Anda di halaman 1dari 35

CASE REPORT

SMALL BOWEL OBSTRUCTION


IDENTITAS PENDERITA

• Nama Pasien : Ny. NWM No.RM : 087288


• Jenis Kelamin : Perempuan Umur : 81 Th
• Tgl MRS : 31/07/2017 – 04/08/2017
• Suku : Bali
• Agama : Hindu
• Status Marital : Menikah
• Pekerjaan : Petani
Anamnesa
Pasien datang ke IGD RS Ganesha pada 31 September 2014
jam 06.00 WITA dengan diantar keluarga.
Pasien mengeluh nyeri perut terus menerus dan tidak bisa
BAB dan flatus 3 hari, mual (+) , muntah (+), nafsu makan
menurun.
Sudah sempat ke dokter dan diberi pencahar, setelah itu
sempat mencret 1x disertai darah.

• Riwayat Operasi: -
• Riwayat Alergi: -
• RPD: HT tidak terkontrol
STATUS INTERNA SINGKAT

• BB : 50 kg
• TB : 150 cm
• Gizi : cukup
TTV
• Tekanan Darah : 160/80 mmHg
• Nadi : 84 x/menit
• Pernafasan : 20 x/menit
• Suhu badan : 36,5 oC
• Kepala : a/i/c/d: -/-/-/-
• Leher : pembesaran tiroid (-), pembesaran KGB (-)
• Paru-paru : simetris, sonor (+/+), vesikuler (+/+), ronki (-/-),
wheezing (-/-)
• Jantung : S1/S2 tunggal, murmur (-)
• Abdomen : nyeri tekan (+) epigastrium, meteorismus (-), bising
usus (+) meningkat
• Hati : tidak teraba
• Limpa : tidak teraba
• Extremitas : oedem (-/-), akral hangat (+/+), spastik (-/-), atrofi otot
(-/-)
Pemeriksaan Penunjang
BOF 3 POSISI
Supine

- Coil spring
- Herring bone
Pemeriksaan Penunjang
BOF 3 POSISI
Semi errect/berdiri

- Step ladder sign


Pemeriksaan Penunjang
BOF 3 POSISI
Right Lateral Decubitus

- Air fluid level


Pemeriksaan Penunjang
BOF 3 POSISI
Pemeriksaan Penunjang
Darah Rutin
Parameter Hasil Rujukan Satuan Keterangan
WBC 17,7 4,8-10,8 109/L Meningkat
RBC 3,8 4,2-5,4 1012/L Menurun
HGB 11,8 12-16 g/dl Normal
PLT 354 150-450 109/L Normal

Kimia
Parameter Hasil Rujukan Satuan Keterangan
SGOT 54 <37 U/L Meningkat
SGPT 39 <37 U/L Meningkat
ALBUMIN 3,87 3,5-5,2 g/dl Normal
BUN 33,9 5-17 mg/dl Meningkat
CREATININ 1,1 0,6-1,1 mg/dl Normal
GDS 113 <140 mg/dl Normal
Pemeriksaan Penunjang

EKG
Normal Sinus Rhythm
T Abnormality
Long QTc

Kesimpulan:
Iskemia Anterior
ASSESMENT (A)

• Dx klinis : Small Bowel Obstruction


• DD : 1. Adhesi
2. Volvulus
PLANNING (P)

TERAPI Pre Op :
• IVFD RL 28 tpm
• Inj. Ceftriaxone
• Inj. Metronidazole
• Inj. Paracetamol
• NGT Dekompresi
• DC
• Konsul Interna, Jantung & Anestesi
• Pro Laparatomy explorasi pk. 14.00 WITA
TERAPI Post Op :
• Bisoprolol 1 x 2,5mg
• Inj. Ceftriaxone 2 x 1gr
• Inj. Omeprazole 1 x 40 mg
• Inj. Dexketoprofen 3x1
• Diet cair
• Post Op Hari ke 2 (02/08/17), Aff NGT & DC,
diet halus.
EDUKASI (EX)

• Selama dirumah harus istirahat, makan teratur dan rajin minum


obat sesuai aturan.
• Kontrol ke poli spesialis bedah digestif.
TINJAUAN PUSTAKA

OBSTRUKSI USUS HALUS


Obstruksi Usus
• Definisi
• Klasifikasi
• Etiologi
• Gejala
• Patofisiologi
Obstruksi Usus Halus
• Definisi
• Klasifikasi
• Gejala
• Diagnosa
• Diagnosa banding
• Penatalaksanaan
• Komplikasi
• Prognosis
Definisi Obtruksi Usus

