Anda di halaman 1dari 8

TEORI UANG MENURUT AL

GHAZALI

Kelompok 2

Tri Wangiyati

Choerul H Munafitri

Widya Nur L

Iva Faulana

(71014165057)

(7101416176)

(710141674)

(7101416264)

Pengertian Uang
Pengertian Uang

Uang secara umum adalah sesuatu yang dapat di terima secara umum sebagai alat pembayaran dalam suatu wilayah tertentu atau sebagai alat untuk melakukan pembelian barang atau jasa .

pemikiran Al Ghazali tentang Uang

Pemikiran Al Ghazali mengenai konsep uang menunjukan bahwa :

  • 1. Al Ghazali menyatakan bahwa konsep uang adalah barang yang dipergunakan masyarakat sebagai mediasi atau alat tukar untuk mendapatkan macam- macam kebutuhan

hidupnya.

  • 2. Menurut Al Ghazali jenis- jenis mata uang terbuat dari emas dan perak.

  • 3. Fungsi uang meliputi : qiwamu ad-dunya ( satuan hitung), hakim mutawasit (pengukur nilai barang), dan sebagai al- mu’awidah (alat tukar)

Cara Al- Ghazali memandang uang

Cara Al- Ghazali memandang uang

Menurut Al- Ghazali, uang diibaratkan

cermin yang tidak mempunyai warna namun dapat merefleksikan semua

warna. Uang tidak tidak mempunyai

harga namun merefleksikan harga semua barang.

Al- Ghazali berkata : uang adalah nikmat Allah (barang) yang digunakan masyarakat sebagai mediasi atau alat untuk

mendapatkan bermacam- macam kebutuhan

hidupnya, yang secara substansi tidak

memiliki nilai apa- apa tapi sangat

dibutuhkan manusia.

Tema ekonomi yang dapat diangkat dari pemikiran Al-Ghazali

  • 1. Pertukaran sukarela dan evolusi pasar

  • 2. Aktivitas Produksi

  • 3. Barter dan Evolusi Uang

  • 4. Perlu adanya transportasi

  • 5. Institusi Perbankan

  • 6. Peran Negara dan Keuangan Publik

kesimpulan
kesimpulan

Konsep uang menurut Al Ghazali adalah sebagai nikmat Allah yang di berikan kepada msyarakat sebagai mediasi untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan serta dalam kerangka untuk memecahkan

persoalan barter yang di anggaptidak relavan di jadikan transaksi

oleh masyarakat.

Dengan demikian kontribusi pemikiran Al Ghazali tentang uang sudah dapat menginspirasi para tokoh ekonomi yang bisa di

aplikasikan di dunia modern saat ini tanpa melupakan syariat

agama.