Anda di halaman 1dari 17

SISTEM-SISTEM MEDIS NON-BARAT :

BERBAGAI
KEKUATAN DAN KELEMAHAN

Oleh
Benazir
Martin Abdul Rahman
Nita Tresnawati Mansi
Rosita
Siskawati Ladiku
Wawan Mohamad
MASALAH

Telah ditemukan bahwa dikotomi Barat yang


sering terjadi antara penyakit-penyakit organis dan
penyakit-penyakit jiwa, masing-masing dengan
dokter-dokternya, pendekatan pengobatannya,
bahkan rumah-rumah sakit yang berbeda, pada
umumnya jarang terdapat dalam masyarakat-
masyarakat non-Barat, suatu fakta yang nampak
jelas dari penggabungan keahlian yang dianggap
penting untuk mengatasi setiap masalah, yang ada
pada diri seorang shaman atau dukun sihir.
Lanjutan.... MASALAH

Ada suatu pertanyaan yang sering menggelitik


para ahli antropologi, psikister dan dokter-dokter
medis serta awam lainnya : seberapa jauh suatu
dasar bagi terapi yang efektif diberikan oleh teori-
teori penyebab penyakit non-barat, dan seberapa
baik pengobatan-pengobatan tersebut berhasil
dalam meringankan rasa sakit, mengurangi
tingkahlaku abnormal, membantu seorang pasien
selama ia sakit, dan mengembalikan kesehatan
fisik dan mentalnya? Pendapat-pendapat berbeda
besar; tergantung dari penulisnya, jangkauan dari
evaluasi-evaluasi yang menliputi keseluruhan dari
penipuan hingga pengobatan-pengobatan yang
amat efektif, proto-ilmiah, rasional dan berdasarkan
pengobatan uji coba.
Lanjutan.... MASALAH

Pembuktian dapat ditimbulkan untuk menunjang


kedua pandangan. Bagi golongan yang skeptis,
tipuan sulapan yang dilakukan oleh shaman dan
tipuan dengan cara menyedot batu kristal berdarah
– yang dianggap sebagai objek penyakit – dari
tubuh pasien, juga angka usia tua yang rendah
serta angka-angka mortalitas dan morbiditas yang
tinggi pada masyarakat tempat shaman berasal,
merupakan bukti yang cukup dari ketidak mampuan
pengobatan non-Barat.
Lanjutan.... MASALAH

Berbagai argumentasi tentang efektifitas


pengobatan non-Barat jauh dari akademis; kini,
dalam organisasi World Health Organization dan
dalam Agency For International Development timbul
gagasan-gagasan yang serius untuk
menginkorporasikan penyembuh-penyebuh non-
Barat dan bagian pengobatan non-Barat kedalam
rencana-rencana kesehatan nasional.
KESULITAN DALAM TOLOK-UKUR
Dalam banyak masyarakat non-Barat, garis pembatas
antara pengobatan di satu pihak dengan religi, hukum dan
masyarakat di lain pihak, adalah kurang jelas. Masyarakat
demikian, religi dan pengobatan, atau kepercayaan-
kepercayaan tentang etiologi dan pengawasan sosial, dapat
terjalin secara rumit dalam konteks pranata yang sama.
Seperti yang dikatakan oleh Alland, “spesialis-spesialis medis
non-Barat umumnya berpraktek dalam konteks sosial yang
membuat tuntutan-tuntutan nonmedis kepada mereka. Mereka
adalah para hakim sosial dan fungsionaris keagaman yang
tugasnya adalah untuk memulihkan hubungan antar manusia,
atau antara manusia dengan supranatural. Dengan demikian
mereka lebih menangani sebab-sebab sosial daripada
penyakit” (Alland 1970 : 128).
ASPEK POSITIF DARI BERBAGAI
PENGOBATAN NON-BARAT

Kekuatan-kekuatan sistem medis non-Barat dapat secara


tepat dimasukkan di bawah kategori pengobatan pendukung
psikososial dan dalam kategori tindakan-tindakan pengobatan
klinis, terutama farmakopea pribumi. Para ahli antropologi
yang talah memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu dan
sekelompok psikiater yang semakin bertambah jumlahnya,
yang telah bekerja di kalangan penduduk non-Barat, umunya
merasakan bahwa pengobatan non-Barat terbukti efektif pada
kategori yang disebut pertama dan bukan pada kategori yang
disebutkan terakhir.
Lanjutan.... ASPEK POSITIF DARI BERBAGAI PENGOBATAN
NON-BARAT

Tidak ada gambaran yang lebih jelas dari pada yang


terlihat dari orang Navaho. “Konsep Navaho mengenai sehat
sangat berbeda dengan konsep kita. Bagi orang Navaho,
sehat adalah simtomatik dari suatu hubungan yang benar
antara manusia dengan lingkungan : ‘lingkungan’
supranaturalnya, alam sekeliling, dan dengan manusia di
sekelilingnya. Sehat diasosiakan dengan baik, berkah, dan
keindahan – semua yang sangat berharga dalam hidup.
Sebaliknya, penyakit merupakan bukti bahwa seseorang telah
keluar dari keseimbangannya yang rawan” (adair et al, 1969 :
94)
Lanjutan.... ASPEK POSITIF DARI BERBAGAI PENGOBATAN
NON-BARAT

Kerangka pemahaman hubungan manusia-lingkungan


inilah, yang menjadi dasar bagi begitu banyak masyarakat
non-Barat untuk memandang penyakit, yang menjelakan,
mengapa peranan penyembuh yang kuat (shaman atau dukun
sihir) diterima secara jauh lebih luas dari peranan dokter dari
Barat. Penyembuh biasanya bukan sekedar orang yang
meneyembuhkan, yang terampil dalam cara-cara untuk
menangani gejala-gejala; terbukti ia benar-benar bekerja
untuk mempertahankan keharmonisan antara manusia,
masyarakatnya dan lingkungannya.
Lanjutan.... ASPEK POSITIF DARI BERBAGAI PENGOBATAN
NON-BARAT

