Anda di halaman 1dari 50

DIKLATSARCA XXXIV

MPALH UNP
MATERI SURVIVAL

OLEH

OKI ARIA ADINATA


NAG. 11.27.491
SURVIVAL merupakan suatu kondisi dimana
survivor ( orang yang melakukan sesuatu
untuk bertahan hidup ) berada pada
keadaan darurat oleh karena suatu sebab.
Pengertian SURVIVAL sebenarnya sangat
luas, tidak hanya terjadi di gunung atau di
hutan saja juga tidak tergantung lamanya
waktu yang mungkin diperlukan oleh
survivor untuk terus bertahan hidup.
Yang mesti disiapkan untuk menghadapi situasi
SURVIVAL adalah :
dalam keadaan kondisi darurat, kesiapan fisik dan
kekuatan mental merupakan kunci untuk berhasil
atau tidaknya survivor bertahan untuk hidup.
Pada kondisi seperti ini, survivor dihadapkan pada
dua pilihan :
“bertahan untuk hidup… atau mati” !?,
Dan musuh utama survivor adalah : perasaan panik.
Sering terjadi adanya suatu peristiwa yang
seharusnya bisa dihindarkan malah berakhir
dengan kematian.
Jika seseorang tersesat di gunung atau di hutan,
tanpa pengetahuan / skill mengenai teknik
hidup di alam terbuka, khususnya penguasaan
pengetahuan SURVIVAL besar kemungkinan ia
akan menghadapi kepanikan, sehingga terjepit
pada situasi kritis yang dapat membuatnya
tidak bisa mempertahankan dirinya untuk
tetap hidup.
SURVIVAL adalah kondisi yang lebih
memerlukan kekuatan jiwa, hidup survivor
tergantung pada dirinya sendiri, bukan dalam
artian mengesampingkan Tuhan, karena
kemampuan yang besar untuk tetap hidup
akan mendorong survivor bertindak tenang
dan sabar agar dapat keluar dari kemelut yang
dialaminya.
Pada kondisi SURVIVAL, survivor akan dapat
dihadapkan pada kondisi-kondisi yang
membuatnya stress, antara lain : rasa takut,
cemas, panas dan dingin, haus, lapar, sakit
dan kelelahan, jenuh dan kesepian serta
kurang tidur.
Yang pasti disaat kita akan beraktivitas atau
berkegiatan di alam terbuka, akan lebih baik
membekali diri terlebih dahulu dengan
pengetahuan atau keterampilan dasar mengenai
teknik hidup di alam terbuka.
Dengan adanya penguasaan pengetahuan yang
kita kuasai khususnya pengusaan teknik
SURVIVAL, hal itu akan bisa menambah
keyakinan untuk dapat bertahan hidup pada saat
kita menghadapi masalah.
Ada 8 ( delapan ) hal yang dapat memperkecil
resiko yang terburuk dalam menghadapi
kondisi SURVIVAL,
a.l. :
1. Pelajari kesanggupan diri untuk selalu optimis.
2. Bersiap diri unuk menghadapi tantangan dengan
menerapkan semaksimal mungkin pengetahuan
teknik SURVIVAL, buatlah prioritasnya.
3. Tentukan tujuan-tujuan tertentu, misalnya :
menetapkan tujuan, menyiapkan peralatan
khususnya peralatan SURVIVAL ( SURVIVAL KIT
), cara memperoleh air dan makanan atau
mengirim sinyal / tanda darurat.
4. Hematlah makanan dan minuman yang ada,
juga apa saja yang mungkin dipakai kelak.
5. Kontrol rasa takut dan panik dengan segala
keyakinan dan pastikan dengan penuh percaya
diri.
6. Mengharapkan bantuan datang atau berusaha
sendiri untuk keluar dari situasi itu, tetapi
persiapkan fisik dan mental untuk menghadapi
bahaya lain yang mungkin timbul.
7. Tetaplah mencari kesibukan agar dapat
membunuh rasa sepi dan takut.
8. Jangan berteriak-teriak jika tidak perlu.
Tidak ada tingkatan dalam SURVIVAL, tetapi
untuk penguasaan pengetahuan yang
mendalam atau penguasaan keterampilan itu
sangat dibutuhkan.
Misal ; menguasai membaca jejak, khususnya
jejak binatang, mengenali ciri-ciri tumbuhan
yang bisa dimakan dan tumbuhan obat-obatan
serta terampil membuat perapian, membuat
trap
( jebakan untuk binatang ), dsb.
Hambatan atau Tantangan yang dihadapi
dilapangan.
Ada dua factor yang mempengaruhi hambatan
dan tantangan dalam menhadapi SURVIVAL
ini, yaitu :
Pertama, adalah factor bahaya Subjek (
Subjective Danger ) ini sifatnya intern, artinya
bahaya yang mengancam akan datang dari diri
sipelaku itu sendiri.
Kalau faktor ini tidak dipersiapkan dengan baik
maka si pelaku akan terancam bahaya Subjek,
artinya hal tersebut adalah kelalaian dari si
manusianya sendiri.
Faktor Kedua adalah bahaya Objek (
Objective Danger ), ini sifatnya Ekstern artinya
bahaya yang mengancam akan datang dari
alam itu sendiri / dari objek kegiatannya.
Bahaya itu misalnya, dengan secara tiba-tiba
sipelaku diserang badai atau hujan deras,
udara dingin yang extrim, kabut tebal, longsor
dsb.
Untuk factor ekstern ini, kita bisa perhitungkan
meskipun tidak semudah memperhitungkan
faktor intern.
TINDAKAN MENGHADAPI SURVIVAL.

