Anda di halaman 1dari 63

METODA

EKSPLORASI GEOKIMIA

GEOKIMIA EKSPLORASI ITB-2008 BAMBANG PRIADI


TAHAPAN EKSPLORASI
Design
&
GEOKIMIA
Planning

Sampling

Sample
Preparation

Analysis

Integration
&
Interpretation
METODE SAMPLING
• Pilih medium yang tepat
(butiran kasar/halus, batu, air, sedimen, …)
• Berhubungan dengan :
– mobilitas unsur (sifat target atau adanya
keterlibatan unsur mobil/tdk, …..)
– kondisi lokal/pola dispersi (DAS baik, daerah
kering, rawa, batuan segar/lapuk, …. )
– waktu (durasi, musim/cuaca saat sampling, ..)
– metoda analisis yang tersedia (BLEG, assay, AAS,
XRF, ICP, …… )
METODA EKSPLORASI GEOKIMIA
1. Sampling SUNGAI (Drainage Sampling)
a. Bongkah (Float Sampling)
b. Sedimen Kasar/Mineral Berat (Pan-Concentrate Sampling)
c. Sedimen Halus (Stream Sediment Sampling)
d. Air (Water Sampling)
2. Sampling AIR (Water Sampling) untuk selain sungai
3. Sampling TANAH (Soil Sampling)
4. Sampling BLEG (Bulk Leach Extractable Gold sampling)
5. Sampling TUMBUHAN (Biological Sampling)
- Biogeochemical Sampling
- Geobotanical Sampling
6. Sampling BATUAN (Rock Sampling)
7. Sampling UDARA (Air/Gas Sampling)
8. Sampling Lainnya
DRAINAGE SAMPLING
DISPERSI GEOKIMIA

ASOSIASI UNSUR

POLA SEBARAN
MOBILITAS UNSUR
UNSUR
GEOKIMIA EKSPLORASI

PERCONTOHAN GEOKIMIA
• Endapan Sungai Aktif
• Konsentrat Dulang
1a. FLOAT SAMPLING
• Percontohan bongkah, biasanya bongkah batuan
teralterasi yang terlihat berbeda (floating) di
antara komponen lepas/klastik di sungai.
• Dari fungsi arus/energi yang membawanya,
keberadaan float menunjukkan lokasi
mineralisasi relatif sudah dekat.
• Secara umum urutan dari jauh ke dekat lokasi
adalah percontohan air, sedimen halus, sedimen
kasar/mineral-berat, float, soil
• Sampel diambil secukupnya, daimbil yang
mewakili tujuan sampling, sekitar 3-5 kg
1b. HEAVY MINERAL SAMPLING
(Pan Concentrate Sampling)

• mineral tak larut dalam air >>> Au, Sn, W


• sebagai partikel berukuran kerikil, terdispersi
secara mekanis
• mewakili satu satuan luas daerah prospeksi
• di sungai besar, pada bagian berenergi tinggi
• Pengambilan secara dulang (panning)
• conto ± 10-20 gram untuk dianalisis ± 3-5 gram
1b. HEAVY MINERAL SAMPLING
(Pan Concentrate Sampling)
• THM (Total Heavy Metal Test)
pengujian kandungan unsur berat di lapangan
dengan metoda kolorimetri

• PREPARASI CONTO
= pengeringan dijemur atau dengan
menggunakan oven (50-55°C)
= pengayakan (-40 s/d -80 mesh)
Metoda Analisis Kolorimetri

Menentukan perkiraan kandungan unsur-X pada sampel


dengan membandingkan kemiripan warna larutannya
terhadap warna larutan yang diketahui konsentrasi unsur-X-nya.
1b. HEAVY MINERAL SAMPLING
(Pan Concentrate Sampling)
Yang termasuk Mineral Berat (Heavy Minerals)
Cassiterite Chromite Columbite
Diamond Garnet Gold
Kyanite Phlogophite Platinum
Rare-earth Rutile Scheelite
Silimanite Spinel Tantalite
Tourmaline Wolframite Zircon
Praktek mendulang di daerah mineralisasi
Bunikasih-Pangalengan
1c. STREAM SEDIMENT SAMPLING
• mewakili per satuan luas daerah prospeksi
• pada sungai sampai orde ke-4
• pada bagian sungai yang berenergi rendah
• perhatikan bangunan fisik yang ada (jembatan,
pabrik, dsb.)
• ukuran butir : pasir halus - lempung
• hindarkan pengayakan basah
• banyaknya conto ± 300 gram
• ukur pH air sungai
• keringkan conto di lapangan (bila mungkin)
• analisis : Ag-As-Co-Cu-Fe-Hg-Mn
• Mo-Ni-Pb-Sn-U-W-Zn
STREAM SEDIMENT SAMPLING

