Anda di halaman 1dari 15

Kelompok 13:

1. Ulvie Ariesta N 14.0102.0052


2. Yulian Hasbi 14.0102.0071
3. Amanda Mutiara S 14.0102.0074
4. Riga Ulfa M 14.0102.0075
LATAR BELAKANG
Proses pengelolaan lembaga pemerintah dimulai dengan menyusun
anggaran yang secara operasional terdiri oleh eksekutif yang kemudian akan
meminta persetujuan dari anggota legislatif (DPRD). Dalam menyusun anggaran
sering menghasilkan masalah yang disebabkan oleh budgeting slack. Hal ini
tercermin dari sumber pendapatan yang berasal dari 'Surplus Anggaran' (Silpa)
yang mungkin berasal dari realisasi pendapatan yang lebih besar dari yang
dianggarkan, atau dari efisiensi belanja atau ketidakmampuan untuk
memaksimalkan penyerapan anggaran belanja.

Di Indonesia, anggaran pemerintah daerah dimulai dengan menyusun


anggaran di tingkat gugus tugas (SKPD). Kondisi ini menciptakan kemungkinan
bagi staf untuk menciptakan senjangan anggaran agar lebih mudah untuk
merealisasikan anggaran (yaitu penyerapan anggaran). Sikap ini juga dipengaruhi
oleh bagaimana personil tertentu, yaitu apakah dia akan ditempatkan di posisi yang
sama di tahun depan. Semakin yakin dia adalah tentang / posisinya (yaitu
kontinuitas / posisinya), semakin tinggi kemungkinan slack anggaran akan
TUJUAN PENELITIAN
Menilai pengaruh ketidakpastian karir pada hubungan antara penganggaran
partisipatif dan senjangan anggaran dalam menyusun anggaran pemerintah
daerah di Provinsi Bali.

MANFAAT PENELITIAN
1. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap profesi dan
praktisi untuk diterapkan dalam praktek dan dalam pengambilan keputusan.
2. Kontribusi teoritis penelitian ini terhubung ke adopsi dari teori keagenan dalam
menjelaskan hubungan antara anggota eksekutif sebagai agen dan anggota
legislatif sebagai principal

FOKUS PENELITIAN
1. Menguji pengaruh penganggaran partisipatif terhadap budgetary slack dalam menyusun
anggaran dari Provinsi Bali, dengan menggunakan ‘ketidakpastian karir' sebagai
variabel moderasi.
2. Masalah keagenan yang dapat terjadi dalam mekanisme penganggaran partisipatif
melalui slack anggaran, dimoderatori oleh ketidakpastian karir
PENELITIAN TERDAHULU
Muda (1985), menemukan bahwa perusahaan yang
Lukka (1988) dan memberikan reward kepada karyawan
Dunk (1993) berdasarkan prestasi anggaran memiliki
hubungan positif antara penganggaran
partisipatif dan senjangan anggaran.
Collins (1978) menemukan bahwa penganggaran
partisipatif tidak mempengaruhi slack
anggaran.
Suhartono (2006) menunjukkan bahwa komitmen organisasi
dapat memoderasi hubungan antara
kejelasan sasaran dan senjangan anggaran
di tubuh pemerintah.
Teori
• Menjelaskan hubungan antara dua pihak yang terlibat dalam kontrak
yang terdiri dari agen sebagai pihak yang diberikan tanggung jawab
Teori tugas dan prinsipal sebagai pihak yang memberikan tanggung jawab.
Keagenan (Jensen dan Meckling, 1976)

• Alat perencanaan dan sistem pengendalian sehingga sistem


pemerintahan dapat dilakukan secara efisien dan efektif. (Mardiasmo,
Anggaran 2002)

• Ketika seorang manajer sengaja membuat permintaan yang


berlebihan pada sumber daya melebihi kebutuhan anggaran nyata atau
manajer sengaja menyatakan produktivitas mereka rendah dari
Senjangan produktivitas mereka yang sebenarnya. (Young, 1985; Anthony &
Anggaran Govindarajan, 1998; Schift & Lewin, 1970)
Hipotesis
• H0: ketidakpastian Karir tidak mempengaruhi hubungan antara
penganggaran partisipatif dan senjangan anggaran dalammenyusun
anggaran pemerintah daerah di Provinsi Bali.
• H1: ketidakpastian Karir mempengaruhi hubungan antara
penganggaran partisipatif dan senjangan anggaran dalam
menyusun anggaran pemerintah daerah di Provinsi Bali

Kerangka Penelitian
Ketidakpastian
karir

Penganggaran Kesenjangan
partisipatif anggaran
Metode penelitian

• Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh


melalui survei. Sampel diambil menggunakan purposive
sampling.
• Responden dari penelitian adalah karyawan tingkat
menengah, seperti kepala sub-departemen Keuangan
dan kepala departemen sub Perencanaan dan Umum di
masing-masing SKPD sembilan pemerintah daerah di
Provinsi Bali.
• Untuk setiap SKPD, mengambil dua responden. Total
responden sebanyak 686.
Teknik Analisis Data