Keadaan dimana isi lumen saluran cerna tidak bisa


disalurkan ke distal atau anus karena ada
sumbatan/hambatan yang disebabkan kelainan dalam
lumen usus, dinding usus atau luar usus yang menekan,
atau kelainan vaskularisasi pada suatu segmen usus
yang menyebabkan nekrose segmen usus tersebut
Klasifikasi Ileus Obstruktif

Obstruksi Usus Halus


• Gejala awal biasanya berupa nyeri abdomen bagian tengah seperti
kram yang cenderung bertambah berat sejalan dengan beratnya
obstruksi dan bersifat hilang timbul. Pasien dapat mengeluarkan
darah dan mukus, tetapi bukan materi fekal dan tidak terdapat
flatus.
Obstruksi Usus Besar
• Nyeri perut yang bersifat kolik dalam kualitas yang sama dengan
obstruksi pada usus halus tetapi intensitasnya jauh lebih rendah.
Muntah muncul terakhir terutama bila katup ileosekal kompeten.
Pada pasien dengan obstruksi disigmoid dan rectum, konstipasi
dapat menjadi gejala satu-satunya selama beberapa hari. Akhirnya
abdomen menjadi sangat distensi, loop dari usus besar menjadi
dapat dilihat dari luar melalui dinding abdomen, dan pasien
menderita kram akibat nyeri abdomen bawah.
Etiologi
PERLENGKETAN
• Lengkung usus menjadi melekat pada area yang sembuh secara lambat atau jaringan parut
setelah pembedahan abdomen.
INTUSEPSI
• Salah satu bagian dari usus menyusup kedalam bagian lain yang ada dibawahnya akibat
penyempitan lumen usus. Segmen usus tertarik kedalam segmen berikutnya oleh gerakan
peristaltik yang memperlakukan segmen itu seperti usus. Paling sering terjadi pada anak-
anak dimana kelenjar limfe mendorong dinding ileum kedalam dan terpijat disepanjang
bagian usus tersebut (ileocaecal) lewat coecum kedalam usus besar (colon) dan bahkan
sampai sejauh rectum dan anus.
VOLVULUS
• Usus besar yang mempunyai mesocolon dapat terpuntir sendiri dengan demikian
menimbulkan penyumbatan dengan menutupnya gelungan usus yang terjadi amat distensi.
Keadaan ini dapat juga terjadi pada usus halus yang terputar pada mesentriumnya
HERNIA
• Protrusi usus melalui area yang lemah dalam usus atau dinding dan otot abdomen

TUMOR
• Tumor yang ada dalam dinding usus meluas kelumen usus atau tumor diluar usus
menyebabkan tekanan pada dinding usus.
Penyebab Obstruksi Menurut Kelompok Umur
Gejala Klinis

1. Nyeri abdomen
2. Muntah
3. Obstipasi total (BAB & Flatus)
4. Distensi abdomen
Patofisiologi
Awalnya terjadi penyempitan (obstruksi) usus
sederhana (simple), maka bagian proximal usus
tersebut akan distended (melebar), sedangkan
bagian perifer akan collaps

Pelebaran usus proximal terjadi karena tertimbunnya


sekret dan gas-gas (30% udara luar dan 70% difusi
dari darah)

Tekanan di dalam usus makin lama makin membesar


 mesenterium & vena juga akan tertekan  edema
bagian dinding usus sehingga terjadi transudasi
plasma ke dalam cavum peritoneum dan lumen usus

Pada tahap lanjut, edema dan tekanan yang terus


meningkat pada dinding usus menyebabkan arteri
ikut tertekan dan terjadi STRANGULASI ILEUS (terjadi
iskemi)
OBSTRUKSI USUS HALUS
DEFINISI

Kerusakan atau hilangnya pasase


isi usus yang disebabkan oleh
sumbatan mekanik.

keadaan gawat yang


memerlukan diagnosis dini
dan tindakan pembedahan
darurat bila penderita ingin
tetap hidup.
Klasifikasi

Sifat sumbatan
• Obstruksi parsial yaitu menyumbat lumen sebagian
• Obstruksi biasa (simple obstruction) yaitu penyumbatan mekanis di dalam lumen usus
tanpa gangguan pembuluh darah, antara lain karena atresia usus dan neoplasma
• Obstruksi strangulasi yaitu penyumbatan di dalam lumen usus disertai oklusi pembuluh
darah seperti hernia strangulasi, intususepsi, adhesi dan volvulus.
Letak sumbatan
• Obstruksi tinggi: Duodenum & Jejunum
• Obstruksi tengah: Ileum terminal
Etiologi
• Lesi ekstrinsik (ekstraluminal) yaitu yang disebabkan oleh adhesi (postoperative),
hernia (inguinal, femoral, umbilical), neoplasma dan abses intraabdominal.
• Lesi intrinsik yaitu di dalam dinding usus, biasanya terjadi karena kelainan kongenital
(malrotasi), inflamasi (Chron’s disease, diverticulitis), neoplasma, traumatik dan
intususepsi.
• Obstruksi menutup (intraluminal) yaitu penyebabnya dapat berada di dalam usus,
misalnya benda asing, batu empedu.
Gejala Klinis

