Anda di halaman 1dari 24

PENATALAKSANAAN

HIPERTENSI

Dr.H.Zaini Dahlan, SpPD, FINASIM


Bag.Penyakit Dalam RSMY/ FK UNIB,
Bengkulu 2015
Pendahuluan:
 Hipertensi saat ini  masalah utama di dunia.
 Menurut WHO, hipertensi merupakan penyebab
no: 1 kematian di dunia.
 Menurut JNC-VII, hampir 1 milyar orang
menderita hipertensi di dunia.
 Di AS, prevalensinya sekitar 30% dan terus
meningkat.
 Indonesia (Riskesdas 2013) :
Hipertensi, paling sering ditemukan pada Fasilitas
Kesehatan Primer, prevalensinya 26,5 %.
 Pengontrolan Hipertensi belum adekwat
meskipun obat-obatan efektif banyak tersedia,
 Bila tdk dideteksi secara dini dan mendapat terapi
yg memadai, maka Hipertensi: faktor risiko utama
terjadinya kerusakan organ Ginjal, Jantung dan
Otak.
 Keberhasilan terapi Hipertensi akan menurunkan
kejadian Stroke, Penyakit Jantung dan Gagal
Ginjal.
 Penyakit ini seringkali tidak bergejala
dan tidak disadari oleh penderita,
 Seringkali ditemukan saat pasien
berobat dirumah sakit karena penyakit
stroke, gagal ginjal atau sakit jantung.
 Hipertensi dijuluki “silent killer”
karena 80% kejadian tidak menimbul-
kan gejala.
 Terapi dgn obat-obatan saja tidak
cukup untuk mengobati hipertensi
dan mencegah komplikasinya.
 Sehingga perlu, Modifikasi Gaya
Hidup sebagai salah satu cara untuk
mencegah dan mengobati hipertensi.
Kerusakan Organ Target akibat Hipertensi:
 Jantung: - Penebalan otot jantung : LVH
- Penyempitan pembuluh darah koroner: PJK/IMA
- Gagal Jantung.

 Otak: Stroke, Transient ischemic attack, Demensia

 Ginjal: Gagal Ginjal Kronik (Nefropati Hipertensif).

 Pembuluh Darah : Penyakit Arteri Perifer

 Mata : Kerusakan Retina ( Retinopati Hipertensif)


 Definisi: Hipertensi adalah suatu keadaan dimana
upaya penurunan TD akan memberikan manfaat lebih
besar dibandingkan dgn tidak melakukan upaya tsb.

 Penatalaksanaan Hipertensi, bertujuan:


menurunkan morbiditas dan mortalitas akibat
kerusakan Organ Target.
Diagnosis Hipertensi:
 Ditegakkan bila : Tekanan Darah ≥ 140/90 mmHg
 Tingkatan Hipertensi ditentukan berdasarkan
TD Sistolik dan TD Diastolik.
Klasifikasi Hipertensi : (JNC 7)
KLASIFIKASI TEK.DARAH TDS (mmHg) TDD ( mmHg)

Normal < 120 < 80

Prehipertensi 120 - 139 80 - 89

Hipertensi grade 1 140 - 159 90 – 99

Hipertensi grade 2 ≥ 160 ≥ 100


Klasifikasi Hipertensi (ESH-ESC 2013
atau InaSH 2015):
Kategori TDS TDD

Optimal < 120 dan/ atau 80

Normal 120 - 129 80 - 84

Normal Tinggi 130 - 139 85 - 89

Hipertensi Tingkat 1 140 - 159 90 - 99

Hipertensi Tingkat 2 160 - 179 100 - 109

Hipertensi Tingkat 3 ≥ 180 ≥ 110

Hipertensi Isolated Systolic ≥ 140 < 90


Target Penurunan Tekanan Darah :
 Tujuan utama terapi hipertensi adalah mencapai dan
mempertahankan TD Target.
 Target Tekanan darah adalah: < 140/90 mmHg,
( penurunan komplikasi penyakit CV. )
 Pada pasien Hipertensi dgn Diabetes atau Penyakit
Ginjal,  target TD : < 130/80 mmHg.
 Untuk pencapaian tekanan darah target di atas, secara
umum dapat dilakukan dengan 2 cara sbb:

1. Modifikasi Gaya Hidup.

2. Terapi Farmakologi.
Faktor Risiko yang berperan pada
Hipertensi:
 Yang dapat diubah:
- Merokok
- Kurang aktifitas Fisik
- Kelebihan Berat Badan
- Diet tinggi lemak
- Asupan garam berlebih
- Konsumsi alkohol
- Diet rendah Kalium
- Stres
 Faktor Risiko yang tidak dapat diubah:
- Riwayat keluarga dengan Hipertensi
- Usia ≥ 45 thn pada Pria dan ≥ 55 thn pada Wanita
- Etnik/ Suku Bangsa
1. Modifikasi Gaya Hidup:
Perkiraan
Modifikasi Rekomendasi Penurunan TD
Sistolik (Skala)