Kiat mempertahankan hidup pada saat


menghadapi keadaan darurat ( SURVIVAL),
prioritas utamanya adalah :
1. Tindakan P3K bila mendapat cedera apapun bentuknya.
2. Membuat perapian dan menyiapkan perlengkapan untuk
membuat tanda atau sinyal darurat.
3. Memperoleh dan menghemat air.
4. Membuat perlindungan terhadap ancaman yang disebabkan
oleh cuaca dan gangguan binatang, mencari dan
membangun shelter / bivaock alam ( perlindungan
darurat yang terbuat dari ranting dan daun-daunan ).
5. Memperoleh dan menghemat makanan.
6. Jika memang diperlukan, persiapkan perjalanan.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN.
Satu hal yang juga ikut menentukan lamanya
melakukan SURVIVAL adalah tindakan yang
akan dilakukan.
Apakah kita akan menetap ( statis ) atau
bergerak mencari jalan keluar
( dinamis ), yang masing-masing mempunyai
keuntungan tersendiri.
Jika ingin keluar tentunya harus membutuhkan
alat bantu, seperti peta dan kompas atau
setidak-tidaknya pemahaman tentang daerah
tersebut dan kemampuan bernavigasi dengan
tanda-tanda alam.
Banyak pengalaman yang telah dialami dalam
menghadapi kondisi yang tidak diharapkan
dalam berkegiatan, dimana mau tidak mau
harus melakukan SURVIVAL.
Dalam brkegiatan di alam terbuka apapun
bentuk kegiatannya, kita harus selalu berpegang
pada prinsip, kita harus percaya pada
kemampuan ilmu pengethuan ( skill ) yang kita
kuasai, pada alat yang kita bawa, percaya pada
teman seperjalanan dan percaya pada Tuhan.
LIMA HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN DALAM
SURVIVAL

