Anda di halaman 1dari 15

TUGAS

Pengolahan Air Buangan Lanjut


“Pengolahan Air Buangan dengan Presipitasi”

Ahmad Setiawan (153800041)


Arifa Nur Rohmah (153800008)
Ida Istaharoh (153800043)
Syaiful Rachman (153800003)
Latar Belakang

Sejalan dengan meningkatnya aktivitas ekonomi seperti industri yang


mencemari dan rumahtangga yang menghasilkan berbagai limbah
lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat.Jenis limbah yang
paling berbahaya bagi lingkungan maupun kesehatan adalah limbah yang
dikategorikan sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3).
Pencemaran limbah B3 dapatmelalui tanah, air, maupun udara.
Pencemaran tersebut menyebabkan penurunan kualitas lingkungan. Salah
satu limbah B3 yang harus menjadi perhatian adalah limbah-limbah yang
mengandung logam berat yaitu Timbal (Pb), Merkuri (Hg), dan Arsen (As).
Limbah logam beratini bersifat racun dan persisten, sehingga dapat
membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan hidup. Salah satu
dampak yang signifikan bagi kesehatan manusia adalah penurunan IQ
terutama bagi anak –anak dan balita, merusak produksi haemoglobin
darah, menyebabkanketidaksuburan bagi wanita/ pria, keguguran, dan
bayi meninggal dalam kandungan.
Presipitasi Kimia

 Metode presipitasi (pengendapan) merupakan salah satu metode pengolahan


limbah yang banyak digunakan untuk memisahkan logam berat dari limbah
cair. Dalam metode presipitasi kimia dilakukan penambahan sejumlah zat
kimia tertentu untuk mengubah senyawa yang mudah larut ke bentuk padatan
yang tak larut.
Prinsip Dasar Presipitasi Kimia

 Prinsip presipitasi kimia adalah mengubah senyawa Calcium H atau


Magnesium H dalam kondisi terlarut (nilai kelarutan besar) menjadi senyawa
Calcium Carbonat dan Magnesium Hidroksida yang terendapkan atau memiliki
nilai kelarutan kecil. Oleh karena itu, pemahaman terhadap nilai kelarutan
senyawa dalam air menjadi faktor penting. Nilai kelarutan berbagai senyawa
dalam air disajikan dalam tabel di bawah ini:
Tabel 2.1 Kelarutan Mineral (mg/L) Sebagai CaCO3
Pada 0oC.
Presipitasi Kimia dalam Pengolahan air minum

 Presipitasi kimiawi dalam pengolahan air minum adalah pengendapan bahan-


bahan terlarut dan tersuspensi dalam air dengan penambahan bahan kimia
untuk membentuk presipitat. Dalam pengolahan air minum, presipitasi kimia
yang paling umum adalah dalam proses koagulasi-flokulasi dengan
penambahan koagulan agar terbentuk flok yang mudah diendapkan. Aplikasi
lain adalah penyisihan nitrogen atau fosfor, penurunan kesadahan, penyisihan
besi dan mangan. Proses kimiawi yang terjadi dalam presipitasi adalah reaksi
reduksi-oksidasi
Presipitasi Kimia dalam Pengolahan Kesadahan Air

 Kesadahan adalah keadaan dimana suatu perairan mengandung ion-ion Ca2+


dan Mg 2+ . Air yang sadah perlu diolah sebelum dikonsumsi , pengolahannya
adalah dengan cara softening (penyabunan) yang terdiri atas dua macam yaitu
pertukaran ion dan presipitasi . Air bawah tanah (groundwater) pada
umumnya lebih sadah daripada air permukaan. Kesadahan yang tinggi dapat
ditemukan di daerah yang keadaan geografisnya adalah batuan berkapur.
Contohnya di daerah Gunung Kidul, Yogyakarta . Hal ini disebabkan CO2 yang
ada didalam tanah akan melarutkan batu kapur tersebut dan batu kapur
tersebut akan menguraikan ion kalsium (Ca2+). Kesadahan dinyatakan dalam
satuan Meq/L (mili Equivalen per Liter) atau mg/L sebagai CaCO3 . derajat
Presipitasi Kimia dalam Pengolahan Air limbah

 Selain dapat digunakan dalam kesadahan air , metode presipitasi kimia pun
digunakan pada pengolahan air limbah yang mengandung ion logam seperti
Cu2+ perlu dilakukan suatu reaksi pengendapan (presipitasi) dengan suatu
raegen kimia dengan didasarkan atas apakah suatu kation Cu2+ yang bereaksi
dengan beberapa reagensia yang ada akan membentuk endapan atau tidak.
Menurut Vogel (1985), pengendapan (presipitasi) adalah suatu proses
pemisahan diri suatu fase padat keluar dari larutan.
Presipitasi dalam Penyisihan Besi dan Mangan

 Besi dan mangan adalah mineral yang umum ditemukan dalam tanah dalam
bentuk oksida, yaitu ferri oksida dan mangan oksida. Dalam air, besi dan
mangan sering dijumpai berikatan dengan bikarbonat terlarut (ferro
bikarbonat dan mangan biakrbonat), ferro terlarut atau mangan sulfat.
Konsentrasi besi dalam dalam air tanah biasanya cukup besar, bisa mencapai
25 mg/l. Pada air permukaan, konsentrasi besi biasanya kecil dan berada
dalam suspensi partikulat halus Fe2O3., koloid, atau berbentuk organik
kompleks
Metode Presipitasi dalam Pengolahan Air Umpan
Boiler