• Fraksi halus
• Fraksi kasar
• Mineral berat
STREAM WATER SAMPLING
• = tidak terlalu disarankan untuk daerah tropis
• = bedakan percontohan - air permukaan
• - air tanah
• = gunakan botol 2 x 100 ml.
• > cuci botol dengan air sungai
• > hindarkan organik dan sedimen
• > pengasaman (pH = 2-3)
• >>> mencegah presipitasi
• membunuh mikro-organisme
• mencegah oksidasi (Fe)
WATER SAMPLING
• Media : stream, well water, groundwater,
lake water, seawater
• Data penunjang : pH, Eh, t, konduktivitas
• Hindari organik atau sedimen (saring bila
perlu), tutup rapat sampel yang diambil
• Lakukan pengasaman (bila perlu)
• Interaksi dengan tanah dan batuan
• Kandungan unsur dalam air sangat rendah
• Dipengaruhi oleh iklim, sensitif terhadap air
hujan
SOIL SAMPLING
• Menunjukkan nilai anomali yang kontras dan
dispersi yang tidak luas dibanding batuan
dasarnya.
• Dilakukan dengan sistem kisi (Grid) dengan
interval >200m (regional) / <200m (lokal/rinci)
• Diambil pada horison tanah yang sama, idealnya
pada Horizon-B, tetapi pada prakteknya antara
batas bawah Horison-A dan batas atas Horison-C.
• Tidak selalu mudah membedakan horison tanah
• Preparasi sampel : pengayakan -80# (-80 mesh)
SOIL SAMPLING
BLEG SAMPLING
• BLEG = Bulk Leach Extractable Gold
• Pelarutan emas dari sampel (4-20 kg)
dengan larutan sianida (kecepatan
pelarutan emas tergantung ukurannya)
• Emas terlarut diekstrak dengan pelarut
organik atau metallic Zn (waktu lama)
• Dianalisa dengan AAS
• Kendala : tidak semua emas larut dalam
sianida (cavalerit, AuTe2)
MEMBUAT SUMURAN / PARITAN UNTUK PERCONTOHAN TANAH
(tidak
(cukupterlalu
luas, untuk
luas untuk
target
target
sumuran
sumuran
dalamdangkal)
5-7m)
PERCONTOHAN DENGAN MENGGUNAKAN AUGER
(Bor dangkal dengan kedalaman ideal sampai ~15 meter)
ROCK SAMPLING
• Untuk mendapatkan data kandungan
unsur batuan induk/asal
• Batuan tersingkap atau core/cutting
• Sampel : 3-5 kg untuk studi petrografi
• Preparasi : digerus
• Hindari kontaminasi
ROCK SAMPLING
• Lebih baik contoh berupa pecahan-pecahan
kecil tetapi representatif / pasti kesegarannya
• Macamnya :
• Grab sampling : percontohan acak tergantung
keberadaan singkapan
• Chip sampling : percontohan pada arah tertentu,
misalnya diambil dari tepi/pinggir ke arah pusat
suatu pluton, tergantung keberadaan singkapan
• Channel sampling : percontohan dengan
membuat paritan, umumnya dilakukan secara
horizontal untuk mengetahui dispersi lateral
ROCK
SAMPLING
SAMPLING METHODS
Sample Medium Region District Area Target
Rock x x xx xx
Soil x x xx xx
Stream sediment xx xx x
Water xx xx x
Groundwater xx xx x
Glacial deposits xx xx xx x
Biogeochemistry x xx x
Geobotany x x x
Gas x x

xx commonly used
x occasionally used
Tambang Emas di Kelian (Kaltim; PT Kelian Equator Mining)
saat-saat tambang akan ditutup
Daerah mineralisasi Emas di Bulagidun (Sulut ; PT Newcrest)
Daerah mineralisasi Emas di Bulagidun (Sulut ; PT Newcrest)
Daerah mineralisasi Emas di Bulagidun (Sulut ; PT Newcrest)
Daerah mineralisasi Emas di Bulagidun (Sulut ; PT Newcrest)
Daerah mineralisasi Emas di Bunikasih (Jabar; PT Aneka Tambang)
Daerah mineralisasi Emas di Bunikasih (Jabar; PT Aneka Tambang)
Daerah mineralisasi Emas di Bunikasih (Jabar; PT Aneka Tambang)
Daerah mineralisasi Emas di Bunikasih (Jabar; PT Aneka Tambang)
Daerah mineralisasi Emas di Bunikasih (Jabar; PT Aneka Tambang)
SEDIMENT SAMPLING

