Anda di halaman 1dari 23

SEWA, BUNGA DAN KEUNTUNGAN;

SISTEM PASAR BEBAS DAN KEBIJAKAN


PEMERINTAH

1
SEWA EKONOMI

 HARGA YANG DIBAYAR TERHADAP


PENGGUNAAN TANAH DAN FAKTOR-
FAKTOR PRODUKSI LAINNYA YANG
JUMLAH PENAWARANNYA TIDAK DAPAT
DITAMBAH

2
SEWA EKONOMI

 BAGIAN PEMBAYARAN TERHADAP


SESUATU FAKTOR PRODUKSI YANG
MELEBIHI DARI PENDAPATAN YANG
DITERIMANYA DARI PILIHAN TERBAIK
TERHADAP PEKERJAAN-PEKERJAAN LAIN
YANG MUNGKIN DILAKUKANNYA.

3
PENDAPATAN YANG DIBAYAR TERHADAP
FAKTOR PRODUKSI MEMPUNYAI 2 ARTI

1. PENDAPATAN PINDAHAN ATAU


TRANSFER EARNINGS
YAITU BAGIAN DARI PENDAPATAN YANG
DIGUNAKAN UNTUK MENCEGAH FAKTOR
PRODUKSI TERSEBUT DIGUNAKAN
UNTUK KEGIATAN EKONOMI YANG LAIN

4
PENDAPATAN YANG DIBAYAR TERHADAP
FAKTOR PRODUKSI MEMPUNYAI 2 ARTI

2. SEWA EKONOMI
YAITU BAGIAN DARI PENDAPATAN YANG
MERUPAKAN PERBEDAAN DI ANTARA
PENDAPATAN YANG DITERIMA DAN
PENDAPATAN PINDAHAN

5
MODAL DAN TINGKAT BUNGA

 BUNGA
PEMBAYARAN TERHADAP MODAL YANG
DIPINJAM DARI PIHAK LAIN
 TINGKAT BUNGA
BUNGA YANG DINYATAKAN SEBAGAI
PERSENTASI DARI MODAL

6
PRODUKTIVITAS MODAL

 MENENTUKAN BESARNYA PENDAPATAN


RATA-RATA TAHUNAN NETTO (YAITU
SETELAH DIKURANGI DENGAN
PENYUSUTAN MODAL YANG DIGUNAKAN)

7
TINGKAT BUNGA & TABUNGAN
MASYARAKAT

 TERDAPAT DUA PANDANGAN, YAITU;


1. PANDANGAN KLASIK/TRADISIONAL
BAHWA JUMLAH TABUNGAN TABUNGAN
YANG DILAKUKAN MASYARAKAT
DITENTUKAN OLEH TINGKAT BUNGA.
SEMAKIN TINGGI TINGKAT BUNGA,
SEMAKIN BESAR JUMLAH TABUNGAN
YANG DILAKUKAN MASYARAKAT

8
TINGKAT BUNGA & TABUNGAN
MASYARAKAT

2. PANDANGAN KEYNES
BAHWA TABUNGAN TERGANTUNG
TERHADAP PENDAPATAN NASIONAL.
PADA TINGKAT PENDAPATAN NASIONAL
YANG SANGAT RENDAH TABAUNGAN
AKAN BERNILAI NEGATIF

9
PENENTUAN TINGKAT BUNGA

 MENURUT PANDANGAN KLASIK


TINGKAT BUNGAN DITENTUKAN OLEH
PERMINTAAN DAN PENAWARAN
TERHADAP TABUNGAN

10
PENENTUAN TINGKAT BUNGA

 MENURUT PANDANGAN KEYNES


BAHWA TINGKAT BUNGA TERGANTUNG
KEPADA JUMLAH UANG YANG BEREDAR
DAN PERMINTAAN UANG
 PERMINTAAN UANG ADALAH
PERMINTAAN TERHADAP UANG OLEH
SELURUH MASYARAKAT DALAM
PEREKONOMIAN

