Anda di halaman 1dari 24

PENDEKATAN KLINIS DAN

PENATALAKSANAAN LUKA BAKAR

FITRIANI 102013018
BRIAN YEREMIA LIESMANTO 102013024
PANJI DEWANTORO 102014118
ANDRES VIDIANTO SALIM 102014048
LUM GAH MENG 102014252
ISALIN SILVANNY HOMER 102014155
NUR AYUNI SYAHIRA BT ROSLI 102014238
ABA MADONNA SALLAO 102014013
YULIANA CASANDRA HERERA PRIMA JAWA 102014104
Seorang perempuan berusia 30
tahun dibawah ke UGD RS
setelah mengalami luka bakar
Skenario 1 akibat terkena ledakan kompor
gas di rumahnya sekitar 3 jam
yang lalu

 Identifikasi Istilah : -
 Rumusan Masalah : Perempuan 30 tahun mengalami luka
bakar akibat ledakan kompor gas 3 jam yang lalu
 Sasaran Pembelajaran :
Memahami dan menjelaskan derajat dan luas luka bakar
Memahami dan menjelaskan prinsip penatalaksanaan awal
pada kasus luka bakar
Memahami dan menjelaskan komplikasi yang dapat terjadi
pada kasus luka bakar
Mind Map

Anamnes
is
Prognosi PF
s

Komplik
asi PP

RM
Penatala WD
ksanaan

Gejala Etiologi
Klinis
Patofisio Epidemio
logi logi
Anamnesis

o Identitas
o Keluhan Utama
o RPS (waktu dan lokasi
geografis dari cedera )
o RPD
o RPK
o RP
Pemeriksaan Fisik
Pada PF :

PF : Keadaan umum = Sakit Didada ditemukan 2 buah bullae -> masing-


masing berukuran 3 x 4 cm dan 4 x 5 cm
berat
Kulit tampak kemerahan , oedem dan terasa
Kesadaran = Somnolen
nyeri
TTV = TD : 100/60
Dilengan kiri terlihat dasar luka berwarna
mmHg merah pucat, kering, tampak jaringan lemak
Nadi : 96x/menit dan terasa nyeri
Nafas : 30x/menit Dilengan kanan tampak dasar luka
Suhu : 37,7 ºC berwarna merah, terdapat eksudat, oedem, dan
terasa nyeri
Luas Luka Bakar

MENENTUKAN LUAS LUKA BAKAR


Kedalaman Luka Bakar
KRITERIA BERAT RINGANNYA (AMERICAN
BURN ASSOCIATION)
 1.LUKA BAKAR RINGAN

 - LUKA BAKAR DERAJAT II < 15%

 - LUKA BAKAR DERAJAT II < 10% PADA ANAK-ANAK

 - LUKA BAKAR DERAJAT III < 1%

 2.LUKA BAKAR SEDANG

 - LUKA BAKAR DERAJAT II 15-25% PADA ORANG DEWASA

 - LUKA BAKAR DERAJAT II 10-20% PADA ANAK-ANAK

 - LUKA BAKAR DERAJAT III < 10%

 3.LUKA BAKAR BERAT

 - LB. DERAJAT II 25% ATAU LEBIH PADA ORANG DEWASA

 - LB. DERAJAT II 20% ATAU LEBIH PADA ANAK-ANAK

 - LB. DERAJAT III 10% ATAU LEBIH

 - LB. MENGENAI TANGAN, WAJAH, TELINGA, MATA, KAKI

 DAN GENETALIA/PERINEUM.

 - LB. DENGAN CEDERA INHALASI, LISTRIK, DISERTAI

 TRAUMA LAIN
Pemeriksaan Penunjang

Darah lengkap
Rotgent dada
Elektrolit
Analisis gas darah
Bronkoskopi
Working Diagnosis

Combustio derajat II dalam


Etiologi
Trauma suhu yang berasal dari
sumber panas yang kering (api,
logam panas) atau lembab (cairan,
gas panas)
Listrik
Kimia (biasanya terjadi pada
kecelakaan industri akibat trauma
asam atau basa)
Radiasi
Epidemiologi

Setiap tahun sekitar dua juta orang

menderita luka bakar di Amerika

Serikat, di mana 100.000 penderita

dirawat di rumah sakit dan 20.000

penderita yang perlu dirawat dalam

pusat-pusat perawatan luka bakar.


