distribusi atau eliminasi
* Menjelaskan interaksi obat

*
* MODEL MAMMILLARY
• Model kompartemen yang paling umum
digunakan, dimana terdiri atas satu atau lebih
kompartemen perifer yang dihubungkan ke
suatu kompartemen sentral
• Kompartemen sentral mewakili plasma dan
jaringan yang perfusinya tinggi dan secara
cepat berkesetimbangan dengan obat
• Lihat gambar berbagai model kompartemen di
text book

*
* Model ini terdiri dari atas kompartemen yang
bergabung satu dengan yg lain menjadi satu
deretan kompartemen (lihat model caternary
pada text book)
MODEL FISIOLOGIK (MODEL ALIRAN/PERFUSI)
• Didasarkan atas data anatomik dan fisiologik
yang diketahui
• Digunakan untuk memperkirakan parameter
farmakokinetika pada manusia dari data hewan

*
* Laju reaksi : kecepatan terjadinya suatu reaksi
kimia
* Obat A  Obat B
* Bila jumlah obat A berkurang dengan bertambahnya
waktu maka laju reaksi dapat dinyatakan sebagai :
- dA / dt
• Jika jumlah obat B bertambah dengan
bertambahnya waktu maka laju rekai dapat pula
dinyatakan sebagai :
+ dB / dt

*
* Orde reaksi menunjukkan cara bagaimana
konsentrasi obat atau pereaksi mempengaruhi laju
suatu reaksi kimia
* Bila jumlah obat A berkurang dalam suatu jarak
waktu yang tetap maka laju hilangnya obat A :
dA/dt = - Ko
Ko : tetapan laju reaksi orde nol (mg/menit)
• Diintegralkan persamaan diatas sehingga menjadi :
A = - Ko t + Ao

*
* Ao : jumlah obat A pada t = 0
* Dari persamaan diatas dpt dibuat grafik hubungan antara A terhadap t
yang menghasilkan garis lurus (lihat gbr grafik di text book)
* Intersep y = Ao dan slop arah garis = Ko
* Contoh soal :
Seorang farmasis menimbang tepat 10 g obat dan dilarutkan dalam 100 ml
air. Larutan disimpan pada suhu kamar dan diambil cuplikan larutan itu
secara berkala untuk ditentukan kadarnya. Farmasis tersebut memperoleh
data berikut :
Konsentrasi obat waktu (jam)
100 0
95 2
90 4
85 6
80 8
75 10
70 12
Hitunglah Ko dan termasuk laju orde berapa dilihat data sampel yang
diperloleh ?
* Bila jumlah obat A berkurang dengan laju yang sebanding
dengan jumlah obat A tersisa, maka laju hilangnya obat A
dinyatakan sebagai :
dA/dt = - KA
K : tetapan laju reaksi orde1 (jam-1)
• Kemudian diintegralkan persamaan diatas menjadi
ln A = - Kt + ln Ao
A = Ao e-Kt
• Bila ln 2,3 log maka menjadi :
log A = - Kt/2,3 + log Ao
Menurut persamaan menghasilkan grafik hubungan log A
terhadap t menghasilkan garis lurus (lihat di text book)

*
* Waktu paruh : waktu yg diperlukan oleh
sejumlah obat atau konsentrasi obat untuk
berkurang menjadi separuhnya.
* Harga t ½ untuk reaksi orde kesatu dapat
diperoleh dari persamaan berikut :
t ½ = 0,693 / K
• Dari persamaan diatas menunjukkan bahwa
untuk reaksi orde kesatu t ½ adalah konstan
(lihat gbr kurva di text book)

*
* Contoh soal :
Seorang farmasis melarutkan obat yg ditimbang tepat sebanyak 10 g
dalam 100 ml air. Larutan disimpan pada suhu kamar dan diamati
cuplikan larutan ini secara berkala untuk ditentukan kadarnya. Farmasisi
tersebut memperoleh data berikut :
Konsentrasi obat (mg/ml) waktu (jam) log [] obat
100 0 2
50 4 1,7
25 8 1,4
12,5 12 1,4
6,25 16 0,8
3,13 20 0,5
1,56 24 0,2
a. Buatlah grafik hubungan log konsentrasi obat Vs waktu pada kertas
grafik semilogaritma
b. Hitunglah nilai k ?
c. Termasuk kedalam laju orde reaksi ke berapa ditinjau dari data
cuplikan yg diambil ?
1. Gambarkan data berikut pada kertas grafik semilg dan koordinat rektangular :
waktu (menit) obat A (mg)
10 96
20 89
40 73
60 57
90 34
120 10
130 2,5
a. Apakah penurunan jumlah obat A mengikuti reaksi orde nol atau orde kesatu ?
b. Berapakah tetapan laju reaksi (K) tersebut ?
c. Berapakah t ½ ?
d. Apakah jumlah obat A dapat mencapai nol pada sumbu x ?
e. Bagaimanakah persamaan garis yang diperoleh pada grafik tersebut ?

*
2. Suatu larutan obat yang dibuat baru
mempunyai konsentrasi 300 mg/ml. setelah
disimpan 30 hari pada suhu 25oC, konsentrasi
obat didalam larutan adalah 75 mg/ml.
a. Dengan menganggap kinetika obat mengikuti
orde kesatu, kapankah obat tersebut
berkurang setengahnya ?
b. Dengan menganggap kinetika obat mengikuti
orde nol, kapankah obat tersebut berkurang
setengahnya ?