Perbedaan fundamental antara pandangan-pandangan


yang berkenaan dengan penyakit dalam masyarakat Barat
dan non-Barat dapat membantu menjelaskan frekuensi dari
kepentingan upacara-upacara penyembuhan umum yang
hanya ada dikalangan masyarakat tradisional, sejauh yang
menyangkut “pembentukan” kedokteran. Kadang-kadang
peranan publik hanyalah sebagai penonton yang tetarik atau
merasa gembira dalam menikmati pertunjukan yang menarik.
Lanjutan.... ASPEK POSITIF DARI BERBAGAI PENGOBATAN
NON-BARAT

Teknik pengobatan lain yang tidak resmi, yaitu pengakuan


dosa di muka umum, mencerminkan, sejauh mana tindakan-
tindakan seorang pasien dianggap membahayakan, bukan
saja bagi dirinya sendiri namun juga bagi masyarakat.
Disamping merupakan pembersihan emosional dan
penanggungan rasa bersalah secara bersama, pengakuan
sering mendorong suatu ingatan kembali pada suatu
pengalaman yang menyakitkan, dan hal itu sendiri mungki
merupakan pengobatan (Torrey 1972 : 64 – 66).
ASPEK NEGATIF DARI BERBAGAI
PENGOBATAN NON-BARAT

Apabila kita menoleh khusus pada aspek-aspek klinis


pengobatan non-Barat (tindakan-tindakan mengobati dan
obat-obatan), kita akan menemukan serangkaian pendapat
yang luas di kalangan para ahli antropologi (dan ahli-ahli
lainnya) tentang efektifitas.
Kebanyakan ahli antropologi – bahkan Hippler dan Stein,
kami duga mengakui bahwa banyak unsur dalam farmakopea
pribumi memiliki nilai terapi yang khusus dan bahwa
keterampilan dari banyak penyembuh pribumi tidaklah dapat
disangsikan. Bersamaan dengannya, bukti menunjukkan
kepada kita bahwa farmakopea non-barat sebagai sistem-
sistem, relatif tidak efektif bila dibandingkan dengan antibiotik
dan obat-obat lainnya yang mudah didapat oleh para dokter
yang berpendidikan ilmiah, dan bahwa tidak semua teknik
pengobatan pribumi mempunyai nilai positif.
PENGOBATAN-PENGOBATAN NON-BARAT : BERBAGAI
CONTOH DAN BAHAYANYA

Beberapa pengamat mengajukan argumentasi


bahwa obat-obatan non-Barat, jika tidak
sepenuhnya efektif, paling sedikit tidak
membahayakan, dan apabila memenuhi kebutuhan
psikologis, penggunaannya seharusnya didukung.
Namun terdapat cukup banyak contoh mengenai
paraktek-praktek yang membahayakan yang
menunjukkan bahwa filsafat itu tak dapat
dipertahankan. Leslie memberi contoh tentang
“glaukoma yang disebabkan oleh sejenis candu
(poppy) yang dimasukkan ke dalam obat tradisional
di India dan Pakistan,” setelah diperkenalkan dari
Meksiko, karena tanaman itu diidentifikasikan
secara keliru dengan tanaman yang terdaftar dalam
buku Ayurveda (Ibid., 312).
BEBERAPA KEKURANGAN DALAM PENGOBATAN
KONTEMPORER AMERIKA

Dengan argumentasi bahwa pengobatan ilmiah secara


penting mengungguli pengobatan non-Barat dalam dimensi
klinisnya, kami mengetahui bahwa superioritasnya baru
meningkat pada waktu yang belum lama – kurang lebih
seabad yang lalu.
Dalam melihat kembali sejarah praktek medis di Barat,
kita di ingatkan bahwa pada abad ke-18 dan abad ke-19,
benar-benar suatu hukuman mati apabila seseorang
diharuskan masuk ke suatu rumah sakit Eropa, yang terkenal
buruknya karena infeksi-infeksi pembusukan dan “demam-
demam rumah sakit” (Burnet dan White 1972 : 186).
Lanjutan.... BEBERAPA KEKURANGAN DALAM
PENGOBATAN KONTEMPORER AMERIKA

Bahkan kini pun, tidaklah realistis untuk menyatakan


bahwa bahaya-bahaya dari praktek pengobatan, secara
khusus terletak pada masa lalu atau dalam wilayah sistem
medis non-Barat. Kekeliruan atau penyalah gunaan obat-obat
keras oleh penyembuh tradisional juga terdapat dalam wilayah
pengobatan barat konteporer.
KESIMPULAN

Untuk menyimpulkan pandangan-pandangan kami


mengenai kemanjuran pengobatan non-Barat, kami yakin
bahwa jika dinilai atas banyak fungsi yang diharapkan dapat
dipenuhi oleh pengobatan tersebut dalam masyarakat di mana
ia merupakan bagiannya, dan menimbang keterbatasan-
keterbatasan yang ada pada penelitian-penelitian medisyang
sistematis dalam masyarakat-masyarakat tersebut, maka
sistem-sistem medis tradisional, yang dilihat sebagai sarana
adaptif, telah berhasil dengan baik. Mereka telah muncul sejak
ribuan tahun, telah memberikan harapan dan penyembuhan
kepada yang sakit, mereka menangani juga penyakit-penyakit
sosial, dan mereka telah memberikan sumbangan terhadap
penambahan populasi dunia secara lambat.
TERIMA KASIH

Anda mungkin juga menyukai