Kehangatan / Api
Perlindungan / Shelter ( Bivouac )
Air
Makanan
Komunikasi
• KEHANGATAN / API
Api berfungsi tidak hanya untuk memasak makanan dan
minuman, dengan api kita bisa gunakan untuk
menghangatkan tubuh, mengusir binatang, membuat
tanda-tanda darurat dan penerangan saat malam tiba.
Api juga bisa berfungsi untuk menghemat kalori dengan
menciptakan rasa hangat untuk mengusir rasa dingin yang
banyak menyerap panas, dan bisa juga untuk mengeringkan
pakaian yang terkena basah serta asapnya bisa juga untuk
mengusir serangga atau nyamuk.
Yang penting diperhatikan dalam
membuat perapian adalah apa yang
disebut segitiga api.
Yaitu berisi unsur :
udara, panas dan bahan bakar.
Jika salah satunya tidak ada, maka
tidak ada api.
• PERLINDUNGAN ( Bovouac / Shellter )
Bivak dibuat untuk berteduh, memberikan perlindungan
dari tiupan angin dan hujan serta sebagai tempat
beristirahat untuk melepaskan lelah serta mengjaga
kehangatan tubuh.
Bivak bisa dibuat dari bermacam-macam bahan, ada yang
terbuat dari ponco, lembaran plastik / parasit yang kita
bawa, daun-daunan atau material yang banyak terdapat
di hutan atau gabungan kedua bahan tersebut.
Bentuk dan macam bivak pun beranekaragam.
Tergantung dari bahan yang tersedia dan kondisi yang
ada.
Ada bivak yang dibuat untuk sementara, ada juga yang
dibuat untuk waktu yang lama.
Pemilihan Lokasi
Pemilihan lokasi bivak perlu diperhatikan, sebaiknya
cari lokasi yang terlindung.
Syarat lokasi bivak yang baik antara lain :
• Kering atau bila hujan tidak tergenang dan bukan merupakan
jalur air.
• Tidak berada di bawah pohon yang berdiri sendiri atau paling
tinggi.
• Jauh dari pohon mati atau pohon yang akan tumbang.
• Jauh dari sarang tawon atau hewan liar lainnya.
• Jauh dari lintasan binatang.
• Dekat dengan sumber air.
AIR
Air adalah substansi dasar kehidupan.
Semua benda bisa dikatakan tergantung pada
air dan semua yang hidup mengandung air.
Tanpa air rata-rata orang hanya mampu
bertahan tiga hari meski mempunyai makanan
yang cukup.
Tetapi dengan air akan mampu bertahan
selama tiga minggu walaupun tanpa makanan.
Bahaya terbesar dari haus adalah factor
psikologi.
Beberapa hal yang perlu diingat :
• Minumlah jika haus.
Peluang hidup tidak akan lebih besar dibandingkan
dengan jumlah air yang terbatas.
• Jangan meneguk, kemutlah dimulut dan telanlah
perlahan-lahan.
• Hindari aktivitas yang tidak pasti dan carilah daerah yang
teduh.
• Jika air terbatas, batasi makan & asupan garam atau
jangan makan jika tidak ada air.
MAKANAN
BIOLOGI PRAKTIS
BIOLOGI adalah ilmu pengetahuan yang
mempelajari tentang mahluk hidup dan
kehidupan.
Pengetahuan ini penting untuk dipahami
karena sangat berhubungan dengan
pengetahuan jenis-jenis tumbuhan dan satwa
yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana
pendukung pada saat kondisi darurat /
survival.
Pengetahuan Biologi merupakan bagian dari pengetahuan
‘Mempertahankan Hidup’ atau yang dikenal dengan
Survival, dan apabila ilmu Biologi ini dimanfaatkan secara
bijaksana oleh orang-orang yang memahaminya akan
memberikan suatu keuntungan yang tidak kecil, apalagi bila
pemanfaatannya dilakukan pada saat dalam keadaan kondisi
darurat saja.
Yang dimaksud secara bijaksana di sini adalah pemanfaatan
hanya dalam kondisi keadaan terdesak, dan atau saat
melakukan reset
( penelitian ), serta untuk kepentingan pengenalan sebagai
alat peraga pada suasana pelatihan atau pendidikan, tanpa
harus merusak atau mengeksplotasi secara berlebihan dan
tetap harus mengacu pada kaidah konservasi sumber daya
alam dan ekosistemnya.
Penggunaan biologi secara bijaksana saat dalam
keadaan kondisi darurat, dikenal dengan ‘Biologi Praktis’
yang diantaranya mencakup masalah tentang :
• Tumbuhan sebagai sumber makanan
• Tumbuhan sebagai bahan obat
• Tumbuhan beracun
• Satwa liar sebagai makanan
• Petunjuk arah angin
• Petunjuk arah mata angin
• Indikator daerah berair dan cara mendapatkan air
• Pohon sebagai sumber api
• Bivoac / Perlindungan
TUMBUHAN SEBAGAI
SUMBER MAKANAN
Tumbuhan Yang Dapat Dimakan.
Bagian tumbuhan yang dapat dimakan dan memberikan
energi cukup adalah umbi, baik umbi batang maupun umbi
akar. Setelah itu baru buah, biji dan daun.

