Anda di halaman 1dari 13

21 - 2014 – 010 PUTRI DESTRIYANTI

21 – 2014 – 030 NYIMAS RAYSA A.


21 – 2014 – 032 FINGKY RISDAYANTI
1. ASAL USUL MANUSIA
MANUSIA ADALAH MAKHLUK. MAKHLUK ADALAH CIPTAAN. CIPTAAN DARI SANG KHALIQ (PENCIPTA) ALLAH SWT. ALLAH SWT
MENCIPTAKAN MANUSIA DARI TIDAK ADA MENJADI ADA. MANUSIA PERTAMA YANG - DICIPTAKAN ALLAH SWT ADALAH ADAM,
ALAIHISSALAM. ADAM DICIPTAKAN DARI TANAH, TANPA MELALUI PROSES INTERAKSI AYAH DAN IBU. HAL INI BERBEDA DENGAN
MALAIKAT YANG DICIPTAKAN ALLAH SWT DARI CAHAYA. BERBEDA DENGAN IBLIS YANG DICIPTAKAN DARI API. SEBAGAIMANA
DITERAKAN DALAM QS AL BAQARAH(2):30

Yang artinya :
Ingatlah ketika tuhanmu berfirman kepada para malaikat : “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka
bumi” . Mereka berkata: “Mengapa engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan
padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji engkau dan mensucikan engkau ? “
Tuhan berfirman : “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
SETELAH ADAM DICIPTAKAN, ALLAH MENCIPTAKAN PASANGAN, YAITU HAWA. ALLAH MEJADIKAN KEDUANYA, ADAM DAN HAWA - SEBAGAI
PASANGAN SUAMI DAN ISTRI. KEDUANYA ALLAH TEMPATKAN DI SURGA. KETIKA IBLIS BERHASIL BERHASIL MEMPERDAYA MEREKA SEHINGGA MEREKA
MEMAKAN BUAH DARI POHON YANG ALLAH HARAMKAN. MEREKA BERDUA SANGAT MENYESALI APA YANG MEREKA PERBUAT DAN KEDUANYA
BERTOBAT. ALLAH MENERIMA TAUBAT KEDUANYA. LALU ALLAH TURUNKAN MEREKA KE BUMI UNTUK MEMULAI - KEHIDUPAN BARU. DI BUMI ITU,
KEDUANYA MELAHIRKAN SELURUH GENERASI MANUSIA HINGGA SAAT INI.

BILA DIURAIKAN SECARA FISIK DAN BIOLOGIS, MAKA PROSES PENCIPTAAN MANUSIA ITU AKAN MELALU
TAHAPAN SEBAGAI BERIKUT :
1. FASE SULALAH MIN THIN
2. FASE NUTHFAH
3. FASE 'ALAQAH
4. FASE MUDGHAH
5. FASE MANUSIA SEMPURNA

SETELAH MANUSIA SEMPURNA INI HADIR KE DUNIA, MEREKA AKAN MENJALANI HIDUP SEJAK DARI BAYI- ANAK ANAK, REMAJA, DEWASA, TUA DAN
AKHIRNYA MATI. SETELAH KEMATIAN MEREKA AKAN DI BANGKITKAN DI AKHIRAT UNTUK MEMPERTANGGUNGJAWABKAN SELURUH APA YANG
DILAKUKAN DI DUNIA.
SEBAGAI DIURAIKAN DALAM QS AL HAJI (22):5

"Hai manusia, kamu dalam keraguan tentang kebangkitan


(dari kubur); maka (ketahuilah) sesungguhnya, Kami telah
menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani,
kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal
daging yang sempurna kejadiannya, dan yang tidak
sempurna, agar Kami jelaskan kepadamu, dan Kami
tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai
waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan
kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur)
kamu sampai pada kedewasaan, dan di antara kamu ada
yang diwafatkan, dan (ada pula) di antara kamu yang
dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak
mengetahui lagi sesuatupun, yang dahulunya telah
diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering pada
awalnya, kemudian apabila Kami turunkan air di atasnya,
hiduplah bumi itu, dan suburlah tanahnya, dan
menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang
indah." – (QS.22:5)
2. ISTILAH TERKAIT DENGAN MANUSIA DALAM AL QURAN
BEBERAPA ITILAH DALAM AL QURAN YANG TERKAIT DENGAN MANUSIA ADALAH SEBAGAI BERIKUT:

A. BANI ADAM
ISTILAH INI BERUJUK PADA ASPEK HISTORIS, BAHWA SEMUA MANUSIA BERASAL DARI MANUSIA PERTAMA
NABI ADAM AS. QS AL A'RAF (7): 31

B. BASYAR
ISTILAH INI MERUJUK KEPADA ASPEK FISIK ATAU BILOGIS DALAM MANUSIA. DIGUNAKAN SEBANYAK 37 KALI
SALAH SATUNYA DALAM QS AL KAHFI (18) :110. MANUSIA YANG BERASAL DARI TANAH, MAKAN DAN MINUM, DLL.