Menurunkan Memelihara Berat Badan Normal 5-20 mmHg/ 10 kg


Berat Badan (Indeks Massa Tubuh 18.5–24.9 kg/m2). penurunan Berat
Badan
Melakukan diet Mengkonsumsi makanan yang kaya dengan buah- 8 – 14 mmHg
buahan, sayuran, produk makanan yg rendah
lemak

Diet Rendah Menurunkan Intake Garam, sebesar tidak lebih 2-8 mmHg
Natrium dari 100 mmol per-hari (2.4 gr Natrium atau 6 gr
garam).
Olahraga Melakukan Kegiatan Aerobik fisik secara teratur, 4 – 9 mmHg
spt jalan cepat (paling tidak 30 menit /hari, setiap
hari dlm seminggu).
Membatasi Membatasi konsumsi alkohol tidak lebih dari 2 2 -4 mmHg
Penggunaan gelas /hari pd laki-laki dan tidak lebih dari 1 gelas
Alkohol /hari pd wanita dan laki-laki yg lebih kurus.
Hal lain yg perlu diperhatikan adalah:
- Berhenti Merokok.
- Mengelola Stres.
 Tekanan darah meningkat ketika secara psikis
terganggu.
 Tehnik relaksasi, termasuk relaksasi otot dan meditasi
dapat membantu menurunkan kenaikan tekanan
darah.
2. Terapi Farmakologi :
Tabel Obat Anti Hipertensi (OAH)
Kelas Obat Dosis Penggunaan Frekuensi
(Mg/hari) Penggunaan/hari
Diuretik Tiazide Hidroklorotiazide 12,5-50 1

Loop Diuretik Furosemide 20-80 2

Aldosteron Reseptor Spironolakton 25-50 1


Bloker
Beta bloker= BB Atenolol 25-100 1
Bisoprolol 2,5-10 1
Propanolol 40-160 2

Kombinasi Alpha dan Carvedilol 12,5-50 2


Beta Bloker Labetalol 200-800 2

ACEI Captopril 25-100 2


lisinopril 10-40 1
ramipril 2.5-20 1
Kelas Obat Dosis Penggunaan Frekuensi
(Mg/hari) Penggunaan/hari

Angiotensin II candesartan 8-32 1


Antagonis=ARB irbesartan 150-300 1
losartan 25-100 1-2
olmesartan 20-40 1
telmisartan 20-80 1
Valsartan 80-320 1-2

CCB – Non Diltiazem 30 - 90 3


Dihidropiridin verapamil 80-320 2
verapamil long act 120-480 1-2

CCB- Dihidropiridin amlodipine 5 -10 1


nifedipin long-act 30-60 1
nifedipin 10-40 2- 3
Kelas Obat Dosis Frekuensi
Penggunaan Penggunaan/hari
(Mg/hari)

Alpha 1 Bloker doxazosin 1-16 1


prazosin 2-20 2-3
terazosin 1-20 1-2

Alpha 2 agonis clonidine 0,1-0,8 2


sentral dan obat clonidine patch 0,1-0,3 1 Minggu
lainnya yg bekerja methyldopa 250-1000 2
sentral reserpine 0,1-0,25 1
guanfacine 0,5-2 1

Vasodilator hydralazine 25-100 2


Langsung minoxidil 2,5-80 1-2
Tabel Penggunaan OAH pada Penyakit tertentu
PENYAKIT REKOMENDASI OBAT†
PENYERTA

DIURETIK BB ACEI ARB CCB AldO- Anta

Gagal Jantung √ √ √ √ √

Post-Infark
√ √ √
miokard

Resiko Tinggi √ √ √ √
PJK

Diabetes √ √ √ √ √

Gagal Ginjal √ √
Kronik
Garis Hijau : kombinasi yg disukai; Garis Hijau Putus2: kombinasi yg bermanfaat (dgn
bbrp keterbatasan); Garis hitam putus2: Kombinasi yg mungkin tp kurang uji;
Garis merah: yg tidak direkomendasikan. ( ESH – ESC 2013)
Kesimpulan:
 Modifikasi Gaya Hidup, adalah suatu keharusan dalam
Penatalaksanaan Hipertensi.
 Diuretik, BB, CCB, ACEI, ARB, semuanya
direkomendasikan untuk permulaan/ Inisiasi dan
pemeliharaan terapi Hipertensi.
 Pada kondisi Khusus, beberapa OAH dapat digunakan
sbg pilihan terbaik karena sudah diuji coba pada
kondisi tsb.(lihat Tabel)
 Kombinasi 2 macam Antagonis RAS (renin-
angiotensin system), tidak direkomendasikan.
 Kombinasi 2 OAH dgn dosis penuh dalam 1 tablet,
direkomendasikan, krn mengurangi jumlah pil yg
dimakan, dan meningkatkan kepatuhan pasien.