Ciri umum tumbuhan yang dapat dimakan adalah :


 Bagian tumbuhan yang masih muda (tunas / pucuk).
 Tumbuhan yang tidak mengandung getah.
 Tumbuhan yang tidak berbulu.
 Tumbuhan yang berbau kurang sedap.
 Tumbuhan yang dimakan oleh hewan mamalia.
• TUMBUHAN BERACUN
Selain bermanfaat, beberapa tumbuhan juga diketahui berbahaya
yaitu dapat menimbulkan iritasi atau keracunan. Tumbuhan
beracun dapat pula dikenali dari penampakan luar seperti warna
organ tumbuhan, bentuk organ, permukaan organ dan ada
tidaknya lendir. Bentuk daun yang segi tiga dan warna buah yang
menyolok yang jarang didekati satwa liar dapat dipakai patokan
bahwa tumbuhan itu beracun.
Daun yang berwarna ungu kebiruan mungkin sekali mengandung
cyanide , ada juga getah dari spesies tumbuhan yang dapat
menimbulkan iritasi pada kulit bila disentuh langsung, bahkan
bisa menyebabkan kelumpuhan seperti pada getah Rengas (
Gluta renghas ).
Contoh lain dari Tumbuhan Beracun.
• Getah pohon Paku Putih dapat menyebabkan
kebutaan.
• Getah Jambu Monyet menyebabkan gatal-gatal.
• Buah Aren mentah juga menyebabkan gatal-gatal.
• Kecubung beracun bila dimakan.
• Daun Pulus, juga dapat menyebabkan gatal-gatal
dan panas.
Bila kita menemukan jamur dihutan, sebaiknya jangan
dimakan karena sulit untuk membedakan jenis yang bisa
dimakan dengan jenis beracun, kecuali bagi yang sudah
ahli.
Selain itu, kadar kalorinya sangat rendah karena tubuh
jamur banyak mengandung air.
Pedoman umum yang digunakan
untuk menentukan jamur yang dapat dimakan, yaitu :
• Tidak berwarna menyolok.
• Tidak bercahaya.
• Tidak memiliki gelang pada tangkainya.
• Tidak berbau memuakkan.
• Tidak memberi efek warna hitam bila disentuh ke benda-benda
perak.
Tumbuhan Obat
Jenis tumbuhan ini dapat dikelompokkan menjadi dua :
a. Dimakan / diminum, contoh :
 Bratawali (Anamitra cocculus), tumbuhnya merayap, terdapat
dihutan atau dikampung, batangnya direbus, dan rasanya
pahit. Kegunaannya untuk anti demam, anti malaria,
pembersih luka dan penambah nafsu makan.
 Keji beling / ngokilo (Strobilafeses). Merupakan tumbuhan
semak dan hidup di hutan. Daunnya dimasak untuk obat
pinggang dan infeksi / keracunan pada pencernaan.
 Sembung / sembung manis (Blumen balsmifira). Merupakan
jenis rumput-rumputan. Terdapat dipadang rumput yang
banyak anginnya. Daunnya diseduh dengan air panas, dapat
digunakan untuk mengobati sakit panas dan sakit perut.
b. Tumbuhan Obat Luar, untuk luka
• Getah pohon Kamboja, digunakan untuk menghilangkan
bengkak. Caranya gosokkan getah pada bagian tubuh yang
bengkak, biarkan selama 24 jam lalu bersihkan dengan air
hangat, tumbuhan ini bisa juga digunakan untuk mengobati
yang terkilir.
• Air rebusan Bratawali digunakan untuk mencuci luka, begitu
juga dengan air batang pohon randu (kapuk hutan).
• Daun Sambiloto ditumbuk halus atau daun ploso yang
ditumbuk digunakan sebagai obat anti sengatan
kalajengking.
INDIKATOR DAERAH SERTA TUMBUHAN BERAIR