C. INSAN
ISTILAH INI DISEBUT 65 KALI. MERUJUK KEPADA ASPEK POTENSI DIRI MANUSIA SECARA INDIVIDU
BAIK DARI SISI PSIKOLOGI DAN SPIRITUAL, YAITU BERUPA PEMIKIRAN DAN PERASAAN (MENTAL).
DISEBUT DIANTARANYA DALAM QS AL ALAQ (96): 5.

D. AN NAAS
ISTILAH INI DIGUNAKAN SEBANYAK 240 KALI, ISTILAH INI MERUJUK PADA ASPEK SOSIOLOGIS, DIMANA
MANUSIA ADALAH MAKHLUK SOAIAL DAN HIDUP BERSAMA SECARA KOLEKTIIF.
“TUHAN KAMI IALAH TUHAN YANG TELAH MEMBERIKAN KEPADA TIAP - TIAP SESUATU BENTUK KEJADIANNYA, KEMUDIAN MEMBERINYA
PETUNJUK” (QS. THAAHA: 50)
MANUSIA TERSUSUN DARI MATERI. MATERI ADALAH SESUATU YANG MENEMPATI RUANG DAN MEMILIKI MASSA TERTENTU. ALLAH SWT TELAH
MELETAKAN NYAWA (SIRUL HAYAT) DI DALAM JASAD/TUBUH/FISIK MANUSIA. SELAIN ITU, DALAM DIRI MANUSIA TERDAPAT DUA POTENSI :
1. AKAL YANG MELAHIRKAN PEMIKIRAN
2. POTENSI KEHIDUPAN (THAWAH AL-HAYAWIYYAH) YANG TERDIRI DARI :
A. NALURI (AL-GHARIZAH)
B. KEBUTUHAN JASMANI (AL-HAJAH AL-'UDLAWIYYAH)

OTAK,INDERA,
PEMIKIRAN
AKAL FAKTA,INFO

MANUSIA PERILAKU
BERAGAMA,
NALURI KETURUNAN,
EKSISTENSI
POTENSI PERASAAN
HIDUP MAKAN,
KEBUTUHAN
FISIK MINUM,
TIDUR,DLL
1. AKAL

PINDAH MENUJU
AKAL REALITAS INDERA
OTAK
GAMBARAN

KELEBIHAN MANUSIA DARI HEWAN ADA PADA POTENSI


AKALNYA, OLEH SEBAB ITU MANUSIA MEMILIKI DERAJAT
YANG LEBIH UTAMA DARI HEWAN

OTAK YANG SEHAT

REALITA YANG TERINDERA

SYARAT PROSES BERPIKIR

INDERA

INFORMASI
2. POTENSI HIDUP
POTENSI HIDUP

NALURI KEBUTUHAN
JASMANI

MEMPERTAHANKAN DIRI
MAKAN &
MINUM
MELANGSUNGKAN KETURUNAN

BERAGAMA TIDUR

BERNAPAS
NALURI
NALURI adalah salah satu potensi yang ada pada diri manusia yang mampu mendorong berkecenderungan pada benda dan
perbuatan atau punya kecenderungan untuk memahami dari benda dan perbuatan. Semua itu mengacu kepada pemenuhan
semua perkara yang terdapat dalam diri manusia.

Ada tiga kelompok dalam klarifikasi penampakan naluri :


Jenis pertama : penampkan takut, cinta memiliki harta, cinta negeri, cinta bangsa, kaum, cinta kemuliyaan, cinta kepada
kekuasaan, dll. Semua itu dikembalikan kepada satu naluri yakni naluri mempertahankan diri, sebab semua penampakan
ini mengantarkan kepada perbuatan-perbuatan yang membantu manusia dalam pribadinya.

Jenis kedua : penampakan naluri ini adalah al-mailu , al-jinsi (senang lawan jenis), al-umuumah (keibuan), al-abuwwah
(kebapaan), hubbub al-bana ( cinta kepada anak), al-athfi ‘ala al-insan ( kasih saying kepada sesama manusia ),
kecenderungan untuk menolong orang yang membutuhkan pertolongan dan lain sebagainya. Semua itu di kembalikan
kepada naluri melangsungkan keturunan. Sebab perbuatan-perbuatan tersebut mengantarkan kepada perbuatan-
perbuatan kelanggengan jenisnya.