 Dalam suatu proses produksi dalam industri, boiler merupakan suatu


pembangkit panas yang penting. Sesuai dengan namanya maka fungsi dari
boiler ini adalah memanaskan kembali. Dalam suatu proses industri boiler
harus dijaga agar effisiensinya cukup tinggi. Oleh sebab itu adalah penting
untuk menjaga kualitas air yang diumpankan untuk boiler, karena akan
berhubungan dengan effisiensi dari boiler tersebut.
STUDI KASUS

Penyisihan Logam Berat Dari Limbah Cair Laboratorium


Dengan Metode Presipitasi Dan Adsorpsi
Limbah cair laboratorium (misalnya sisa analisis parameter chemical oxygen
demand/COD) mengandung logam berat terlarut (merkuri (Hg), perak (Ag), dan
krom (Cr)) dalam konsentrasi tinggi dan berpotensi mencemari lingkungan
Penggunaan Metode Presipitasi Untuk Menurunkan
Kadar Cu Dalam Limbah Cair Industri Perak Di
Kotagede
 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH optimal penurunan kadar logam Cu
menggunakan metode presipitasi serta efektivitas aplikasi penurunan kadar logam
Cu menggunakan agen pengendap larutan kapur. Penelitian dilakukan dengan
mengumpulkan sampel limbah cair industri perak di Kotagede dari 3 sumber yang
berbeda, menganalisis kandungan awal logam Cu, perlakuan presipitasi terhadap
sampel, dan menganalisis kandungan akhir logam Cu. Proses presipitasi dilakukan
dengan cara mereaksikan sampel limbah cair dan larutan Ca(OH)2 0,2 M pada
variasi pH 7, 8, 9, 10, dan 11, kemudian didiamkan selama 24 jam. pH optimal dari
percobaan tersebut digunakan sebagai pH pada proses presipitasi menggunakan
larutan kapur 5%. Analisis kandungan logam Cu pada penelitian ini menggunakan
alat AAS. pH sampel C = 10,3 (basa), sehingga tidak dilakukan proses presipitasi
lebih lanjut terhadap sampel C. pH optimal presipitasi untuk menurukan kadar
logam Cu adalah 8. Kadar Cu setelah perlakuan presipitasi menggunakan larutan
kapur 5% pada pH 8 adalah 0,6583 ppm untuk sampel A dan 0,4697 ppm untuk
sampel B. Jika dibandingkan dengan kadar awal Cu untuk sampel
Penurunan Kadar Tembaga Pada Limbah Cair
Industri Kerajinan Perak Dengan Presipitasi
Menggunakan Natrium Hidroksida
 Dalam industri kerajinan perak, tembaga adalah salah satu logam yang dicampurkan dengan perak
untuk menghasilkan logam campuran yang lebih keras dan lebih kuat dari perak murninya. Hasil dari
industri kerajinan perak ini berupa perhiasan, asesoris, dan tentu saja limbah cair yang banyak
mengandung logam tembaga. Tembaga termasuk logam berat yang bersifat racun. Agar limbah cair
ini tidak berbahaya jika dibuang ke perairan, maka limbah tersebut harus diolah terlebih dahulu.
Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan kadar tembaga dalam limbah cair dengan metode
presipitasi menggunakan larutan natrium hidroksida. Penelitian ini mempelajari pengaruh
konsentrasi natrium hidroksida terhadap penurunan kadar tembaga dalam limbah cair, dan
lama waktu pengendapan tehadap volume endapan yang terbentuk. Mula-mula reagen (NaOH)
dengan konsentrasi tertentu ditambahkan ke dalam limbah cair yang telah diketahui kadar
tembaganya, kemudian diaduk dengan kecepatan 50 rpm selama 15 menit. Setelah itu hasil
didiamkan selama waktu tertentu untuk mengendapkan presipitat yang terbentuk. Setelah terjadi
endapan kemudian cairan beningnya diambil dan dianalisis kadar tembaganya menggunakan
spektrofotometer.Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode presipitasi menggunakan larutan
NaOH dapat menurunkan kadar tembaga pada limbah cair industri kerajinan perak. Hasil optimum
yang dicapai terjadi dengan penambahan 20 mL NaOH 9% untuk sampel limbah cair sebanyak 250 mL
dengan penurunan kadar tembaga hingga 95,47%, dan kadar tembaga bisa diturunkan dari
14,35 ppm menjadi 0,65 ppm. Kadar ini hampir mencapai baku mutu limbah cair, yakni sebesar 0,6
ppm. Dari pengaruh waktu pengendapan terhadap volume endapan didapatkan bahwa
laju volume pengendapan keseluruhan dari proses ini sebesar 0,028125 mL/menit.

Kesimpulan

 Proses prsipitasi merupakan proses pemisahan zat organik terlarut tertentu


dengan penambahan suatu reagen yang sesuai untuk merubah anorganik
terlarut menjadi sedimentasi. Prinsip presipitasi kimia adalah mengubah
senyawa Calcium H atau Magnesium H dalam kondisi terlarut (nilai kelarutan
besar) menjadi senyawa Calcium Carbonat dan Magnesium Hidroksida yang
terendapkan atau memiliki nilai kelarutan kecil.
 Dalam pengolahan limbah, presipitasi digunakan untuk menyisihkan logam
berat. Proses presipitasi kimia selain diaplikasikan dalam pengolahan air
limbah juga digunakan dalam beberapa bidang lain seperti : dalam
pengolahan air minum, dalam pengolahan kesadahan air, dalam penyisihan
besi dan mangan, dan dalam pengolahan air umpan boiler.
THANK YOU FOR YOUR ATTENTION

SEE YOU NEXT TIME