Data penelitian ini diperoleh


melalui penyebaran kuesioner.
Pengujian hipotesis dilakukan
Pengakuan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan analisis
dengan menghitung koefisien regresi berganda untuk menguji
alpha cronbach dari masing- pengaruh moderasi.
masing instrumn variabel. Uji Pengujian asumsi klasik dilakukan
validias dilakukan dengan melalui non-multikolinearitas,
pengujian data yang homogenitas , normalitas dan tes
menggunakan uji korelasi dengan homokedastisitas
skor dari pertanyaan denga skor
total dan tingkat signifikansi 1%
Hasil dan Diskusi
Responden profil
Jumlah kuesioner yang disebar oleh peneliti sebanyak 718 kuesioner. Jumlah kuesioner
yang dikembalikan adalah 610 (84,96%), sedangkan 15,04 persen tidak digunakan
karena mereka tidak lengkap dan tidak memenuhi kriteria (yaitu tidak terlibat dalam
menyusun anggaran pemerintah daerah).
Ada 66,61% laki-laki, sementara 33,39 adalah wanita. Sebagian besar responden kepala
sub satuan (87,07%), dan sekitar 62,47% responden memiliki pengalaman 1-2 tahun di
posisi mereka saat ini. Sebagian besar responden memiliki gelar sarjana (68,04%) dan
usia mereka kebanyakan berusia sekitar 40-49 tahun (51,53%). Tabel 1 menunjukkan
statistik deskriptif untuk data dianalisis dan menyajikan standar deviasi dari masing-
masing variabel yang lebih rendah dari nilai rata-rata. Hal ini mencerminkan bahwa data
memiliki distribusi yang sama.
Hasil dan Diskusi
Pengujian Hipotesis
Hipotesis penelitian menyatakan bahwa ketidakpastian karir mempengaruhi
hubungan antara penganggaran partisipatif dan senjangan anggaran pada
anggaran pemerintah daerah Provinsi Bali. Hasil pengujian menggunakan
regresi berganda disajikan pada Tabel 2.

Adjusted R Square dari 0195 berarti bahwa 19,5% dari varians slack anggaran dapat dijelaskan
dengan penganggaran partisipatif, ketidakpastian karir dan interaksi antara penganggaran
partisipatif dengan slack anggaran, sedangkan 80,5% dijelaskan oleh faktor-faktor di luar model.
Uji Anova hasil 44.574 dengan tingkat signifikansi lebih kecil dari 0,05 berarti bahwa model
regresi dapat digunakan untuk memprediksi slack anggaran. Dapat dikatakan bahwa penganggaran
partisipatif, ketidakpastian karir dan interaksi antara penganggaran partisipatif dengan senjangan
anggaran secara bersamaan mempengaruhi slack anggaran.
Hasil dan Diskusi
Pengaruh ketidakpastian karir pada hubungan antara penganggaran partisipatif
dan penganggaran slack menunjukkan nilai t -0.049 dengan tingkat signifikansi
0,036. Hasil ini menunjukkan bahwa ketidakpastian karir dapat memoderasi
hubungan antara penganggaran partisipatif dan senjangan anggaran. Nilai
negatif dari nilai t menunjukkan pengaruh yang merugikan dari hubungan.
Hasilnya menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat (rendah) ketidakpastian
karir seseorang dalam posisi pada saat realisasi anggaran, maka yang lebih kecil
(lebih besar) slack anggaran akan. Kendur didirikan untuk membuat / nya
penampilannya tampak bagus karena ini mencerminkan bahwa ia / dia mampu
menjalankan pekerjaan sesuai dengan anggaran.

Hasil penelitian ini mendukung penelitian terkait sebelumnya pada


penganggaran kendur, seperti Suhartono (2006) dan Ikhsan (2007). Penelitian
ini mendukung teori keagenan yang menjelaskan bahwa dalam hubungan
antara agen dan principal, kedua belah pihak akan mencoba untuk
memaksimalkan utilitas mereka sendiri. Dalam penelitian ini, teori keagenan
berharga untuk menjelaskan kesediaan staf pemerintah daerah untuk
memaksimalkan kepentingan mereka dalam menyusun anggaran.
KESIMPULAN

Ketidakpastian karir dapat memoderasi hubungan antara


penganggaran partisipatif dan senjangan anggaran dalam menyusun
anggaran pemerintah daerah di Provinsi Bali.
tingkat
signifikansi 0,036

Hasil Pengujian Hipotesis Slack Anggaran

Tingkat tinggi ketidakpastian bahwa Peningkatan kinerja dapat


seseorang akan ditempatkan pada posisi dilihat dalam kaitannya
yang sama dalam waktu realisasi dengan anggaran (yaitu
anggaran, maka semakin kecil slack perbandingan dengan
anggaran, dan sebaliknya. kinerja yang ditargetkan).
SARAN

Eksekutif dan anggota legislatif sebagai


Hasil Penelitian
pemegang otoritas dalam menyusun
anggaran

 sebagai pertimbangan dalam membuat kebijakan tentang anggaran


pemerintah daerah
 untuk menentukan kondisi tertentu yang diperlukan untuk
memungkinkan anggaran terdiri optimal
 Penelitian ini juga dapat berbuah dalam menentukan mutasi
pekerjaan dengan menunjukkan kriteria pekerjaan yang lebih
transparan
Critical Review

Secara umum jurnal penelitian ini sudah dikatakan


baik, cara penyampaiannya pun secara singkat dan jelas.
Selain itu, motivasi research, penelitian terdahulu, gap
riset, tujuan dari penelitian, hipotesis, dan teknik analisis
data sudah cukup jelas. Hasil analisis memiliki keterkaitan
dengan penelitian sebelumnya. Hasil analisis mendukung
teori yang digunakan dalam penelitian. Namun, rumusan
masalah belum jelas.