Jenis ketiga : penampkan naluri ini adalah al-mailu li al-ihtirom al-abthol ( kecenderungn untuk menghormti pahlawan), al-
mailu li’ibaadatillah ( kecenderungan untuk ibadah kepada Allah ). Perasaan lemah dan kurang di kembaliakn kepada naluri
beragama. Sebab penampkan tersebut mendorong manusiauntuk membahas, mencari kepada pencipta yang kuasa dan
sempurna, tidak menyandarkan wujudnya kepada orang lain dan makhluk lah yang bersandar kepada sang pencipta
KEBUTUHAN JASMANI

Maanusia sangat membutuhkan sesuatu yang di butuhkan oleh tubuh seperti makan, minum, dan udara. Jika manusia
kekurangan makan, minum dan udara maka tubuh manusia akan mengalam kerusakan. Manusia membutuhkan makan dan
minum dalam kehidupan sehari-harinya. Manusia membutuhkan asupan energy untuk keberlangsungannya hidup. Udara juga
sangan penting bagi kehidupan manusia, manusia akan tetap hidup jika menghirup udara atau bernafas. Selain itu manusia
membutuhkan tidur untuk beristirahat. Tubuh memerlukan istirahat yang cukup untuk melakukan aktifitas selanjutnya.

Kebutuhan jasmani tetap di dapat dalam tubuh manusia Allah telah memberi sinyalemen tentang hal
ini di dalam Al-quran surat AL-Ruum 23: “ Dan di antara tanda kekuasaannya ialah tidurmu di waktu
malam dan siang hari dan usahamu mencari sebagian dari karunianya”
PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ANTARA NARULI DAN KEBUTUHAN JASMANI

PERSAMAAN antara Naluri dan Kebutuhan Jasmani jika di tinjau dari karakternya sebagai potensi yang fitriyyah ada sebagai anugrah Allah pada
manusia, seperti potensi banjir, potensi membakar pada api. Maka keberadaan keduanya tidak ada seorangpun yang mampu menghilangkan
kecuali Allah Rabbul ‘Alamin.

PERBEDAAN antara Naluri dan Kebutuhan Jasmani ada dua segi yaitu :
SEGI PERTAMA, kebutuhan jasmani merupakan kebutuhan yang wajib dan tidak bisa di tinggalkan sehingga jika tidak di penuhi maka
tubuh akan mengalami kerusakan contoh : jika manusia tidak tidur , tidak makan dan tidak bernafas maka lama kelamaan akan mengalami
kerusakan.
naluri merupakan pelaksanaan yang tidak menjadi suatu keharusan jadi bisa di tinggalkan sehingga jika tidak di
penuhi tidak akan berpengaruh pada kerusakan tubuh dan mekanismenya, tetapi hanya sebatas pada keguncangan, kacau, gelisah serta tidak
tenang. Contohnya pasangan suami istri yang tidak mengghasilkan keturunan karena mandul salah satu atau keduanya.

SEGI KE DUA, kebutuhan jasmani munculnya di pengaruhi dari factor internal tubuh seseorang . Manusia membutuhkan makan dan
minum jika lapar dan haus di sebabkan tubuh membutuhkan pasokan makanan dan minuman yang di uraikan tubuh untuk kebutuhan internal.
Manusia butuh tidur atau istirahat jika saat mengantuk dan lelah.
HUBUNGAN ANTARA POTENSI MANUSIA DAN PERILAKU ATAU PERBUATAN
Pemenuhan kebutuhan jasmani dan naruli di hasilkan oleh dorongan – dorongan tertentu yang menghasilkan perasaan – perasaan tertentu yang
bila di kaitkan dengan persepsi yang ada dalam akal, maka akan terjadi kecenderungan bersikap dan selanjutnya bila itu benar-benar di penuhi
maka akan menjadi perilaku atau perbuatan.
Inilah hubungan antara pemenuhan kebutuhan jasmani dan naluri dengan terbentuknya perilaku manusia.

TUJUAN, STATUS DAN PERAN MANUSIA MUSLIM

TUJUAN adalah arah yang harus dituju. Tujuan manusia di dunia adalah beribadah, artinya menjalani hidup di dunia dengan menaati perintah dan
menjauhi larangan Allah SWT, sehingga teraih keahagiyaan di dunia dan kebahagiyaan di akhirat (QS Addzariyat: 59)

STATUS adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu. Kedudukan manusia adalah sebagai hamba allah (Abdullah) dan pengelola maupun
pengurus (Khalifah). (QS. Al Baqarah: 30)

PERAN adalah konsekuensi dari status. Sebagai hamba allah (Abdullah) harus senantiasa berusaha mendekat kepada Allah SWT sebagai tujuan dan
arah kehidupan. Ini adalah peran secara individual manusia sebagai ciptaan (hablminallah). Sebagai pengelola dan pengurus (khalifah) adalah
memakmurkan dunia dalam kerangka merealisasikan rahmat Allah sesuai aturan (Syariat) islam.