• Grab sampling
• Gravity core sampling (disturb, < 1m)
• Vibro core sampling (>1 m)
• Box core sampling (undisturb)
IRONSTONE and GOSSAN
SAMPLING
• Ironstone : singkapan hasil pelapukan yang
kaya akan kandungan unsur besi
• Gossan : bentuk khusus ironstone hasil
pelapukan batuan yang mempunyai
kandungan senyawa sulfida
• Barren gossan
• False gossan/pseudo gossan
• Dipengaruhi oleh mobilitas unsur
Biogeochemical Sampling
• Mengamati kemungkinan anomali yang terekam
pada kimiawi tanaman
• Unsur indikator = unsur nutrien tanaman
• Perhatikan unsur yang terkandung dalam tanah
• Sampel harus identik (spesies sama, bagian yang
sama, umur &ukuran yang sama)
• Diperlukan data topografi, iklim, jenis soil, pH,
kerapatan, dsb.
• Perhatikan sinar matahari, drainage, dll
• Preparasi sampel : dibakar/pengabuan (~100 gr)
• Lebih baik dikombinasikan dengan soil sampling
Geobotanical Sampling
• Mendeteksi respon tumbuhan pada
lingkungan kimia, fisika dan biologi
tertentu
• Distribusi kelompok tumbuhan/spesies
indikator
• Kenampakan morfologi tumbuhan
• Kadang terdeteksi oleh foto udara/citra
Lag Sampling
• Akumulasi fraksi kasar residu di permukaan
• Sangat sensitif terhadap mineralisasi minor
• Dilakukan di daerah kering, tidak ada tanah
tutupan
• Sampling dilakukan pada kedalaman dangkal
• Sampel : fraksi kasar (>6 mm) atau fraksi halus
(<2 mm)
• Preparasi : pengeringan, digerus, dilarutkan/ di-
digest dengan asam (bila perlu)
GAS SAMPLING
• Sumber :
atmosfer (H2Ovap, O2, CO2, He, H2),
deep-seated (H2, He, H2S, SO2, HCl, dsb),
radiogenic (He, Rn), biogenic (CH4, H2, H2S,
CO)
• Movement :
difusi,
terlarut dalam air,
terlarut dalam uap,
transfer saat perubahan fasa air dan uap.
GAS SAMPLING

• Gas atmosfir : stabil, O2 dominan


• Gas lingkungan dalam : O2 rendah, gas
reduksi tinggi (H2, CH4)
• Gas radiogenik : He, Rn, Ar
• Gas biogenik : HC ringan
• Dilakukan pada : daerah terbuka, pori
tanah, berhubungan dg air
tanah/permukaan
GAS SAMPLING
• Pengambilan sampel : di lubang gas, kolam air panas
dan pemboran (separasi)
• Gas ditambung dalam tabung Giggenbach yang terisi
NaOH dan divakum -1000 mBar
• Analisa gas tak terlarut H2, O2+Ar, N2, CH4 dan CO :
kromatogram gas
• Analisa gas terlarut CO2, H2S) : volumetri/titrasi
• Analisa gas terlarut NH3, HCl, HF dan SO2 :
spektrofotometri
• Tentukan tekanan separasi
• Satuan : mol.%, wt.% atau vol.%
GAS SAMPLING

• Eksplorasi Deposit Sulfida : CO2 dan Hg vapour


dalam udara tanah
• Deposit Uranium : Rn dan He
• Petroleum : hidrokarbon ringan, He dan Rn
GAS SAMPLING
di daerah PANASBUMI
• Pengambilan sampel gas : CO2, CO, H2S, CH4,
H2, O2, Ar, SO2, dsb.
• Survei gas dalam tanah : Hg, As, Li, OM
• Survei gas dalam udara tanah (soil-air) : CO2
GAS SAMPLING dalam TANAH

• Analisa langsung dengan Mercury Detector


• Sampel : tanah, undisturbed.
• Analisa gas Hg, As, Li : AAS atau Cold Vapour
Flameless Method
• Lakukan pengukuran pH tanah
GAS SAMPLING dalam TANAH
• Diukur langsung dengan menanam jarum
yang sudah ditanam 3-5 hari.
• Sampel : udara ditampung dalam tabung
pyrex yang sudah divakum
• Analisa gas : titrasi
• Lakukan pengukuran pH tanah
• Catat : waktu pengambilan sampel, cuaca,
temperatur udara luar dan temperatur lubang
bor, karakteristik tanah, dsb.
Geochemical Behaviour : CO2
• 0.035% di atmosfer dan 0.2-4% v/v di udara
tanah
• Terlarut dalam air tanah (asosiasi endapan
sulfida)
• Pelarutan batuan karbonat oleh air asam
• Deep-seated origin
• Biogenic origin
• Gas CO : deep-seated, asosiasi endapan sulfida
teroksidasi)
Geochemical Behaviour : Hg

• Udara : 0.2 – 0.8.10-12 v/v,


saturated air : 1.58 ppm (20oC),
saturated water : 25 ppb (20oC)
• Asosiasi : sulfida, oksida, organic complex dan
unsur logam
• Heating : pelepasan Hgvapour
METODE ANALISIS
• Atomic Absorption Spectrometry (AAS)
• Atomic Emission Spectrometry (AES)
• X-Ray Fluoresence (XRF)
• Induced Couple Plasma (ICP)
• Mass Spectrometry (MS)
• X-Ray Difraction (XRD)
• Electron Micriprobe (EM)
• etc
METODE ANALISIS
METODE ANALISIS
TERIMA KASIH
ada yang ditanyakan kah ??
…. atau siap ditanya ??