Di gunung atau di hutan yang sulit untuk mendapatkan sumber air,


kita dapat memanfaatkan tumbuhan atau satwa tertentu untuk
mendapatkan air.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
mendapatkan air di daerah yang sulit air, adalah antara lain :
• Pada ruas pertama atau kedua bahkan mungkin samapai ruas ke tiga dari
batang bawah tumbuhan Bambu, biasanya berisi air tawar yang dapat
diminum langsung.
• Didalam akar gantung tumbuhan Liana biasanya terdapat air, demikian pula
pada batang rotan muda dan air tersebut dapat langsung diminum.
• Air perasan dari lumut, embun yang menempel pada daun, dan air yang
tergantung pada pelepah daun nipah atau enau juga cukup baik untuk
diminum.
• Melalui mamalia seperti Babi hutan, pada pagi hari dapat membinbing
kearah sumber air.
Mengenali atau mengamati tanda-tanda air sungai bersih yang
dapat diminum secara langsung dan yang tidak bersih a.l. :
– Apabila melihat adanya tanda-tanda kehidupan dari Cacing Pipih
( Planaria sp ), disekitar aliran sungai tersebut menunjukkan bahwa air
sungai tersebut bersih.
– Apabila di sungai ditemukan Ganggang Biru, hal itu menunjukkan
bahwa air sungai tersebut sudah mengandung sulfur ( jangan terlalu
banyak diminum ).
– Sedangkan kalau ditemukan Ganggang Coklat, sebaiknya jangan
diminum karena kadar sulfurnya sudah cukup tenggi.
– Tumbuhan sebagai indikator air bersih ; apabila disekitar air tesebut
banyak ditumbuhi tumbuhan Tespong atau Selada Air.
Tumbuhan penyimpan air
Tumbuhan Berguna lainnya.
• Tumbuhan sebagai pembuat atap / perlindungan : daun tepus,
nipah, aren, sagu dll.
SATWA LIAR SEBAGAI MAKANAN

