Anda di halaman 1dari 12

PERTEMUAN KETUJUH

PERUBAHAN SOSIAL DAN KEBUDAYAAN


Setiap masyarakat pasti mengalami perubahan, baik pada
masyarakat yang bersangkutan maupun masyarakat luar.
 perubahan tsb pengaruhnya terbatas atau luas; lambat
sekali atau cepat sekali.
 Masyarakat statis; mengalami perubahan yang lambat.
 Masyarakat dinamis ; mengalami perubahan yg cepat.
 Perubahan sosial pada lembaga kemasyarakatan di dalam
masyarakat, yang memengaruhi system sosialnya, termasuk
di dalam nilai-nilai, sikap-sikap dan pola- pola perilaku
 Perubahan bisa berkaitan dengan:
1. Nilai- nilai sosial.
2. Pola-pola perilaku.
3. Organisasi.
4. Lembaga kemasyarakatan.
5. Lapisan dalam masyarakat.
6. Kekuasaan dan wewenang, dan lain- lain.
A. CIRI-CIRI PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA
1. Setiap masyarakat mengalami perubahan baik secara
lambat maupun cepat sehingga tidak ada masyarakat
yang berhenti perkembangannya.
2. Perubahan yang terjadi pada lembaga kemasyarakatan
akan diikuti oleh perubahan pada lembaga sosial lainnya.
3. Perubahan sosial yang cepat biasanya menimbulkan
disorganisasi yang bersifat sementara karena berada
dalam proses penyesuaian diri.
4. Perubahan sosial terjadi dalam bidang material dan
immaterial karena keduanya memiliki hubungan timbal
balik.
A. CIRI-CIRI PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA (LANJUTAN … )

5. Secara tipologis, perubahan sosial dapat dikategorikan


dalam beberapa bentuk, yaitu sebagai berikut:
 Proses sosial, yaitu pergantian beragam pengahargaan,
fasilitas, dan anggota dari suatu struktur.
 Segmentasi atau pembagian, yaitu pemekaran unit-unit
struktural yang tidak terlalu berbeda dengan unit-unit
yang telah ada.
 Perubahan struktur, yaitu timbulnya peran dan organisasi
yang baru.
 Perubahan struktur kelompok, yaitu pergantian
komposisi kelompok, tingkat kesadaran kelompok, dan
hubungan antarkelompok dalam masyarakat.
B . BENTUK-BENTUK PERUBAHAN SOSIAL
1. Perubahan Lambat (Evolusi); Butuh waktu lama
Perubahan ini biasanya merupakan rentetan perubahan
kecil yang saling mengikuti dengan lambat. Terjadi
dengan sendirinya tanpa rencana. Masyarakat hanya
berusaha menyesuaikan dengan keperluan, keadaan,
dan kondisi baru yang timbul sesuai pertumbuhan
masyarakat.
2. Perubahan Cepat (Revolusi); berlangsung secara cepat
Perubahan yang terjadi dapat direncanakan terlebih
dahulu maupun tanpa direncanakan. Selain itu dapat
dijalankan tanpa kekerasan maupun dengan kekerasan.
Persyaratan yang harus dipenuhi agar revolusi dapat
tercapai:

1. Harus ada keinginan dari masyarakat untuk mengada-


kan perubahan, untuk mencapai keadaan yg lebih baik.
2. Ada seorang pemimpin/ sekelompok orang yang mampu
memimpin masyarakat untuk mengadakan perubahan.
3. Pemimpin harus dapat menampung keinginan atau
aspirasi dari rakyat menjadi suatu program kerja.
4. Ada tujuan konkret yang dapat dicapai.
5. Harus ada momentum yang tepat untuk mengadakan
revolusi, yaitu saat di mana keadaan sudah tepat dan
baik untuk mengadakan suatu gerakan.
3. Perubahan Kecil
Pada zaman dahulu, kaum perempuan di Indonesia
setiap harinya mengenakan baju kebaya. Seiring dengan
perkembangan zaman dan perubahan mode, model
pakaian yang mereka kenakanpun mengalami
perubahan. Ada yang memakai rok panjang, rok mini,
celana panjang, kaos, dan lain-lain. Contoh tersebut
merupakan suatu bentuk perubahan kecil.
Perubahan kecil adalah perubahan-perubahan yang
terjadi pada unsur-unsur struktur sosial yang tidak
membawa pengaruh langsung atau berarti bagi
masyarakat.
4. Perubahan Besar
Perubahan besar = perubahan yang berpengaruh terhadap
masyarakat dan lembaga-lembaganya, seperti dalam sistem
kerja, sistem hak milik tanah, hubungan kekeluargaan, dan
stratifikasi masyarakat.

Contoh: kepadatan penduduk telah melahirkan berbagai


perubahan, seperti semakin sempitnya lahan, terjadinya banyak
pengangguran tersamar di desa-desa, dan lainnya.

5. Perubahan yang Dikehendaki

Perubahan yang diperkirakan/ direncanakan terlebih dahulu


oleh pihak yang hendak mengadakan perubahan dalam
masyarakat (agent of change), yaitu seseorang atau sekelompok
orang yang mendapat kepercayaan masyarakat sebagai
pemimpin dalam perubahan pada masyarakat.
6. Perubahan yang Tidak Dikehendaki
 Perubahan yang tidak direncanakan biasanya berupa
perubahan yang tidak dikehendaki oleh masyarakat. Karena
terjadi di luar perkiraan dan jangkauan, perubahan ini
sering membawa masalah yang memicu kekacauan atau
kendala-kendala dalam masyarakat.
 Misalnya, kasus banjir bandang, tanah longsor, kebakaran,
Tsunami, Gempa bumi, dll.
 Timbulnya banjir dikarenakan pembukaan lahan yang
kurang memerhatikan kelestarian lingkungan. Akibatnya,
banyak perkampungan dan permukiman masyarakat
terendam air yang mengharuskan para warganya mencari
permukiman baru.
C. PENYEBAB PERUBAHAN SOSIAL DAN BUDAYA
1. Bertambah atau berkurangnya penduduk; orang Mengenal
hak milik individual atas tanah, sewa tanah, bagi hasil dan
lain sebagainya yang sebelumnya belum dikenal.
Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan kerja.
2. Penemuan-penemuan Baru (Inovasi). Unsur kebudayaan
baru diterima, dipelajari, dan dipakai dalam masyarakat
3. Pertentangan Masyarakat. Pertentangan antar kelompok
mungkin terjadi pada generasi muda dengan generasi tua.
Misalnya, pergaulan bebas,, cara berpakaian, atau derajat
wanita yang kian sama di dalam masyarakat dan lain-lain.
4. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi. menyulut
terjadinya perubahan-perubahan besar bagi negara rusia
yang dulu adalah kerajaan berubah menjadi diktator
proletariat yang dilandaskan pada doktrin marxis.
Perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber
pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat (faktor
ekstern) antara lain:
1. Berasal dari lingkungan alam/ fisik disekitar manusia.
Terjadinya gempa bumi, banjir, tanah longsor dan lain-lain
mungkin menyebabkan masyarakat-masyarakat terpaksa
harus meninggalkan tempat tinggalnya.
2. Perang dengan negara lain dapat menimbulkan
perubahan, karena negara yang menang akan
memaksakan kebudayaannya kepada negara yang kalah.
3. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat Lain. Apabila salah
satu kebudayaan yang bertemu mempunyai taraf teknologi
yang lebih tinggi maka yang terjadi adalah proses imitasi
yaitu peniruan terhadap budaya lain.
12