Obstruksi mekanik
• keluhan sakit/nyeri abdomen
• muntah
• konstipasi absolut
• distensi abdomen dalam berbagai tingkatan.
Obstruksi sederhana
• obstruksi sederhana yang tidak melibatkan pembuluh darah, sakit
cenderung menjadi kolik yang pada awalnya ringan, tetapi
semakin lama semakin meningkat, baik dalam frekuensi atau
derajat kesakitannya. Sakit mungkin akan berlanjut atau hilang
timbul.
Diagnosis

1. Subjektif – Anamnesis
2. Objektif – Pemeriksaan Fisik
3. Pemeriksaan penunjang : BOF 3 posisi

Untuk mengetahui secara pasti hanya dengan


laparatomi
Diagnosis Banding

- Volvulus
- Carcinoid gastrointestinal
- Penyakit Crohn
- Intussuscepsi pada anak
- Divertikulum Meckel
• Malignansi: Tumor Ovarium
• TBC Usus
Penatalaksanaan
Tujuan utama penatalaksanaan adalah dekompresi bagian yang mengalami
obstruksiuntuk mencegah perforasi. Tindakan operasi biasanya selalu diperlukan.

Persiapan
Pipa lambung harus dipasang untuk mengurangi muntah, mencegah aspirasi dan mengurangi distensi
abdomen (dekompresi). Pasien dipuasakan, kemudian dilakukan juga resusitasi cairan dan elektrolit
untuk perbaikan keadaan umum. Setelah keadaanoptimum tercapai barulah dilakukan laparatomi.
Pada obstruksi parsial atau karsinomatosis abdomen dengan pemantauan dan konservatif.

Operasi
Operasi dapat dilakukan bila sudah tercapai rehidrasi dan organ-organ vital berfungsi secara
memuaskan. Tetapi yang paling sering dilakukan adalah pembedahan sesegera mungkin. Tindakan
bedah dilakukan bila :-Strangulasi- Obstruksi lengkap-Hernia inkarserata- Tidak ada perbaikan dengan
pengobatan konservatif (dengan pemasangan NGT, infus, oksigen dan kateter).

Pengobatan pasca bedah sangat penting terutama dalam hal cairan dan elektrolit untuk
mencegah terjadinya gagal ginjal dan harus memberikan kalori yang cukup. Perlu diingat bahwa pasca
bedah usus pasien masih dalam keadaan paralitik.
Komplikasi

• Nekrosis usus, perforasi usus


• Sepsis
• Syok-dehidrasi
• Abses Sindrom usus pendek dengan
malabsorpsi dan malnutrisi
• Pneumonia aspirasi dari proses muntah,
• o Gangguan elektrolit
Prognosis

• Mortalitas obstruksi tanpa strangulata adalah 5% sampai


8% asalkan operasi dapat segera dilakukan.

• Keterlambatan dalam melakukan pembedahan atau jika


terjadi strangulasi atau komplikasi lainnya akan
meningkatkan mortalitas sampai sekitar 35% atau 40%.

• Prognosisnya baik bila diagnosis dan tindakan dilakukan


dengan cepat.
TERIMA KASIH
DEFINISI
Ileus adalah gangguan/hambatan pasase isi usus yang merupakan tanda adanya
obstruksi usus akut yang segera membutuhkan pertolongan atau tindakan.

Ileus obstruktif/mekanik
Suatu penyebab fisik menyumbat usus dan tidak dapat diatasi
oleh peristaltik yang disebabkan kelainan lumen, dinding usus
atau luar usus yang menekan atau kelainan vaskularisasi pada
suatu segmen usus yang menyebabkan nekrose segmen usus
tersebut.

Ileus Paralitik/Neurogonik/fungsional
Suplai saraf otonom mengalami paralisis dan peristaltik usus
terhenti sehingga tidak mampu mendorong isi usus.
Contohnya amiloidosis, distropi otot, gangguan endokrin seperti
diabetes mellitus, atau gangguan neurologis (Parkinson).