Dalam biologi praktis, satwa liar selain


digunakan untuk melihat tanda-tanda alam
berdasarkan sifat-sifat ekologisnya, juga dapat
digunakan sebagai bahan makanan darurat.
Tetapi selain untuk tujuan dalam keadaan
darurat ( survival ), sebaiknya kita tidak
menggunakan satwa liar untuk tujuan tercela
seperti berburu secara illegal, baik untuk
sekedar iseng atau sebagai satwa peliharaan,
apalagi menjual belikan satwa liar yang
dilindungi oleh Undang-undang.
Pada dasarnya hampir semua jenis satwa mamalia dapat
dimakan, misal Bajing, Tikus, Babi hutan, monyet, Mencek,
dll.
Dari golongan Reptilia seperti Kadal, Biawak, Cecak juga
dapat dimakan. Bahkan Ular berbisapun boleh dimakan, asal
sepertiga dari bagian kepalanya dibuang. Jenis yang lebih
kecil seperti Laron, Jengkerik, Belalang, Siput, Cacing tanah
besar ( cacing Sondari ), Ikan, Katak dan banyak lagi jenis
satwa lainnya dapat dimanfaatkan sebagai makanan, justru
satwa jenis kecil kecil itu banyak mengandung protein, hanya
saja harus berhati-hati dengan jenis Katak Buduk ( Bufo
melanostictus ) yang kulitnya berkelenjar gatal.
Bila perlu akan lebih baik menangkap satwa yang lebih jelas
dapat dimanfaatkan dengan pasti, seperti jenis-jenis burung
( semua jenis burung dapat dimakan ).
Beberapa Hal Yang Perlu Diperhatikan
Diantara beragam jenis binatang liar di hutan
banyak juga yang berbahaya sehingga
menuntut kita untuk lebih berhati-hati.
Semakin tinggi permukaan tanah, maka jenis
binatang yang ada akan semakin sedikit.
Jika kita tersesat di gunung dan ingin mencari
makanan (binatang), jangan terus naik
kepuncak gunung.
Lebih baik turun, karena kemungkinan besar
kita akan menemukan berbagai jenis binatang.
PETUNJUK ARAH ANGIN
Pengetahuan lainnya dari biologi praktis adalah bagaimana caranya untuk
dapat mengetahui arah angin, arah bertiupnya angin merupakan salah satu
pertimbangan dalam menentukan posisi membuat Bivoac ( perlindungan
)dan perapian.
Bivoac atau tempat perlindungan adalah tempat dimana kita harus
beristirahat dalam kondisi darurat untuk memberikan kesempatan kepada
tubuh dalam memulihkan kondisi.
Karena itu pendirian bivoac diusahakan sesederhana mungkin namun dapat
memberikan suasana senyaman mungkin.
Dalam keadaan kondisi darurat / survival, sebelum membangun tempat
perlindungan diperlukan adanya penguasaan pengetahuan tentang tanda-
tanda alam, dengan mengenali tanda-tanda alam kita akan sampai dapat
mengetahui arah bertiupnya angin, hal itu perlu dikuasai karena adalah
untuk menunjang fungsi dari tempat perlindungan itu sendiri yang dibuat
agar terhindar dari adanya cuaca yang mengganggu kenyamanan saat
berlindung.
Hal-hal yang harus diketahui sebagai petunjuk arah angin, antara lain ;
• Kemiringan Tajuk Pohon
Kemiringan tajuk-tajuk pohon terutama didaerah hutan berdaun jarum
dapat menunjukkan kearah mana angin banyak bertiup / berhembus.

• Sarang Laba-laba
Sarang Laba-laba umumnya tidak menentang arah angin, tetapi biasanya
akan sejajar dengan arah angin bertiup.

• Kemiringan Dataran
Untuk didaerah pegunungan, arah kemiringan punggungan gunung dan
celah lembahan dapat menunjukkan arah bertiupnya angin berkala.
PENUNJUK ARAH MATA ANGIN

Apabila dalam kondisi darurat ( survival ) dimana pada saat itu kita
tidak dilengkapi dengan alat penunjuk arah atau Kompas, keadaan
tanda-tanda alam disekeliling kita akan dapat membantu, dengan cara
mengetahui, a.l. ;
• Lumut
Di hutan-hutan tropis yang lebat, untuk mengamati perbedaan kelebatan
tajuk pohon akan mengalami kesulitan, tapi untuk mengatasi hal lain agar
kita dapat mengetahui arah mata angin dalam kelebatan hutan tersebut
yaitu dapat memanfaatkan Lumut Parmelia sp dan Polytrichum sp .
Lumut-lumut ini cenderung untuk tumbuh didaerah yang kurang sinar
matahari / kualitas sinar mataharinya rendah ( arah barat ).
• Pandan Hutan
Batang Pandan Hutan ( Pandanus tectorius ) cenderung untuk mengarah
ke sinar matahari yang berkualitas baik ( arah timur ).
Terima kasih

SELAMAT BERLATIH