Patofisiologi

 Kulit  pajanan suhu tinggi  permaebilitas kapiler


meningkat  kebocoran cairan intrakapiler ke
intertisial  edema dan bulla yang terisi banyak
elektrolit

 Kerusakan  hilangnya fungsi kulit sebagai barrier


dan kehilangan cairan akibat penguapan yang
berlebihan
Gejala Klinis

 Keracunan karbon monoksida (CO)

 Cedera pulmonal

 Gangguan hematologik

 Gangguan elektrolit
Komplikasi

Sepsis

Terbentuk bekuan darah

Sindroma distress dan kongesti paru

Disritmia jantung

Gagal ginjal
PEMBERIAN CAIRAN INTRAVENA

 Cara Evans :

 Luas luka (%) x BB (kg) menjadi NaCl/24 jam


 Luas luka (%) x BB (kg) menjadi mL plasma/24 jam
 Keduanya merupakan pengganti cairan yang hilang akibat udem.
 Prinsip : mengganti plasma yang sudah keluar dari tubuh.
 Sebagai pengganti cairan yang hilang akibat penguapan, diberikan
2.000 cc glukosa 5% per 24 jam.
 Separuh jumlah 1+2+3 diberikan dalam 8 jam pertama  sisanya
diberikan dalam 16 jam berikutnya.
 Pada hari kedua diberikan setengah jumlah cairan hari pertama.
 Pada hari ketiga diberikan setengah jumlah cairan hari kedua.
 Evaluasi : keadaan umum penderita tu diuresis.
 Obat-obatan untuk cegah infeksi, anti-nyeri

 Nutrisi
untuk menutup kebutuhan kalori dan keseimbangan nitrogen
yang negatif pada fase katabolisme, yaitu sebanyak 2.500-
3.000 kalori sehari dengan kadar protein tinggi

 Penanganan Lokal : obat topikal


prinsip : luka bebas infeksi, mengurangi rasa nyeri, bisa
menembus eskar, dan mempercepat epitelisasi.
Contoh : golongan silver sulfadiazine, MEBO (moist exposure
burn oinment), antiseptik seperti yodium povidon atau nitras
argenti 0,5%
INTERVENSI BEDAH

 Eksisi dini
 Skingraft
Prognosis

Prognosis luka bakar bervariasi, tergantung pada derajat


luka bakar, luas permukaan tubuh yang terkena, komplikasi
yang menyertai, serta kecepatan penatalaksanaan pada
pasien
Pencegahan

Tidak meninggalkan kompor yang sedang menyala tanpa pengawasan

Posisikan pegangan wajan/panci ke arah belakang kompor (berlawanan arah

dengan kita) untuk mencegah tumpahnya isi masakan/cairan panas ke tubuh kita

Gunakan pegangan anti panas saat memasak

Jauhkan anak-anak dan hewan peliharaan dari panci/wajan berisi cairan panas

Jangan menggunakan pakaian yang terlalu longgar/berumbai saat memasak

sehingga api mudah menyambar dan membakar pakaian

Jangan meletakkan peralatan yang mudah terbakar dekat dengan hawa panas

kompor
Hindari merokok di dekat dapur atau di dalam rumah sekalipun,

serta tempat umum tertentu seperti SPBU

Apabila tersedia, selalu periksa dengan rutin alat pendeteksi

asap, alat pemadam api ringan, dan sebagainya

Jauhkan anak-anak dari korek api, pemantik api, dan bahan

kimia berbahaya
Kesimpulan

Luka bakar yang dialami wanita tersebut meliputi , dada, serta


kedua ekstremitas bagian atas atau meliputi 27%
Managemen resusitasi meliputi survei primer ABCDE, fase resusitasi
diagnostik, survei sekunder, dan fase perawatan definitif yang
adekuat membantu pasien agar segera pulih.
Prognostik luka bakar sangat bergantung dari derajat luka,
kedalaman luka, usia, dan keadaan kesehatan penderita.
 TERIMA KASIH 