11
3 TUJUAN PERMINTAAN TERHADAP
UANG

1. UNTUK TRANSAKSI
2. UNTUK BERJAGA-JAGA
3. UNTUK SPEKULASI

12
FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN
TERDAPATNYA BEBERAPA TINGKAT BUNGA

1. PERBEDAAN RESIKO
2. JANGKA WAKTU PINJAMAN
3. BIAYA ADMINISTRASI PINJAMAN

13
TINGKAT BUNGA NOMINAL DAN
TINGKAT BUNGA RIEL

 TINGKAT BUNGA NOMINAL


TINGKAT BUNGA YANG DIGUNAKAN
SEBAGAI UKURAN UNTUK MENENTUKAN
BESARNYA BUNGA YANG HARUS DIBAYAR
OLEH PIHAK PEMINJAM DANA MODAL

14
TINGKAT BUNGA NOMINAL DAN
TINGKAT BUNGA RIEL

 TINGKAT BUNGA RIEL


PERSENTASI KENAIKAN NILAI RIEL DARI
MODAL DITAMBAH BUNGANYA DALAM
SETAHUN, DINYATAKAN SEBAGAI
PERSENTASI DARI NILAI RIEL MODAL
SEBELUM DIBUNGAKAN.

15
KEUNTUNGAN

 PERBEDAAN NILAI UANG DARI HASIL


PENJUALAN YANG DIPEROLEH DENGAN
SELURUH BIAYA YANG DIKELUARKAN
SERTA HARUS MEMPERTIMBANGAKAN
BIAYA TERSEMBUNYI

16
KEUNTUNGAN

 PENDAPATAN YANG DIPEROLEH


INDIVIDU SEBAGAI PEMBAYARAN
SETELAH MELAKUKAN BERBAGAI
KEGIATAN KEGIATAN
1. KEUNTUNGAN ADALAH PEMBAYARAN
TERHADAP RESIKO
2. KEUNTUNGAN SEBAGAI PEMBAYARAN
TERHADAP KEGIATAN INOVASI
3. KEUTUNGAN ADALAH AKIBAT
KEKUASAAN MONOPOLI
17
SISTEM PASAR BEBAS & KEBIJAKAN-
KEBIJAKAN PEMERINTAH

18
ANALISIS KESEIMBANGAN SEBAGIAN
& UMUM

 ANALISIS KESEIMBANGAN SEBAGIAN


ATAU PARTIAL EQUILIBRIUM ANALYSIS
ADALAH ANALISIS KEGIATAN EKONOMI
YANG DIBUAT SECARA SALING ASING
TANPA MEMPERHATIKAN HUBUNGAN
KETERKAITAN DI ANTARA BERBAGAI
ASPEK KEGIATAN EKONOMI TERSEBUT

19
ANALISIS KESEIMBANGAN SEBAGIAN
& UMUM

 ANALISIS KESEIMBANGAN UMUM ATAU


GENERAL EQUILIBRIUM ANALYSIS
ADALAH ANALISIS YANG MERANGKUM
INTERAKSI DI ANTARA BERBAGAI
KEGIATAN DALAM EKONOMI

20
KEBAIKAN EKONOMI PASAR BEBAS

1. FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI AKAN


DIGUNAKAN DENGAN EFISIEN
2. MENYELARASKAN KEGIATAN EKONOMI
DENGAN EFISIEN
3. MEWUJUDKAN PERTUMBUHAN
EKONOMI YANG EFISIEN
4. KEBEBASAN DALAM MELAKUKAN
KEGIATAN EKONOMI

21
KEGAGALAN SISTEM PASAR BEBAS

1. AKIBAT-AKIBAT EKSTERN YANG


MERUGIKAN
2. MASALAH MEMPRODUKSI BARANG PUBLIK
DAN BARANG MERIT (BARANG YANG
HARUS DIKENDALIKAN ATAU DIGALAKKAN)
3. AKIBAT BURUK KEGIATAN MONOPOLI
4. MASALAH MEWUJUDKAN PENYESUAIAN
YANG SEGERA DAN EFISIEN
5. KETIDAKSETARAAN DISTRIBUSI
PENDAPATAN

22
BENTUK CAMPURTANGAN PEMERINTAH

1. MEMBUAT DAN MELAKSANAKAN


PERATURAN DAN UNDANG-UNDANG
2. MENCIPTAKAN KERANGKA DASAR
SOSIAL EKONOMI
3. MELAKUKAN KEBIJAKAN FISKAL DAN
MONETER

23