Anda di halaman 1dari 19

MODULASI SINYAL – SINYAL

DIGITAL
Presented by :
Nafila Tsary Irfani dan Rayen Vitradente Puruhita
TE4B 2014
MODULASI
 Teknik pengkodean sinyal dari sinyal analog ke sinyal
digital. Secara garis besar ada 3 jenis modulasi digital :

MODULASI 1. Amplitudo Shift Keying ( ASK )

DIGITAL 2. Frequency Shift Keying ( FSK )


3. Phase Shift Keying ( PSK )
ASK, FSK, dan
PSK
 Inter- Symbol Interference merupakan bentuk distorsi
sinyal dimana satu simbol mengganggu simbol
Inter-Symbol berikutnya. Intersymbol interference ( ISI ) terjadi saat
Interference pulsa menyebar sedemikian rupa sehingga
mengganggu pulsa yang berdekatan pada sampel
( ISI ) instan.
ISI VIDEO
 Filter ini ditandai dengan adanya faktor roll – off ( a )
Raised Cosine – yang mendefinisikan kecuramannya.
 Di bawah ini adalah respon frekuensi Nyquist filtering
Rolloff Nyquist dan cara mencari nilai r atau a.
Filtering
Periksalah apakah benar nilai r = 0,5 saat 3/4T dan r=1 saat 1/T!!!
 Nilai r atau a dapat dicari juga menggunakan rumus :
𝑓∆
𝑟= ൗ𝑓𝑜
Lanjutan
Final Test

Buktikan bahwa respon frekuensi nyquist filter di atas benar !


1. Saat f=0,2 dan r atau a=0,5
2. Saat f=0,8 dan r atau a=0,5
 Dalam skema modulasi digital yang paling sederhana,
carrier dimodulasi secara langsung oleh bitstream
yang mewakili informasi yang akan dikirim, baik dalam
Modulasi amplitudo ( ASK ) atau pada frekuensi ( FSK, frequency
Kuadratur shift keying ). Untuk meningkatkan efisiensi spektral
dari proses modulasi, berbagai jenis modulasi
amplitudo kuadratur ( QAM ) digunakan.
Pentransmisian
QAM
 QAM 4 keadaan merupakan teknik encoding M-er
dengan M=4, dimana ada empat keluaran QAM yang
mungkin terjadi untuk sebuah frekuensi pembawa.
Karena ada 4 keluaran yang berbeda, maka harus ada 4
kondisi masukan yang berbeda.

4 - QAM
Tabel Kebenaran
dan Diagram
Konstelasi 4 - QAM
 QAM 64 adalah teknik encoding M - er dengan M = 64
dimana ada 64 keluaran yang mungkin dengan
amplitudo dan fasa yang berbeda. Data masukan biner
dibagi menjadi 6 bit ( 26 = 64 ) atau disebut
64 - QAM heksabit.Data masukan biner dibagi menjadi 6 kanal
yaitu : Q,Q’,Q” I,I’ dan I” laju bit pada masin-masing
kanal sebesar 1/6 dari laju masukan ( fb/6 ).
Tambahan
 DVB-C adalah singkatan dari Digital Video Broadcasting -
Cable dan ini adalah standar konsorsium DVB Eropa untuk
transmisi siaran televisi digital melalui kabel. Sistem ini
mentransmisikan video audio / video digital keluarga
MPEG - 2 atau MPEG - 4, menggunakan modulasi QAM
dengan pengkodean saluran.
 Ini menggambarkan sistem pengkodean modulasi dan
DVB – C dan saluran untuk TV satelit, HDTV untuk primer. Dan untuk
secondary band FSS dan BSS. Sistem ini dimaksudkan
DVB - S untuk menyediakan layanan Direct – To - Home ( DTH )
untuk penikmat Integrated Receiver Decoder ( IRD ), serta
sistem antena kolektif ( Satellite Master Antenna Television
( SMATV ) ) dan stasiun head - end televisi kabel, dengan
kemungkinan dari remodulasi. Sistem ini didefinisikan
sebagai blok fungsional peralatan yang melakukan
adaptasi sinyal TV baseband, dari output multiplekser
transport MPEG – 2 ke karakteristik saluran satelit.
 DVB - S2 adalah standar transmisi generasi kedua, yang
distandarisasi oleh ETSI dengan nomor EN302307.
Berbeda dengan dua standar sebelumnya yang
DVB – S2 disebutkan di atas, DVB - S2 tidak terbatas pada format
transport MPEG - 2.
 Untuk televisi digital terestrial, modul teknis DVB telah
mempertahankan modulasi OFDM dengan 2048
pembawa ( 2K ) atau 8192 mobil ( 8K ). Dua mode
operasi, mode “ 2K “ dan mode “ 8K “, didefinisikan
untuk transmisi DVB - T dan DVB - H. Mode “ 2K “ cocok
DVB - T untuk operasi pemancar tunggal dan untuk jaringan
SFN kecil dengan jarak pemancar yang terbatas. Mode
“ 8K “ dapat digunakan baik untuk operasi pemancar
tunggal maupun untuk jaringan SFN kecil dan besar.